RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
Present


__ADS_3

" Hahh, Lucy!" Panggil Nana pada sang kepala pelayan.


" Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Luciffer yang berada tidak jauh dari sang nona.


" Ini ! Besok mulai renovasi dan perbesar rumah ini, dalam waktu 3 hari aku mau masalah ini selesai. Dan aku tidak ingin ada keterlambatan !" Ucap Nana memberi arahan,


juga memberikan sebuah black card platinum yang sudah pasti isi-nya tidak main-main.


" Baik nona! " Jawab Luciffer mengambil kartu debit itu dari sang nona.


" Himawari, mulai besok persiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pesta ulang tahun mama, dan siapkan pesta setelah pembangunan diselesaikan !" Titah Nana pada pelayan kepercayaan sang kakak.


" Baik, nona! " jawab Himawari sopan, Kuro melirik pelayan pribadinya kemudian mengangguk memberi tanda bahwa ia mempercayai sang pelayan.


" Besok aku akan pergi ke Negara A untuk melakukan perjanjian bisnis dan Kuro akan pergi ke kota H untuk melakukan rapat, tolong urus sisanya! " Ucap Nana lelah.


"Tidak apa, kami akan mengurusnya sendiri. Jangan pedulikan kami !" UcapLisa sembari mengibaskan telapak tangannya didepan dada.


" Hufth.." Nana dan Kuro kini berjalan pergi, naik menuju ruang belajar untuk melanjutkan rapat mereka yang tertunda tadi pagi. saat diruang belajar...


.


.


.


"Hahh, benar-benar merepotkan ! Kalau begini bagaimana aku bisa menyiapkan hadiah untuk Mama? " Gumam Kuro kesal


" Hm, kamu benar ! Padahal aku sudah berencana untuk mulai mendesain hadiah Mama. Tapi, jika begini kita pasti akan kerepotan!" Keluh Nana yang merebahkan tubuhnya disofa.


" Oh ya, kenapa kamu pergi ke negara A?" Tanya Kuro sembari membuka laptopnya, bersiap untuk melanjutkan rapat tadi pagi yang tertunda


" Aku mau membeli *Ruby *yang dilelang disana " Jawab Nana santai, gadis itu melepas dasi yang terikat dikerah lehernya dan melemparnya sembarangan.


" Negara A? Ah,....!" Kuro yang mengingat sesuatu dikepalanya langsung saja mengotak-atik laptopnya dan menghubungi salah seorang Klien di Negara A.


.


.


.


Keesokan harinya Nana dan Kuro bergegas pergi pagi-pagi sekali, Lisa sangat terkejut


melihat keduanya terburu-buru pergi, bahkan keduanya belum menyantap sarapan mereka. Kuro pergi dengan membawa salah satu dari sekian mobilnya, dia memberi nama mobil itu *Hyena, *mobil itu merupakan sebuah  *Bugatti Chiron*. Sementara Nana bergegas ke bandara bersama dengan Luciffer.


setibanya dibandara, tangan kanan Nana dari *Queen's * menjemputnya, butuh waktu 8 jam agar mereka tiba disana. 8 jam yang melelahkan berlalu begitu cepat, akhirnya Nana tiba di Negara A. saat dibandara...


" Saya akan mengambil bagasinya" Ucap tangan kanan Nana sembari membungkuk hormat, meminta izin pada sang nona.

__ADS_1


"Ah, Ryoma tunggu!" Pinta Nana pada sang bawahan.


" Ada apa nona?" Tanya Ryoma yang berhenti setelah mendapati nonanya memanggil.


" Tidak perlu mengambil bagasi, mereka sudah mengurusnya!" Sahut Nana santai.


" Eh?" Ryoma terheran, tidak mengerti hingga beberapa lama kemudian datang seorang pria dengan beberapa BodyGuardnya tiba dan menghampiri Nana..


" Selamat datang di Negara A! Nonaku.." Sambut pria itu berlutut dan mencium punggung tangan Nana, memberi sapa dan juga hormat.


" Hm, lama tidak bertemu...Tommy! " Jawab Nana santai.


" Senang bertemu dengan anda, nonaku " Ucal Tommy, yang berujung membuat para Bodyguard-nya terkejut. Karena itu pertama kalinya mereka melihat Presdir Tommy, penguasa Negara A dibawah kendali K7 tunduk pada seseorang. Apalagi seorang wanita yang nampak begitu lembut lnan anggun.


" Hahh..sudahlah Tommy, angkat kepalamu" Pinta Nana pada orang yang masih berlutut didepannya.


" Baik, Nona Lia!" Jawab Tommy dengan sebuah senyum lebar. kemudian mengangkat tubuhnya untuk bangkit dari sana. Kemudian Tommy membawa Nana menuju ke kediamannya. setibanya dikediaman Tommy...


.


.


.


" Tommy, apa kamu sudah membeli *Ruby * itu?" Tanya Nana pada Tommy


" Tentu saja sudah! Sesuai dengan peemintaan anda, nona !" Jawab Tommy sambil meminta pelayanya mengambil permata yang telah dibelinya semalam


bingung. Seingatnya kemarin, sang nona hanha memintanya untuk mengirimkan benda itu setelah mendapatkannya, akan tetapi tiba-tiba semalam nonanya menelfon dan mengatakan akan datang sendiri dan mengambilnya.


" Bukan masalah besar, hanya saja Mama dan Papa bersikeras tinggal bersama kami. Jadi, aku dan Kuro tidak bisa membuat hadiah kejutan untuk mereka" Jawab Nana lelah, entah bagaimana gadis itu sudah merebahkan tubuhnya di karpet di bawah sofa.


" Ehhh? Tuan dan Nyonya Yuuki?" Tommy tertegun, tidak percaya kalau Nana bisa tinggal dengan kedua orang tuanya. Tommy yang melihat sang nona tiduran di karpet hanya menghela nafas, sudah biasa dengan tingkaj Nana yang seenaknya.


" Hmm, karenanya aku ingin meminta bantuan. Tolong pinjamkan aku satu ruangan untuk 3 hari kedepan!" Ucal Nana memberi perintah, ya walau tidak diperintahpun Tommy pasti akan memberikan ruang terbaik untuk sang nona.


" Bukan masalah besar! Kalau nona mau, selamanya tetap disini juga boleh!" seru


Tommy disertai dengan kekehan dibelakang, Nana menghela nafas pelan kemudian


menjitak kepala Tommy dengan kuat. membuat pertikaian kecil diantara keduanya.


.


.


.


Tommy menunjukkan kamar terbaik di kediamannya pada Nana, kemudian pergi meninggalkan sang nona untuk beristirahat. Tidak lama setelah itu, Nana membersihkan tubuhnya kemudian mulai fokus membuat desain untuk hadiah ulang tahun sang ibu tercinta. Tidak lama saat Nana tengah sibuk membuat Desain Kuro menelfon Nana.

__ADS_1


______________________________________________


* Ada apa, Kuro ?*


" Ah, Nana! Apa aku bisa minta beberapa gaun terbaru mu?"


" Hmm, tapi untuk apa?"


" Tentu saja hadiah untuk Mama! Kau pikir untuk apa lagi!!!??"


" Baik-baik, akan aku kirimkan beberapa foto desainnya.."


" Thanks Nana! Kau memang yang terbaik!"


" Tapi kamu harus tetap bayar !"


" Ehhh?"


" Aku tidak peduli, kamu harus membayar dengan harga aslinya!"


" Hahh..baik-baik, aku mengerti"


" Jaga dirimu baik-baik!"


________________________________________________


Nana bergegas menutup telfon dan menyelesaikan desain yang tengah dia buat,


3 hari kemudian Nana berhasil menyelesaikan kalung yang akan dijadikan hadiah untuk Lisa.


" Wah, kalung yang indah!" Ucap Tommy mengejutkan Nana dari belakang.


" AHH! Tommy, kamu membuatku terkejut!" Ketus Nana mengusap dadanya pelan, mencoba menenangkan dirinya yang terkejut.


" Haha, maaf-maaf! Apa kamu sudah selesai membuatnya?" Tanya Tommy memandang


kristal merah digenggaman Nana yang sudah berubah wujud.


" Hm, bagaimana menurutmu?" Tanya Nana menunjukkan karya-nya pada Tommy


" Kalung yang indah! Nyonya Yukki pasti akan sangat menyukainya" Seru Tommy memuji kalung buatan Nana.


" Hmm, aku harap begitu" Ucal Nana berharap, walau dia tidak begitu dekat dengan orang tuanya. Tapi Nana berharap dapat memberikan hadiah yang membuat sang ibu bahagia.


" Apa namanya?" Tanya Tommy yang masih menatap kristal indah itu.


" *The Heart's* ..." Jawab Nana dengan sebuah senyum yang terlukis indah di wajahnya, membuat Tommy ikut mengulum senyumnya.


" Eh, tapi aku penasaran. Kenapa Nona menggunakan ruby dan bukan berlian?" Tanya Tommy bingung, pasalnya mencari batu ruby begitu sulit. Nana beruntung karena ada batu lama yang di lelang disini.

__ADS_1


" Coba kamu tebak."


__ADS_2