RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
Like Charcoal


__ADS_3

" Maafkan kelancangan saya, Nona!" Ucap salah seorang bawahannya, dia memakaikan jasnya yang masih bersih pada Nana. James Carry, dia tangan kanan Ryoma. Pria tinggi dengan kulit putih,rambut yang dicat ungu, dan mata hazel.


" Thanks, James!" Ucap Nana masuk kedalam mobil dan membawa setengah pasukannya menuju ke kediaman Rose. Setibanya dikediaman Rose, dia melihat anak buahnya sudah membereskan mayat dan kekacauan yang mereka buat.


" Kerja bagus, semuanya!" Puji Nana menatap bangga pada anggotannya.


Nana berjalan masuk menuju ke pintu masuk kediaman Rose. Para pengawalnya membukakan pintu kediaman yang kokoh untuk Nona-nya, Nana masuk dan menjelaskan situasi yang terjadi, dia juga meminta maaf atas terjadinya insiden ini, dia bahkan mengganti rugi semua kerusakan yang ada. Seluruh keluarga Rose sangat terkejut begitu mendengar kata-kata Nana. mereka menolak pemberian dari Nana, mereka sudah diselamatkan dan sekarang mereka mendapat ganti rugi. Itu terlalu berlebihan bagi mereka.


"Hahh..., semuanya maaf! Ini salah Thalia! ( keluarga Rose biasa memanggil Nana dengan nama Thalia ) "Ucap  Nana membungkuk dan meminta maaf, dia benar-benar menyesal karena lengah.


" Tidak sayang, gadis baik sepertimu tidak pantas membungkuk seperti ini!" Ucap salah seorang wanita tua yang


mengangkat tubuh Nana.


" Nenek Sherin?" Ucap Nana terkejut, Sherin adalah salah satu tetua dikeluarga Rose. Dia memang sangat dekat dengan wanita tua itu, namun sudah sangat lama Nana tidak mengunjunginya dan wanita itu masih mengingatnya. Nana senang, dia bersyukur karena dia bisa menyelamatkan orang-orang yang berharga baginya.


" Sayang, kita adalah keluarga! Jangan menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi, kamu mengerti?" Ucap wanita itu tersenyum menunjukkan lesung pipi dan kerutan di wajahnya.


" Hm, itu benar Thalia! kita adalah keluarga!" Sahut salah seorang pria muda disana. Teddy Rose, dia adalah anak ke 4 dikeluarga Rose, usianya hanya beberapa tahun lebih tua dari Nana.


" Terimakasih semua! Tapi, aku disini bukan hanya untuk meminta maaf.." Jelas Nana yang  kembali fokus, dia menunjukkan tatapan serius yang membuat pandangan semua orang kembali terfokus ke tatapan tajam Nana.

__ADS_1


Sorot mata yang memang tidak pernah lepas dari tatapan orang-orang yang memandangnya dengan penuh rasa takjub akan keindahan sorot matanya.


" Apa maksudmu, sayang?" Tanya Sherin yang tidak mengerti maksud perkataan si cantik, begitu pula semua orang yang bingung dengan kata-kata Nana.


" Hm, Thalia datang untuk hal ini!" Ujar Nana menunjukkan grafik pasar saham dari tabletnya. Nana menunjukkan harga saham Keluarga Yukki dan Keluarga Rose yang anjlok total, hal ini membuat semua orang terkejut. Pasalnya ini lebih buruk dari saat inflasi kemarin, dan kondisi ke-uangan kedua keluarga itu juga belum membaik setelah inflasi yang terjadi.


" Aku kemari untuk meminta persetujuan kalian, K7 akan mengakuisi Rose Grup.  Saat ini kak Kuro dan Tris sedang menunggu keputusan kalian, jika kami mengakuisi Rose grup maka, seluruh kuasa akan tetap berada dibawah keluarga Rose. Selain itu K7 tidak akan mengambil 1% pun keuntungan dari kalian dan kerugian kali ini, K7 yang akan menganggung semuanya!" Ujar Nana dengan tatapan seriusnya, berusaha meyakinkan semua orang. Semua mata fokus pada Nana, mereka tengah berpikir keras, keputusan apa yang akan mereka ambil.


" Lakukan!" Ucap seorang pria tua yang duduk tidak jauh darinya, membuat seluruh atensi mengarah pada sosok itu.


"Ah, tapi kek!" salah seorang cucunya mencoba menolak kembali keputusan kakeknya, pasalnya setiap langkah dalam bisnis harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian.


" Tidak, keputusanku bulat!" Ucap pria tua itu mutlak. Dia adalah Jake Rose, suami dari Nenek Sherin, seorang pria tua dengan rambut putih kemerahan yang menghiasi kepalanya, menunjukkan seberapa berumurnya dia.


Nana pergi menuju ke kantor pusat K7, dimana pers sudah menunggu kedatangannya. Nana sengaja mengundang pers untuk memberitahu bahwa mereka telah mengakuisi Rose Grup. Selain itu Nana mengumumkan pada dunia bahwa K7 berhasil menguasai seluruh penjuru dunia saat ini, mereka berhasil menguasai seluruh Asia selama setengah tahun ini. Nana juga mengatakan bahwa K7 akan turun di Industri makanan cepat saji, dan pariwisata. selain itu,dia juga...


" Baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan, Saya sebagai wakil Presdir dari K7 Corporation hanya ingin memberitahu hasil kerja keras kami selama 3 setengah tahun ini, dan sebagai 2 bersaudara pendiri K7, saya Nathalia Yuu ingin mengatakan SIAPAPUN YANG INGIN MENGGUNCANG LANGIT K7 DENGAN BADAI, MAKA KAMI TIDAK AKAN SEGAN UNTUK MENUMPAHKAN API KEATAS MINYAK!" Kata-kata itu terngiang dengan sangat jelas bagi para pendengarnya, pers yang saat itu menyaksikan langsung Nana menantang musuh-musuhnya, membuat mereka menelan ludahnya dengan susah payah. Mereka memandang kagum pada Nana, mereka takluk pada kharismanya. Seakan melihat seorang Jendral  yang mengacungkan pedangnya, begitulah mereka memandang Nana saat ini.


Selepas konfrensi Pers berhasil, Nana kembali ke kantor. Tidak terasa baru beberapa lama tapi, saham Rose grup dan Yukki grup langsung naik. Entah ini karena K7 mengakusisinya atau karena kharisma yang Nana pancarkan ketika mengatakan bahwa mereka telah mengakuisi Rose grup demi melindungi kekuasaan 5 keluarga besar.


BRUKK

__ADS_1


Nana menjatuhkan dirinya ke sofa. Louis yang melihat nonanya itu, langsung memberikan air yang ada didalam lemari pendingin pada Nana.


" Ini!"Ucap Louis meletakkan sebotol air dingin di kepala Nana. Louis melihat Nana yang nampak sangat kelelahan, bahkan Louis melihat ada aliran sungai air mata yang turun dari matanya. eh? aliran air mata!?


" Nana, ada apa? "


" Kamu menangis, kenapa?"


" siapa yang membuatmu sedih?"  Tanya Louis bertubi-tubi, Pria itu langsung memegang erat bahu Nana, dan menatap matanya. wajah sendu yang sudah lama tidak pernah muncul ke permukaan, entah sudah berapa lama Nana tidak menangis didepan matanya hingga membuatnya tidak percaya.


" Mereka...hiks..mereka semua.." Lirih Nana yang membuat Louis semakin bingung.


" Mereka kenapa? "


" Mereka siapa?"


" apa yang mereka lakukan padamu?" Louis mengeratkan pegangannya pada bahu Nana, dia bahkan sedikit mengguncang tubuh nonanya itu, hingga Jas yang tadinya tergantung di bahu Nana kini jatuh dan menunjukkan luka dipunggungnya. Louis sedikit terkejut melihat punggung itu, pungggung kokoh yang biasa terbalu jas kini tak tertutup oleh apapun. Sudah lama Louis tidak melihat punggung kecil yang begitu rapuh itu, setiap bekas jahitan dan bekas luka yang terlihat membuatnya merasakan pilu yang sangat mendalam.


" Mereka... Sudah melihatnya! ...hikss.....Lo..uis.." Rengek Nana yang semakin menangis.


Nana meraih punggung Louis dan menariknya, dia memeluk erat tubuh laki-laki itu. Menenggelamkan wajahnya pada dada bidang sang sekertaris, membiarkan isak tangisnya pecah dipelukan Louis. Louis terbelalak, dia sangat terkejut bukan main. Gadis tangguh yang tadi dia lihat, kini langsung hancur dalam sekejap. Bagai sebongkah arang yang di remat hingga hancur, nampak begitu kuat tetapi begitu rapuh.

__ADS_1


" Apa..maksudmu, ini?" Ucap Louis memeluk Nana, tangannya menyentuh luka lama Nana. Rasanya punggung kecil itu sangat kasar, penuh akan sayatan, jahitan dan  luka bakar. Itu tidak seperti punggung seorang gadis pada umumnya, harusnya punggung itu begitu halus bak kain sutra yang baru ditenun.


" Hm, semuanya sudah tau... Hiks.. Hiks... Mereka sudah melihatnya....Huaaaa..... Hiks...Lou...is


__ADS_2