RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
The battle is over


__ADS_3

" Kita pergi, Ryu!"Titah Nana yang berjalan masuk menuju ke depan pintu utama kediaman Yuuki bersama dengan Ryoma yang mengikutinya dari belakang. Mereka masuk kedalam mansion melewati pertempuran, keduanya tak luput ikut turun agar bisa masuk ke manison Yuuki. Saat kedunya berhasil masuk Nana melihat kediaman Yuuki yang sebelumnya sangat indah, bersih, dan rapi. kini, semuanya hancur berantakan.


BRAKK...


Nana mendobrak masuk pintu sebagai akses jalan utama, dan Nana dikejutkan kala seluruh saudara laki-laki dan anggota keluarga lainnya digantung dengan rantai. Mereka digantung di dinding tangga, terlihat jelas tangan dan kaki mereka terikat dengan rantai dan darah yang mengalir dibawah kaki mereka. Beberapa luka terlihat dengan jelas ditubuh mereka, mungkin bekas pukulan dan cambukan dari para eksekutif Black Viper.


" Na..na.." Semua orang  terkejut melihat Nana berada disana, rasa syukur muncul dalam hati mereka kala melihat Nana tiba disana.


" Kalian....!" Geram Nana melihat eksekutif Black Viper yang menyakiti dan melukai saudara laki-laki , paman, dan kakeknya. Dia lebih terkejut ketika melihat ada seseorang yang menyentuh dan berniat melecehkan saudari perempuannya. Amarahnya memuncak, dia sudah bukan Nana yang mereka kenal. Dia adalah monster medan tempur, dan sebentar lagi kalian akan melihatnya.


" Heeh, siapa ini?" Tanya salah seorang eksekutif Black Viper dengan nada mengejek.


" Haha.." Nana terkekeh pelan, Gadis itu menyunggingkan senyumnya, ah salah! Lebih tepatnya smirk. Kemudian mengangkat tangan kanannya, disana terdapat pistol kaliber dengan jenis MU1-JHP dengan peluru berukuran 9X19 cm yang memiliki akurasi tinggi.


" Selamat malam!"Ucap Nana menarik pelatuknya, membiarkan peluru keluar dari pistolnya.


DORR..


Peluru berukuran 9X19 cm masuk kedalam menembus jantung pria itu. Membuat rekan-rekannya panik dibuatnya.


" Sialan! Habisi dia!!" Titah eksekutif yang lain pada rekan-rekannya.


" Ryu.. habisi!" Nana memberikan titah pada Ryoma.


" Sesuai perintahmu, nona ku!" Jawab Ryoma yang mengeluarkan pistol dari balik jaketnya,


Pertarungan di mulai, Nana dan Ryoma mengambil posisi bertarung. Eksekutif Black Viper mulai menarik pelatuknya, Nana mengangkat pedang yang berada di dinding yang ia gunakan untuk menangkis peluru yang bergerak ke arah keluarganya. Ryoma mendekat ke salah satu eksekutif dan mengajaknya berduel, Nana memilih untuk beradu tembak dengan anggota lain.


Suara pistol saling bersahutan, dentinganan besi dari pedang yang bertubrukan dengan peluru mengisi indra pendengaran. Membuat anggota keluarga Yuuki berteriak ketakutan, Nana sendiri tidak mempedulikan itu. Seluruh indranya fokus pada pertempuran di depan matanya, jiwa seorang pembunuh kembali bangkit hari itu.


Darah membanjiri lantai, wajah dingin tak punya belas kasih terlukis diwajah Nana. Senyum penuh kegilaan terpampang diwajahnya, pedang terlepas dari genggaman tangannya. Helaian rambut yang turun menutup wajahnya ia sibak ke belakang, mayat dari anggota Black Viper tergeletak begitu saja di lantai. Ryoma menyeret mayat-mayat itu dan membawa mereka ke luar. Semua orang begitu terkejut melihat Nana yang begitu puas dan senang setelah peristiwa pembantaian itu. Nana berjalan dengan santai menuju ke arah kakak iparnya yang hampir dilecehkan tadi. Gadis itu melepaskan jaket kulit yang ia kenakan dan ia gunakan untuk menutupi tubuh kakak iparnya.

__ADS_1


" Ah!" Semua orang terkejut melihat punggung kecil yang tadinya tertutup oleh jaket kulit kini hanya di tutup sebagian oleh tanktop, disana terlihat jelas sebuah luka sayatan dan ratusan jahitan ada dipunggung Nana. Nana memang sudah biasa terlihat dengan setelan seperti itu. Hanya sebuah tanktop dan jaket kulit yang membalut tubunya. Tubuh kecil yang tadinya terlihat begitu kokoh dan tegar, kini terlihat sangat memilukan.


" Jangan melihatnya, jika kalian mengasihaniku... lebih baik jangan lihat!" Ucap Nana datar, walau begitu bagi Ryu, itu adalah sebuah permohonan dengan suara yang pilu terdengar jelas ditelinganya. Sedangkan dimata keluarga Yuuki, nampak jelas kharismanya saat itu. Nana terlihat sangat keren, seperti seorang kesatria yang berjuang di medan tempur.


Nana membebaskan saudara laki-laki dan pamannya, dia menembak rantai itu tanpa melukai mereka, Setelahnya Nana meminta mereka yang bisa bergerak untuk mengobati yang terluka. Sementara Nana membantu Ryu yang tengah menyingkirkan mayat-mayat yang baru mereka bunuh bersama para pelayan.


" Nana..." Panggil Lisa dengan penuh keraguan. Lisa menyes, teramat sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya pada kedua anaknya setelah melihat punggung putri kecilnya. Lisa sudah mendengar bahwa Nana memiliki luka di punggungnya, tapi tak pernah mengetahui bahwa lukanya separah ini.


" Apa Mama terluka?" Tanya Nana menoleh ke arah sang ibu. Menaytap manik merah yang senada dengan miliknya penuh kekhawatiran.


" Ah..." Lisa yang mendapat respon seperti itu langsung berlari dan memeluk tubuh ringkih putrinya. Dia memeluk erat tubuh gadis kecilnya selama beberapa saat, hingga Nana melepas pelukan ibunya.


" Aku baik-baik saja Ma. Jangan mengasihaniku, itu hanya membuatku lemah. Tris sudah tahu akan hal ini sejak dulu, dan dia tidak peduli akan hal ini." Ucap Nana melepas pelukan wanita itu, menjatuhkan mayat yang tadi hendak ia seret keluar. Dan kini ia mencium wajah wanita itu, senyum di wajah Lisa muncul. Tak peduli dengan noda darah yang mungkin akan mengotori wajahnya, Lisa merasa senang karena putrinya mau memaafkannya.


" Tidak peduli seberapa acuh Mama padaku, Mama adalah malaikat. Dan tidak peduli seberapa keras Papa padaku, Papa adalah pahlawanku." Ucal Nana yang tersenyum pada ibunya.


" Terimakasih, Nana!" Ucap Lisa memeluk tubuh putrinya.


" Hmm" Lisa hanya tersenyum melihat putrinya itu. Dia melihat punggung kecil yang begitu kuat.


" Semua sudah selesai, Nona!" Ucap Ryu yang baru saja mendapat kabar dari salah seorang


bawahannya.


" Aku mengerti, bereskan mayatnya dan berikan tunjangan untuk keluarga Black Viper!" Titaj Nana pada bawahannya. Bukankah ketua kita terlalu baik, dia bahkan masih mau memberi


tunjangan bagi keluarga Geng Black Viper yang sudah jelas hampir menghacurkan seluruh


keluarganya.


" Oh ya, untuk orang-orang kita yang terluka segera bawa mereka kerumah sakit dan bagi yang meninggal antar mayatnya ke tempat tinggal mereka dan jelaskan pada keluarganya dengan baik, beri mereka tempat tinggal dan biayai sekolah anak-anak mereka, berikan mereka kompensasi sebesar 5 milliard!" Titah Nana.

__ADS_1


" Baik, Nona!" Ucap Ryu segera menjalankan perintah dari nonanya itu.


"  kalian semua! " Ucap Nana meminta perhatian dari anggotanya, membuat semua orang menoleh kearah Nana.


" Aku ingin kalian berpatroli selama sebulan penuh di kediaman 5 keluarga besar, untuk pergantian Shift, Ryoma yang akan


mengurusnya." Jelas Nana memberi arahan pada bawahannya, seluruh bawahannya


hanya mengangguk dan membungkuk begitu Nona-nya berjalan melewati mereka.


" Baik, nona!" Jawab mereka semua dengan serempak


" Nana!" Suara lembut dari seorang wanita muncul dibelakang Nana.


" Eh, kak Serena?" Nana menoleh pada seorang wanita yang berada tidak jauh dibelakangnya


" Anu, siapa pria yang tadi?" Tanya wanita itu, dia menunjuk pada seorang pria setinggi 190cm dengan rambut yang dicat merah, dengan mata cokelat keemasan, yang kini tengah berjalan pergi menjauh.


" Oh, itu Ryoma! Dia tangan kiriku" Jawab Nana memandang Serena


" Ah, bisakah kamu mengenalkannya padaku?" Tanya Serena memelas.


" Hahh, kakak datangi saja dia, lalu ajak kenalan!" Ucap Nana yang memberi kode pada anak buahnya untuk pergi menjauh.


" Eh, Nana tunggu!" Pinta Serena panik begitu Nana pergi dengan anak buahnya.


" Haha, ayo pergi!" Ucap Nana yang berjalan pergi. Dia tidak peduli kalau punggungnya diperhatikan oleh anak buahnya. Dia sudah melindungi keluarganya, jadi untuk apa Nana malu dengan luka bodoh itu. Dan ya, dia lebih tidak peduli kalau anak buahnya melihat luka


itu.


" Maafkan kelancangan saya, Nona!"

__ADS_1


__ADS_2