![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Sstt..." Tony memberikan kode pada sang istri untuk diam dan tidak berisik.
" Hahh..." Dan hanya helaan nafas yang keluar dari belah bibir Lisa.
Waktu sudah berjalan terlalu lama, kini sudah hampir waktunya bagi Nana dan Kuro pergi menuju ke sekolah. Luciffer memberikan kode pada Nana.
" Nona, sudah saatnya. " Ucap Luciffer mengingatkan Nana kalau waktunya sudah habis.
" .." Nana hanya diam dan memberikan Kode sebagai balasan.
__________________________________________________________________________________________
" Hahh, baiklah... Rapat akan kita tunda dulu ! Nanti malam aku ingin kalian melanjutkan rapat ini !" Ucap Nana mengakhiri sesi rapat pagi ini.
____________________________________________________________________________________________
Nana dan Kuro menyudahi rapat pagi mereka dan bergegas mengambil beberapa helai roti dan pergi ke
sekolah.
" Ah,anak-anak itu ?" Gumam Lisa menepuk jidatnya, melihat tingkah kedua anak kembarnya yang sulit sekali diatur. Bagaimana bisa keduanya pergi ke sekolah dengan hanya memakan sepotong roti? apa mereka akan kenyang?
" Sudahlah, jangan marah-marah! Bukan hal mudah untuk mengurus sebuah Perusahaan! " Ucap Tony mengecup wajah Lisa pelan.
" A..apa..yang ..?" Gumam Lisa yang memerah malu.
" Hehe.." Tony terkekeh pelan melihat reaksi sang istri.
" Selamat pagi, Ma! Pa! " Sapa Raymond yang baru turun dari kamarnya.
" Ah, Ray ! Selamat pagi, sayang!" Balas Lisa ramah, senyum mengembang di sudut bibir sang ibu begitu mendapati si sulung yang menjalanni paginya dengan santai.
" Eh, dimana Nana dan Kuro ?" Tanya Ray yang tidak mendapati kedua adiknya tidak ada di ruang makan.
" Mereka baru berangkat! " Jawab Tony sembari mengambil selai dan roti.
" Ohh" Ray duduk dan mulai menyantap sarapan dengan tenang.
.
.
.
Tidak butuh waktu lama dengan menggunakan * Lamborghini Sian FKP 37 * yang bisa mencapai 350km/h bukan masalah besar bagi mereka menuju kesekolah. setibanya di sekolah, kedatang mereka menjadi sensasi tersendiri bagi siswa dan siswi SMA Royal.
" Ah, Nathan ! Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya para gadis menggerumuni Nathan dan Kuro yang baru tiba dikelas.
" Aku baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir! " Balas Nana sembari memberikan bingkisan pada mereka semua
" Eh, apa ini ?" Tanya Jessie, salah seorang siswi dikelas Nana yang menatap bingkisan itu dengan bingung.
" Bukalah ! " Pinta Nana ramah. tentu saja para siswi itu langsung membuka bingkisan yang diberikan sang primadona.
" Wah, jepit rambut yang indah ! " Ujar Jessie kagum, Nana tersneyum puas karena gadis-gadis itu nampak menyukainya.
__ADS_1
" Terimakasih, Nathan!" Ujar para gadis senang.
" Hm, bukan masalah! Maaf membuat kalian semua khawatir nona-nona " Ujar Nana membungkuk, memberi hormat pada para gadis itu.
" Oh ya, dimana Clair ?" Tanya Nana pada yang lainnya.
" Ah, Clair-san ada diruang latihan! " Jawab Melody, gadis manis dengan kacamata membingkai di wajahnya.
" Hm, thanks! " Jawab Nana berjalan pergi menuju ke ruang latihan, setibanya disana..
.
.
.
" Wah, kamu rajin juga ya !" Ujar Nana mendapati Clair yang sedang sibuk berlatih panahan.
" Ah, Nathaniel ?" Clair berhenti sejenak dari latihannya dan berjalan mendekati Nana
" Ada apa ?" Tanya Clair bingung, pasalnya hari masih begitu pagi dan Nana sudah mencarinya?
" Ini ! " Ucap Nana menyodorkan bingkisan hadiah pada Clair.
" Eh, apa ini ?" Tanya Clair bingung mendapati bingkisan itu.
" Bukankah aku sudah bilang, aku tidak bisa menerima hadiah dari gadis cantik begitu saja ! " Ucap Nana dengan keren.
" Itu bukan masalah besar ! Ini kesalahan kami, jadi kamu tidak perlu repot-repot melakukan ini!" Jawab Clair menolak pemberian Nana dengan sopan.
" Hahh.." Nana membuka kotak dan mengambil pita yang telah dia buat khusus untuk Clair dan memakaikannya pada rambut indah Clair.
" Bagaimana ?" Tanya Nana menunjukkan sebuah cermin pada Clair.
" Apa ini aku ?" Clair terkejut bahwa dirinya terlihat sangat manis dengan pita rambut yang diberikan Nana.
" Apa kamu tidak suka ?" Tanya Nana sedih
" Aku suka! " Jawab Clair yang tidak sadar telah memeluk Nana.
" Eh ?" Nana terkejut karena Clair tiba-tiba memeluknya.
" Ah, maaf !" Ucap Clair yang langsung melepas pelukannya
" Hm, bukan masalah!" Ucap Nana mengusap kepala Clair lembut
" Oh ya, ada satu lagi!" Ucap Nana memberikan sekotak parfum yang dimintanya dari Luciffer kemarin
" Eh, ini? D&G?" Ucap Clair terkejut dengan hadiah yang diberikan Nana untuknya.
" Bagaimana?" tanya Nana menanti respon apa yang akan diberikan oleh gadis cantik nan dingin itu.
" Aku suka! Terimakasih!" Ucap Clair tulus, senyum tak bisa luntur dari wajahnya membuat Nana juga ikut menyunggingkan senyum kecil.
Nana menghabiskan waktu seharian dengan dikerumuni para gadis sementara Kuro mencoba menaklukkan seluruh sekolah dengan pertarungan kecil, ya bohong jika di katakan pertarungan kecil. sebenarnya sih pertarungan besar yang membuat banyak siswa disekolah memakan pukulan keras dari Kuro.
__ADS_1
.
.
.
" Urgh.." Erang Nana yang baru bangun dari tidurnya.
" Ayo kita pulang!" Ajak Kuro pada sang adik yang baru saja terbangun dari tidurnya
" Eh, sudah waktunya pulang?" Tanya Nana terkejut, gadis itu bergegas bangun dan segera menyusul Kuro yang sudah berjalan keluar.
Selama diperjalanan Nana sibuk bermain Game di ponselnya hingga dia tidak menyadari bahwa mereka telah tiba dirumah.
" Baiklah, nonaku! Apa kamu mau tetap bermain game, atau turun ?" tanya Kuro pada sang adik yang masih sibuk dengan ponselnya.
" Ah, aku segera turun!" Sahut Nana sembari melepas sabuk pengamannya.
" Eh, kenapa ada kiriman perabotan baru" Gumam Kuro bingung
" Nana, apa kamu membeli perabot baru?"Tanya Kuro pada sang adik yang masih fokus pada
ponselnya..
" Tidak " jawab Nana yang masih fokus pada game yang ia mainkan.
" Hahh, kemarikan! " Ucap Kuro mengambil ponsel milik Nana, ah lebih tepat merampas.
" Ah, Kuro kembalikan ! " Pinta Nana sembari mencoba meraih ponsel miliknya.
" Hahh.." Kuro mengangkat dagu Nana dan menunjuk ke arah rumah mereka.
" Selamat datang Nona muda ! Tuan muda !" Sambut Luciffer pada kedua tuannya.
" Lucy, siapa yang memesan semua perabotan ini?" Tanya Nana bingung.
" Itu...uhm, Nyonya yang memesannya !" Jawab Luciffer mencoba tetap tenang.
" Ehh?" Kuro yang terkejut menyeret sang adik dan bergegas masuk ke dalam rumah.
" Ma ! Ada apa ini?" Tanya Kuro bingung
" Ah, kalian sudah pulang !" Sahut Lisa mendapati si kembar
" Ma, rumah ini sudah cukup sempit. Jadi, kenapa Mama membeli perabotan lagi?" Tanya Nana pada sang ibu.
" Ah, mulai hari ini Papa dan Mama akan pindah kemari" Sahut Tony santai, dan membuat si kembar ternganga.
" EHHHH????" Si kembar berteriak kaget.
" Ta..tapi, siapa yang akan mengurus perusahaan jika Papa dan Mama disini ?" Tanya Kuro yang masih terkejut dengan keputusan kedua orang tuanya.
" Kami akan memindahkan kantor pusat kemari!" Jawab sang ayah dengan santai, Tony bahkan mengendikkan bahunya acuh.
" La..lalu bagaimana dengan rumah kita ?" Tanya Nana menambahi, sang ibu pasti tidak terima jika rumah mereka ditinggalkan begitu saja.
__ADS_1
" Tenang saja, Diana bisa mengurusnya !" sahut Lisa dengan senyum cerahnya, hal ini justru membuat Nana tidak bisa membalas perkataan sang ibu.
"Hahh, Lucy ! "