RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
Raymond


__ADS_3

" Sudah saatnya pulang ya ?" Gumam Nana sembari merenggangkan tubuhnya


" Hah...., padahal kamu tahu apa yang terjadi sedari tadi, sudahlah ayo kita pergi !" Ajak Kuro yang bangkit dari duduknya.


" Hm.." Nana bangun, mengambil tas-nya dan bergegas pergi ke rumah sakit dengan Kuro


Baru saja mereka akan keluar, akan tetapi sebuah suara menahan langkah mereka.


" Anu, tunggu ! " Panggil Clair pada keduanya.


" Eh ?" Kuro dan Nana menoleh pada sumber suara itu, dan mendapati Clair berada disana.


" Anu, Nathan. Soal yang kemarin..., aku minta maaf ! Aku tidak tahu kamu tidak bisa berenang, sebagai permintaan maaf, ini ! " Ucap Clair memberikan kue buatannya pada Nana, Nana menatap bingkisan itu sedikit terkejut.


" Ah, terimakasih." Ucap Nana mengukir senyum


" Tapi, aku tidak bisa menerima pemberian seorang gadis manis begitu saja! " Sambung Nana sambil mengangkat kedua tangannya didepan dada, berniat menolak pemberian Clair secara halus


" Ah ! " Wajah Clair memerah mendapati ekspresi Nana yang begitu tampan dimatanya saat ini.


" Tidak apa, ini sebagai bentuk permintaan maafku. Ku mohon terimalah!" Kukuh Clair menyodorkan bingkisan itu pada Nana.


" Hm, begini saja! Aku terima kue ini lebih dulu, besok aku akan membawakan hadiah untukmu ?" Tawar Nana menerima bingkisan itu sembari tersenyum


" Ah, i-itu tidak perlu ! " Ucap Clair yang tersipu malu, bahkan dia jadi salah tingkah sekarang


Urgh..., wajahnya terlalu dekat -batin Clair dalam hati


" Tidak bisa begitu, benarkan Kuro ! " Ucap Nana sembari menoleh pada sang kakak.


" Hm ? Tapi, kami harus pergi sekarang! Jadi , kami permisi" Ujar Kuro dingin, sang kakak menarik kerah belakang sang adik sedang sang adik melambai pada Clair.


" Ah, si..silahkan ! " Ucap Clair menyingkir dari pintu dan membiarkan Kuro menyeret Nana dan memberi akses keduanya lewat


" Oh ya, bagaimana kita kesana ?" Tanya Nana saat keduanya tiba di koridor, sekarang Kuro sudah tidak menarik kerah Nana lagi. Jadi gadis itu bisa berjalan dengan santai


" Aku bawa mobil, akan ku ambil. Kamu tungu di depan gerbang ya !" Pinta Kuro yang kemudian mengusap kepala Nana sebelum beranjak pergi ke parkiran


" Argh, Kuro!!" Erang Nana kesal ketika kuro mengacak-acak rambutnya.


Tidak butuh waktu lama, Kuro mengeluarkan mobil Maserati Grand Carbio MC keluaran terbaru dengan warna Hitam yang elegan, dan karena hal itu dia berhasil memikat dan mengambil semua perhatian siswa dan siswi SMA Royal


" Wow, lihat ! Siapa yang akan dijemput oleh mobil itu ?" Tanya para siswa dan siswi mulai bergosip, hingga mobil itu berhenti didepan gerbang sekolah.


" Hei, siapa laki-laki itu ?" Tanya para siswi mulai bergosip saat mendapati Kuro yang keluar dari mobil mewahnya dengan keren.


" Maaf membuatmu menunggu ! " Ucap Kuro sambil membukakan pintu untuk sang adik.

__ADS_1


" Huhh..., kamu lama sekali " Keluh Nana kesal, hampir 8 menit dia berdiri di sana. apalagi Parasnya yang menawan membuatnya harus dengan sabar meladeni setiap gadis yang menyapa-nya.


" Haha, ayo sayang ! " Ucap Kuro mempersilahkan Nana masuk, membuat para siswa dan siswi disana menatap tak percaya


" Hm, thanks Kak ! " Balas Nana manja, membuat Kuro menarik senyumnya


Disamping itu para siswa dan siswi yang ada disana mulai berteriak tidak jelas dan bergosip tentang keduanya.


_______________________________________________


" Wah, lihat-lihat ! Siapa kedua laki-laki tampan itu ? "


" Mereka sangat tampan ! Andai aku bisa berada diantara kemesraan mereka !"


" Kyaa mereka sangat tampan ! "


_______________________________________________


" Cih, apa ini membuatmu merasa tidak nyaman sayang ?" Tanya Kuro sembari menatap sekumpulan gadis-gadis itu dengan kesal.


" Hm , kepalaku pusing !" Kata Nana lemah, ya flu-nya belum sembuh dan dia harap dia tidak terkena demam saat ini.


" Hahhh, maaf menggangu nona-nona ! Tapi, bisakah kalian tenang sebentar ? Sayangku sedang sakit dan teriakan kalian membuatnya pusing " Sarkas Kuro dingin, walau terdengar sedikit berteriak dan kesal, bagi para siswi itu teriak Kuro terdengar seperti suara malaikat.


_______________________________________________


" kyaa mereka sangat cocok ! "


Bisik gadis-gadis mencoba menahan teriakan dan memelankan suara mereka..


_______________________________________________


" Nah, terimakasih atas perhatian nona-nona sekalian ! " Ucap Kuro ramah, walau begitu ekspresi dingin masih terpampang jelas diwajahnya.


Setalahnya Kuro segera masuk kedalam dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah sakit.


.


.


.


setibanya dirumah sakit..


" Permisi !" Ucap Kuro dan Nana membuka pintu


" Ah, kalian siapa ya ?" Tanya perawat yang bertugas menjaga disana bingung mendapati kedua pemuda tampan memasuki ruangan, Nana melepas ikat rambut-nya dan merapikan penampilannya.

__ADS_1


" Eh, kamu adik yang tadi pagi bukan ?" Tanya perawat itu mendapati Nana yang berdiri dibelakang Kuro, walau dia sedikit bingung karena Nana mengenakan seragam laki-laki.


" Selamat sore " Sapa Nana ramah, Kuro menatap heran interaksi diantara keduanya walau begitu Kuro memilih tak acuh dan menanyakan kondisi sosok yang mereka kunjungi.


" Apa dia sudah bangun ?" Aanya Kuro pada perawat itu tanpa basa-basi apapun.


" Oh, tentu ! Silahkan, kalian bisa menemuinya " Ujar perawat itu mempersilahkan keduanya.


" Dia sudah sadar sejak tadi " Ucap Perawat itu ramah, Nana menguap bosan walau otaknya tengah berpikir apa yang harus dia ucapkan begitu menemui Raymond.


" Lalu bagaimana kondisinya ?" Tanya Kuro sedikit khawatir, sepertinya sirkuit di otaknya rusak karena terlalu banyak berpikir


" Dia sudah baik-baik saja, mungkin besok sudah boleh keluar " Jawab perawat itu mencoba menenangkan


" Hahh..., syukurlah ! " Ucap Kuro lega, Nana menatap Kuro tidak percaya. Ya, walau dalam hati Nana juga sama khawatirnya seperti Kuro, tapi ego membuatnya menahan segala emosi dan ucapannya.


" Oh ya, apa kamu adiknya ?" Tanya perawat itu pada Kuro, pasalnya pemuda itu nampak mirip dengan si cantik yang mengaku sebagai adik dari pasien yang dia jaga.


" Hm " Jawab Kuro dengan deheman singkat yang membuat si perawat mengangguk paham.


" Nona, apa sekarang waktunya minum obat ?" Tanya Raymond dari balik tirai, pasalnya dia mendengar sedikit keributan dan suara perawat yang menjaganya seharian ini.


" Tuan anda kedatangan tamu ! " Balas perawat yang masih berjalan ke arah ranjang Raymond.


" Eh ?" Raymond bingung siapa yang akan mengunjunginya, seingatnya dia tinggal sendiri dan dalam pelarian. Selain itu dia tidak berhubungan dengan siapapun, jadi siapa yang mau mengunjunginya.


" Lama tidak bertemu, kakak pertama " Sapa Kuro ramah begitu si perawat menyibak tirai pembatas di ranjang Raymond.


" Kuro! " Ucap Raymond terkejut mendapati Kuro berdiri didepan pintu, menatap dirinya dengan sorot mata yang dingin.


" Apa kamu merindukan kami, kakak pertama ?" Sambung Nana bertanya dari balik punggung Kuro


" Kalian ? Bagaimana bisa kalian bisa disini ?" Tanya Raymond terkejut bukan main. Dia tidak percaya mendapati Nana dan Kuro yang statusnya merupakan adik kandungnya berada di sini.


" Haha..., sebuah kebetulan bukan ? Kami yang hampir menabrakmu ! " Ujar Nana dengan sebuah senyum palsu diwajahnya, jujur hatinya berteriak sakit sekarang.


".... " Tanpa banyak bicara Raymond tiba-tiba langsung turun dari ranjang, berlari dan memeluk tubuh kedua adiknya dengan erat, sangat erat sampai keduanya hampir tercekik.


" Urgh, lepaskan .." Ucap Nana mencoba mendorong tubuh Raymond dengan keras, sedang Kuro masih terdiam membeku. Tubuhnya begitu merindukan pelukan ini, tapi sudut hatinya berteriak sakit saat sang kakak memeluknya


" Tidak akan !"


" Aku tidak akan pernah melepaskan kalian lagi !"


" Aku janji !" Ucap Raymond yang mengeratkan pelukanya, dia benar-benar tidak akan melepaskan kedua adiknya lagi.


" Urgh..., AHH " Erang Nana yang akhirnya berhasil lepas dari pelukan Raymond, Nana mundur ke belakang Kuro sedangkan Kuro menatap sang kakak dengan sendu.

__ADS_1


" Nana ? Apa kamu tidak merindukan kakak ?"


__ADS_2