![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Anu..., anda kedatangan tamu penting!" Ujar Himawari sedikit ragu, membuat Nana menatap pelayannya bingung.
" Siapa lagi?" Tanya Nana bingung, dia berpikir mungkin itu Clair dan yang lainnya.
" Tuan muda Raymond dan Nona muda Amber..." Ucap Himawari memelankan suaranya.
DEENGGG!!!!
Mendengar perkataan Himawari membuat Nana menekan beberapa tuts yang menghasilkan nada sumbang dengan suara yang cukup kencang karena tekanan dari jemari Nana. Himawari langsung diam membeku, dia tau aura tidak mengenakkan yang kini menyebar di sekitar ruangan, Nana masih diam untuk beberapa saat.
" Hahhh...., dimana kuro?" Tanya Nana yang akhirnya kembali ke realita.
" T-Tuan muda su-sudah di-dibawah!" Ucap Himawari terbata, pasalnya aura kekesalan Nana kali ini benar-benar berbeda dari biasanya, tidak ada senyum licik ataupun tatapan jahil di wajahnya. Hal ini membuat Himawari semakin yakin kalau Nana bisa saja membunuh tamu mereka.
" APA?" Ucap Nana terkejut, harusnya Kuro menunggunya lebih dulu!
" Cepat siapkan pakaianku!" Titah Nana meminta Himawari bergegas menyiapkan pakaiannya. Nana segera kembali ke kamarnya, menganti baju tidurnya dengan kaos dan rok santai, tak lupa mengikat rambutnya dan memoles wajahnya dengan make-up tipis. Setelah beberapa lama bersiap, Nana turun dan menghampiri Kuro.
" Nana!" Ucap Raymond memanggil Nana
" Hm?" Nana menatap terkejut pada kakaknya yang sudah keluar dari rumah sakit, pasalnya cidera yang di derita Raymond tidak main-main. Nana tidak menjawab sapaan kakaknya, dan hanya berjalan begitu saja menghampiri Kuro.
" Kak.. " Nana berbisik setelah medudukkan tubuhnya di samping Kuro, memberi tanda bahwa ia merasa tidak nyaman dan muak dengan situasi ini.
" Hm, kita akhiri saja ini!" Ucap Kuro memecah keheningan yang ada, membuat Raymond dan yang lain menatapnya.
" Jadi, untuk apa Tuan muda Yukki dan Nona muda Amber kemari?" Tanya Kuro dengan sopan, bahkan ia mengganti sapaan 'kak' menjadi 'Tuan/Nona muda'.
" Ah, Tuan muda Yukki dan Nona muda Amber?" Ucap Ray tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut adiknya.
" Kuro? Apa kakak tidak salah dengar?" Tanya Ray yang masih sangat terkejut mendengar kata-kata Kuro, Raymond menatap Kuro penuh harap. Seakan meminta penyanggahan dari kedua adiknya.
" Sepertinya anda harus memeriksakan telinga Tuan muda, insiden semalam benar-benar mengerikan. Bisa saja syaraf pendengaran anda terluka karena tertimpa lampu gantung semalam!" Ketus Nana dengan sebuah senyum formalitas dibibirnya.
__ADS_1
" Ahahahha, candaan ini benar-benar tidak lucu, sayang!" Ucap Ray masih tidak paham kenapa kedua adiknya bertingkah menyebalkan dan bersikap formal seperti ini.
"Mohon jangan lancang, Tuan muda Yuuki! Tolong jaga kata-kata dan tindakan anda disini!" Ucap Nana menaikkan
sedikit nada bicaranya, memberikan batasan dan ancaman pada Raymond.
" Ah, Nana! Jangan begitu, bukankah kalian... sangat menyayangi kakak?" Ucap Ray bicara dengan penuh rasa
percaya diri, membuat Nana ingin muntah saking terkejut dan muak mendengar ucapan itu.
" Tidak lagi...." Ucap Kuro kali ini, pemuda itu menggenggam tangan kecil sang adik guna menguatkan sang adik.
" Apa sih yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Violet yang tidak mengerti arah pembicaraan ini sedari tadi.
" Hah\, bukankah kami sudah mengatakannya 2 bulan yang lalu. Mulai saat itu kami bukan bagian dari keluarga Yuuki. Mulai saat itu nama marga kami adalah **Yuu! **" Ujar Nana menekankan nada suaranya pada bagian akhir.
Mendengar perkataan kedua adiknya itu membuat Ray lagi-lagi dikejutkan. Selama ini dirinya hanya mendengar dari orang-orang bahwa mereka berdua telah mengalami banyak hal yang mengerikan demi menyelamatkannya. Dan mendengar ucapan Nana saat ini membuat Raymond juga Violet juga menjadi ragu dengan kisah perjuangan yang beberapa waktu lalu dia dengar. Hal ini membuat Ray dan Violet sangat kesal, Ray kemudian membawa Violet pergi begitu saja tanpa pamit. Nana dan Kuro hanya diam begitu saja yang dan melihat mereka pergi.
" Ayo ke bar!" Ajak Nana pada Kuro, dia tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang masih terluka ataupun dampak alkohol bagi kesehatannya. Dia ingin melepaskan semuanya sekarang.
" Hei,kak! Bukankah itu kak Violet?" Tanya Nana melihat sosok wanita yang dicekal oleh beberapa pria dan ditarik paksa menuju ke sebuah gang.
" hm?" Kuro melirik sekilas.
" Astaga ini gawat!" Ucap Kuro langsung menghentikan mobilnya begitu saja, keduanya turun dan segera menghajar orang-orang itu.
***
DUAKK
" Oi, apa yang kalian lakukan?" Tanya Nana geram, gadis itu sudah siap dengan kepalan tangannya.
" Ah, Nana?" Gumam Violet yang melihat Nana dan Kuro datang, Violet terlihat sangat berantakan saat ini, bahkan
__ADS_1
dia hampir menangis saking takutnya.
" KAK VIOLET!!" Teriaknya murka mendapati Violet yang hampir menangis, Nana langsung memukul preman yang
ingin melecehkan Violet. Gadis itu memukul, menendang dan mematahkan tulang orang-orang itu, setelah berhasil mengamankan Violet, Nana melepas jaket yang ia kenakan.
Saat itu juga Violet melihat, punggung Nana. Punggung kecil yang sebelumnya tertutup oleh jaket kulit, kini hanya tertutup sebagian oleh Tank top, nampak jelas begitu banyak bekas luka dipunggungnya, hal ini membuat Violet sangat terkejut.
Sementara Nana terus bertarung dan melindungi Violet, Kuro mencoba menyelamatkan Ray dari para preman itu. Kuro berhasil menyelamatkan Ray, Nana langsung mengangkat senapan yang telah dia ambil dari jaket sebelumnya. Nana langsung menghabisi mereka ditempat, akan tetapi sebelum itu ia memastikan bahwa Kuro sudah memeluk erat Violet, dia tidak akan membiarkan kakak iparnya itu melihat kekejaman yang dimiliki Nana. Setelah itu Nana menghubungi Ryoma, dia memintanya untuk menghabisi Geng Macan.
Tidak butuh waktu lama, Ryoma tiba dilokasi kejadian tidak lama setelah Nana menghubunginya. setibanya disana...
.
.
.
" NONA!" Panggil Ryoma, pemuda itu dan anak buahnya memberi hormat pada Nana sebelum membawa mayat para preman itu.
" Ryu( panggilan yang diberikan Nana pada Ryoma) hapus jejak mereka!" TItah Nana pada Ryoma.
" Baik, nona!" Ucap Ryoma memberikan kode pada anak buahnya. sementara Ryoma memberikan jaket miliknya pada Nana. Ryoma tidak ingin orang-orang melihat sisi kelam nonanya itu
" Thanks, Ryu!" Ucap Nana kemudian berjalan menuju ke arah Kuro dan Violet yang masih terduduk di trotoar.
" Kak, bisa kamu antar kak Ray dan Kak Violet kembali?" Tanya Nana bertanya pada Kuro sembari memberi kode pada sang kakak.
" Hm, kapan kamu akan kembali?" Tanya Kuro khawatir, pasalnya jika Nana sudah berurusan dengan hal-hal seperti ini. Ia yakin bahwa sang adik akan kembali dengan beberapa luka ditubuhnya.
" Aku akan kembali 3 hari lagi, aku mau membereskan mereka lebih dulu!" Ucap Nana memberikan pistolnya pada
Kuro untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
" hm.." Kuro kemudian membawa Raymond dan Violet ke mobil, dia kemudian mengantar keduanya menuju ke Villa. Setelah Kuro pergi mengantar Ray dan Violet, Nana dan Ryoma pergi ke markas gangster tadi. Saat diperjalanan..
" Ryu, siapa mereka?"