![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Kami baru tiba kemarin, senang bisa bertemu dengan Raja-nya Film dipesta seperti ini " Ucap Nana dengan anggun
" Haha..., Nona Yukki benar-benar terlihat cantik malam ini ! " sosok memuji, membuat sang kakak menguarkan aura mengintimidasi. Ya, walau dihiraukan oleh keduanya.
" Huh, kak Mike terlalu formal !" Keluh Nana yang sudah lelah dengan percakapan yang membosankan ini. Ya, sosok inilah yang ingin ditemui oleh Nana, sosok Mike yang menjadi salah satu kakak angkat Nana yang paling dia sayang, tapi bohong_-
" Hm, kamu sudah tidak bisa menahan untuk bicara denganku ya ?" Goda Mike sembari terkekeh.
" Hmmm, ayo menari !" Ajak Nana mengulurkan tangannya pada Mike.
" Baiklah tuan putri ku" Jawab Mike menerima ajakan Nana
Mike membawa Nana ketengah lantai dansa, saling memberi hormat sebelum mereka mulai menari mengikuti lantunan melodi yang diciptakan, mereka menari dengan indahnya membuat semua orang terpana dengan tarian keduanya.
" Wah, lihatlah! Mereka pasangan yang sempurna !"
" Hm, nona itu sangat cantik !"
" Ah, aku juga ingin menari...."
" Ayo kita juga menari..."
Seluruh tamu mulai menari mengikuti Nana dan Mike. Nana yang sadar kalau aula dansa sudah mulai penuh, juga tatapan membunuh yang diarahkan sang kakak pada Mike membuatnya kesal. Decakan pelan keluar dari celah bibirnya.
" Ck, sepertinya panggung ini bukan milik kita lagi ! " Keluh Nana kesal
" Hm, siapa suruh kamu terlalu cantik ! Serigala-serigala itu hanya ingin menyentuhmu !" Gerutu Mike yang dibalas dengan kekehan pelan oleh si cantik.
" Hm, aku tahu. tapi itu tidak akan bisa terjadi " Ucap Nana sombong, gadis itu melirik sang kakak yang semakin menatapnya tajam.
" Hm, kenapa tidak ? " Tanya Mike dengan wajah polosnya, berpura-pura tidak tahu sosok harimau yang sudah mengawasi keduanya sedari tadi.
" Jika mereka berani, maka raja Iblis akan membunuh mereka !" Ucap Nana dengan senyum puas di wajahnya.
" Haha, kamu benar! " Kekeh Mike teringat masa lalu, dimana Kuro hampir saja membunuh seseorang yang menggoda Nana saat itu. Mike yang menyaksikan hal itu tentu saja begidik ngeri di tempat, dia bersumpah tidak akan berani macam-macam pada si kembar.
Flashback on
........................................................................................................................................................................................
" Heh...., beraninya kamu menyentuh adikku !" Ucap Kuro tersenyum iblis, pemuda itu mengusap kepalan tangannya di depan dada sembari menatap rendah pada sosok di hadapannya.
" Ah, ma..maafkan saya tuan ! "
" Ampuni aku!!"
" Aku tidak bermaksud melakukan itu!"
" Aku hanya menjalankan perintah !"
" Heh..., tidak ada ampun bagi siapapun yang berani menyentuh adikku..." Lirih Kuro sembari melayangkan pukulannya lagi dan lagi.
" Akh, tidak tuan !"
" TIDAK !!"
" UARGH......"
" Hah...., sampah !" Kuro bangkit dan membersihkan bercak darah dipakaian dan kepalan tangannya, berjalan pergi dan membiarkan anak buahnya membersihkan sisa mayat disana.
........................................................................................................................................................................................
__ADS_1
Flashback off
" kak Mike !"
" KAK MIKE !!!" Panggil Nana agak keras karena kesal diacuhkan oleh Mike.
" Ah, ada apa ? " Bingung Mike mendapati wajah Nana yang tertekuk sebal.
" Kak Mike melamun ? " Tanya Nana kesal
" Ah, maaf ! Aku hanya teringat masa lalu " Ucap Mike tersenyum kikuk
" Hm.., ayo kita berhenti dulu " Pinta Nana
" Eh, kenapa ?" Tanya Mike bingung
" Kuro memanggil !" Ketus nana pada Mike yang nampak seperti orang linglung saat ini.
" Ah , baiklah !"
Mereka kemudian pergi ke tepi, dimana Kuro sudah menanti sang adik sedari tadi. Baru saja tiba dan Kuro sudah memberi tatapan kesal pada Mike.
" Kenapa lama sekali ?" Tanya Kuro kesal
" Haha, maaf-maaf...." Ucap Mike sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tdiak gatal
" Hm..., ayo pergi Nana !" Ajak Kuro mengajak Nana menemui klien utama mereka, menjauh dari aula pesta yang semakin ramai.
" Bye kak Mike !" Ucap Nana melambai pada Mike
" Hm..." Dehem Mike sembari melambai dan mengukir senyumnya
" Kita mau kemana ?" Tanya Nana pada sang kakak
" Eh, sudah datang ya ?" Gumam Nana mengecilkan suaranya
" Hm..."
Kuro dan Nana akhirnya pergi menuju ke ruang pertemuan dimana klien mereka sudah menanti. setibanya diruang pertemuan....
.
.
.
" Selamat datang Presdir Yukki ! " Sambut klien tersebut pada keduanya
" Ah,Nona Yukki juga datang ya !" Ucap Klien itu tersenyum licik mendapati Nana ada disana. Sedang Nana yang ditatap merasa risih, karena Klien mereka menatapnya begitu lama.
" Hm.., .maaf aku jadi menggangu kalian !" Ucap Nana dengan senyum bisnisnya.
" Ah, tidak ! Sebuah kehormatan bagiku nona Yukki bisa hadir disini " Ujar Klien itu merendah, sedang Nana hanya memasang senyumnya.
" Hm, cukup basa-basinya! Ayo langsung saja ke intinya " Ujar Kuro tergesa, tidak terima sang adik ditatap begitu lama oleh pria mesum di depannya.
" Baiklah, ini kontraknya silahkan dibaca sekali lagi." Ujar si Klien menyodorkan sebuah kontrak proyek kerja sama yang akan mereka lakukan.
" Hm.." Kuro balas dengan deheman singkat. Bola matanya bergerak membaca setiap huruf pada lembaran itu dengan serius, sedangkan Nana..
" Presdir Anthonio ! " Panggil Nana pada sang Klien
" Apa ada masalah nona Yukki ?" Tanya sosok itu, Presdir Anthonio menatap Nana senang.
__ADS_1
" Hm, Anda benar-benar bekerja keras untuk kemajuan Jinx Grup" Ujar Nana sambil tersenyum
" Eh, kenapa nona mengatakan hal seperti itu ? Sudah sepantasnya saya memajukkan Jinx Grup!" Ujar Anthonio bingung.
" Ya, aku hanya kagum saja pada kerja keras anda." Ucap Nana menyandarkan tubuhnya ke sofa, mengambil jeda untuk menatap mata Presdir Anthonio sebelum melanjutkan ucapannya.
" Anda pasti berjuang keras agar bisa memimpin Jinx Grup" Sambung Nana sembari melirik kontrak yang dibca Kuro.
" Haha, tidak juga." balas presdir Anthonio sembari menggaruk pipinya.
" Hm, dikeluarga kami hanya anak yang mampu memimpin sebuah perusahaan yang akan menjadi penerus keluarga ! tapi, sepertinya di negara Y anak pertamalah yang mewarisinya ? " Jelas Nana setelah melakukan pengamatan sebelum mereka pindah ke negara Y
" Dan seingatku tuan Anthonio adalah anak ke 2 dari keluarga Jinx ? " Tanya Nana menatap Anthonio dengan tatapan membunuh yang tertutup dengan senyum manis yang terukir diwajahnya.
" Ah, itu! K-kakak pertamaku...., tewas dalam kecelakaan. K-karenanya a-aku yang mewarisi perusahaan !" Jawab Anthonio dengan gugup.
" Ah, maaf...,sepertinya aku menanyakan hal yang salah !" Ucap Nana pura-pura sedih
" Ah, tidak apa-apa ! Bukan masalah besar kok ! " Ucap Anthonio mencoba menghibur Nana. Dalam hati Nana mengukir senyum penuh kemenangan, tidak sia-sia dia meminta Kuro membawanya ke pesta.
" Hm, kalau begitu..."
" Kalau seandainya kakakmu masih hidup , apa dia yang akan memimpin perusahaan ini ?" Yanya Nana polos, membuat presdir Anthonio terkesiap
" Ah..., te-tentu saja " Jawab Anthonio gugup, pria itu nempak mengepalkan tangannya kuat dan meremas sofa dibawahnya.
" Begitu ya ! Terimakasih sudah menjawab, dan maaf aku menanyakan hal yang tidak penting..." Ucap Nana mengutarakan permohonan maaf.
" Ah, bu-bukan begitu! Tidak apa jika Nona Yukki ingin tahu banyak hal , selama nona ingin tahu maka akan saya jawab !" Ujar Anthonio gugup sembari mencoba menghibur Nana, padahal dalam hati mengumpat pada si cantik.
" Thanks!" Ucap Nana mengukir tersenyum kecil
" Ah..." Anthonio terpukau, sebuah senyum yang belum pernah dia lihat sebelumnya kini menyentuh hatinya. Membuatnya semakin ingin memiliki sosok dihadapannya itu, tapi..
" Kakak ! " Panggil Nana pada sang kakak yang sedang memainkan ponselnya
" Hah..., ayo pergi !" Ajak Kuro mulai beranjak dari duduknya.
" Eh, Presdir Yukki. Anda mau kemana ?" Tanya presdir Anthonio menatap bingung pada si kembar
" Pergi ! " Jawab Kuro santai.
" Lalu, bagaimana dengan kontrak kita ?" Tanya presdir Anthonio dengan nada cemas
" Batal !" Jawab Kuro dengan mudahnya
" Eh, ta-tapi ? Kenapa ? " Kali ini seakan tidak tahu kesalahannya, presdir Anthonio menatap Kuro.
" Bukankah pihak kalian lebih diuntungkan !" Sambung presdir Anthonio lagi, Kuro memutar bola matanya malas.
" Bagaimana menurutmu , Nathalia ?" Tanya Kuro menatap sang adik di sebelahnya.
" Hahh..." Nana menghela nafas panjang, malas menjawab tapi sang kakak juga pasti tidak mau menjelaskan.
" Nona Yukki , kumohon ! Tolong yakinkan presdir Yukki " Pinta Anthonio memohon sembari mencoba menggenggam tangan Nana, yang pastinya tidak akan bisa karena Kuro menghalanginya.
" Hahh..., Anthonio Jinx! " Nana mulai angkat bicara, membuat atensi semua orang terfokus ke arahnya.
" Ah ?" Anthonio mengangkat kepalanya, menatap Nana penuh harap.
" Ku beritahu padamu, untuk jangan bersikap bodoh ! Kamu pikir kami tidak tahu apa yang kamu rencanakan ? " Ucap Nana memangdang rendah presdir Anthonio
" Ah, a-apa maksud anda Nona ?" Tanya Anthonio pura-pura tidak mengerti, membuat Nana dan Kuro semakin kesal.
__ADS_1
" Kak..."