![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Oi, monyet gunung! Siapa yang kamu panggil sayang, hah?" Maki Kuro yang kesal melihat sikap Tris yang tanggah menggoda Nana.
" Haha, sepertinya ada yang cemburu disini?" Ucap Tris dengan nada mengejek.
" Heh?" Kuro mulai menikmati perkelahian tidak berguna itu, dia bahkan menarik senyum jengkel di wajahnya.
" Siapa yang kau maksud ha? Aku kakaknya!" Bantah Kuro yang tak terima dibilang cemburu.
" Tentu saja kau! Dasar serigala kesepian!" Sahut Tris tak mau kalah
" Kau benar-benar seperti monyet, banyak bicara!"
" Hah? Apa maksudmu!?" Keduanya terus berdebat bagai serigala dan monyet hingga Louis tiba..
" Nonaku, selamat pagi!" Ucapnya pada Nana girang.
" MENYINGKIR DARI SINI HARIMAU GILA!" Maki mereka berdua kompak, membuat Louis menatap bingung.
" Hahh...ini masih pagi, matahari baru muncul dan aku sudah melihat perang!" Ucap Nana mengejek mereka
bertiga, dia tidak terlalu mempedulikan apa yang dilakukan oleh ketiga laki-laki itu. Nana hanya mencoba untuk tidur dengan tenang dan nyaman.
" Hm, selamat pagi!" Sapa Yora dan Charlote yang baru saja turun dari kamar mereka, mereka berdua sudah
sangat rapi dan terlihat cantik. Berbeda dengan seseorang yang masih memejamkan matanya di atas meja makan.
" YORA!/ CHARLOTE!" Ucap Kuro dan Louis langsung mengalihkan pandangan mereka dari Nana, mereka melihat Yora dan Charlote dari atas ke bawah, sangat cantik dan...uhm... seksi, mereka secara tidak sengaja membandingkan Yora dan Charlote dengan Nana yang masih lusuh dengan piyama yang dipakainya.
" Apa kalian lihat-lihat!" Ketus Nana kesal, dia tahu maksud kedua laki-laki itu. Keduanya sedang membandingkan
dirinya dengan kedua gadis yang baru turun itu. Ya, memang benar dari segi kecantikan Yora memang menunjukkan kecantikan dewasa yang sering dicari para pria, dari segi bentuk tubuh, Charlote jauh lebih menarik dibanding dirinya. Dan lagi mereka memiliki tubuh yang mulus tanpa luka, membuat Nana merasa sangat itu. Sayangnya ada satu hal yang tidak dimiliki oleh keduanya tetapi dimiliki oleh Nana, dan itu adalah...
" Ouch, Nana sangat manis saat merajuk .." Ucap Kuro dan Louis langsung mencubit wajah Nana dan memainkan
rambutnya. Hm, benar. Nana memiliki sisi imut dan manis yang kekanakan, dia terlihat seperti kucing kecil disaat seperti ini.
" Hei!! Jauhkan tangan kotor kalian dari Nana!!" Protes Tris tak terima kekasihnya dicubit oleh Kuro dan Louis.
TING..
__ADS_1
" Siapa itu?" Suara bell pintu berbunyi, mereka tidak memesan makanan, juga tidak mengundang siapapun, jadi mereka berpikir siapa yang datang.
" Biar aku yang buka!" Sahut Tris yang pergi membukakan pintu, saat dia membuka pintu Tris dikejutkan dengan seseorang yang tengah berdiri diluar.
" Ryoma?" Ucap Tris terkejut melihat Ryoma berdiri disana dengan pakaian yang berantakan.
" DIMANA NONA!!?" Tanya Ryoma, pemuda itu terlihat begitu panik sampai membuat Tris hampir saja terbawa panik.
" Hei, tenang dulu kawan, ayo masuk!" Ucap Tris mengajak Ryoma masuk untuk beristirahat sejenak.
" Eh, Ryu?" Ucao Nana terkejut melihat Tris kembali dengan Ryoma yang nampak berantakan dan kacau.
" NONA! " Teriak Ryoma yang bersyukur menemukan keberadaan Nana, Ryoma segera berlari dan langsung menghampiri Nana.
" Hei, tunggu dulu Ryu, ini minumlah!" Ucap Nana memberikan segelas air pada Ryoma agar Ryoma bisa sedikit tenang, tanpa basa-basi langsung meneguk habis isi gelas itu dan meletakkannya di meja.
" Jadi ada apa?" Tanya Nana membuat semua orang menatap ke arah Ryoma penuh dengan rasa penasaran akan kedatangan Ryoma pagi-pagi begini. Apalagi penampilan Ryoma yang acak-acakan seperti orang yang baru saja berkelahi.
" K-Keluarga Yuuki ... dan..Keluarga Rose...mereka..diserang!" Ucap Ryoma yang masih mengatur nafasnya yang memburu, mendengar hal ini membuat semua yang mendengarnya terkejut. Nana langsung membuka matanya yang tadi terpejam dan menatap tak percaya pada Ryoma.
" APA??!" Teriak semua yang ada disana terkejut, mereka tidak habis pikir siapa yang mau mencari masalah dengan 5 keluarga besar di Negara X.
" Itu... mereka adalah Geng Black Viper dan Grup Onimeel!" Ucap Ryoma membuat kilatan petir mucul di mata Nana. Nana benar-benar mengalihkan fokusnya kini, dia menatap Ryoma dengan tajam.
" Lalu bagaimana situasinya?" Tanya Nana serius, bahkan aura kemarahan Nana membuat semua orang merinding.
" Aku menurunkan seluruh anggota Ryu yang ada di Negara X untuk melindungi Kedua keluarga, kalau soal perusahaan aku tidak tahu!" Jelas Ryoma memberi penjelasan. Semua orang mendengarkan Ryoma dengan serius, mereka berusaha mencerna kata-kata Ryoma dengan baik dan memikirkan cara mengatasi masalah ini dengan benar.
" Hahh..., kita tunda liburan kita! Louis ambilkan pakaianku, Kuro kamu dan Charlote atasi masalah diperusahaan, Kak Yora dan Tris kalian lindungi Rose Grup, Louis kamu pergi dengan kak Yora, Ryoma siapkan barikade yang tersisa, kita pergi sekarang!" Ucap Nana memberi arahan, gadis itu segera beranjak ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dari membasuh wajahnya.
" BAIK!" Jawab mereka semua secara bersamaan.
Nana mengambil baju yang diberikan Louis kemudian pergi kekamar mandi untuk mengganti pakaian dan merapikan rambutnya, sementara yang lain juga pergi mempersiapkan diri mereka. Ryoma membantu menyalakan kendaraan di luar agar mesinnya cukup panas sebelum digunakan.
" Apa kalian siap?" Tanya Nana begitu semua orang sudah berkumpul di depan halaman.
" Hm, ayo pergi!" Sahut Tris yang diangguki oleh yang lain.
" Baiklah, ayo pergi!" Ucap Nana.
__ADS_1
Nana pergi bersama Ryoma, dia menghubungi seluruh anggota Ryu yang ada dipenjuru Negara X ataupun Negara tetangga yang dekat dengan Negara X, Nana memberikan perintah bagi mereka untuk bertahan selama mungkin. Tujuan utama Nana adalah kediaman Rose, Nana membawa Ryoma pergi kesana untuk melakukan penyerangan, sementara dia menurunkan sebagian dari anggota Queen's dikediaman utama keluarga Yuuki.
Hal ini ia lakukan karena ia yakin bahwa para penjaga yang dia kirim dan tempatkan di kediaman sebelumnya bisa menjaga keluarganya dengan aman. Nana memulai pertempuran dengan Black Viper, ini bukan pertarungan serius, Nana bahkan tidak membiarkan Ryoma turun tangan. Dia membiarkan anggota Ryu untuk membukakan jalan bagi mereka, agar Nana bisa memastikan anggota Rose baik-baik saja.
BRAKK..
Ryoma mendobrak paksa pintu utama kediaman Rose. Membuat seluruh penghuninya yang kini masih ketakutan langsung saja menoleh ke arah sumber suara itu.
" AH!" Teriak semua orang terkejut mendapati pintu kediaman berhasil di dobrak.
" Nathalia?" Ucap mereka terkejut mendapati Nana ada disana.
" Apa kalian baik-baik saja?"Tanya Nana dari ambang pintu masuk, memastikan semua orang baik-baik saja.
" K-kami baik-baik saja! Tapi, kenapa kamu disini?" Tanya salah seorang dari mereka.
" Kalian tetap disini dan berjaga!" Nana memberi arahan pada para bawahannya yang baru masuk
kedalam.
" Baik, nona!" Jawab mereka dengan serempak, mereka segera bergegas menuju ke posisi yang sudah diberikan untuk berjaga.
" Ayo pergi, Ryu!" Ucap Nana langsung pergi begitu saja dan menyerahkan sisa pertarungan pada bawahannya.
" Kemana kita pergi, Nona?" Tanya Ryu menatap Nona-nya yang kini tengah memikirkan beragam rencana licik dalam otaknya.
" Sudah jelas bukan!" Ucap Nana berjalan dengan santainya melewati medan pertempuran. Beberapa kali mayat jatuh didepannya, peluru yang terbang tak berarah dan menuju dirinya juga suara teriakan yang memenuhi tempat itu. Walau begitu Nana dan Ryoma bersikap tak acuh dan melanjutkan langkahnya dengan tenang.
" Hahhh..." Ryu benar-benar menyerah dengan Nonanya itu. Bagaimanapun dia bukan wanita biasa, jika Ryu membawa seorang wanita kemari dan melihat pemandangan layaknya neraka ini mereka pasti sudah pingsan. Tapi, Nana berjalan dengan santainya dan menghindari setiap serangan yang mengarah padanya.
Nana dan Ryu pergi ke kediaman Yuuki dengan terburu-buru, setibanya dikediaman Yuuki. Nana melihat pertempuran masih berlanjut, bahkan ada cukup banyak anak buahnya yang terbaring dan terluka karena anggota Black Viper yang melumuri senjata mereka dengan racun. Nana yang muak dengan pemadangan yang dia lihat membuatnya menghela nafas.
" KALIAN INI SERIUS ATAU TIDAK!?" Teriak Nana geram melihat anak buahnya yang terlihat sangat kacau. semua yang ada dimedan tempur mendengar dengan sangat jelas suara Nana, entah kenapa suaranya selalu bisa didengar walau hujan peluru atau dentuman bom menggelegar dimedan tempur.
" BAIK, NONA!!!" Teriak mereka bersamaan, seketika pertempuran langsung memanas dan menjadi, korban
terus berjatuhan satu per satu. Walau tubuh mereka hampir mati rasa, tapi pikiran mereka terus menerus memaksa mereka untuk bertarung guna memenuhi harapan dari boss mereka.
" Nona, ada masalah didalam!" Ucap salah seorang anak buah Ryoma yang mendekat pada mereka.
__ADS_1
" Kita pergi, Ryu!"