![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" HEI..HEI!!!" Protes semua yang ada disana segera menutup matanya, tidak mau mata mereka terkontaminasi adegan panas itu.
Setelahnya, Yora bergegas pergi disusul dengan kepergiaan Kuro dan Nana. Si kembar pergi menuju ke kediaman utama Yuuki, sepanjang jalan Nana nampak begitu risau dan takut. Hal ini tentu membuat Kuro khawatir dengan kondisi sang adik, hingga mereka tiba di kediaman utama Yuuki.
" Kak.." Lirih Nana menatap jelas pintu masuk kediaman itu, tersirat sedikit keraguan yang mucul di wajah Nana. Membuat Kuro juga semakin ragu dengan tindakannya, akan tetapi tugasnya saat ini adalah membawa Nana masuk ke dalam dan menyelesaikan permasalahan.
" Semuanya akan baik-baik saja!" Ucap Kuro menggenggam erat tangan adik perempuannya itu, menyalurkan kehangatan dan rasa aman pada sang adik.
" Hm.." Nana tersenyum kecil menyembunyikan keraguan dan rasa takutnya, Kuro selalu menjadi alasannya untuk bertahan dan begitu pula sebaliknya. Nana selalu menjadi alasan bagi Kuro untuk berjuang.
Kini keduanya meminta pelayan membuka pintu masuk, melangkahkan kaki dengan langkah yang teguh walau hati mereka tengah goyah, menampilkan wajah datar yang penuh rasa percaya diri walau angan Nana tengah merana, Kuro semakin mengeratkan pegangannya guna menarik jiwa sang adik kembali ke dunia nyata, dan disana keduanya mendapati semua orang telah menanti kehadiran mereka.
" Kalian sudah datang?" Ucap Ayah dan ibunya menyambut kedatangan mereka.
" Kami pulang" Jawab Kuro dan Nana bersamaan.
" Nana, Kuro, kalian duduklah disini!" Ucap Kakek Yuuki yang meminta keduanya duduk tidak jauh dari tempatnya. Si kembar mengangguk dan duduk di tempat yang di tunjuk oleh sang Kakek, kini mereka duduk didepan semua
orang yang tengah memperhatikan mereka.
" Jadi, ada apa kakek meminta kami kemari?" Tanya Nana menatap intens mata-mata yang ada didepannya, kini satu-satunya hal yang menjadi ketakutan terbesarnya adalah jika ada yang membahas lukanya maka dia akan gila. Ya, hanya itu yang ia takutkan. Nana takut keluarganya akan menghina dan merendahkannya karena luka itu, ya mungin mereka sudah mendengar soal luka-nya. Akan tetapi, tidak ada satupun yang benar-benar melihatnya selain Kuro dan seorang pelayan yang kini telah tiada.
" Hahh...kita langsung saja ke intinya!" Ujar Harry Yuuki membuat seluruh atensi terfokus pada sang tetua.
" Hm?" Kuro dan Nana saling menatap, keduanya bingung dengan maksud dari kata-kata sang kakek.
Harry Yuuki memberi tanda pada pelayan untuk mengambil sebuah barang, si pelayan segera mengambil barang tersebut dan segera memberikannya pada tuannya itu.
" Jadi, Kuro dan Nana! Kami ingin kalian memakai ini!" Ucap Kakek Yuuki menunjukkan sebuah benda yang sangat
berharga milik keluarga Yuuki.
Ya, itu adalah lambang kebanggaan keluarga Yuuki. *The Silver Blood Moon and The Hearts of Ocean. Kalung dan anting yang menjadi tanda pewaris kekuasaan milik keluarga Yuuki. Nana dan Kuro sangat terkejut mendapati kakeknya menunjukkan kalung itu pada mereka, keduanya masih tidak percaya sang kakek akan dengan terang-terangan memberikan benda itu pada mereka.
" Kalian harus memimpin keluarga ini!" Ucap Harry yang menatap mereka dengan padangan tajam penuh harap.
" Ta..tapi..kek?" Ucap Kuro mencoba membantah, namun sang kakek menatapnya lebih dalam.
" TIDAK KAKEK! SEBELUMNYA AKU JANJI BAHWA JIKA TAKDIR MENENTUKAN MAKA KALUNG DAN ANTING INI AKAN JATUH PADA KAMI DUA BERSAUDARA TAPI, KALI INI AKU MENOLAK TAKDIR ITU!!" Tegas Nana
menolak simbol pewaris yang diperebutkan oleh seisi rumah ini dengan adil.
__ADS_1
" Nana!" Ucap Pada dan Mamanya mencoba meyakinkan sang putri untuk mengambilnya, bagaimanapun posisi pewaris memberikan keuntungan yang besar bagi siapapun yang mendapatkannya. Karena itu, Sang ayah tidak ingin si kembar menyia-nyiakan kesempatan ini.
" TIDAK! Sekali TIDAK artinya TIDAK!! Aku sudah janji pada kakek bahwa kalung itu akan berada ditangan orang yang tepat, namun orang itu bukan kami! Kami akan berada dipuncak dengan nama kami, kami tidak akan membawa nama Yuuki ke atas sana, dan selain itu kami sudah pernah bilang bahwa kami telah membuang nama Yuuki! Benarkan, Nyonya?" Ujar Nana mempertegas kata-katanya, matanya menatap sang ibu bagai elang yang menemukan mangsanya dan semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan Nana.
" Kami permisi!" Ucap Nana menarik kuro pergi dan meninggalkan kediaman Yuuki. Sedangkan semua orang mulai
bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada keduanya. Harry Yuuki langsung saja mengintrogasi anak laki-laki dan menantunya ( ayah dan ibu Nana dan Kuro ), dan mereka mendapati bahwa Nana dan Kuro telah mendapat perlakuan buruk dari orang tuanya. Harry Yuuki hanya bisa menghela nafas sambil mengontrol emosinya yang
kian menggejolak.
" Nana apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kuro menatap wajah Nana sekilas, nampak matanya kini tengah berkaca-kaca, bahkan beberapa bulir mutiara turun membasahi wajah manisnya. Kuro menghentikan mobilnya di bahu jalan dan menghapus jejak air mata yang membasahi wajah sang adik, dia tidak suka saat adik kesayangannya menangis.
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja!" Ujar Kuro memeluk erat Nana kemudian menangkup wajah adik kecil kesayangannya itu.
" Hm.." Nana hanya bisa tersenyum dan menghapus air matanya mencoba menguatkan dirinya sendiri, kalau
Kuro saja bisa dirinya juga pasti bisa.
" Ayo kita pergi ke taman bermain!" Ajak Kuro menghibur sang adik.
" Kerumah hantu?" Tanya Nana sambil menunjukkan senyum manisnya.
" Urgh..kamu benar-benar manis!!" Ujar Kuro mencubit pipi Nana gemas. mobil kembali di nyalakan dan di lajukan menuju ke pemberhentian mereka yang baru.
2 tahuh berlalu dengan cepat, kini Nana dan Kuro sudah tidak berurusan dengan keluarga Yuuki. Ya, walau mereka masih melakukan pengawasan dari jauh dan penjagaan dari dekat, tapi mereka tidak pernah turun tangan. Saat ini Nana dan Kuro hanya fokus dengan K7 dan kebahagiaan mereka. Setiap hari bekerja dari pagi hingga malam, setelahnya pulang dan menghabiskan waktu dengan menyantap makan malam dan bermain game atau menonton film hingga pagi. Benar-benar kehidupan yang tenang tanpa ada keributan dan masalah. Sayangnya kebahagiaan yang dialami oleh Kuro dan Nana tidak berlangsung lama, semuanya berubah sejak malam itu.
Malam dimana Kuro mengalami yang namanya hidup segan matipun segan, sedangkan Nana? Nana tengah berada diambang kematian. Berada beberapa meter dari dinding kematian membuatnya hampir gila, beruntungnya dia sudah tidak berhubungan dengan keluarga dan orang tuanya. Andai kata dia masih berhubungan dengan orang tuanya, dia pasti lebih memilih mati dari pada menderita.
Malam itu sebuah mobil Bugatti keluaran terbaru tengah berjalan melalui dinginnya malam, mobil itu berjalan dengan kecepatan standart di jalan toll yang nampak lengang. Orang itu adalah Nathalia Yuu, si cantik yang baru saja kembari dari kantornya pagi ini. Sudah lama Nana tidak kembali se pagi ini, biasanya ia sudah berada di rumah bersama sang kakak sebelum jarum jam menunjuk angka 10. Tapi kali ini pekerjaannya membuat yang lebih muda harus lembur hingga pagi.
____________________________________________________________________________________________
*kak aku akan tiba sebentar lagi\, segera siapkan makam malam untukku!*
*......*
* aku tidak peduli kamu mau menyebutnya sarapan atau makan malam\, yang jelas aku mau makan!*
*.......*
* hm\, aku akan tiba dalam....*
__ADS_1
____________________________________________________________________________________________
BRAKKK
Tiba-tiba sebuah mobil melewati pembatas jalan dengan kecepatan penuh dan menghantam mobil yang di kendarai Nana dengan cepat. Nana yang masih sadar langsung memutar kemudi, mencoba menyelamtakan dirinya dan mengurangi resiko benturan dan berusaha menyelamatkan dirinya. Kondisi jalan yang gelap ditambah suasana yang masih pagi membuat Nana selamat, dia berhasil menghindari kecelakaan yang lebih parah walau mobilnya terguling beberapa kali dan dirinya yang hampir sekarat. Betapa beruntungnya ada beberapa polisi yang berpatroli dan segera memberikan pertolongan.
____________________________________________________________________________________________
*HALO NANA?*
*NANA*
* HEI\, BOCAH SIALAN. JANGAN CUMA DIAM !*
____________________________________________________________________________________________
Sebelum mobilnya bertabrakan sepertinya Nana tidak sengaja menekan tombol loudspeaker di ponselnya, polisi yang menemukan ponsel Nana tengah berada dalam panggilan langsung mengambil dan menjawab panggilan
itu.
____________________________________________________________________________________________
* Halo?* Ucap polisi yang mengambil ponsel yang dia temukan tergeletak di dekat kemudi mobil Nana.
*Eh\, SIAPA KAMU? DIMANA ADIKKU?*
* Ah\, syukurlah.... Tuan\, adik anda mengalami kecelakaan di jalan toll yang menuju ke pinggir kota!*
* A..Apa..?* Kaget Kuro yang hampir menjatuhkan ponselnya\, otaknya tidak bisa memproses apa yang tengah terjadi. Seakan indranya tuli semua berubah gelap\, tak ada satupun suara yang masuk ke telinganya. Hanya denging kata-kata polisi tadi yang terus terputar di otaknya.
* Halo? Tuan?* Panggil polisi itu mencoba memeriksa apakah Kuro masih terhubung dengan panggilan itu atau tidak.
* DIMANA DIA SEKARANG?* Tanya Kuro histeris\, otaknya benar-benar kehilangan akal sehatnya. Ia tak bisa berpikir dengan jernih sekarang.
* Saat ini korban dibawa menuju ke rumah sakit pusat!* Jawab polisi itu tenang\, Kuro langsung mematikan panggilan sepihak kemudian mengganti pakaiannya dan beranjak pergi ke lokasi yang telah diberitahukan. Kuro tidak peduli dengan ponsel Nana yang masih dibawa oleh polisi itu\, dia tidak peduli dengan mobil yang rusak
parah itu. Dia hanya memikirkan Nana, Kuro hanya ingin bertemu sang adik.
Kini Kuro sedang menuju ke Rumah sakit pusat, dia sempat menelfon Louis agar Louis bergegas ke rumah sakit dan mengurus hal lainnya. Dia juga tidak lupa menghubungi Ryoma dan Alan untuk memeriksa lokasi kejadian
perkara.
__ADS_1