![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ah, apa anda bisa mengajariku beberapa hal?" Pinta Ken Yuri pada si kembar.
" Kami tidak bisa mengajarkan apapun padamu. Tapi kau bisa mencoba mendengarkan pendapat orang-orang tentang perusahaanmu, dan memperbaiki kekurangan yang ada" Jelas Nana memberikan sebuah saran.
" Ah, begitu ya..." Ucap Ken Yuri yang sedikit kecewa.
" Terimakasih untuk sarannya, Nona Yuu!" Sambung Ken Yuri mengukir senyumnya, tampan. Itu kata yang tersirat dalam benak Nana, gadis itu mengangguk sebagai jawaban. Mereka melanjutkan perbincangan mereka, hingga sebuah wine terlempar dan membasahi gaun dan sebagian wajah Nana.
" Ah, maaf" Ucap seorang wanita yang tidak sengaja menumpahkan minuman ke gaun Nana.
" Ah, tidak masal...KAU!?" Nana terkejut mendapati sosok wanita didepannya, padahal ia tadi hendak memaafkan siapapun yang tidak sengaja menyiramnya, tapi kali ini sepertinya dia akan membunuh orang itu.
" Ah, adik ipar?" Ucap wanita itu nampak terkejut, padahal kebohongannya nampak begitu jelas di mata Kuro dan Nana.
" Nana? Kuro? kenapa kalian disini?" Tanya Raymond yang mendapati kedua adiknya setelah mencari keberadaan kekasihnya yang pamit mengambil minuman.
" Ah, nona Yuu, apa anda baik-baik saja?" Tanya Ken Yuri yang khawatir, pemuda 18 tahun itu mengulurkan sapu tangan yang diteriman Nana guna membersihkan wajahnya yang basah.
" Hm, aku baik-baik saja" Jawab Nana mengusah wajahnya dengan hati-hati agar make-up nya tidak rusak karena di gosok terlalu kasar.
Insiden itu membuat keduanya menjadi pusat perhatian, terutaman setelah mereka menyadari bahwa gaun Nana adalah salah satu koleksi yang dimilik Seven. Sementara itu Raymond mencoba menyelesaikan masalah ini dengan meminta maaf pada Kuro, dan wanita itu... malah merusak suasananya.
" Adik ipar, maaf ya. Aku tidak sengaja" Ujar wanita itu, dia mencoba membersihkan gaun Nana dengan sapu tangan miliknya.
" Cih, jauhkan tanganmu dariku!" Ucap Nana menepis tangan wanita itu, tidak ingin tangan kotor itu menyentuhnya.
__ADS_1
" Oi, apa yang? Kamu boleh membenci Violet, tapi jangan melukai calon istriku!" Ujar Raymond jadi naik pitam melihat tingkah Nana yang menepis tangan Violet.
" Apa!? Kakak mau menamparku lagi!?" Tanya Nana menaikan nada bicaranya, menantang sang kakak.
" Nana tenanglah!" Kuro mencoba menenangkan Nana yang nampak sudah emosi.
" Ayo kita pergi, Kuro!" Ajak Nana menarik tangan Kuro untuk segera pergi dari sana.
Walau Nana memutuskan untuk tidak mencari masalah, tapi wanita itu menahan Nana. Dia berusaha menahan Nana disana untuk mempermalukan Nana, tetapi itu tidak berhasil. Sebelum dia sempat melaksanakan rencananya, Tiba-tiba...
" eh,?" Nana melihat ke atas, dia melihat lampu gantung itu bergoyang dengan aneh. Dan tiba-tiba talinya putus dan membuat lampu itu jatuh kebawah.
" SEMUANYA MENYINGKIR DARI SINI!!!" Teriak Nana yang sembari menjauh menarik lengan Ken Yuri dan Kuro.
BRRRUUAAKKKK...............
" Urgh, uhuk..uhuk.." Nana bangun dan menyingkirkan beberapa reruntuhan yang menimpa tubuhnya, siapa sangka lampu gantung itu begitu besar. Diameternya mencapai 2.5 meter dan menyebabkan kerusakan yang besar.
" Kuro?" Panggil Nana pada sang kakak, orang pertama yang dia cari? tentu saja kakaknya itu. Walau Kuro begitu menyebalkan akan tetapi sang adik begitu mencintai kakaknya.
" Uhuk..........uhuk.." Kuro menyingkirkan beberapa bongkahan batu dari atas yang menimpanya, Nana yang melihat itu segera mendatangi Kuro dan membantunya.
" Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Nana membantu sang kakak untuk duduk.
" AH, NANA! KAMU???" Kuro terkejut melihat Nana mendapati luka yang parah, walau Nana sudah menyingkir cukup jauh tetapi, tubuhnya masih saja terluka parah.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja!" Ucap Nana berdiri, tidak lama setelah itu para pelayan Hotel dan Bodyguard Nana datang. Nana menyuruh mereka untuk melakukan pertolongan pertama, meminta para pelayan hotel mengobati yang terluka, dan dia juga meminta bodyguard-nya untuk menolong orang-orang yang tertimpa lampu gantung. Saat lampu itu berhasil diangkat, Nana dan Kuro sangat terkejut mendapati korban yang tertimpa oleh lampu itu.
" KAKAK!!" Ucap Kuro dan Nana berteriak terkejut melihat Raymond tertimpa lampu gantung karena mencoba
melindungi Violet.
" Na...na? Tolong.....selamatkan ..Vi..olet" Itu kata-kata pertama yang dikeluarkan Raymond dari mulutnya, dan ini membuat Nana semakin geram tentunya.
" Ha? Bodoh!" Kesal Nana, Kuro membawa Nana pergi meninggalakan Raymond setelah menyerahkannya pada para pelayan. Kuro meminta izin pada Ken Yuri untuk pamit lebih dulu. Kekacauan ini membuatnya stress, walau begitu dia meminta para Bodyguard-nya membawa Raymond ke rumah sakit. Selain itu, Kuro meminta mereka mengikat wanita itu di markas. Nana menghubungi Louis, dia memintanya untuk datang kemari dan mengawasi wanita sialan itu.
Kuro membawa Nana pergi ke rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, bukannya memeriksa lukanya. Dokter Aldrin malah memberitahu mereka bahwa Violet yang asli sudah sadar. Hal ini membuat keduanya sangat terkejut, Kuro dan Nana sangat senang mendengar hal itu. Tetapi, saat ini mereka tidak bisa menemuinya lebih dulu.
Jika Nana dan Kuro menemuinya dengan tubuh penuh luka seperti ini, Violet pasti akan sangat terkejut. Aldrin akhirnya mengobati dan memarahi Nana dan Kuro, pasalnya keduanya selalu datang ke rumah sakit dengan keadaan terluka atau sakit. Hal ini tentu saja membuat Dokter Aldrin kesal karena merasa bahwa si kembar tidak mempedulikan kesehatan dan nyawa mereka.
Tidak lama setelah itu, para korban dari pesta yang diadakan Ken Yuri tiba dirumah sakit itu. Hal ini membuat kegaduhan besar di rumah sakit, para perawat dan dokter langsung dengan sigap menangangi para korban kecelakaan. Bahkan Dokter Aldrin juga turun tangan dan membantu para korban termasuk Raymond yang dibawa kesana.
Beberapa waktu berlalu, Tony dan Lisa tiba dirumah sakit. Nereka sangat terkejut melihat kondisi Raymond, sedang wanita sialan itu mencoba berpura-pura mengalami Syok berat ( Author: kalau kalian ingin tahu kenapa wanita ini ada disini, karena Ryoma sengaja melepaskan wanita itu :v). hal ini membuat Lisa menjadi khawatir, terutama setelah wanita itu mengatakan bahwa Nana dan Kuro ada disana dan tidak ada satupun dari mereka yang menyelamatkan Raymond. hal ini sontak membuat Lisa dan Tony menjadi sangat marah, wanita itu bilang dia melihat Nana dan Kuro disalah satu kamar di lorong ini. Lisa kemudian meminta Violet palsu itu membawanya menemui Nana dan Kuro.
" NATHALIA! KUROGANE !" Ucap Lisa yang tiba-tiba mengebrak pintu dan memaksa masuk, saat itu Nana tengah berincang dengan *Ryoma *, tangan kirinya yang baru saja ia minta untuk memeriksa kamera pengawas.
" Ah, rupanya Nyonya Yuuki ada disini?" Ujar Kuro meledek, pemuda itu duduk di salah satu ranjang kosong yang ada di ruangan. Sedang Nana dan Ryoma berbincang di dekat jendela.
" Urgh, kalian benar-benar ya!? Padahal kalian menghabiskan waktu selama 10 tahun untuk mencari Raymond tetapi, dalam semalam kalian ingin membunuhnya? Aku benar-benar tidak percaya?" Ucap Lisa langsung mengomel tanpa memperhatikan kondisi Kuro dan Nana yang penuh dengan luka. Terutama kondisi putrinya yang nampak begitu parah.
" Hah, kalau nyonya Yuuki bisa membuang kedua anaknya dalam sehari hanya karena wanita asing, tentu saja kami bisa membuang kakak kesayangan kami demi orang-orang yang lebih tulus pada kami!" Balas Nana merasa kesal, seharian ini penuh akan masalah dan dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.
__ADS_1
" INI!" Nana melempar Ponselnya ke bawah lantai, tepatnya ke bawah kaki Lisa.
" Apa ini?"