![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Aku lapar.." Ucap Nana lemah, gadi itu menyandarkan tubuhnya pada dada bidang sang kakak.
" Haha, sini aku suapi" Ucap Kuro mengambil mangkuk berisi bubur yang dia letakkan di atas meja, Kuro dengan telaten menyuapi Nana, dia meniup setiap suapan dengan sabar dan membersihkan sisa makanan yang terdapat diwajah sang adik. Setelah selesai menyuapi Nana, Kuro memberikan obat dan meminta Nana untuk meminumnya.
" Nah, sekarang kamu tidur ya!" Ucap Kuro mencium kembali kening adik kecilnya itu.
" Ehm..." Nana menggeleng, tubuhnya terasa lelah karena berbaring terlalu lama. Bagaimanapun Nana sudah tiga hari ini terbaring diatas ranjang, tubuhnya terasa sakit semua.
" Lalu, kamu mau apa?" Tanya Kuro tersenyum menampilkan senyum lembutnya, membuat Nana sedikit terkejut karena jarang sekali mendapati kakaknya tersenyum seperti itu.
" Aku mau jalan-jalan!" Ucap Nana yang seketika menjauhkan dirinya dari sang kakak sembari menatap penuh harap.
" Hahh..." Kuro menghela nafas sembari mencubit pelan hidung mancung yang terukir dengan indah diwajah adiknya.
" Kamu masih sakit, jangan pergi keluar. Sebentar lagi musim dingin, udara di luar cukup dingin dan demammu
bisa semakin parah!" Ucap Kuro sembari mencubit hidung Nana lembut.
" Argh..." Erang Nana kesal dengan sikap kakaknya, dia kembali menyandarkan dirinya dengan keras ke tubuh
kakak laki-lakinya itu. Membuat Kuro sedikit terkejut karena adiknya yang merajuk.
" Ouch" Erang Kuro kala kepalanya sedikit terbentur ke Headboard yang ada dibelakanggnya.
" Ayolah jangan marah, bagaimana kalau aku bernyanyi dan kamu tidur!" Bujuk Kuro memeluk tubuh adik perempuannya itu dari belakang, Nana tampak acuh akan tetapi Kuro tetap mulai bernyanyi. Bahkan perlahan-lahan Nana tidur dalam pelukan kakaknya, senandung dari lullaby yang di nyanyikan Kuro selalu berhasil membuat Nana terlelap, walau sebenarnya suara Kuro tak sebagus itu.
" Eh, sudah tidur ya?" Ucap Kuro yang merebahkan Nana yang terlelap dengan perlahan, berharap sang adik tak akan terbangun.
" Selamat malam, sayang!" Ucap Kuro menyelimuti Nana hingga setinggi pangkal lehernya.
__ADS_1
Setelah memastikan bahwa penghangat ruangan menyala, Kuro melangkahkan kaki nya keluar, pergi menuju ke meja makan. Perutnya lapar karena belum disi sedari siang, sayangnya saat Kuro keluar dari kamar, ia benar-benar dikejutkan dengan pemandangan ruangan itu. Selimut yang tercecer dimana-mana, sedang penggunanya telah duduk dengan tenang sembari bermain Video game dan bercengkrama. Kuro melirik ke meja makan dan mendapati semua makanan yang disiapkannya kini telah hilang, yang dilihatnya hanya Louis yang tengah mencuci piring di dapur.
"KA..LI...AN!!!" Geram Kuro mendapati kekacauan itu.
" Hei, kamu curang James!" Protes Alan yang sedari tadi dikalahkan oleh james, ia bahkan belum menang sekalipun dari James.
"haha, kamu kalah dengan adil!" Sahut James masih fokus dengan layar di depan matanya, sepertinya ia sudah mengalahkan Alan lebih dari 10 kali dan berniat menambah rekor tersebut.
"Urgh.." Erang Kuro memijat pangkal hidungnya, Kuro kini memungut setiap selimut dan melipatnya, ia juga tidak lupa membereskan kembali bantal sofa yang tadi di gunakan untuk tidur. Rasanya Kuro seperti ibu tunggal yang membesarkan 4 anak tidak tahu diri saat ini. Setelah selesai berberes, Kuro melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
" Eh?" Ucap Louis terkejut mendapati Kuro disana, Kuro nampak tengah mengeluarkan 2 butir telur dan sepotong sosis dari lemari es. Tapi fokus Louis bukan pada apa yang Kuro lakukan, melainkan pada apa yang Kuro kenakan.
" Eh, bukankah itu pakaianku?" Ucap Louis mengenali pakaian yang dikenakan Kuro saat ini.
" Maaf aku meminjam tanpa permisi. Tapi, aku juga butuh mandi. Selain itu bukankah mereka juga memakai pakaianmu?" Ucap Kuro yang mulai memecahkan telur ke dalam mangkuk dan mengocok telur itu hingga sedikit berbuih.
" Ouch, maaf-maaf!" Ucap Kuro masih saja fokus dengan acara masak-masaknya, bahkan pemuda itu kini tengah memanaskan teflon dan memasukkan sedikit mentega keatasnya.
" hahh, terimakasih untuk makan malamnya" Ucap Louis mengeringkan tangannya kemudian melangkahkan kakinya untuk bergabung dengan teman-temannya sembari membawa semangkuk cemilan yang ia temukan di meja.
kuro mulai memasukkan telur ke teflon, mebelah sosisnya menjadi dua bagian kemudian ia masukkan bersama telur, tak lupa Kuro menabur garam ke atas telurnya. Kuro segera menyelesaikan acara memasaknya kemudian menyantap hidangan yang dia buat dengan tenang, lalu beranjak pergi menuju ke kamar Louis guna beristirahat sejenak. Menjaga Nana yang tengah sakit adalah pekerjaan yang berat, apalagi saat gadis itu terserang nightmare. Benar-benar butuh banyak kesabaran guna menenangkan Nana kembali.
.
.
.
" Urgh..." Lenguhan kecil keluar dari belah bibir gadis cantik yang sudah terbaring diranjang selama 4 hari. Gadis itu mencoba untuk duduk dan merenggangkan tubuhnya, kemudian menggosok matanya yang masih sedikit terpejam.
__ADS_1
" Kakak?" Gumam Nana kala mendapati sosok pemuda yang tak asing di penglihatannya, dengan kedua matanya yang masih sedikit terpejam Nana mencoba bangkit dan melangkahkan kakinya untuk mendekat pada sosok itu.
" KAKAKK!!!. ..hisk..." Teriak Nana yang langsung melompat ke tubuh sosok itu, dia sedikit terkejut kala mendapati sosok yang ia cari-cari selama 3 hari terakhir berada di depan matanya. Perasan rindu tumpah begitu saja dalam wujud butiran kristal bening yang jatuh dari sudut matanya.
"URGHH!!!" Erang sosok itu terbangun dan mendapati keberadaan seorang gadis diatas tubuhnya, dan parahnya gadis itu tengah menumpahkan air matanya. Kuro yang mendapati sang adik menangis di atasnya tentu saja panik bukan main.
"Na...na...?" Ucap Kuro yang masih terkejut melihat adik kecilnya menangis, tangannya reflek terulur menghapus aliran sungai yang membasahi pipi pucat milik sang adik.
" Hei, kenapa kamu menangis?" Tanya Kuro yang khawatir dan panik melihat sang adik yang terisak.
" Ka...kak...hiks.." Isak gadis itu yang tiba-tiba memeluk erat Kuro, Kuro yang mengerti kenapa sang adik menangis langsung saja membalasnya dengan pelukan hangat.
" Hm, jadi kamu sudah sembuh?" Ucap Kuro menyentuh dahi adik kecilnya itu, dia memeriksa suhu tubuh Nana kemudian mencubit gemas pipinya.
" Urgh..kakak sakit!!"Erang Nana yang tidak terima jika wajah imutnya ini dicubit begitu saja, Nana berusaha melepas tangan kakak laki-lakinya dan menjauhkan dirinya dari sang kakak.
" Haha, kamu benar-benar menggemaskan!" Ucap Kuro mengecup ujung rambut adik perempuan kesayangannya itu kemudian mengusap puncak kepalanya lembut.
" apa kamu lapar, sayang?" Tanya Kuro mententuh ujung hidung Nana dengan lembut.
" Hm, aku mau makan daging!" jawabnya dengan mata berbinar, membuat laki-laki ini semakin gemas akan tingkah adiknya.
"baiklah sekarang kamu mandi dulu kemudian makan!" Titah Kuro yang membuat Nana bergegas menuju ke kamar mandi kemudian membersihkan dirinya yang sudah empat hari ini belum mandi. Sedangkan Kuro menuju ke dapur dan membuat olahan daging dari apa yang ada didalam lemari es milik Louis.
Tidak butuh waktu lama bagi Kuro untuk membuat 3 jenis hidangan dengan porsi yang besar, mengingat ada beberapa tukang makan yang kini ada dirumah itu. wangi masakan Kuro membuat Ryu dan Louis terbangun, sedangkan si tukang makan (Alan dan James) kini masih terlelap.
" Wah, kelihatannya enak!" Ucap Ryoma menarik kursi meja makan kemudian mendudukkan dirinya disana, Sedang Louis pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
" hm, dimana Louis?"
__ADS_1