![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Eh, bagaimana bisa?" Tanya Kuro yang menatap Nana, dia melihat adiknya yang nampak begitu tenang dan damai. Sepertinya adiknya benar-benar sudah tenang, setelah 2 bulan lamanya melihat Nana setiap hari dikelilingi oleh aura kekesalan dan kemarahan yang tidak kunjung reda. Dan hari ini Kuro bisa melihat adiknya tersenyum dengan lepas.
" Hm, ada orang yang menanamnya disana! Apa kamu tahu melihat pohon itu aku teringat akan kata-kata Robin
padaku!" Seru Nana yang kini ganti menatap sang kakak yang masih menatap dirinya. Iris sebiru lautan dan semerah bara api saling bersitatap
" Robin?..Queen's?" Tanya Kuro memiringkan kepalanya, jarang sekali Nana mau mengungkit segala sesuatu tentang Queen's.
" *Nana\, kamu tidak lahir ditempat yang salah\, kamu tidak berada dalam situasi yang salah\, kamu tidak berada diwaktu yang salah\, kamu berada ditempatu sendiri\, dengan kemampuanmu sendiri\, dengan kehendakmu sendiri\, dan kamu ada disini untuk menjadi dirimu sendiri! apa kamu tahu kamu terlihat seperti seekor singa yang ada ditengah kawanan Harimau\, kamu tidak salah berada disana\, kamu hanya harus bertahan dengan caramu sendiri!* " Ucapnya mengambil jeda sejenak.
" Itu yang dia katakan padaku! Dan hal ini mengingatkan aku tentang kita!" Lanjut Nana yang menggengam erat tangan kakak laki-laki nya itu.
" Nana..." Kuro akhirnya memeluk Nana dengan erat, dia mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Nana. Dia merasa bersyukur memiliki adik seperti Nana. Pasalnya hidup mereka begitu kacau sejak awal, keberadaan mereka yang tidak pernah di akui oleh kedua orang tuanya, kehilangan satu-satunya kakak yang begitu menyayangi mereka, sang adik yang harus terperangkan di Queen's, dan dirinya yang harus terjebak dalam penjara es keluarganya.
Dan yang ingin sang adik kataka hanyalah sebuah kalimat sederhana, Nana hanya memintanya untuk terus berjuang lebih lama dan mensyukuri hidupnya. Kuro benar-benar bersyukur memiliki adik seperti Nana, mungkin ini adalah salah satu alasan bagi tuhan menciptakan mereka sebagai saudara kembar. Tuhan ingin mereka saling melindungi dan menjaga.
" Baiklah Nana bodoh, ayo kita bermain sampai puas!" Ajak Kuro yang menarik Nana begitu saja dan membawanya keluar dari rumah hantu. Nana hanya pasrah ditarik begitu saja oleh kembarannya yang paling menyebalkan di dunia. Akhirnya mereka bermain sepanjang malam, Keduanya memainkan semua wahana hingga jam tutup tiba.
" Ahh, sangat segar!" Ucap Nana meneguk sekaleng soda yang dia beli, Kuro hanya terkekeh melihat tingkah
menggemaskan adiknya yang kehausan itu.
" Hm, aku lapar !" Ucap Kuro yang melihat Nana yang puas bermain. Nana sempat meneguk saliva yang ada
di tenggorokannya, dia ingat kalau dia baru saja menghabiskan 4 piring penuh kepiting bersama dengan Ryoma.
" Ayo kita pergi makan!" Ajak Nana yang melihat kembaran tersayangnya ini sangat lelah dan kelaparan, dia tetap bersikukuh menyenangkan saudaranya ini walau perutnya menolak untuk makan lagi.
" Tidak, Jun dan Ken sudah membuat makan malami!" Ucap Kuro yang menahan lengan adiknya.
" JUN DAN KEN!!" Teriak Nana begitu mendengar nama kedua koki kesayangannya itu, Nana tidak bisa bersabar untuk segera pulang dan menyantap makanan yang mereka buat, dia bahkan lupa kalau dia baru saja makan dengan porsi yang gila.
.
__ADS_1
.
.
Beberapa minggu telah berlalu, setelah semua kekacauan dan ujian yang mereka lewati, liburan musim panas-pun
tiba. Nana dan Kuro memutuskan untuk kembali ke Negara X, walau kembali ke Negara X, keduanya tidak kembali ke kediaman utama keluarga Yuuki. Mereka memilih untuk pergi ke Villa pribadi mereka, tak lupa keduanya memanggil Charlote, Louis, Tris dan Yora untuk berlibur dan bermain bersama mereka.
" Nonaku!" Panggil Louis yang baru tiba dan langsung memeluk Nana.
" Urgh, Louis lepaskan aku!" Ketus Nana mendorong Louis menjauh darinya.
" Ahahaaha" Kuro dan Charlote hanya tertawa melihat tingkah keduanya.
" Apa kamu juga mau dipeluk Charlote?" tanya Kuro mengejek, Charlote hanya membuang muka melihat tingkah atasannya itu.
" TIDAK!!!" Protes Louis dan Nana sepakat dalam sekejap. Bagaimanapun Charlote adalah pacar Louis dan bagi Nana Charlote sudah lebih dari saudara baginya.
" KUROGANE YUU!!" Tiba-tiba ada suara yang memanggil Kuro dengan keras, membuat pemuda itu menghentikan aksinya dan memeriksan siapa yang memanggilnya.
" Ah, YORA!!!" Seru Kuro mengenali dengan jelas suara wanita itu, Yora Sian itu nama tunangannya. Kuro berlari dan bergegas memeluk Yora yang baru tiba disana, Yora balas memeluk Kuro dengan erat. Entah berapa lama keduanya tak saling berjumpa hingga Kuro tak ingin melepaskan pelukannya.
" Hahh, dasar kalian berdua ini?"Keluh Tris menepuk jidatnya melihat kelakuan kedua kakak iparnya ini, benar-benar tidak mengenal tempat jika sudah dibawa rindu.
" Dasar tukang iri!" Ucap Yora yang menyindir Tris. Tris yang mendengarnya langsung menggenggam dada kirinya dengan erat dan membuat ekspresi tidak percaya. Berpura-pura kalau jantungnya baru saja mendapat luka berat dan nyawanya dalam bahaya.
" Ahahaha.." Semua yang ada disana tertawa melihat Tris yang seketika hancur harga dirinya, bahkan Nana tertawa terbahak melihat drama picisan didepan matanya.
" Na...na..." Tris berjalan mengelayut dan menghampiri tunangannya itu, Nana hanya menoleh dan tersenyum melihat tingkah tunangannya itu.
" Oh, Tris kemarilah!" Ucap Nana merentangkan tangganya dan bersiap memeluk tunangannya itu. Tris
langsung melompat dan masuk ke dalam pelukan Nana, membuat iri setiap makhluk yang ada disana. Bahkan Kuro jarang dipeluk oleh Nana seperti itu.
__ADS_1
" Hm, jadi apa yang kita lakukan disini?" Tanya Louis menatap Kuro dan Nana yang meminta mereka berkumpul disana.
" Kita akan pergi berlibur di Negara H!" Nana menjawab pertanyaan Louis.
" Kita akan pergi 4 hari lagi, dan tujuan kita adalah salah satu pulau pribadi milik Nana!" sambung Kuro menjelaskan detail yang sepertinya dilupakan Nana.
" YAYY!!" Semuanya bersorak riang, mereka akan menghabiskan sepanjang musim panas disalah satu pulau pribadi milik Nana. Mereka akan pergi beberapa hari lagi, jadi untuk beberapa hari ini mereka akan bersenang-senang di Negara X.
.
.
.
Pagi itu adalah pagi yang baru, Villa yang biasanya kosong sudah dipenuhi dengan beberapa makhluk absurb yang kasat mata dan sangat mengganggu pemandangan dunia karena ketampanan dan kecantikan dari penghuninya.
" NANA BODOH CEPAT BANGUN!" Kuro berteriak dari dapur untuk membangunkan Nana yang tertidur disofa ruang tamu.
" Urgh.." Nana yang terganggu dengan teriakan Kuro langsung beranjak bangun dan segera melangkahkan kakinya pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.
" Huaaah.." Nana berjalan menuju kedapur sembari menguap pelan, dia melihat Kuro yang sedang memasakdisana. Nana dengan santai menyandarkan dirinya kepunggung Kuro dan memeluk kakaknya dari belakang.
" Ah, sayang apa yang kamu lakukan? Jika kamu begini, masakannya akan hangus!" Ucap Kuro mencoba mendorong Nana untuk pergi sebelum Yora melihat tingkah adik tercintanya dan membuat kekasihnya merasa cemburu, entah berapa kali Yora cemburu hanya karena Nana yang menempel padanya.
" Urgh...?" Nana mengerang sembari melepas pelukannya, menarik kursi dan kemudian menjatuhkan kepalanya diatas meja makan. Kuro hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan sang adik yang baru bangun tidur, sepertinya semalam Nana tidur dengan nyenyak. Jarang sekali melihat adiknya yang bisa tidur dengan pulas seperti itu, karena biasanya Nana hanya tidur 3-4 jam saja.
" Selamat pagi, Nana!" Ucap Tris yang entah dari mana berasal dan tiba-tiba membisikkan kata-kata itu ditelinga Nana.
" Urgh, Tris! per..gi.." Lirih Nana mendorong wajah Tris menjauh darinya.
" Haha, sayangku ini sangat manis!" Gumam Tris, yang mendudukkan dirinya di samping Nana yang masih terlelap dimeja makan.
" Oi, monyet gunung! Siapa yang kamu panggil sayang, hah?"
__ADS_1