RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
this is our class?


__ADS_3

" Aku sudah selesai ! " Ujar Nana sembari merapikan ikatan rambutnya, tak lupa memeriksa kembali apakah ikatan dada-nya sudah kencang atau belum.


" Hm, aku juga sudah selesai. Ayo pergi !" Ajak Kuro sembari melangkahkan kakinya pergi ke pintu, Nana mengikuti dibelakang sang kakak. Setelah selesai dengan acara mengganti seragam, kini mereka diseret pergi menuju ke


lapangan oleh dua orang pemuda. Setibanya dilapangan.....


SRATT..


Sebuah pukulan dilayangkan oleh seorang siswa yang berada tidak jauh dari Kuro, membuat Kuro refleks menghindar.


" Urgh..." Kuro melompat dan menghindari serangan yang ditujukan padanya dengan mudah.


" Apa-apaan ini ?" Tanya Nana bingung, jujur dia kesal saat seseorang berniat melukai saudaranya, walau kedua nya sering bertengkar. Tapi bagi Nana hanya dia yang boleh menjahili ataupun menyakiti sang kakak, tidak ada orang lain yang boleh melakukan hal itu. Walau begitu Nana mencoba tenang dan mengendalikan amarahnya, mengamati situasi dan mencerna informasi dari sekitarnya.


" Hahh...." Helaan nafas pelan keluar dari bibir Kuro, pemuda itu yakin kalau sang adik pasti akan menghajar mereka semua jika dia tidak mendapati jawaban yang memuaskan.


" Hm..., ini adalah ujian kalian !" Ujar Clair sembari melempar 2 buah senapan cat pada Kuro dengan santainya.


" Oh, begitu ya. Baiklah !" Ujar Kuro menerima tantangan mereka, kalau soal pertempuran dirinya dan sang adik tidak bisa di remehkan. Selain itu, Nana sepertinya langsung bersemangat setelah mendapati pistol yang di berikan padanya.


" Natha, bersiaplah ! " Ujar Kuro melemparkan sebuah senapan yang diberikan Clair pada sang adik.


CTAKK..


Nana menerima senapan cat yang dilemparkan Kuro dengan senang hati, api dalam dirinya langsung menggebu begitu tangannya menyentuh senapan itu. Seakan dirinya tak sabara untuk menghajar habis orang-orang yang telah berniat melukai sang kakak. Nana mengambil sebuah kacamata hitam yang selalu ia bawa kemanapun, gadis itu memakai kacamata itu dan bersiap.


" Let's play the game !" Ujar Nana setengah berteriak sembari mengukir smirknya


" Baiklah, permainan dimulai dalam hitungan ke tiga !"


" Peraturannya sederhana, kalian hanya harus membidik sasaran lawan ! Masing-masing dari kalian berdua paling tidak harus bisa mengalahkan 3 orang !" Ucap kepala sekolah menjelaskan peraturan permainan yang di anggap konyol oleh Yuuki bersaudara.


" Aku mengerti ! Ayo kita mulai " Ucap Nana mengangkat pistol, jemari nya menyentuh pelatuk, seakan siap untuk menembak kapanpun.


" Hm...." Kuro hanya membalas dengan deheman singkat, tapi Nana bisa melihat smirk kecil di sudut bibir sang kakak. Sedang semua orang segera mengambil senjata dan mencari tempat untuk bersembunyi


" Baiklah , dalam hitungan ke tiga !"


" Satu !"


" Dua !"


" Tiga ! MULAI " Aba-aba dari  kepala sekolah membuat semua orang langsung mengambil posisi mereka.


SRATT...


Semua siswa dan siswi berpencar, mereka melompat dan mencari persembunyian yang strategis dan aman. Sedangkan Kuro dan Nana hanya diam disana dan mengamati sekitarnya. Memasang mata dan telinga mereka selayaknya predator yang menunggu mangsa.


" Apa yang mereka lakukan ?" Gumam Clair yang bisa melihat keduanya dengan sangat jelas dari tempat persembunyiannya.


" Hm, karena mereka menyerahkan diri. Ayo kita mulai saja !" Kata salah seorang dari mereka mengambil aba-aba untuk berlari.


DORR


DORR


Suara tembakan langsung memenuhi indra pendengaran, tembakan tak terarah mengincar di sekitar Kuro dan Nana.


" Hehe.." Kuro tersenyum, ah salah. Itu sebuah smirk merendahkan yang dia buat begitu mendapati mangsa mereka keluar.


" Naif ! " Ucap Nana merendahkan, Nana membuang pistolnya ke tanah dan bersiap mengambil aba-aba untuk menerkam musuhnya.


BUAKK!!


"ARGHHH ! "


Nana dengan mudah menahan pergerakan sosok yang menyerang mereka, membanting tubuh gadis itu dengan kuat membuat suara debuman yang cukup kuat. Kemudian dengan sigap mengunci pergerakannya dan memukul saraf tidur sang gadis guna melumpukannya


" Kuro " Nana menendang anak itu kearah Kuro dan dengan cepat Kuro mengangkat pelatuknya.


DORR


" Satu ! " Kuro menyelesaikan nya dengan sekali tembak, sedang Nana menggerutu dibelakangnya. Ya, bagaiamanapun Kuro hanya bertindak sebagai eksekutor sedang dia yang harus bekerja keras.

__ADS_1


" Ah ! Apa-apaan mereka itu ?" Ucap semua orang terkejut mendapati aksi di kembar. Sementara si kembar kini malah sibuk beradu mulut, Nana menyuarakan protes tidak terima karena dia harus bekerja keras sedang Kuro hanya bersantai.


" Ayo Rei !" Ajak salah seorang murid pada temannya.


" Hm..." Mereka mulai mengambil langkah mendekati target dengan cepat.


SRATT..


DRAPP


DRAPP DRAPP


DORR


DORR


DRAPP DRAPP


Suara langkah kaki yang tengah berlari beriringan bersama dengan suara tembakan yang diarahkan pada Nana yang masih berdiri ditengah lapangan, sedang Kuro pergi entah kemana.


" Hm? " Nana diam, mendengarkan gemerisik rumput yang beradu dengan langkah kaki.


DRAPP


Tiba-tiba dengan cepat Kuro melompat kemudian Nana mengambil pistolnya dan memasang posisi bersiap.


" Kuro ! "


" Hm.." Kuro bersiap menarik pelatuknya, menodongkan pistolnya ke satu titik


SRATT...


Kuro bersembunyi diantara bangunan yang ada disekitar, menyamarkan dirinya dengan lingkungan sekitar dan mencari celah pihak lawan.


" Berhati-hati dengan sekitarmu .." Ujar seorang siswa yang bersama dengan Rei


" Hm, Alex berikan aku peluru !" Pinta Rei, sosok yang dipanggil Alex dengan cepat mengulurkan peluru cat pada Rei.


" Eh, dimana si rambut panjang itu ?" Tanya Rei menatap sekitarnya dengan bingung.


" Hm.., mungkin kalian bisa melihat ke atas! " Ucap Nana membuat keduanya mendongak ke atas.


" Ah !" Mereka terkejut Nana tiba-tiba muncul diatas mereka, membuat kedua pemuda itu melompat turun ke tanah lapang.


DRAPP


BUAKK...


Sayangnya dengan cepat Nana turun dari celah atap kemudian menendang keduanya ke arah sang Kakak, Kuro dengan mudah menendang keduanya ke dinding sebelum menghajar dan melumpuhkan keduanya.


DORR


" Ah ? Bagaimana bi..sa ?" Gumam mereka terkejut dan tanpa sadar telah dilumpuhkan, sedang Kuro tak lupa menembakkan cat pada keduanya.


" Hm, aku sudah dapat 3 ! Kuro, saatnya menyelesaikan ini!!!" Teriak Nana senang.


" Hng..." Kuro berdiri dan bersiap menarik pelatuknya.


TAKK...


" Hehe, ...let's finish it !" Ucap Nana melempaar pistol miliknya pada sang kakak.


DRAPP


DRAPP...


Nana menarik tubuh kedua pemuda itu, kemudian dengan mudahnya melempar tubuh kedua anak laki-laki itu sedangkan Kuro yang sudah berdiri langsung saja menembakkan peluru cat ke pakaian mereka bertubi-tubi. Salah satu senapan di lengan kirinya dia tembakkan tak berarah.


BUAKK....


" Urgh....."


DUAKK...

__ADS_1


" Arkhg...."


DORR.


DORR....


Suara tendangan dan tubuh yang jatuh ke tanah bersahutan dengan suara senapan yang memburu ke setiap sudutnya. 5 menit kemudian, lapangan hijau berubah menjadi merah karena dipenuhi dengan cat yang membanjiri rerumputan, Nana dan Kuro tanpa sadar menikmati permainan ini sampai mereka hampir mengalahkan semuanya.


" Ah, semuanya sudah dikalahkan !" Ujar Clair tidak percaya, menatap satu persatu temannya yang keluar ke lapangan dengan seragam mereka yang sudah dipenuhi bercak cat merah.


" Hm..kurang satu !" Gumam Nana melirik ke arah menarah Jam yang tidak jauh dari sana setelah menghitung jumlah orang yang berdiri di lapangan.


" Disana ..." Ucap Kuro sambil menunjuk ke arah menara jam


" Hahhh..., merepotkan ! " Keluh Nana pada Kuro, sedang Kuro terkekeh sejenak


" Baiklah, kamu turunkan dia ! Sisanya serahkan padaku " Ujar Kuro, Nana merengut kesal. Walau begitu gadis itu mengiyakan.


" Hahh.., kamu ini benar-benar " Nana menghela nafas lelah, lagi-lagi dia yang harus membuang tenaga untuk menurunkan musuh.


TAPP.....


Nana melompat ke atas dahan pohon dan dengan cepat menaiki menara jam yang menjadi tempat persembunyian Clair, sedang Kuro mulai mengarahkan senapannya ke arah menara jam.


" Apa , kemana dia ?" Ucap Clair terkejut begitu Nana menghilang begitu saja dari pandangannya.


" Hm..." Sebuah deheman singkat keluar dari bibir Nana.


" Ahh....!" Clair relfeks menoleh kebelakang, matanya seketika membola begitu mendapati Nana dibelakangnya


" Maaf ya !" Ucap Nana bersiap menedang Clair dari belakang.


BUAKK....


" Urgh...." Clair terpelanting ke udara, Nana menendang gadis itu cukup kuat.


" Hm..." Kuro bersiap mengambil tembakan


DORR.


DORR...


" Akh...."


TASKK....


Clair jatuh ke atas tanah dengan tubuh yang penuh luka karena tendangan Nana cukup keras, juga efek gravitasi yang membuatnya jatuh lebih cepat ke tanah. Clair bisa merasakan kalau beberapa tulangnya bergeser, mungkin dia akan masuk rumah sakit jika dirinya tidak menggunakan rompi pelindung.


" Hahh membosankan.." Gumam Nana melompat turun dari gedung dan meraih dahan pohon disana.


" Hm, kamu sudah cukup bermain-main " Ujar Kuro membuang pistolnya


PROKK


PROKK


PROKK


PROKK PROKK...


Suara riuh tepukan tangan memenuhi lapangan, bersamaan dengan para siswa yang mulai memasuki lapangan kembali. Mereka membantu teman-teman lain yang babak belur karena ulah si kembar.


" Keren !" Ucap Rei kagum, ya bocah itu sudah sadar setelah disiram dengan air.


" Hm, mereka sangat hebat ! Bahkan Clair saja bisa dikalahkan !" Puji Alex kagum, mereka berdua sekarang seperti seseorang yang tidak pernah di hajar oleh keduanya. Memuji begitu saja menghiraukan rasa sakit yang berdenyut di seluruh tubuh keduanya.


" Hm, aku tidak salah menilai kalian " Ucap kepala sekolah bangga.


" Hahh.." Kuro dan Nana berjalan pergi dengan santai dari sana, menghiraukan sorak sorai teman sekelasnya.


" Eh, tu-tunggu dulu ! Kalian mau kemana ?" Tanya Clair bingung begitu keduanya berjalan pergi begitu saja.


" Aku mau ganti baju , pakaian ini membuatku gerah!"

__ADS_1


__ADS_2