![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Sayang setidaknya makanlah dulu!" Bujuk Louis yang sangat memahami sikap nonanya, jadi dia memaksa Nana
untuk makan walaupun sesuap.
" Tidak, aku mau kakak!" Ucap Nana kembali menarik selimut dan menyembunyikan dirinya dibawah selimut.Gadis itu tidak ingin semua orang melihat kesedihannya, dia tidak suka dan tidak ingin di kasihani. Nana menangis tanpa suara dibawah selimut, hanya dirinya dan butiran mutiara yang membasahi seprai putih dibawahnya.
" Nana..." Gumam Ryoma benar-benar sedih melihat nona kesayangannya seperti itu. Louis memberi kode
pada semuanya untuk keluar.
Setelah semua keluar dari ruangan, Louis meminta mereka duduk di sofa ruang tamu.
" Jadi, bagaimana sekarang?" Tanya Louis yang menatap ke-tiga pria yang ada di depannya.
" Kita hanya bisa berusaha, kita coba paksa dia makan. setidaknya.... Nana harus makan" Ujar Alan menyela
keheningan, sekarang yang ada dipikiran mereka hanya bagaimana cara membuat Nana makan.
" Hm, tapi bagaimana?" Tanya James mencoba memutar otaknya, dia bingung bagaimana memaksa nonanya untuk makan. Selain itu dia tidak tau bagaimana caranya ia bisa membuat Nana yang keras kepala menjadi patuh, pasalnya tak ada seorangpun yang bisa membuat Nana tunduk selain Kuro.
Ya, akhirnya mereka mencoba beragam cara untuk membuat Nana makan, mereka menyuapi paksa bubur pada Nana, namun Nana memutahkan kembali bubur itu. Yang dia inginkan hanya kakaknya itu, ke-empat pria itu terus mencoba memutar otak, akan tetapi tidak ada satupun jalan keluar yang mereka dapatkan.
Tiga hari telah berlalu, kondisi Nana semakin memburuk. Ryoma, Louis, Alan dan James semakin menggila. Mereka hanya memikirkan cara supaya Nana mau makan, dan... ini yang mereka dapat. Kelelahan, kurang tidur, dan sakit kepala yang bahkan lebih menyakitkan dan melelahkan daripada harus membantai sebuah geng dalam semalam.
" Ayo kita culik tuan muda!" Seru Alan sambil menggebrak meja, sepertinya dia sudah hampir mencapai batas hingga otaknya memunculkan ide gila seperti itu
" Hei, itu ide bangus!" Ucap Ryoma menyepakati ide Alan, ya walau itu ide gila. Tetapi, mungkin ide ini satu-satunya cara agar Nana mau makan. Mungkin Ryoma sudah terlalu lelah menghadapi kondisi Nana saat ini.
Mereka akhirnya memutuskan untuk menculik Kuro. ya, ini hal gila. Mereka menyusup ke kantor K7, membuat keonaran, dan berakhir dengan mendapat beberapa pukulan yang gila dari Kuro. Namun, pada akhirnya mereka berhasil membawa Kuro bersama mereka.
.
.
__ADS_1
.
" Urgh..." Erang Kuro yang dilempar begitu saja ke sofa.
" Oi, apa yang kalian lakukan?" Ketus Kuro kesal melihat Ryoma dan Alan yang memeperlakukan dirinya dengan sesuka hati mereka. Apalagi mereka menculik lalu melemparnya seperti paket dengan santainya.
" Maaf ya tuan muda!" Ucap Alan melepas ikatan di tangan dan kaki Kuro. sedangkan Kuro masih sangat marah dan kesal, bagaimana bisa dia diperlakukan begini? Apa Nana yang memerintahkan mereka untuk menculiknya?
" Jadi, ada apa?" Tanya Kuro memperbaiki posisi duduknya, kemudian melipat tangannya kedepan dada dan menatap intens kedua pria yang ada didepannya. Mencoba menginterogasi kedua pria yang baru saja menculiknya ke appartemen milik sekertaris sang adik.
" Ini ka-../ GAWAT, DIMANA KURO!?" Teriak Louis membuka pintu dengan keras dan mencari keberadaan Ryoma dan Alan.
" Hahh, bisakah kamu tenang sedikit. Louis?" Tanya Ryoma kesal dengan tingkah salah satu temannya itu, Louis dengan santainya memotong ucapannya saat dia baru sempat membuka mulut!  ̄へ ̄
" TIDAK BISA, KONDISI NANA SEMAKIN BURUK!" Teriak Louis yang mendapati Kuro ada disana langsung menariknya ke kamar.
" Nana!" Ucap Kuro begitu terkejut melihat Adik kecilnya terkapar lemah di ranjang, wajahnya terlihat merah, keringat membanjiri tubuhnya. dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh ke-empat pria itu pada sang adik, Kuro benar-benar meragukan penjagaan dan perawatan mereka sekarang.
" Ka..kak...."Lirih Nana tersenyum melihat Kuro. Dia merasa lega sekarang, ketakukan yang ada dihatinya kini menghilang.
bisa memasak air panas disana.
Kuro segera pergi mengambil sewadah air dan handuk kemudian mengkompres adik kecilnya itu, setelahnya Kuro pergi ke dapur dan membuat bubur untuk Nana. sedangkan Alan dan yang lainnya kini bisa beristirahat dengan tenang tanpa harus pusing-pusing mengkhawatirkan kondisi Nana. Ada begitu banyak pertanyaan di benak Kuro pada ke-empar pria itu, akan tetapi kondisi Nana saat ini jauh lebih penting.
" Hahh, akhirnya kita bisa mengistirahatkan otak kita!" Ucap James merebahkan dirinya di Sofa panjang milik Louis.
" Hm, aku mau tidur!" Ryoma merebahkan dirinya ke karpet di depan televisi. Tubuhnya sudah lelah menjaga Nana yang keras kepala selama 3 hari ini, dan dia juga merasa lelah setelah mendapat beberapa pukulan keras dari Kuro yang meninggalkan bekas lebam ditubuhnya. Ryoma tak menyangka kemampuan beladiri Kuro cukup hebat.
" Ah, kau punya Video Game!" Seru Alan yang melihat rak penuh konsol dan DVD, Alan segera menyalakannya dan mulai bermain. Louis yang melihat Alan sangat menikmati permainan itu, ikut bermain dan menghabiskan waktu.
Kuro kembali ke kamar Louis dengan semangkuk bubur untuk Nana. Dia membangunkan adik kecilnya itu dan memaksanya untuk makan dan minum obat, dan akhirnya Nana mau menyantap bubur buatan Kuro. Dia menghabiskan semangkuk bubur kemudian meminum obat yang diberikan Kuro.
" Baby, can you sleep?" Tanya Kuro menyelimuti Nana dengan selimut hingga setinggi lehernya. Sag kakak mengusap lembut surai panjang yang lebih muda dan mengecup keningnya sayang.
__ADS_1
" Ehm.." Nana menggeleng pelan, dia hanya ingin kakaknya berada disampingnya saat ini.
" Ok, kalau begitu biar aku menemanimu.." Ucap Kuro menggenggam erat tangan Nana, kemudian mencium punggung tangan kecil itu.
" Aku menyayangimu, Kuro.." Ucap Nana memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.
" Haha, i love you more dear!" Balas Kuro kembali mencium punggung tangan Nana dan menggenggamnya erat. Dia terus menemani Nana hingga dirinya ikut terlelap.
.
.
.
"Urgh..." Kuro terbangun setelah tertidur selama 3 jam, dia kemudian menatap ke jam dinding yang bertengger dengan tenang di sudut kamar Louis. Kuro terkejut mendapati hari sudah gelap, jadi dia bergegas menuju ke dapur dan membuat makan malam.
Saat dia keluar dari kamar, dia terkejut mendapati ke-empat pemimin gengster itu tengah terlelap dalam tidurnya. Kuro mendapati mereka sangat kelelahan, jadi Kuro mengambil beberapa selimut yang ada dilemari Louis kemudian menyelimuti mereka agar tidak kedinginan.
Setelahnya Kuro segera pergi ke dapur kemudian membuat makan malam, dia memasak spageti dan beberapa tumis sayuran untuk ke-empat pria yang kini tengah tertidur di ruang tamu, kemudian dia membuat semangkuk bubur untuk sang adik
" Hahh, akhirnya selesai!" Ucap Kuro pergi membawa semangkuk bubur ke kamar Louis dan meletakkannya dimeja yang ada disamping Nana, sementara dirinya menggunakan kamar mandi dan meminjam pakaian milik Louis.
.
.
.
" Urgh.." Erang Nana yang terbangun dari tidurnya, aroma bubur milik Kuro membuat perutnya menari-nari sedari tadi. Ya, dia sudah tidak makan selama 3 hari, perutnya pasti sudah minta makan sejak beberapa hari yang lalu.
" Kamu sudah bangun, sayang?" Ucap Kuro melihat adik kecilnya mengeliat dan terbangun dari tidurnya.
" Apa aku mengganggu tidurmu?" Tanya Kuro sambil mengusap surai hitam milik adiknya itu, Kuro pikir mungkin suara air dari kamar mandi yang mengganggunya. Kuro membantu Nana untuk duduk dan menyandarkannya ke headboard tapi Nana malah mencari tubuh sang kakak yang dingin.
__ADS_1
" aku lapar.."