![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ryu, siapa mereka?" Tanya Nana pada Ryoma.
" Mereka adalah Alpha, salah satu geng terbesar di Negara ini" Jawab Ryu yang masih fokus pada jalanan didepannya.
" Ryu, seberapa kuat Geng Alpha?" Tanya Nana memastikan strategi yang terbaik bagi mereka untuk memberantas para bedebah yang sudah mengusik keluarganya.
" Geng Alpha adalah penguasa dunia bawah ke-3 di Negara Y, kekuasaannya meliputi 8 dari 10 kota besar yang ada, jumlah anggotanya 100,000 orang di seluruh penjuru Negara, di kota R ini ada sekitar 50,000 orang. kekuatan tempur mereka sepertinya 3 atau 5 kali lebih lemah dari grup D!" Jelas Ryoma memberikan penjelasan secara rinci.
" Hm, panggil Grup B untuk misi ini!" Ucap Nana memberikan arahan, baginya itu sudah lebih dari cukup.
" Baik, nona!" Jawab Ryoma kemudian melaksanakan perintan tuannya itu, sementara Nana kembali melampiaskan stressnya dengan bermain Nintendo yang selalu disediakan Ryoma di dashboard mobilnya.
.
.
.
" Kuro..." Panggil Violet mencoba berbicara dengan Kuro, Kuro melirik kakak iparnya dari kaca spion.
" Yang kakak lihat itu benar, luka itu.... dia mengalami banyak hal dimasa lalunya, karena itu jangan menanyakan hal itu lagi, dan jangan bicarakan hal itu lagi. " Ucap Kuro menjawab dengan nada dingin, tak ingin membahas luka sang adik.
" Aku mengerti..." Jawab Violet mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Setibanya dikediaman, Kuro membawa Raymond turun dari mobil dan mengantarnya masuk. Saat didalam, Lisa dan Tony terkejut melihat Raymond pulang dengan babak belur dan Violet yang berantakan. Hal ini membuat Lisa dan Tony marah, apa lagi melihat Kuro yang mengantar Raymond dan Violet. saat Lisa akan memarahi Kuro, Kuro langsung pamit. Beberapa lama setelah Kuro pergi, Violet menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi. Dia bahkan hampir memberitahu luka dipunggung Nana tetapi dia mengurungkan niatnya, dia teringat akan kata-kata Kuro.
sementara itu, kini Nana tiba di markas Geng Alpha. Anak buahnya memberikan pembukaan yang hebat, mereka mendobrak pintu masuk markas Geng Alpha kemudian menembaki anggotanya. Suara pelatuk dan teriakan menghiasai ruangan, menjadi musik yang mengalun dengan indah di telingan Nana.
" Hentikan" Titah Nana memberi arahan sebelum bawahannya benar-benar menghabisi geng Alpha.
" Silahkan Nona!" Ucap salah seorang anggotanya mengambilkan kursi untuknya, Nana duduk kemudian menatap
jelas ke arah pemimpin Geng Alpha
" Siapa kalian?" Tanya pemimpin Geng Alpha menatap bingung pada mereka.
" Senang bertemu denganmu, Tuan Camillo!" Ucap Nana menatap jelas mata pria itu, terlihat jelas aura membunuh terpancar dari mata Nana. Membuat pria itu merinding dibuatnya.
" Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan? Kenapa kalian mencari masalah dengan Geng Alpha?" Tanya Camillo
melemparkan sejumlah pertanyaan dengan begitu cepat, Nana terkekeh dibuatnya.
__ADS_1
" Mainkan!" Ucap Nana mengangkat tangannya, memberikan arahan untuk bawahannya bertindak. Pertarungan dimulai, dengan anggota Geng Alpha yang tersisa dibunuh secara brutal dalam waktu 30 menit. Tercium dengan jelas bau anyir dari genangan darah memenuhi ruangan, beberapa bekas tembakan tercecer diruangan, menyisakan baru mesiu. Dalam tiga puluh menit itu suara tembakan, teriakan, dan bau darah memenuhi ruangan menjadi mimpi buruk bagi para anggota Geng Alpha.
" Ayo pergi!" Ucap Nana yang kemudian berdiri dari sana dan keluar, dia bosan melihat pertempuran berdarah saat ini.
" Ryu, bersihkan jejaknya!"Titah Nana yang berjalan pergi.
" Baik, nona!" Jawab Ryu segera meminta anak buahnya untuk membereskan kekacauan itu dan segera menyusul Nana.
" Kemana kita pergi, Nona?" Tanya Ryoma yang yakin kalau nonanya tidak akan puas walau menghabisi semua
anggota Geng Alpha.
" Kita pergi ke kota M, lalu kota I, kemudian kota H, setelahnya kota J, lalu kota K, kemudian kota Z, dan
yang terakhir kota X, kita habisi mereka semua!" Ucap Nana memberikan arahan, sebuah senyum psiko terukir jelas di wajahnya. Apalagi Nana nampak mengambil salah satu koleksi senjatanya dari bagasi.
" Apa nona ingin turun tangan atau biar saya yang selesaikan?" Tanya Ryoma melihat Nana yang mengecup tubuh pistol yang dingin itu.
" Haahhhhh, kamu saja yang selesaikan!" Ucap Nana meletakkan kembali pistolnya dan memilih memamainkan ponselnya.
" Baik!" Jawab Ryoma yang segera meginjak pedal gas dan membawa nonanya pergi dari sana.
" Ryu, kita pergi ke Mall!" Pinta Nana sambil tetap fokus bermain dengan game diponselnya, Ryoma mengangguk patuh. Tidak butuh waktu lama, dengan Lamborgini milik Ryoma, mereka tiba ditempat tujuan.
berlalu, Nana masih saja tidak mempedulikan Ryoma
" Ah?" Ucap Nana terkejut kala Ryoma mengambil paksa smarthphone miliknya.
" Baiklah, nonaku? Apa anda mau turun dan berjalan kaki atau tetap bermain dan ku gendong?" Tanya Ryoma menunjukkan senyum liciknya.
" Baiklah! Gendong aku, Ryu!" Balas Nana manja, ia tak akan mengalah dari siapapun.
" Hahh, baiklah! Kalau begitu, ayo pergi Nana!" Ucap Ryoma yang akhirnya terpaksa menggendong Nana yang sibuk bermain, mereka menjadi pusat perhatian orang-orang karena Ryoma menggendong Nana yang tengah sibuk bermain game ala koala, selain itu karena paras Ryoma yang sangat tampan dan Nana sangat cantik, perpaduan yang sempurna bukan?
" Hm, jadi kita mau kemana?" Tanya Ryoma yang tidak memedulikan Nana yang sibuk bermain dipelukannya itu
" Aku mau ganti baju!" Jawab Nana yang tidak memedulikan sikap Ryoma, dia masih saja fokus pada game yang tengah dia mainkan diponselnya, bahkan saat mereka tiba ditoko, Ryoma menurunkan Nana di sofa dan membiarkan Nona-nya bermain.
" Pelayan, bawakan nonaku koleksi terbaru milik kalian!" Ucap Ryoma memberi tanda pada para pelayan untuk datang. Setelah beberapa lama waktu berlalu dan para pelayan yang masih tidak mempedulikan mereka, Ryoma mulai kesal dengan tingkah para pelayan yang menganggap mereka anak kecil.
" Hahh..., Nonaku. Apa kamu tidak sadar kalau mereka tidak menghormatimu?" Ucap Ryoma membisikkan pertanyaan ke telinga Nana, membuat Nana berdecih karena fokusnya sedikit teralihkan.
__ADS_1
" Argh, Ryu!? Bukankah kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kalau mereka tidak mengormatiku?" Jelas Nana
yang masih fokus dengan layar ponselnya. Ryoma hanya menghela nafas dan kemudian menuruti perintah Nonanya itu, dia menghubungi Louis dan memintanya membeli seluruh mall itu, kemudian iamemanggil beberapa bawahannya untuk menunjukkan seberapa penting Nana.
" Yosh, aku menang lagi!" Ucap Nana yang berhasil memenangkan 10 permainan, dia akhirnya bisa sedikit mengalihkan fokusnya dari semua kekacauan di hari ini.
" Eh, mereka masih tidak mau melayaniku?" Tanya Nana meninggikan nada suaranya, hal ini membuat para pelayan yang ada ditoko itu tertawa melihat tingkah Nana yang berlagak selayaknya bos.
" Adik kecil apa kamu tersesat?" Ejek salah satu pelayan disana.
" Ah, kakak-kakak yang ada disini sangat jelek! Terlihat jelas kalian semua itu plastik!" Ucap Nana sambil menunjuk dada salah seorang perempuan yang terlihat jelas telah dioperasi.
" A...APA..? APA MAKSUD KATA-KATAMU BARUSAN BOCAH!?" Teriak pelayan itu marah, dia hampir menampar
Nana namun anggota Ryoma segera menghentikan aksi itu.
" Hahh, kakak apa kamu masih tidak menunjukkan sopan santunmu padaku?" Tanya Nana memiringkan kepalanya,
terlihat jelas Nana sedang membully wanita itu. Rasanya benar-benar menyenangkan jika kau mempunyai kekuasaan yang besar.
" Nona, apa yang bisa kami bantu?" Ucap manager toko yang tiba-tiba datang dan menenangkan Nana.
" Hah, sepertinya kamu manager disini?" Ucap Nana melihat penampilan pria itu dari atas sampai bawah terlihat
jelas bahwa dia adalah orang yang memiliki kuasa ditoko itu.
" Be...benar nona! Apa ada yang bisa saya lakukan untuk Nona?" Tanya manager itu gemetar melihat para bodyguard yang sudah berada dibelakang Nana, apalagi Ryoma yang nampak begitu mengintimadasi disana.
" Berikan aku kolesi terbarumu!" Ucap Nana yang seakan tidak peduli dengan kehadiran sang manager.
" Hei, apa kalian tidak dengar! Cepat penuhi permintaan nona Yuu!" TItah manager itu pada para pekerjanya.
" Ba..baik manager!" seketika semua pelayan toko itu melayani Nana, Nana hanya diam dan menonton para pelayan yang tengah kebingungan karena panik.
" Silahkan nona! Ini semua koleksi outfit terbaru milik kami!" Ucap Beberapa pelayan tampak memegang dan
menunjukkan beberapa set pakaian terbaru mereka.
" Ini semua tidak cocok untukku" Ucap Nana mengangkat tangganya dan memberi tanda pada bawahannya, dalam sekejap mereka mengambil beberapa outfit dan menggabungkannya seakan mereka adalah seorang penata busana profesional.
" Silahkan nona!" Ucap para bawahan Nana yang menunjukkan hasil kerja mereka, para pelayan dan manager toko sangat terkejut dengan kemampuan para pria itu. Mereka bisa menata dan mengkombinasikan pakaian lebih baik dari pelayan toko itu.
__ADS_1
" Hm, aku ambil semua! Aku pakai yang ini" Ucap Nana sambil menunjuk salah satu pakaian yang dibawa bawahannya
" Ck, kalian bahkan lebih buruk dari para gengster ini!?"