RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
Incident in the bathroom


__ADS_3

" Hm, dimana Louis?" Tanya Kuro yang menyadari Louis tidak ada disana.


" Dia ke kamar mandi!" Jawab Ryoma sambil menyibak rambutnya ke atas.


" APAAA!!!" Teriak Kuro yang terkejut mendengar Louis sedang berjalan ke kamar mandi, dan kini dirinya bergegas berlari menuju ke kamar mandi. Membuat Ryoma menatap Kuro penuh kebingungan.


" KYAAA!!!" Baru saja Kuro mau bergegas mencegah Louis. Namun, sepertinya dirinya sudah terlambat. Alan dan james yang sedari tadi terlelap kini terbangun karena teriakan Nana,  Ryoma bergegas menuju ke kamar Louis, dan mendapati Louis sudah babak belur didepan pintu kamar mandi.


" apa yang!?" Tanya Alan yang buru-buru menuju ke kamar Louis bersama James, mereka kebingungan melihat Kuro dan Ryoma yang berdiri di depan pintu dan Louis yang babak belur di lantai.


" Hiks.... Nona, kamu sangat jahat..." Ucap Louis meracau tidak jelas sambil mengusap wajahnya itu. Ryoma membantu Louis untuk berdiri sedang Kuro mengambil P3K yang ada di laci dan memberikannya pada Ryoma.


" Hahhh, siapa suruh kamu tidak hati-hati?" Ucap Ryoma membersihkan luka d iwajah Louis dengan sangat telaten dan hati-hati, sementara Kuro hanya bisa terkekeh melihat ulah Louis bisa berakibat seperti ini.


" Memangnya apa yang terjadi?" Tanya James yang sedari tadi tidak mengerti dengan apa yang terjadi mulai mencari informasi.


" Louis tidak sengaja mengintip nona yang tengah mandi!" Jawab Ryoma yang telah selesai mengobati luka Louis.


" Urgh..HAHAHНАНАНАНАНАННААА!!!!" Alan dan James mulai tertawa, menertawakan tingkah Louis. Lebih tepatnya menertawakan apa yang terjadi dengan wajahnya.


" Kuro!" Panggil Nana lirih dari balik pintu kamar mandi.


" Ada apa?" Tanya Kuro yang berdiri disisi lain pintu kamar mandi.


" Dimana baju ganti ku ?" Tanya nana dengan lirih, sangat lirih bahkan hampir seperti berbisik. Nana tidak tau tapi sepertinya ada orang lain selain Kuro disana, jadi ia malu untuk mengatakannya dengan keras.


" Ah, ini!" Ucap Kuro memberikan sebuah kaos panjang milik Louis yang dia yakini kalau itu akan sangat besar untuk tubuh adiknya, kala Nana sedikit membuka pintu.


Beberapa lama kemudian Nana keluar dari kamar mandi dengan memegang ujung kaos itu supaya tetap menutupi tubuhnya, begitu terkejutnya ia kala mendapati semua bawahan dan kakak laki-lakinya ada disana.


" Ah!"  Kaget Nana yang semakin memegangi ujung kaos itu agar tidak naik, padahal saat ini wajahnya sudah


sangat memerah karena malu dan kenapa semua bawahannya ada disini?


" Ah!" Ucap semua orang terkejut mendapati Nana keluar dengan memakai kaos yang kebesaran di tubuhnya, jujur dia terlihat sangat manis sekarang. Apalagi dengan wajah yang memerah itu, membuatnya semakin imut.


" Kakak!!" Gerutu Nana yang kesal dengan tingkah kakak laki-lakinya itu, bagaimana tidak kesal? Kuro hanya

__ADS_1


memberinya sebuah kaos panjang tanpa dalaman? WHAT!?


" Maaf ya sayang, tidak ada pakaian lain yang bisa kamu kenapa disini!" Kuro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menunjukkan senyum tanpa dosa.


" Urgh.." Erang Nana yang berjalan menuju ke ranjang kemudian segera menyembunyikan dirinya dibawah selimut, gadis itu sudah tidak kuat menahan malu.


" Sayang apa kamu tidak jadi makan?" Tanya Kuro menyentuh selimut yang ada diatas tubuh sang adik tanpa menggesernya.


" AKU MAU BAJUKU LEBIH DULU!!" Nana berteriak dari balik selimut, membuat para serigala yang tenang ini merasa lapar.


" Haha, nona kamu sangat manis. Jadi, jangan sembunyikan wajah imutmu itu!"Ucap  Alan mencoba menyentuh dan menarik selimut yang menutupi tubuh nonanya itu. Ya walau dia adalah tangan kirinya tapi tetap saja Alan adalah laki-laki. Selain itu, menggoda Nana benar-benar menyenangkan.


" Alan, jika kamu berani menyibaknya, tanganmu akan dipotong!" Ketus Nana dibalik selimutnya, mencoba memberikan ancaman yang membuat Alan menghentikan langkahnya.


" Semuanya keluar sekarang!" Kuro memberi titah, pada akhirnya semua dan menyantap makanan mereka. Kuro mencoba menghubungi Yora dan memintanya membawakan pakaian ganti untuk Nana.


Tidak lama kemudian Yora tiba dengan baju ganti yang diminta untuk Nana, Kuro memintanya memberikannya sendiri pada Nana. Dia tidak ingin sang adik semakin kesal dengan dirinya.


TOK TOK


" kak Yora!" Panggil Nana yang sangat senang mendapati Yora ada disana. Setidaknya yang dia temui bukan salah satu dari para serigala itu.


" Apa kamu senang aku disini?" Ucap Yora mengangkat sebuah bingkisan dan ditunjukkan pada Nana. Nana segera menariknya masuk dan menganti pakaiannya.


" Eh, kenapa membawakanku ini?" Tanya Nana yang kesal melihat isi bingkisan itu adalah sebuah Short Skrit dan kemeja putih. Benar-benar style khas seorang Yora Amber, pada akhirnya Nana menyerah dan memakai pakaian yang dibawakan oleh Yora, namun ia hanya mengenakan pakaian dalam dan Rok setinggi lutut yang di bawakan


oleh kakak iparnya itu, dan mengenakan kaos Louis sebagai atasannya.


Setelah selesai dengan kegiatan mengganti pakaiannya, Nana dan Yora bergegas turun menuju ke arah dapur untuk bergabung dengan yang lainnya, setibanya disana Louis sudah menyambut kedatangan mereka.


" Sayang, kenapa kamu masih memakai pakaianku?" Tanya Louis yang melihat kedatangan Yora dan Nana merasa


terkejut mendapati Nana masih memakai pakaiannya.


" Aku tidak mau memakai kemeja kantoran ala kak Yora!" Jawabnya dengan acuh, membuat semua orang terkekeh geli mendengarnya.


CKREKK CKREKK

__ADS_1


Suara potret keluar dari ponsel Alan, James, dan Ryoma. Membuat Nana langsung menoleh dan memberikan tatapan garang pada ketiganya.


" Hei, apa yang kalian lakukan?" Tanya Nana kesal dengan tingkah ketiga anak buahnya ini, yang seperti serigala bodoh yang baru menemukan kelinci untuk di mangsa.


" Haha, kamu sangat manis dengan rok dan pakaian seperti itu, Nona!" Ucap Alan yang tersenyum bodoh, pemuda itu masih sibuk dengan ponselnya di banding menanggapi ocehan sang atasan.


" Cih, buang jauh-jauh tatapanmu itu!" Ucap Nana yang hampir melayangkan pukulannya pada Alan.


" Haha, sepertinya mereka lebih menyukaimu saat sakit!" Ujar Yora yang terkekeh melihat Nana yang terus di goda oleh bawahannya.


" TIDAK!!!!" Ucap mereka berempat serempak sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada, tak ingin menghadapi penderitaan seperti yang mereka alami 3 hari ini.


" Huft.." Helaan nafas gusar muncul dari Nana.


" Sayang cepat duduk dan habiskan makananmu" Ucap Kuro yang sudah kesal melihat adiknya yang digoda oleh ke-empat bawahannya itu.


" Hm.." Nana jawab dengan deheman singkat, kemudian duduk dan segera menyantap makanannya, sedangkan Yora hanya duduk dan menikmati waktu bercengkrama dengan yang lainnya. Nana mendapat godaan penuh dari anak buanya itu selama dia makan, terkadang suasana meja makan menjadi ricuh dan panas.Akan  tetapi, pada akhirnya mereka memenuhi ruang makan dengan gelak tawa.


" Sayang kita harus kembali!" Ucap Kuro menyentuh dan merapikan rambut adiknya yang terurai itu.


" Jangan dikepang!" Protes Nana geram, dia benar-benar tidak suka saat Kuro mengepang dan menata rambutnya layaknya seorang gadis manis.


" Tidak, aku hanya akan mengikatnya!" Ucap Kuro mulai mengikat rambut panjang Nana, Kuro merapikan rambut panjang milik sang adik.


" Kenapa kita harus kembali?" Tanya Nana menggerutu kesal, dia masih tidak ingin menemui siapapun saat ini.


" Semua orang ingin bertemu dengan kita!"Jawab Kuro mengusap lembut surai perak kemerahan milik sang adik.


" Bisa kita tidak pergi?" Tanya Nana yang terdengar takut, Kuro sangat paham kenapa sang adik menolak menemui anggota keluarganya setelah insiden penyerangan kemarin. Akan tetapi mereka harus pergi, ini bukan hal yang bisa ia selesaikan sendiri. Ia butuh Nana disisi-nya untuk membantu.


" Tidak apa, aku bersamamu!" Ucap Kuro mencium pucuk rambut Nana dan memeluk tubuh Nana lembut.


" Hm, sayang aku harus kembali!" Ucap Yora meminta izin untuk pamit pada sang kekasih.


" Hati-hati dijalan, sayang!" Jawab Kuro memeluk tubuh Yora kemudian mencium bibirnya sesaat.


" HEI..HEI!!!"

__ADS_1


__ADS_2