![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Nana ! " Kuro yang terkejut langsung melepaskan pelukan kedua orang tuanya dan menghampiri Nana yang masih terduduk di lantai
" Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Kuro khawatir, raut khawatir begitu jelas terukir di wajah sang kakak. Hal ini tentu membuat Nana tersenyum karena sang kakak begitu peduli padanya.
" Ehm, aku tidak apa ! " Jawab Nana yang mengangguk yakin, padahal tubuhnya masih sakit karena terjatuh begitu saja.
" Ah, ternyata disini sudah sangat ribut ya ?" Gumam Raymond yang baru turun dari kamar.
" Ah, Ray sayang !" Lisa berlari dan memeluk Putra tertuanya, mencium pipi sang anak juga mengecup keningnya purtranya yang sudah lama menghilang.
" Ma ! lepaskan, aku sudah bukan anak kecil lagi !" Jawab Ray kesal, walau tidak bisa ia pungkiri bahwa dirinya begitu merindu pada sosok ibu yang sudah lama ia tinggalkan.
" Huft, kalian ini semua sama saja ya ? " ketus Lisa kesal, anak-anaknya benar-benar dingin dan menyebalkan.
" Hahhh, mau bagaimana lagi ?" Tanya Nana yang kini terduduk di kursi dengan bantuan Kuro tentunya.
" Bagaimanapun kami adalah putramu bukan ?" Kata Raymond
" Bagaimanapun kami adalah putramu bukan ?" Ucap Kuro
" Bagaimanapun kami adalah putrimu bukan ?" Seru Nana
Entah bagaimana mereka bertiga tiba-tiba sepemikiran dan berucap bersamaan
" Ah ? " Nana yang terkejut, menoleh dan menatap kedua kakaknya yang juga saling pandang.
" Urgh, HAHAHAHAHA HAHAHAHAH HAHAHA HAHAHA " Tiba-tiba Semua orang tertawa karena ketidak sengajaan itu, tawa mereka pecah menghiasi ruang makan yang biasanya hanya berisikan si kembar yang makan sembari mengerjakan berkas-berkas perusahaan.
Kini semua orang bergegas mendudukkan diri mereka di meja makan dan mulai menyantap makan malam mereka,
suasana makan malam yang biasanya hanya dipenuhi pertengkaran dan gelak tawa Kuro dan Nana, hari ini berubah. Semua orang saling berbagi cerita dan gelak tawa memenuhi meja makan, benar-benar suasana yang begitu di rindukan oleh si kembar.
__ADS_1
" Ah, Ray! Kenapa kamu pergi ke Queen's ?" Tanya Tony pada putra tertuanya, sebagai seorang ayah tentu dia ingin tau alasan putra tertuanya pergi begitu saja menuju sarang bahaya.
" Aku... hanya ingin mencari dia..." Jawab Ray sendu, kenangan tentang sosok yang dia cari-cari terus menggerogoti ingatannya.
" Haahhh, kamu masih belum bisa melupakannya ya ?" Tanya Lisa sembari mengunyah makanannya, sang ibu merasa tidak puas sekaligus kesal dengan jawaban yang diberikan sang putra.
" Tidak ! Tidak akan pernah ! " Jawab Raymond tegas, pria berkepala 2 itu menggenggam garpu ditangannya dengan kuat.
" Hm, bisakah kita tidak membicarakan hal ini ?" Tanya Nana agak kesal, gadis itu meletakkan sendok dan garpunya ke atas piring, membuat suara dentingan yang cukup keras.
" Ah ! " Tony yang menyadari bahwa pembicaraan ini adalah memori terburuk bagi putrinya langsung menutup mulutnya.
" Haha, maaf sayang ! Papa hanya penasaran dengan cerita kakakmu !" Ucap sang ayah memohon maaf pada si cantik yang kini nampak kesal.
" Dilantai 2 sayap barat sebelum balkon ada ruang belajar ! Papa bisa memakainya untuk bicara dengan Kak Ray !" Sahut Nana kesal, gadis itu bahkan lebih memilih menatap piring yang masih penuh dibanding dengan mata sang ayah yang kini nampak sendu.
" Hm, tentu sayang..." Jawab Tony sembari mengulum senyum, sedikit merasa bersyukur dan berharap sang putri baik-baik saja.
" Aku sudah selesai! " Ucap Nana yang beranjak pergi meninggalkan mereka, pergi dari ruang makan.
" Hm, aku sudah kenyang...." Sahut Nana malas, gadis itu melangkahkan kakinya pergi dari ruang makan.
" Ah ?" Ray ikut terkejut dan bingung mendapati Nana yang pergi begitu saja, gadis itu beranjak meninggalkan semua orang dan pergi ke taman untuk menenangkan dirinya, Kuro yang melihat hal itu tentu tidak bisa diam begitu saja
" Eh ? Apa yang.. ?" Tanya Raymond yang kebingungan dengan apa yang terjadi, pria itu masih tidak mengerti kenapa sang adik nampak begitu kesal dan beranjak pergi dari ruang makan tanpa menghabiskan makanannya.
" Hahh, jika bukan karena kakak, Nana tidak mungkin masuk ketempat menyeramkan itu ! " sahut Kuro kesal, nampak jelas raut kekesalan diwajahnya membuat yang lebih tua semakin bingung.
" Kuro cukup ! " Ucap Lisa menyela perkataan Kuro, sebelum mulut iblis mengatakan berbagai hal yang mungkin menyinggung hati putra tertuanya.
" Aku mengerti ! Aku sudah kenyang ! " Ujar Kuro yang kemudian bergegas pergi dan mencari sang adik yang menghilang entah kemana.
" Apa kepergianku membawa masalah bagi mereka ?" Tanya Ray ragu, pria berkepala 2 itu menatap punggung sang adik yang berjalan menjauh.
" Jangan salahkan dirimu sayang! Ini salah kami, kami tidak bisa menyakinkan mereka !" Ucap Lisa menyakinkan putranya. Benar, Ini semua adalah salah Raymond tapi, Lisa dan Tony juga bersalah karena membiarkan si kembar pergi mencari sang kakak.
__ADS_1
" Tidak apa, Ma, Pa! Aku mengerti ! " Jawab Ray dengan senyum lembut yang terukir dibibirnya.
" Hahh, cukup Lisa ! Ray,kamu harus terima kenyataan bahwa kamu melukai fisik dan mental mereka ! " Sahut Tony geram, dia tidak tahan dengan sikap istrinya yang terlalu mencintai putra tertua mereka.
" Aku tahu Pa ! tapi apa yang terjadi selama kepergianku ?" Tanya Ray penasaran
" Kita bicara diruang belajar saja " Ucap Tony pada sang putra
" Baik !" Jawab Raymond mengalah
Setelah makan malam, Ray dan Tony bicara diruang belajar, sedangkan Lisa pergi ke kamar untuk mandi. Sementara Kuro dan Nana saling menghibur diri, diruang belajar....
" Baiklah, Papa hanya akan bicara sekilas saja ! Sepertinya mereka sudah menjelaskan perjuangan mereka saat mencarimu. Karenanya, aku hanya akan memberitahu kenapa mereka sangat benci membicarakan hal ini !" Ucap Tony mulai mnejelaskan.
" Aku mengerti , Pa ! " Ray mengganguk paham, kemudian mefokuskan atensinya pada sang ayah yang akan memulai ceritanya.
" Baiklah, akan kumulai .."
" Tepatnya 10 tahun yang lalu, setelah kamu pergi. Kuro adalah orang yang pertama kali tidak percaya dengan kepergianmu. Waktu itu dia bersikeras pergi menyusulmu ke Negara P akan tetapi setibanya di bandara terdengar berita bahwa pesawat yang kamu tumpangi mengalami kecelakaan, pada saat itu Kuro terpukul dan saat itu juga Nana tidak percaya akan kematianmu."
"Setelah pencarian selama 3 bulan yang tidak membuahkan hasil, akhirnya mereka menyatakan bahwa kamu mungkin meningal dan jasadmu dimakan hiu atau terbawa arus hingga kedasar laut. Tapi, Kuro dan Nana tidak percaya akan hal itu. mereka mulai megambil alih 'Ryu' dan langsung memulai mencari dirimu."
" Mereka melakukan pencarian disetiap negara, setiap wilayah dicarinya, setiap sudut kota tidak pernah terlewatkan. Dalam 3 tahun mereka melakukan pencarian tidak berguna, selama 3 tahun mereka menghabiskan seluruh siang untuk belajar dan bekerja, sementara sepanjang malam mereka terus memeriksa seluruh kamera pengawas dari seluruh penjuru dunia..."
" Apa mereka melakukan semua itu?" Tanya Raymond tidak percaya, pria itu menyela cerita sang ayah karena rasa keterkejutan yang tidak dapat ia tahan.
" Hm, itu benar. Setelah pencarian 3 tahun yang memuakkan , mereka berhasil menemukan jejak keberadaanmu, dan akhirnya mereka mencoba mencarimu. Akan tetapi kamu selalu berpindah-pindah, selalu berganti Ponsel, selalu mengganti identitas, itu membuat mereka kesulitan hingga suatu hari Nana menemukan bahwa kamu sedang mencoba menyelinap ke 'Queen's, The Red Devil's.' "
" Lalu apa yang terjadi?" Tanya Raymond penasaran, dia masih tidak percaya dengan cerita ayahnya. Tapi hanya ini kunci bagi dirinya mengetahui kesalahan yang dia buat.
" Aku tidak tahu dengan jelas, tapi setelah Nana kembali dari sana. Dia menjadi phobia pada air, dia tidak bisa berenang lagi. Aku tidak tahu secara jelas tapi, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan lebam, beberapa tulang yang masih retak dan .."
" Dan apa ?" Tanya Raymond penasaran.
" Dan luka sayatan dipunggungnya..., luka itu tidak bisa hilang, bahkan hingga saat ini " Ujar Tony sendu, mengingat luka sayatan yang masih bisa ia dapati dipunggung putri kecilnya.
__ADS_1
" tidak mungkin... !!?"