![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ada apa ?" Tanya perawat itu panik.
" Kakak perawat, apa kakak bisa menjaga kakakku ? Nana sakit , jadi aku harus membawanya pulang ! Tapi, kalau aku pergi tidak ada yang bisa menjaga kak Ray ! Jadi, apa kakak bisa membantuku menjaganya ?" tanya Kuro dengan penjelasan panjang lebar dan membuat Raymond ter-nganga.
" Ah, tentu saja ! Itu sudah merupakan tugasku." Ucap perawat itu mengiyakan
"Tapi, apa adikmu baik-baik saja ? Kelihatannya parah " Ujar perawat itu sedikit khawatir melihat si cantik yang nampak begitu pucat
" Tidak apa-apa ! Dia sudah sering seperti ini, jadi tidak masalah. Setelah minum obat pasti baik-baik saja ! " Jelas Kuro pada sang perawat
" Aku mengerti, aku akan menjaga kakakmu ! " Ucap Perawat itu dengan senyum yang terukir diwajahnya.
Kuro mengangguk paham kemudian beranjak membawa Nana pulang, pemuda itu menggendong sang adik ala bridal menuju parkiran, memasukkannya ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya dan bergegas pergi
ke rumah.
setibanya dirumah...
.
.
.
.
"Selamat datang, Tuan muda, Nona! " Para pelayan menyambut kedatangan Kuro dan Nana yang berada digendongan Kuro.
" Eh, Nona !?" Teriak Luciffer terkejut melihat Kuro yang lagi-lagi menggendong Nana.
" Ssstts, jangan berisik.." Bisik Kuro agak keras pada Luciffer, membuat pria itu terdiam dan mengangguk patuh.
" Jangan banyak tanya, cepat bawakan air dan handuk ! " Titah Kuro sambil menggendong Nana ke kamarnya
Kuro menurunkan tubuh Nana dan meletakkannya diatas ranjangnya, menyelimuti tubuh sang adik dan tidak lupa
menyalakan penghangat ruangan. Tidak lama kemudian Luciffer datang dengan membawa handuk dan sewadah air untuk mengkompres tubuh Nana.
" Ini tuan muda ! " Ucap Luciffer memberikan air dan handuk untuk mengkompres Nana.
" Hm, kamu boleh pergi ! " Titah Kuro sembari memeras handuk basah, pemuda itu nampak begitu telaten dalam dalam mengurus sang adik.
" Baik tuan muda !" Jawab Luciffer undur diri, membiarkan Kuro menjaga Nana.
" Ah, tunggu ! Bisakah kamu ke rumah sakit A, kak Raymond ada disana... tolong rawat dia ! " Ucap Kuro memberi perintah, sedang Luciffer yang mendengarnya membolakan kedua matanya. Terkejut mendengar nama terlarang yang terucap dari mulut sang Tuan.
" Baik tuan muda !" Ucap Luciffer keluar yang bergegas menuju ke rumah sakit dengan senang. Pasalnya sebelum melayani Nana, Luciffer adalah pelayan yang ditugaskan untuk melayani Raymond.
" Nana, kamu harus baik-baik saja !" Gumam Kuro sembari menyeka keringat yang berada di dahi sang adik. Kuro menjaga Nana semalaman,dengan sabar dan telaten pemuda itu mengganti kompres dan mengelap keringat ditubuh sang adik. hingga keesokan harinya..
__ADS_1
.
.
.
" Urgh.." Erang Nana terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sedikit pusing dan badannya terasa begitu lemas. gadis itu memijat keningnya sejenak.
" Kamu sudah bangun !?"
"Apa kamu baik-baik saja ?"
" Apa ada yang tidak nyaman ?"
" Apa masih terasa pusing ?" Sederet pertanyaan dari Kuro yang khawatir dengan Nana, tentu saja mendapati sang adik yang kesakitan sepanjang malam membuatnya harus begadang hingga pagi. pemuda itu nampak kacau dimata sang adik, walau begitu dalam sudut hati yang lebih muda merasa senang karena sang kakak peduli.
" Aku tidak apa,hanya sedikit mimpi buruk saja " Ucap Nana sambil memeluk Kuro tiba-tiba.
" Hahh, syukurlah !" Ucap Kuro lega, rasanya seluruh beban ditubuhnya telah terangkat ke udara.
" Oh ya, sekarang pukul berapa ?" Tanya Nana yang melepas pelukannya, dalam benaknya saat ini terpikir beberapa hal yang harus dia kerjakan.
" Sekarang jam 6 tepat ! " Jawab Kuro santai
" Eh ? Kenapa kamu tidak membangunkanku !!?" Protes Nana kesal
" Aku bisa terlambat kalau begini !" teriak Nana yang mencoba bangun dari tempat tidurnya, gadis itu nampak terbuai dengan alam pikirannya sampai melupakan sang kakak yang masih menatapnya.
" Hari ini kamu harus istirahat ! Aku tidak mau kamu sakit lagi " Ucap Kuro sembari mengacungkan jari telunjuknya didepan wajah Nana, memberi peringatan pada sang adik yang begitu keras kepala.
" Ah ! Tapi ..-/ Tidak ada Tapi!" Baru saja Nana hendak menyuarakan protesnya, akan tetapi Kuro sudah menyela, Kuro berucap final membuat Nana menghela nafas.
" Hahh, baiklah ! " Nana menyerah, tak mampu melawan perkataan sang kakak.
" Hm, anak baik !" Ucap Kuro mengelus kepala Nana, Nana kesal karena rambutnya diacak tapi dia juga menikmati elusan dari sang kakak.
" Oh ya, nanti kak Ray pulang ! " Ucap Kuro memberitahu sang adik, Nana yang mendengar itu tentu saja terkejut. Hati-nya berteriak senang tapi gadis itu juga takut, takut seandainya dia tidak mampu menahan emosinya, takut tak mampu menguatkan dirinya, takut seandainya diirnya kehilangan lagi. Tapi Nana menahan semua ketakutannya, bagaimanapun Kuro nampak begitu senang setelah mereka menemukan Raymond.
" Ah, benarkah ?" tanya Nana antusias, gadis itu bersikap seakan dirinya tidak sabar dengan kedatangan sang kakak tertua.
" Hm, tapi kamu harus tetap istirahat ya ! " Ucap Kuro sembari menjentikkan jarinya ke dahi Nana, membuat gadis manis itu mengaduh sakit.
" ouch.. ,aku mengerti! " keluh Nana kesal, dia mengusap dahinya pelan dan mempoutkan bibirnya membuat Kuro terkekeh melihat wajah menggemaskan dari sang adik.
" haha, baguslah. Kalau begitu aku pergi dulu " Ucap Kuro yang beranjak pergi melangkahkan kakinya ke halaman depan, dimana mobil yang akan dia bawa ke sekolah sudah terparkir dengan apik disana.
Kuro bergegas pergi ke sekolah, sementara Raymond dan Luciffer dalam perjalanan kembali kerumah, dan
Nana kembali beristirahat dikamarnya saat ini.
__ADS_1
" Hahhh, rasanya sangat membosankan " Gumam Nana kesal, gadis itu hanya berbaring seharian ini. Semua pekerjaan di rumah sudah dilakukan oleh palayan, pekerjaan kantor sudah diambil alih Kuro sementara waktu, dan dia juga tidak diizinkan melakukan apapun oleh Luciffer dan Himawari.
TOK TOK
" Masuk ! " Jawab Nana setengah berteriak.
" Permisi nona !" Ucap Himawari masuk membawakan sarapan
" Wahh, bau-nya enak sekali ! " Ujar Nana yang mendapati wangi harum dari masakan yang dibawa oleh Himawari. Gadis itu langsung bangun dan mendudukkan tubuhnya.
" Tuan muda yang membuatnya untuk nona ! " Jawab Himawari dengan senyum lembut yang dia ukir diwajahnya, masih sedikit terkejut karena perhatian dan kekhawatiran yang diberikan Kuro pada Nana
" Eh, dia masih sempat memasak ?" Tanya Nana terkejut, pasalnya setiap pagi Kuro biasanya mengurus beberapa rapat dari cabang perusahaan mereka di neraga lain. Jadi gadis itu sedikit terperangah karena sang kakak memasak untuknya di tengah kesibukan itu.
" Tuan muda menjaga nona semalaman, bahkan beliau juga tidur disofa kamar nona tadi malam, dan bangun begitu pagi untuk membuatkan sarapan ! " Jawab Himawari menjelaskan pada Nana.
" Ah , begitu ya ? " Lirih Nana merasa senang dan sedikit terharu, jarang sekali dia bisa akur dengan Kuro seperti ini. Dan ya, sepertinya dia lupa kalau kakaknya yang satu itu benar-benar menyayanginya.
" Oh ya Hima ! Apa kamu tahu dimana Lucy ?" Tanya Nana yang tidak mendapati kepala pelayannya itu sedari tadi, biasanya Luciffer akan membangunkannya di pagi hari dan mengomelinya sampai puas.
" Ah, Luciffer pergi menjemput Tuan Muda Ray ! " Jawab Himawari, Nana mengangguk paham. Dirinya sedikit kesal karena Luciffer yang pergi tanpa izin darinya.
Melupakan hal itu Nana segera menerima nampan itu kemudian mmbiarkan Himawari keluar dan melanjutkan pekerjaannya, sedang gadis cantik itu kini tengah menyantap habis sarapannya. Seteleh selesai menyantap sarapan Nana memilih untuk mengerjakan beberapa pekerjaan, Hingga beberapa waktu berlalu dan Raymond tiba dimansion.
" Ada keributan apa ?" Tanya Nana pada Hima yang masih membersihkan kamarnya, pasalnya terdengar kegaduhan yang cukup ricuh dari bawah, membuat gadis itu penasaran dengan apa yang terjadi.
" Sepertinya Tuan Muda Raymond sudah tiba.." Jawab Hima yang berhenti sejenak dari pekerjaanya dan menjawab pertanyaan sang Nona.
" Ah, kakak ya ?" Gumam Nana pelan, Hima yang masih mengamati nonanya itu mengernyit heran. Sudah lebih dari 8 tahun wanita itu melayani si kembar, dan jelas sekali dirinya tau bagaimana perjuangan si kembar mencari keberadaan kakak tertua mereka. Terutama perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh Nana.
" Apa Nona tidak senang ?" Tanya Hima ragu, Nana menggeleng pelan. Gadis itu kini menatap ke arah jendela yang menampilkan pemandangan taman belakang di mansion mereka.
" Aku senang ! Sangat senang ! Rasanya sudah berapa lama aku mencarinya..., tapi tuhan tidak langsung
mempertemukan kami. Hingga aku menyerah, dan tuhan langsung melemparkannya pada kami begitu saja ! " Ujar Nana datar, gadis itu enggah menatap pada Himawari dan lebih memilih menatap pepohonan di luar sana.
" Apa Nona mau menemui Tuan Muda ?" Tanya Hima dengan senyum lembut yang dia ukir, wanita itu mencoba menghapus kesedihan Nana.
" Tidak..., beritahu Lucy untuk datang kemari " Pinta Nana pada Himawari, gadis itu benar-benar seperti kehilangan semangatnya lagi.
" Baik nona !" Balas Himawari yang beranjak pergi ke bawah untuk memberitahu Luciffer
" Apa ada yang bisa saya bantu nona ?" Tanya Luciffer yang baru sampai dikamar Nana, pria itu menatap majikannya yang kini tengah melamun diatas ranjang.
" Dimana kamu menyimpan koleksi parfum ku ?" Tanya Nana pada Luciffer, gadis itu menoleh memberikan sedikit atensi disana.
" Ah, saya meletakkannya di gudang ! " Jawab Luciffer sembari menatap Nonanya bingung, tidak biasanya Nana menanyakan hal seperti ini.
" Bisa tolong ambilkan satu yang bau-nya seperti lemon atau Yuzu?" Pinta Nana lagi, Luciffer masih terheran bukan main. Tapi dia harus tetap menjawab perintah Nana.
__ADS_1
" Baik nona ! "Jawab Luciffer kemudian segera pergi menuju ke gudang dan mengambil apa yang Nana minta. Tidak butuh waktu lama Luciffer kembali dengan sekotak parfum ditangannya.
" silahkan nona !