![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Nathalia, apa kamu tidak merindukan kakak ?" Tanya Raymond sendu, Nana menatap nyalang pada Raymond
" Tidak ! Aku hanya rindu pada kakakku yang dulu!" Tegas Nana yang bergegas keluar dari sana
" Nana ! " Teriak Raymond mencoba mengejar sang adik namun Kuro menahannya, Kuro mencekal tangan Raymond erat.
" Jangan dikejar, biarkan dia sendiri!" Ujar Kuro dingin, walau begitu wajah sendu tak bisa lepas darinya saat ini.
" Hahhhh ..." Raymond menyerah, dia menghela nafas pelan. Sebelum akhirnya kembali memeluk Kuro untuk menghilangkan kerinduannya.
" Mengertilah, selama ini.... dia terus menunggu. Tapi, kamu tidak pernah datang!" Ucap Kuro dalam pelukan sang kakak.
" Apa kamu tahu? Selama 10 tahun kami mencarimu namun tidak pernah berhasil menemukanmu ! "
" Saat semua orang bilang kamu telah mati dalam kecelakaan pesawat itu, hanya Nana yang tidak percaya...., bahkan disaat Papa dan Mama menyerah dia tetap mencarimu!" Jelas Kuro yang mulai kehilangan kewarasannya, emosinya memuncak dan keluar dalam kata-katanya.
" Apa kamu pernah berpikir sedikitpun tentang kami ? " Tanya Kuro kesal
" Apa kamu pernah memikirkan ku ?"
" Apa kamu pernah memikirkan Nana ?" Pertanyaan itu datang bertubi-tubi dan membuat Raymond merasa sangat bersalah.
" Aku mengerti!"
" Tapi, aku tidak bisa menemui kalian. Ada banyak hal yang harus ku atasi sendiri, ada masalah dimana aku tidak bisa melibatkan kalian didalamnya !"
" Cobalah untuk mengerti posisiku " Jawab Raymond dengan sendu, emosinya juga kian keluar. Tak mau mengalah dengan sang adik yang sama terpuruknya.
" Kami mengerti itu !" Sela Kuro yang melepas pelukan Raymond dengan paksa.
" Kami tahu !"
" Kamu pasti masih hidup ! Tidak peduli dimana dan bagaimana, kamu pasti masih hidup ! "
" Kami mengerti dan kami mencoba menghubungimu !"
" Tapi hasilnya ? Tidak ada!"
" Kami mencoba melacak ponselmu ! Tapi, yang kami temukan hanya sebuah ponsel tak bertuan" Kuro menarik tas nya dan..
TAK
TAK TAK...
TAK
Kuro membuka tasnya dan semua ponsel yang dia temukan berjatuhan. Raymond yang melihat hal itu benar-benar tidak percaya, dia tau semua ponsel yang berjatuhan dari tas milik sang adik, semua itu miliknya.
__ADS_1
" Ini ?" Raymond mengingat setiap ponsel itu, semua ponsel yang dia buang saat merasa keberadaannya terlacak.
" Danau, sungai, rell kereta api, bandara, gunung, lembah, jurang, gurun, laut, hutan, sabana, museum, hotel, tempat bersejarah, reruntuhan kuno, monumen nasional, kafe, mall, mobil dijalan raya, perpustakaan, kantor perusahaan, toilet, bis ? " Kuro menyebutkan tempat dimana semua ponsel itu ditemukan, semuanya jelas dia ingat tanpa ada satupun yang terlewat membuat Raymond membolakan matanya.
" Kalian ?" Raymond tidak percaya dengan apa yang didengarnya, dia bahkan kehilangan kata-kata untuk sesaat.
" Apa ada lagi yang belum kusebutkan ?" Tanya Kuro pada sang kakak
" Ini semua merupakan bukti kami mencari keberadaanmu ! Dan saat kami mendapatkan jejakmu kamu menghilang begitu saja ! Sungguh membuat kami kesal ! " Ucap Kuro kesal, amarah sudah hampir menguasai dirinya
" Maaf, aku hanya tidak ingin membahayakan kalian " Jawab Raymond dengan lirih, dia benar-benar merasa bersalah sekarang. Kuro benar-benar tahu bagaimana cara membuat orang lain merasa buruk.
" The Queen's Red Devil's ?" Gumam Kuro dengan kesal, membuar Raymond membolakan matanya.
" BAGAIMANA KAMU TAU !?" Tanya Raymond yang terkejut Kuro mengetahui apa yang dia lakukan selama ini, sedangkan Kuro malah mengukir senyum kecut diwajahnya.
" Nana yang mengetahuinya! Dia melacak keberadaan mu diberbagai negara, dia memerikasa satu per satu kamera pengawas di setiap negara, dia terus mencari dan mencari. Dia bahkan menyelinap masuk ke Queen, dan bahkan berhasil keluar dari sana hidup-hidup !" Ucap Kuro mulai bercerita, Raymond lagi-lagi dibuat terkejut.
" APA ? NANA MENYELINAP KE QUEEN ?" Teriak Raymond terkejut setengah mati, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Adik kecil kesayangannya masuk ke dalam sangkar maut, dan dia tidak mengetahui hal itu.
" Kamu tidak tahu apa yang telah dia alami hanya untuk mencari kakak kesayangannya! Aku yang kembarannya ini saja tidak pernah diperlakukan seperti itu ? " Rutuk Kuro kesal, jujur dia cemburu pada Raymond yang begitu di puja dan di cinta oleh Nana
BRAKK
Suara pintu geser yang dibuka dengan kuat, membuat Kuro dan Raymond mengalihkan fokusnya dan menatap sosok yang kini berdiri didepan pintu dengan aura penuh kemarahan.
DRAP
Raymond langsung memeluk Nana, sedangkan Nana masih tidak bisa memproses apa yang terjadi saat ini. Jadi dia hanya diam dan membiarkan Raymond memeluknya erat.
" Maaf!"
" Maaf telah meninggalkan kalian !"
" Maaf aku pergi begitu saja !"
" Maaf membuat kalian menderita !"
" Maaf ! Maaf ! Maaf !" Ucap Raymond terus menghanturkan permohonan maaf, berharap dirinya bisa dimaafkan oleh yang lebih muda.
" Tidak apa , aku mengerti apa yang terjadi pada kakak. Aku juga minta maaf karena menjadi egois dan menyakiti diri sendiri, maaf ya....kak " Air mata Nana lepas kendali, bedungan yang sebelumnya berdiri kokoh hancur begitu
saja. Seakan tak kuat lagi menahan debit didalamnya, parau menjadi nada sendu dalam suaranya dan semu merah menjadi penghias pada pipi dan hidungnya.
" Hm.." Raymond mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada si cantik kesayangannya, mengusap tengkuk dan mengecup puncak kepala sang adik sesekali guna menenangkannya.
Setelah pertengkaran selesai, disaat itu juga dokter tiba dan membawa obat untuk Raymond. Pada saat itu juga Nana tertidur lelap. Dia sudah lelah. Badannya panas, kepalanya berat, dan matanya buram, dia terkena demam tinggi, jadi Nana lebih memilih diam dan mengistirahatkan tubuhnya di sofa. Sedang Kuro mulai bercengkrama dengan sang kakak, hingga waktu berlalu cukup lama.
__ADS_1
" Nana ! Ayo kita pulang " Ucap Kuro membangunkan Nana
" Urgh...ka...kak..." Gumam Nana yang terbangun dari tidurnya, suaranya terdengar lemah, mendengar hal itu membuat Kuro terkejut.
" Eh, Nana apa kamu baik-baik saja? " Tanya Kuro sembari menyentuh dahi Nana
" Demam ! "Ucap Kuro khawatir, dia jadi panik sekarang.
" Apa ? Bagaimana bisa, bukankah tadi siang Nana baik-baik saja ?" Tanya Raymond yang ikut khawatir
" Kemarin dia tenggelam, tadi pagi dia terkena flu ringan. Tapi tidak aku sangka bisa sampai demam tinggi ! " Ucap Kuro mengangkat tubuh Nana dan menidurkannya di tempat tidur Raymond. Ini kamar VVIP jadi brangkarnya cukup luas untuk 2 orang.
" Aku akan memanggil Doker, kakak temani dia dulu" Titah Kuro yang bergegas pergi mencari dokter.
" Hm !" Jawab Raymond yang dibalas dengan anggukan.
Raymond menemani Nana, sementara Kuro memanggil Dokter. Sembari menanti Raymond memeriksa suhu tubuh Nana, dan benar saja gadis itu terkena demam.
" Bagaimana bisa kau jadi seperti ini?" Gumam Raymond mengusap lembut kepala sang adik.
Tidak butuh waktu lama Kuro dan Dokter tiba, setibanya disana Dokter langsung bergegas memeriksa kondisi Nana. Kuro dan Raymond mengamati gerak-gerik dokter sembari menahan rasa khawatirnya yang semakin membuncah.
" Bagaimana keadaanya dokter ?" Tanya Kuro begitu dokter selesai memeriksa Nana.
" Dia baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan dan perubahan emosi yang tidak stabil sehingga dia bisa demam seperti ini. Biarkan dia istirahat semalam dan dia akan sembuh " Jawab Dokter mencoba menenangkan Kuro dan Raymond yang nampak khawatir.
" Syukurlah ! " Ucap Kuro dan Raymond lega
" Oh ya, apa kamu keluarganya ?" Tanya Dokter pada Kuro sembari menunjuk Raymond
" Hm, benar. Aku adikknya " Jawab Kuro dengan aggukan kecil.
" Ah syukurlah, kalau begitu bisakah kamu menyelesaikan beberapa data administrasi ?" Tanya Dokter itu pada Kuro.
" Baik, saya akan segera menyelesaikannya " Jawab Kuro yang bergegas mengikuti sang dokter pergi ke meja resepsionis. Kuro segera menyelesaikan administrasi Raymond, setelah itu dia kembali ke kamar sang kakak dan berniat membawa Nana pulang.
" Apa kamu akan pergi, kuro ?" Tanya Raymond sedih, dia baru saja betemu dengan kedua adiknya dan kini mereka harus pergi meninggalkannya sendirian.
" Hm, aku lebih baik membawa Nana pulang ! " Ucap Kuro sembari mengangkat tubuh Nana ke gendongannya, Raymond menatap Kuro yang dengan mudah mengangkat tubuh Nana. Padahal dulu saat mereka masih kecil, Kuro tidak mampu menggendong Nana.
" Hahh, aku sendirian lagi malam ini ?" Gumam Raymond sedih
" Kata siapa kamu sendiri ?" Tanya Kuro sembari mengukir smirknya
" Eh ?" Raymond kini menatap Kuro bingung, bukankah sang adik harus pulang untuk menjaga adik perempuan mereka. Lalu siapa yang akan menjaganya?
" Kakak perawat !
__ADS_1