![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Bagaimana keadaannya?" Tanya Alan yang mendapati keberadaanku didepan ruang perawatan Nana dan langsung menanyakan kondisi Nana. Aku hanya tersenyum sambil menatap ke balik sekat kaca yang membatasi dunia luar dengan Nana.
Sama sepertiku, mereka kini terkekeh melihat tingkah Nana yang kini kembali berlagak menjadi ketua gengster nomor satu di Dunia. Gadis itu baru bangun tapi ia tampak seperti akan menghajar dokter yang tengah memeriksanya, tentu saja hal itu yang menjadi sumber tawa kami. Tidak lama setelah kami tertawa bersama Nana menatap ke arah kami, muncul raut senang diwajahnya, yang kemudian diikuti dengan raut sedih yang samar.
Aku melihat dokter yang kini sedang memarahi Nana habis-habisan. Dia menatap ke arah kami, ada sekilas kilauan air mata yang nampak dimatanya, aku tidak mengerti kenapa? tapi, rasanya aku ingin masuk ke sana, ingin memeluk gadis kecil itu, ingin sekali aku melindunginya dan tak akan pernah aku lepaskan dari perlindunganku.
Dokter tiba-tiba meminta kami masuk, dokter bilang Nana ingin menemui kami. Aku sangat senang mendengar hal itu, jadi kami bergegas masuk dan.. ya, keributan besar terjadi. Ryoma, Louis, Alan dan aku memeluk Nana dengan sangat erat, air mata kami tumpah memenuhi ruangan. Kebahagiaan yang tadi muncul kini berubah menjadi isak tangis yang melegakan.
Nana mencoba menghibur dan menenangkan kami, tapi Alan membuatnya semakin menangis. Kini sudah 20 menit kami terisak dan kami sudah lelah.
" Hahh..rasanya sudah sangat lama tidak melihat kalian!" Ucap Nana menyandarkan tubuhnya pada headboard dibelakangnya, dia menatap kami dengan tatapan yang teramat dalam.
" Hehhh, tentu saja! Kamu tidur sangat lama" Gerutu Alan yang langsung saja duduk ditepi ranjang Nana dan menusuk-nusuk pipi Nana dengan jari telunjuknya.
" Hm, bagaimana keadaanmu, Nana?" Tanya Ryoma yang nampak sedikit khawatir, sepertinya ia masih tidak percaya setelah melihat kondisi Nana dengan mata kepalanya sendiri. Sedangkan aku dan Louis hanya menonton perdebatan antara Nana dan Alan yang berlangsung panjang, sudah lama rasanya tidak sebahagia ini.
.
.
.
Tiga hari telah berlalu, kini Nana sudah diizinkan keluar dari rumah sakit. Lebih tepatnya anak itu memaksa dokter mengizinkannya untuk keluar lebih awal, aku benar-benar kesal karena hal ini tapi aku mengerti kenapa adik kecilku ini ingin segera keluar dari ruangan putih yang selalu membawa kenangan buruk dalam ingatannya.
Author POV
" Hahhhh....rasanya lega bisa keluar!" Ucap Nana berjalan sambil merenggangkan tubuhnya menuju ke parkiran
basement rumah sakit.
" Haha, kamu ini benar-benar!" Ucap Kuro mengusap lembut surai perak yang ada disampingnya.
" Heh, kamu sendiri tahu kalau aku benci obat" Gerutu Nana menghentikan langkahnya dan berbalik sembari menunjuk jarinya ke arah Kuro.
__ADS_1
" Eh, tapi kamu terlihat sangat damai dan tenang!" Ucap Kuro membuka pintu dari sebuah mobil ferrari berwarna hitam tengah menanti disana.
" Ah, cantik!" Ucap Nana begitu melihat mobil itu, Sudah lama Nana tidak melihat mobil. Dan hari ini adalah hari pertamanya melihat dunia luar setelah satu tahun tertidur dalam koma.
" Hm, indah bukan! Ferrari monza sp2 " Jelas Kuro mempersilahkan Nana untuk masuk, tapi gadis itu malah diam dan nampak sedang sibuk mencari sesuatu.
" Ada apa?" Tanya Kuro yang melihat adiknya itu tengah kebingungan mencari sesuatu, jadi ia memberanikan dirinya untuk bertanya.
" Dimana ponselku?" Tanya Nana yang masih sibuk mencari-cari ponselnya. Kuro mendorong Nana untuk masuk terlebih dahulu sebelum dirinya juga duduk di kursi pengemudi.
" Ah, ponselmu rusak parah. Jadi, aku buang!" Ucap Kuro mulai memasukkan perseneling dan mulai menginjak pedal gas.
" APA! aaku mau ponsel baru!" Kesal Nana melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap Kuro dengan kesal.
" Hmm.." Kuro hanya balas dengan deheman singkat dan tersenyum melihat tingkah lucu adiknya itu.
.
.
.
Kuro membawa sang adik turun kemudian melangkahkan kakinya menuju salah satu sudut pusat perbelanjaan, dan disinilah mereka sekarang.
" Kamu mau yang mana?" Tanya Kuro mengusap lembut puncak kepala Nana yang kini terlihat masih marah besar. Ya, itu memang ponsel kesayangan Nana. Dia membuat sistem ponsel itu sendiri karena dia tidak mau menggunakan ponsel biasa. Padahal dia punya puluhan ponsel bermerek, bahkan ada yang limited edision series, tapi dia hanya ingin menggunakan ponsel dengan sistem yang dia buat.
" Hm?" Nana memandangi ponsel yang ada dibalik sekat kaca, dia kini tengah meletakkan jari telunjuk di dagunya dengan pose berpikir. Itu benar-benar manis. Siapa saja yang melihatnya pasti terpesona.
" Nona, aku sarankan yang ini, ini adalah ponsel limited keluaran terbaru." Salah seorang pegawai
menunjukkan sebuah ponsel keluaran terbaru dengan warna hitam.
" Berikan padaku!"Ucap Nana mulai memperhatikan setiap inchi dari ponsel itu, mulai sistemnya, mesin, dan semua
__ADS_1
onderdil yang ada.
" Bagaimana?" Tanya Kuro menatap dengan penuh rasa gemas pada Nana yang kini tengah sibuk membongkar ponsel yang ada didepannya.
" Hahh, aku ambil saja. Oh ya, berikan aku nomornya sekalian!" Ucap Nana menatap manja pada Kuro. Ya, dia baru keluar dari rumah sakit, jadi sudah dipastika dia tidak membawa ponsel ataupun dompet.
" Hahhhh" Kuro menghela nafas panjang, padahal sudah sangat jelas bahwa Nana lebih kaya dari Kuro tapi, dia masih saja suka menghabiskan isi dompet kakaknya itu. Ya, pemegang 65% saham perusahaan K7 dipegang oleh NANA. Selain itu, jabatannya sebagai wakil presdir sekaligus direktur utama dari ribuan bahkan jutaan cabang perusahaan lain yang berada dibawah tangan Nana sudah tidak terhitung jumlahnya.
Ya, wajarlah. Orang paling kaya sedunia dengan total kekayaan USD $ 250 milliard.
" Thanks, Kuro" Ucap Nana mencium pipi kiri Kuro sambil tersenyum manis.
Setelah selesai membeli sebuah ponsel untuk Nana, mereka akhirnya pergi kembali ke kediaman. setibanya dikediaman...
" Aku pulang!" Ucap Nana yang membuat para pelayan langsung menyambut kedatangan Nana dan kuro, mereka membungkuk dan memberikan
sambutan penuh makna bagi Nana.
" Selamat datang, Nona!" Ucap para pelayan menyambut Nana dengan senyuman hangat, membuat Nana hampir menitikkan air mata karena terharu.
" Urgh, kalian...." Nana menutup mulutnya dengan kedua tangganya. Dia benar-benar terharu dengan pemandangan yang ada didepannya. Para pelayan yang menyadari reaksi dari
nonanya langsung berlutut dan menundukkan kepalanya untuk menghormati sang nona.
Nana dan Kuro berjalan masuk kedalam, para pelayan masih berlutut dan memberi hormat. Ken dan Jun menjemput Nonanya yang baru saja kembali dari rumah sakit itu.
" Ken?" Ucap Nana bingung karena tiba-tiba saja Ken menarik lengan Nana dan mencium punggung tangannya, kemudian membukakan pintu untuknya.
" Jun!" Kaget Nana saat pintu terbuka dan menampakan Jun yang tengah menunggu kedatangannya, dibelakangnya terdapat
ratusan meja yang penuh dengan makanan dan anggur yang nikmat. Nana langsung terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan didepan matanya.
" Ini, kalian!" Nana memeluk erat kedua koki favoritnya, ia kehilangan kata-kata mendapati pemandangan yang ia lihat. Mulai dari para pelayan yang menyambutnya di halaman, hingga deretan meja penuh hidangan mewah nan lezat yang menjadi favoritnya. Nana berbalik dan memberi salam ala kerajaan, dia membungkuk dan mempersilahkan para pelayan untuk masuk. Tentu hal ini membuat para pelayannya terkejut, jadi mereka segera bangkit dan berjalan masuk. Tak ingin melihat sang nona menundukkan kepalanya terlalu lama.
__ADS_1