RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
Im here, always waiting for U


__ADS_3

Setibanya di Rumah sakit Kuro langsung menuju ke meja resepsionis, ia mencoba memanggil perawat yang kini tengah terlelap didepan komputernya, sepertinya lelah karena shift malam. Kuro memanggilnya beberapa kali namun, tidak ada jawaban. Karena lelah menunggu dan frustasi akhirnya Kuro memutuskan untuk mengambil tindakan.


BRAKK..


Kuro akhirnya terpaksa menggebrak meja depan resepsionis dan mengejutkan perawat itu. Ya dia terkejut, akan ketampanan sosok yang ada didepannya. Eh salah, Perawat itu terkejut kala meja resepsionis di gebrak dengan kuat. Ia sudah was-was takut sang atasan yang mendapati ia tertidur.


" A-apa ada yang bisa dibantu?" Tanya si perawat gugup, ia baru saja terbangun dan mendapati seorang malaikat yang begitu tampan berdiri di depannya.


" Dimana pasien yang baru mengalami kecelakaan ?" Tanya Kuro dingin, ia benar-benar kesal dan marah saat ini. Rasanya ada sesuatu yang hilang dalam dirinya, jadi pemuda itu takut jika sang adik benar-benar mengalami kondisi yang buruk. Bagaimanapun keduanya adalah saudara kembar, jadi keduanya saling berbagai perasaan dan penderitaan.


" Ah, seorang gadis remaja dan pria tua?" Ucap si perawat membuka layar monitornya dan mencoba mencari data terbaru yang ada.


" Gadis! " Potong Kuro yang membuat perawat itu langsung memahami maksud ucapannya.


" Ruang operasi no 5, lantai 7, koridor sebelah kanan setelah lift!" Ucap si perawat memberikan lokasi keberadaan Nana saat ini. Kuro yang mengerti langsung berlari menuju lift yang tengah kosong saat ini, dan segera menekan tombol lift yang akan membawanya menuju ke lantai 7.


Kini Kuro berada di depan ruang operasi, dirinya terduduk dikursi tunggu yang ada di sebrang pintu, matanya tengah fokus menatap ke arah jendela yang ada di pintu itu, sesekali matanya menatap ke arah lampu yang kini masih berwaran merah, tangannya saling mengait menjalin sebuah anyaman, hatinya kini terus berdoa dan memohon semoga adiknya baik-baik saja.


Beberapa lama setelahnya Louis tiba disana, Louis menatap Kuro yang tengah duduk didepan ruang operasi hanya dengan kaos dan celana jeans hitam membalut tubuhnya. Wajah pemuda itu nampak kacau dan lelah, ia yakin Kuro begitu menghkawatirkan sang adik saat ini.


" Kuro!" Panggil Louid pada pemuda itu, hanya sebuah panggilan biasa, namun panggilan itu membuyarkan fokus Kuro.


" Na..na.." itu kata pertama yang terucap dari mulutnya sejak dia duduk didepan ruang operasi. Louis yang paham langsung memeluk tubuh pemuda yang berstatus sebagai atasannya di kantor tanpa ragu, ia yakin Kuro tengah frustasi sama seperti dirinya saat ini. Tapi Kuro lebih membutuhkan support emosi saat ini, bagaimanapun ia adalah Kakak sekaligus saudara dari Nana.


GREPP..


Sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekap tubuh Kuro, bola matanya mulai memanas, terlihat kristal bening mulai


terpancar dimatanya, ingin sekali Kuro menumpahkan air matanya. Louis memeluk Kruo erat, tangannya menepuk punggung yang lebih muda guna menyalurkan ketenangan.

__ADS_1


" Semua akan baik-baik saja!" Ucap Louis tenang, sebuah kata sederhana namun, air mata Kuro pecah. Dia tidak bisa menahanya lagi, hatinya sakit, dadanya sesak, air matanya mulai membentuk anak sungai di wajahnya.


" Hiks...Lou..is..hiks...Na..na..dia..dia..hiks..." Tangisnya pecah, buliran mutiara mulai membasahi bahu Louis, dia sangat tahu perasaan Kuro saat ini. Saat ini Louis juga merasakan hal yang sama dengan Kuro, hatinya hancur, ketakutan terus membayanginya. Beragam pemikiran negatif menyeruak masuk ke dalam otaknya.


" Tenanglah, Nana pasti sedih jika kamu begini"  Ucap Louis memeluk erat Kuro, dia juga ingin menangis. Tapi, apa jadinya jika mereka berdua menangis disana, yang ada pasti kegaduhan terus terjadi, Louis lebih memilih mengalah. Dia sangat menderita saat ini, namun, Kuro pasti jauh lebih menderita.


Jam terus berdetak, waktu terus berlalu. Kuro dan Louis masih menunggu kabar tanpa kepastian didepan ruang operasi, Ryoma dan Alan tengah membantu polisi melakukan penyelidikan dan Nana..., Nana tengah berjuang.


Sekarang sudah pukul 7 pagi, Kuro meminta Charlote untuk mengawasi perusahaan. Saat ini Ryoma dan Alan bergegas menuju ke rumah sakit, mereka sudah mendapat bukti bahwa Nana tidak bersalah dalam kecelakaan itu dan murni bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan.


Berita mengenai kecelakaan semalam juga sudah disebar oleh pers, mereka tidak memberitahu bahwa Nana mengalami kecelakaan, pasalnya jika berita seperti itu tersebar. Maka K7 hanya harus menanti waktu untuk mendapat serangan pertama. Hanya butuh 10 M untuk menutup mulut seluruh perusahaan pers yang ada di Negara Y, dan itu bukan jumlah yang besar bagi K7.


" Kuro! Louis!" Panggil Ryoma dan Alan saat mendapati keberadaan Kuro dan Louis yang terlihat sangat berantakan.


" Kalian!" Ucap Louis menyambut kedatangan Ryoma dan Alan, Louis segera menjelaskan situasi yang tengah terjadi saat ini pada keduanya.


PIP


berwarna merah berubah hijau, pintu yang sedari tadi tertutup rapat kini terbuka. Dokter mulai keluar dari ruang operasi, dan para perawat yang mulai memindahkan brangkar Nana ke ruang ICU.


" Dokter, bagaimana keadaan adikku?" Tanya Kuro langsung menahan dokter yang baru keluar dari ruang operasi.


" Buruk, dia mengalami pendarahan dari dalam, ada sedikit gagar otak, dan beberapa sistem syaraf yang rusak karena benturan pada tulang belakangnya!" Jelas dokter itu menatap Kuro dan yang lainnya dengan tatapan serius, dia tidak sedang bercanda ataupun berbohong. Kondisi Nana memang seburuk itu.


BRUKK


Kuro jatuh ke lantai, tiba-tiba seluruh tubuhnya mati rasa, otaknya tidak bisa mencerna apa yang baru saja dokter katakan, dia mencoba menelan saliva yang ada di tenggorokannya. Louis dan yang lain membatu ditempat, mereka tidak habis pikir Nana bisa mengalami kejadian seperti ini. Sekarang hanya satu kata yang terlintas dipikiran mereka.


kenapa bukan aku saja ? - batin semua orang

__ADS_1


Ya, hanya kata itu yang kini ada dipikiran mereka. Mereka masih terpatung ditempat sedangkan dokter sudah berjalan menjauh, kini Nana sedang dibawa menuju ke ruang perawatan intensif, Kuro yang tersadar segera mencari keberadaan Nana. Dia yang mendapati Nana ada diruang perawatan intensif segera menyusulnya, Kuro berdiri di luar ruangan. Sekat kaca yang menjadi pintu pembatas antara dirinya dengan sang adik, Kuro dapat melihat Nana tengah terlelap dalam mimpinya, dia terlihat begitu damai walau ada banyak alat yang menempel ditubuhnya.


" Semoga kamu baik-baik saja, Nana!" Ucap Kuro yang hanya bisa memandang adik kecilnya dari balik sekat kaca, Dokter bilang kondisi Nana belum stabil jadi belum diperbolehkan untuk dikunjungi.


Menatap Nana dari balik kaca adalah keseharian Kuro yang baru,Sejak pagi hingga malam Kuro terduduk di kursi tunggu yang menghadap ruangan sang adik. Kuro selalu duduk disana, hanya diam dan menatap sang adik yang tak kunjung bangun dari tidurnya.


Kuro terkadang lupa akan waktu dan segala hal


begitu memandangi Nana yang terlelap. Ia bisa lupa makan, tidur, pekerjaan, bahkan mengabaikan panggilan yang dilayangkan oleh Yora yang biasanya selalu ia jawab bahkan di tengah rapat yang begitu penting.


Untuk sementara waktu K7 Corporation berada dibawah kendali Louis dan Charlote, Kuro tidak akan mempedulikan masalah perusahaan kecuali itu benar-benar penting. Yang ada di pikirannya hanya Nana, Nana, dan Nana. Hanya itu alasan baginya untuk bertahan hidup, hanya demi adik kecil kesayangannya.


Waktu terus berlalu, kini Kuro sudah hampir gila karena Nana tidak kunjung sadar. Satu sisi dari tubuhnya senang melihat adiknya tengah terlelap dalam damai, namun satu sisi dirinya ingin sekali adiknya itu segera sadar.


.


.


.


Kini satu tahun telah berlalu dan hari itu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Kuro, karena hari itu Nana sadar setelah koma berkepanjangan.


kuro POV


Hari ini masih sangat pagi dan seperti biasa aku menghabiskan hari dengan menatap adik kecilku yang terlelap dibalik sekat kaca, dia terlihat sangat damai dan tenang namun, hari ini sangat berbeda. Dokter dan suster terus menerus keluar masuk ke dalam ruangan itu,


mereka silih berganti memeriksa dan mengecek kondisi tubuh Nana.


Ya, pagi ini Nana sadar. Saat aku mendengar kabar ini, aku segera melajukan mobil Bugatti La Voiture Noire  keluaran terbaru yang sudah terparkir di garasi samping mansionku. Tidak mahal sih, hanya $ 18,7 Million Dollar's, Alan yang membeli itu dan mengatakan bahwa Nana pasti akan kesal jika terbangun dan tidak memiliki mobil ini.

__ADS_1


Setibanya dirumah sakit aku sangat terkejut mendapati Nana yang sudah tersadar, dianbahkan sudah berdebat dengan sang dokter. Aku hanya bisa tersenyum menatap tingkah adik perempuan kesanyanganku itu. Tidak lama setelah kedatanganku Louis, Ryoma, dan Alan juga tiba. merdeka bergegas kemari dan meninggalkan segudang pekerjaan yang ada di hadapan mereka, sayangnya James tak bisa datang karena ada misi yang mengharuskan ia pergi ke luar negri.


" Bagaimana keadaannya?"


__ADS_2