RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
brother?


__ADS_3

" Aku berangkat dulu " Ucap Nana sekali lagi mengecup pipi sang kakak


" Hm, hati-hati ! " Balas Kuro yang tersenyum sembari mengusap puncak kepala sang adik lembut.


Nana bergegas melangkahkan kakinya turun ke bawah, membawa dirinya pergi ke depan. Disana sudah ada Luciffer yang berdiri disamping mobil yang terparkir dengan apik didepan pintu kediamannya.


" Silahkan nona! " Ucap Luciffer membukakan pintu mobil untuk sang Nona, Nana tersenyum kecil kemudian melangkah masuk ke dalam mobil.


" Hm, ayo pergi"  Perintah Nana begitu Luciffer menyalakan mesin.


" Baik, nona !" Jawab Luciffer segera memasukkan perseneling kemudian menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Tidak butuh waktu lama mereka tiba dirumah sakit tempat sosok yang kemarin mereka tabrak di rawat, hanya butuh sekitar 24 hingga 30 menit untuk sampai ke sana. Secara mansion mereka yang terletak tidak terlalu jauh dari kota dan rumah sakit tempat sosok itu dirawat, juga karena Luciffer yang berkendara dengan kecepatan tinggi sehingga mereka bisa tiba dengan cepat.


" Silahkan Nona ! " Ucap Luciffer membukakan pintu, mempersilahkan nonanya keluar.


" Hm, kamu tunggu disini ! Aku segera kembali " Titah Nana pada Luciffer


" Baik, Nona " jawab Luciffer patuh


Nana melangkahkan kaki masuk ke dalam dan naik menuju ke ruangan sosok yang mereka duga sebagai sosok  Raymond, sepanjang jalan Nana berusaha mati-matian menahan dirinya dari bau obat yang begitu menyengat. Hingga ia tiba di ruangan yang ditujunya.


.


.


.


" Permisi.." Ucap Nana meminta izin sebelum masuk kedalam


" Maaf dek, anda siapa ?" Tanya Perawat yang kebetulan sedang berjaga dan mendapati Nana memasuki ruangan.


" Aku... adiknya ?" Jawab Nana ragu, dia masih tidak yakin apa sosok itu benar-benar Raymond yang dia cari-cari selama ini atau bukan. Karena itu juga alasannya datang ke mari sepagi ini hanya untuk memastikan bahwa sosok itu benar orang yang dia cari atau bukan.


" Ah, anda adiknya!" Ucap perawat itu senang, seperti menemukan berlian setelah menggali selama puluhan tahun. Sepertinya perawat itu lega karena bisa meninggalkan sosok itu sekarang dan pergi beristirahat.


" Iya, apa anda mau memandikan kakak saya?" Tanya Nana yang mendapati sang perawat tengah membersihkan tubuh sang kakak yang masih belum sadar.


" Ah, apa anda mau membantu saya ?" Tanya perawat itu mengulurkan handuk pada Nana


" Tidak terimakasih. Tapi, bisakah anda membantuku memeriksa luka sayatan dipunggung kakak ku ?" Pinta Nana pada perawat itu, gadis itu menatap memelas pada sang perawat


" Eh, sayatan ?" ucap perawat bingung, perawat itu akhirnya berusaha mengangkat tubuh sosok itu dan melihat ke punggungnya, seperti yang dikatakan oleh Nana disana dia mendapati luka sayatan memanjang dipunggung pria itu.

__ADS_1


" Ada! sepertinya ini luka lama, ini seperti bekas sayatan pisau. Apa kakakmu seorang prajurit ?" Tanya perawat itu pada Nana penasaran, Nana menarik senyum pasi kemudian menggeleng


" Dia bukan seorang prajurit, dia hanya kakakku..." Jawab Nana sendu, perawat itu menatap bingung akan tetapi dia mengesampingkan hal itu dan berucap.


" Haha, sepertinya kamu sangat menyayangi kakakmu ya ! " Sahut perawat itu sembari terkekeh, mencoba mencairkan suasana.


" Hm, dulu aku sangat menyayanginya karena dia adalah kakakku. " Ucap Nana dingin membuat perawat itu menoleh dan menatapnya bingung.


" Tapi sekarang aku sangat membencinya.." Lirih Nana yang sepertinya di dengar oleh perawat itu


" Eh, boleh aku tahu kenapa ?" Tanya perawat itu penasaran.


" Hm, dia meninggalkanku dan kakak kedua begitu saja. Dia bilang akan kembali, tapi dia tidak pernah kembali ! suatu keajaiban kami tidak sengaja hampir menabraknya " kata Nana kesal, dia meremat kepalan tangannya dengan kuat hingga meninggalkan bekas disana.


" Adik kecil, boleh aku bicara ?" Tanya perawat itu pelan


" Silahkan.. " Jawab Nana mempersilahkan.


" Apa kamu tahu, mungkin kakakmu pergi karena dia ingin melindungimu. mungkin jika kamu didekatnya, dia akan membawa bahaya bagimu ?"


" Karenanya.. dia memilih pergi meninggalkanmu agar dia bisa melindungimu dari jauh ! Agar kamu tidak terlibat dengan masalahnya" Kata perawat itu membuat Nana membolakan matanya, jawaban itu mungkin benar dan dia mengetahui itu dengan jelas akan tetapi selalu ditampiknya dan memilih untuk membenci sang kakak


Nana tahu akan hal itu, hanya saja dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Raymond telah melanggar janjinya. dia kesal, dia marah, karenanya Nana harus bekerja seperti orang gila setiap harinya. Gadis itu harus merasakan pahitnya hidup di usianya yang masih belia, hanya karena sang kakak yang begitu egois meninggalkan dirinya dan Kuro. Nana tidak bisa menerima hal itu.


" Ah, maaf ! Sepertinya aku terlalu banyak bicara, sebaiknya aku pergi dulu" Ucap perawat itu yang segera membereskan peralatannya dan beranjak pergi.


" Aku mengerti " Jawab perawat itu


" Tenang saja, jika dia sudah sadar kamu boleh memukulnya ! " Ujar perawat itu menghibur Nana


" Maaf merepotkan anda, dan terimakasih untuk bantuannya " Ucap Nana yang beranjak pergi.


" Hm, berhati-hatilah !" Ujar perawat itu setengah berteriak.


Sepanjang koridor Nana mengepalkan tangannya kuat. Amarah tak kan pernah padam dalam hatinya, walau tak bisa dipungkiri bahwa perkataan perawat tadi itu benar. Hanya saja dirinya yang tidak ingin menerima fakta membuat perasaannya semakin kacau. Nana segera kembali menuju ke tempat dimana Luciffer menunggunya, setibanya di mobil Nana meminta Luciffer untuk bergegas kembali menuju ke rumah.


sesampainya dirumah Nana segera berlari menuju kamarnya, mengganti pakaiannya dengan seragam. Dia ingin bertemu dengan Kuro sekarang juga. Setelah selesai dengan acara ganti bajunya, Nana langsung kembali ke mobil dan meminta Luciffer mengantarnya ke sekolah.


" Lucy, kita ke sekolah ! " Titah Nana begitu ia kembali masuk ke dalam mobil


" Baik nona ! " Jawab Luciffer segera melajukan mobilnya, sedikit bingung karena sang nona yang tiba-tiba menjadi semakin dingin dan kesal. tapi Luciffer tak berani membuka suara untuk bertanya.


Luciffer segera membawa mobilnya melaju menuju ke sekolah Nana, setibanya disana Nana langsung keluar dan berlari menuju ke kelas, sedikit berputar-putar di koridor hingga dia hampir tiba di kelasnya. Nana menghentikan langkahnya didepan pintu dan mengetuknya lebih dahulu.

__ADS_1


TOK


TOK ...


" Masuk ! " Ucap Guru yang mengajar didalam


DRAPP


Pintu dibuka dengan agak keras, menampilkan sosok Nana yang terlihat kelelahan. Dia bahkan sedang mengatur nafasnya dan menyandarkan tubuhnya pada pintu.


" Ah..hah...hah...hahh... " Nana mengatur nafasnya yang tersengal selepas berlari


" Nathaniel ? " Ucap guru itu membuat semua orang menoleh dan terkejut dengan kedatangan Nana


" Maaf, saya terlambat bu ! " Ucap Nana yang masih mengatur deru nafasnya


" Eh, bukankah kamu sedang sakit ? Kurogane bilang kamu sedang sakit ?" Tanya guru itu menatap Nana bingung.


" Ini hanya flu ringan, aku baik-baik saja " Jawab Nana dengan sebuah senyum yang diukir diwajahnya.


" Baiklah ! Kamu bisa masuk " UGuru itu mempersilahkan Nana masuk.


Nana masuk dan melangkahkannkakinya menuju kursi tempat duduknya, setibanya dikursi bukannya duduk Nana malah merebahkan tubuhnya pada meja dan mengambil beberapa buku dari dalam tasnya.


" Apa kamu tadi menangis ?" Tanya Kuro lirih, pemuda itu tidak bisa melihat sang adik begitu lesu tanpa alasan yang jelas


" Aku tidak bisa menutupinya darimu ya ?" Balas Nana bertanya dengan lirih


" Apa yang terjadi ?" Tanya Kuro lagi


" Itu memang dia. aku melihat dengan jelas luka sayatan itu, dan ditangan kanannya ada lambang keluarga bangsawan Yuuki...." Sahut Nana lesu, Kuro terkejut mendengar hal itu. Sekarang giliran dunia Kuro yang berputar tanpa arah, seakan semua hal dalam dunianya runtuh.


" Aku mengerti ! Kita akan pergi setelah pulang sekolah " Ajak Kuro pada Nana, dia harus memastikan hal itu dengan mata kepalanya sendiri.


" Ya.. " Ucap Nana mengerti


Pelajaran berlangsung seperti biasa, selama pelajaran Nana terlalu lelah hingga dia tertidur. Beberapa kali guru masuk dan ingin memarahi Nana akan tetapi semua murid memohon untuk membiarkannya tidur dengan alasan mereka yang telah menyebabkan Nana sakit, sebagai gantinya beberapa anak pemalas dikelas bangun dan mendengarkan pembelajaran, saat jam pulang sekolah....


" Urgh.." Nana menggosok matanya perlahan


" Kamu sudah bangun ?" Tanya Kuro yang mendapati sang adik terbangun.


" Aku ketiduran ? Sekarang jam berapa ?" Tanya Nana pada Kuro, sang kakak hanya tersenyun sembari merapikan rambut Nana.

__ADS_1


" Ini jam 14:15 " Jawab Kuro melirik jam dinding di sudut kelas


" Ah, sudah saatnya pulang ya ?"


__ADS_2