RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
That Girl is the Big Boss


__ADS_3

" Coba kamu tebak!" Pinta Nana pada temannya sekaligus bawahannya itu.


" Ehm?" Tommy berpikir sejenak, mencoba memutar otak guna mendapat jawaban yang memuaskan.


" Ah! Apa karena warnanya sama dengan warna mata Nyonya Yukki?" Tanya Tommy mengungkapkan pendapatnya pada Nana.


" Hm, kamu benar! *Red Rubby eye's dan Red Hair * adalah kebanggaan keluarga Rose ! Aku sangat suka dengan warna mata mama sejak aku lahir dengan rambut merah ini, aku harap aku bisa memiliki warna mata itu!" Ucap Nana sedih, rambut merah yang menyala bagaikan darah diatas pedang dibelainya dengan lembut.


" Ah, tapi aku rasa nona Nathalia sangat cantik dengan mata berwarna Shaphire! " Puji Tommy sembari mengambil beberapa helaian rambut Nana kemudian dikecupnya dengan lembut.


" aku suka mata ini, tapi aku berharap... seandainya aku bisa memiliki *Shapire eye's * dan *Silver moon hair * mungkin aku akan lebih menyukainya! " Ucap Nana dengan sebuah senyum diwajahnya. Mengharapkan tanda pewaris murni mengalir dalam darahnya.


"Ah,Silver moon hair? " Tommy menatap bingung.


" *Silver moon Hair * adalah warna rambut kebanggaan keluarga *Yukki, Silvermoon


Hair dan Shapire eye's * adalah ciri khas dari keluarga bangsawan *Yukki *!" jelas Nana membuat Tommy ber 'o' ria.


" Aku mengerti perasaan Nona, tapi Nona harus menerima takdir itu! Mau bagaimanapun Nona tetap kebanggaan keluarga Yukki!" Ucap Tommy meyakinkan sang Nona dari kegundahan hati-nya.


" Hm, thanks Tommy! Maaf mengganggu selama 3 hari ini, oh ya apa kamu akan datang?" Tanya Nana pada Tommy.


" Ah, saya akan menghargai undangan Nona! " Jawab Tommy sopan, tak mungkin menolak undangan dari dewi-nya.


.


.


.


selama perjalanan ke bandara Nana dan Tommy bersenda gurau, hingga tanpa mereka sadari, keduanya tiba dibandara. saat berada dibandara tiba-tiba Louis, tangan kanan Nana di perusahaan menghubunginya dan memberitahu bahwa ada masalah penting di perusahaan.


Menyebabkan Nana terpaksa kembali ke Negara X, setibanya di Negara X Nana sangat terkejut karena terjadi inflasi disana. Nana akhirnya memberi tahu Kuro bahwa dia tidak bisa pulang lebih dulu, dia mungkin akan pulang saat malam pesta dimulai.


Nana sekarang harus fokus dengan masalah yang tengah mereka hadapi, menghadapi inflasi tidak semudah membalikkan telapak tangan, mengembalikan kondisi ekonomi ke taraf normal adalah hal yang tengah dibicarakan oleh Nana dan ke-5 Keluarga besar Negara X.


" Hahh, ini sangat menyebalkan" Keluh Nana yang entah keberapa kalinya, mendapati respon buruk dari orang-orang diruangan.


" Eh, apa nonaku ini sedang kesal?" Ledek Louis membuat Nana berdecih kesal, pasalnya Nana jarang sekali mengeluh seperti ini. Walau banyak protes yang ada dalam kepalanya, gadis itu biasanya akan menutup mulut dan bekerja.


" Sejak kapan ini terjadi?" Tanya Nana kesal, dia sudah sangat marah dengan kondisi dirumah dan sekarang dia juga harus mendapat masalah seperti ini?


" Sudah seminggu ini terjadi, aku pikir ini pasti ulah pemerintah yang ingin mengusik kita" pikir Louis mengutarakan isi kepalanya.

__ADS_1


" Ini baru seminggu tapi kenaikan jumlah uang sudah sampai 45%?" Ucap Nana terkejut, sedikit tidak percaya dengan fakta yang ada.


" Louis, hentikan semua produksi barang mewah dan liburkan para pekerja pabrik!" Titah Nana pada sang bawahan.


.


.


.


Nana mengumupulkan 5-keluarga besar, yang terdiri dari Keluarga Yukki sebagai keluarga utama, kemudian Keluarga *Rose, Amber, Labrador, dan Sian*. Rapat diadakan di kantor pusat dari K7


" Jadi, Nona Yukki. Apa yang kamu inginkan?" Tanya salah seorang dari mereka membuka pembicaraan.


" Pertanyaan yang bagus Jose! " Seru Nana pada Jose Amber


" Langsung saja tidak perlu basa-basi!" Sahut Kai Labrador yang tergesa.


" Hm, baiklah !" Nana menepuk jidatnya.


" Jadi, hari ini aku mengumpulkan kalian disini untuk membahas masalah yang terjadi saat ini!" Ucap Nana serius, bahkan atmosfer disekelilingnya berubah begitu saja.


" Jadi apa solusinnya?" Tanya Alexander Sian


" Jadi aku berencana meminta kalian untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya!" Pinta Nana pada ke-empat presdir muda itu.


" Aku ingin kalian menarik stok barang mewah di pasar, dan mengalokasikan biaya produksi untuk memenuhi kebutuhan di sektor pangan juga fashion dan kecantikan !" Ucap Nana membuat mereka semua menatap gadis itu bingung.


" Tapi sejak inflasi terjadi perekonomia tidak berjalan dengan baik!" protes Alexander menyuarakan suaranya.


" Hm, kamu benar Alex! Tapi, pada saat seperti ini harga barang-barang akan naik dengan cepat. Jadi kita harus menarik stok barang mewah dan mengganti produk sesuai kebutuhan dan memastikan kuota produk yang diinginkan tercukupi." jawab Nana memberi penjelasan singkat.


" Ah, jadi begitu! Biasanya para wanita yang mengatur keuangan. Karenanya, pasti 70% uang akan dibawa oleh kaum wanita. Walau haarga pangan naik, orang-orang tetap membutuhkan pangan sebagai penyambung hidup!" Sahut Jose menambahkan.


" Hm, kamu benar, Jose! Tapi, saat ini inflasi tinggi terjadi disini. Karena itu kita harus meminimalisir produksi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia! Kita juga harus mengurangi pegawai karena tidak bisa membayar mereka secara penuh, dan kita juga harus mengalokasikan dana untuk ide ini." Ucap Nana menjelaskan.


" Hm, kau benar!" Sahut Jerremy Rose mendapat ide dikepalanya.


" Bagaimana kalau kita memasok kebutuhan dari para petani lokal dan membelinya dengan harga tinggi ?" Saran Alexander yang memicu pertikaian diantara mereka.


" itu bukan hal buruk, jika kita melakukan impor pasti akan memakan lebih banyak biaya dan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan!" Seru Jose Amber menanggapi saran dari tuan mudah keluarga Sian itu.


" Tapi akan sulit memastikan mutu dan kualitas dari para petani kecil seperti itu!" Protes Kai Labrador tak ingin mereka rugi hanya karena menghemat anggaran, pasalnya prinsip keluarga mereka adalah "berikan yang terbaik pada pelanggan, dan sang raja akan puas". seperti prinsip itu yang sudah tertanam jelas dalam diri setiap anggota Labrador, begitu pula cara mereka bekerja. Kepuasan dan mutu tinggi adalah jaminan kesuksesan bisnis mereka.

__ADS_1


" Kita bisa melakukan pengelompokan dan menurunkan sedikit standart kualitas agar kita tidak mengalami kerugian besar, Kai!" jelas Jeremy Amber pada sang sahabat, berusaha merangkai kalimat dengan baik agar si sulung Labrador mengerti dengan baik dan tak menyakiti perasaannya.


" hahh, akan sulit menurunkan standart perusahaan bagi Labrador.." keluhnya yang membuat semua orang iku diam.


" mungkin kita bisa melakukan beberapa hal atau menambahkan beberapa bahan agar mencapai standart yang asli, kita harus berimprovisasi Kai..." jelas Nana dengan senyum terlukis membuat Kai hanya bisa mengangguk pasrah dan kembali memutar otak guna mencari solusi bagi diriya.


" Sebaiknya kita pekerjakan para pegawai secara bergantian agar kita tidak perlu memecat mereka" Saran Kai Labrador yang mendapat berbagai tanggapan. Mereka melanjutkan pembahasan selama rapat dan melakukan perdebatan dan pertimbangan panjang, hingga para sekertaris dan asisten mereka merasa geram dan kesal.


Akhirnya mereka menarik paksa atasan mereka dan membawa mereka untuk menyelesaikan jadwal panjang mereka. Sementara Nana tetap fokus dan menyelesaikan masalah diperusahaan. dia meminta Louis untuk segera menyiapkan rapat dan membahas masalah inflasi.


" Nona apa ada yang lain?" Tanya Louis pada atasannya.


" Hm, tidak ada ! " Jawab Nana singkat, gadis itu sibuk membaca tulisan di laptopnya.


" Louis!" Pangil Nana pada asistennya.


" Ada apa?" Tanya Louis yang menoleh pada sang atasan.


" Hm, aku ingin semua data perusahaan selama 2 bulan terakhir ini!" Pinta Nana pada tangan kanannya.


" Apa kamu meragukan kemampuanku?" Tanya Louis sedikit tidak terima dengan permintaan Nana, pasalnya selama Nana dan Kuro berada di Negara Y, Louis lah orang yang memeganh tanggung jawab terbesar di perusahaan.


" Jangan marah karena hal sepele dan cepat bawakan berkasnya! Aku ingin memastikan sesuatu! " Timpal Nana yang paham kalau Louis merasa direndahkan. Louis menghela nafas pelan sebelum beranjak dari ruangan


Nana, mengambil berkas data selama 2 bulan terkahir kemudian memberikannya pada Nana. Nana masih sedikit ternganga dengan tumpukan berkas yang amat banyak dimejanya.


.


.


.


" Jadi bagaimana?" Tanya Louis pada bosnya. Sudah satu jam berlalu dan Nana masih saja membaca tumpukan kertas itu.


" Masalahnya ada pada pemerintah, Mereka mengedarkan uang terlalu banyak !" Sahut Nana kesal.


" Ah, begitu ya? Oh ya, kamu tega sekali meninggalkan kucing kecil yang imut seperti ku dikantor sendirian selama 2 bulan?" Ucap Louis mulai menggerutu pada Nana


" Hahh....."


Nana memandang Louis, Loius memang terlihat menjijikkan jika dia sedang kesal. Mau bagaimanapun dia sudah terbiasa dikelilingi oleh pria tampan termasuk Louis, pria setinggi 190 cm dengan rambut pirang dan mata berwarna coklat dengan paras yang rupawan. dia terlihat keren dengan pakaian santai yang biasa dia gunakan. hanya kaos, celana jeans dan jaket kulit.


" Ada apa? Hm, apa Nana-ku sudah mulai jatuh hati padaku?" Ejek Louis membuat Nana jijik seketika.

__ADS_1


" Hahh, aku rindu pada Kuro" Gumam Nana pelan, sayangnya Nana harus merutuki kebodohannya yang melupakan telinha tajam milik Louis.


" EHH? Apa yang barusan kamu katakan?"


__ADS_2