![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" EHH? Apa yang barusan kamu katakan?" Tanya Louis yang mendengar gumaman dari sang atasan.
" Apa salah aku merindukannya?" Tanya Nana lesu, tidak biasanya gadis itu bersikap manis seperti ini. Membuat Louis sedikit gemas dengan tingkah bos-nya.
" Tidak juga sih, mengingat apabila tuan muda Kuro ada disini. Dan Nona selalu berkelahi dengannya atas segala hal kecil." Sahut Louis mengingat kembali semua adegan dimana Nana dan Kuro bertengkar, apalagi pertengkaran itu didasarkan oleh masalah sepele seperti siapa yang akan mengemudi hari ini, atau makan siang apa yang akan mereka makan.
" Hm, mau bagaimana lagi? Sudah 5 hari aku tidak bertemu dengannya" Ucap Nana lesu, dan ini membuat Louis kesal. Pasalnya Nana tidak akan mulai bekerja jika dia dalam keadaan rindu seperti ini.
" Hahh.." Louis menyalakan ponselnya dan meminta *VideoCall *dengan Kuro, berharap bos-nya bisa sedikit melepas kerinduannya.
" Ini!" Ucap Louis memberikan ponselnya pada Nana.
" Senangnya punya asisten yang pengertian!!!" Seru Nana memeluk Louis dari samping, membuat pria itu sedikit tersipu karena kaget dan malu.
" Hm?" Louis mendorong Nana menjauh dan melepaskan pelukan gadis itu dengan paksa. Kuro menjawab panggilan video dari Louis, akhirnya selama panggilan berlangsung mereka berdua saling mengejek satu sama lain, terus menerus selama 2 jam. Hingga Kuro harus pergi karena rapat.
" Apa kamu sudah puas nona?" Ejek Louis pada Nana yang tengah berbunga-bunga saat ini.
" Sudah! Sekarang ayo makan" Ucap Nana manja, Louis ternganga dengan ajakan sang nona membuat pria itu langsung menoleh ke jam di sudut ruangan.
" Urgh, bagaimana aku bisa punya bos yang seperti ini?" Gerutu Louis memukul jidatnya, ini benar sudha jam makan siang. Akan tetapi ia lupa bahwa hari ini ada rapat penting yang harus di hadiri Nana sebelum jam makan siang, dan sekarang mereka melewatkannya.
" Sudah ayo! " Nana menarik kerah belakang Louis dan menyeretnya keluar. Saat Nana akan membuka pintu, Charlote ( tangan kanan Kuro ) masuk dengan tumpukan berkas memenuhi kedua tangannya.
" Eh, Charlote?"Nana terkejut mendapati Charlote yang berniat mengetuk pintu.
" Ah, Nona Natalia!" Charlote menunduk dan memberi salam pada atasannya.
" Sudah jangan terlalu formal, Nana dan aku akan pergi makan siang apa kamu mau ikut?" Tanya Louis menawarkan rekan kerjanya untuk makan siang bersama.
" Tentu!" Jawab Charlote setuju.
" Eits, tunggu dulu! Apa kamu akan membawa tumpukan kertas itu?" Tanya Nana menunjuk setumpuk kertas dipelukan Charlote.
" Ah, ini ! Sebenarnya ini jadwal anda hari ini !" Ucap Charlote sedikit ragu, sadar kalau apa yang akan dia katakan membuat Nana melunturkan senyumnya. Rasanya baru tadi ia dipusingkan dengan masalah inflasi dan sekarang ia harus mengurus perusahaan.
" EH??" Nana terkejut melihat jadwal yang dibawa Charlote sangat banyak, dan pastinya itu akan memakan banyak waktu untuk menyelesaikannya.
" Hah, Nana kamu tidak bisa bermain-main! Sekarang kita makan siang, kemudian kamu selesaikan jadwal ini" Ucap Louis menunjuk tumpukan kertas itu.
__ADS_1
" EHH??" Nana melongo dibuatnya, sekarang siapa bawahan siapa atasan? Rasanya kebebasannya akan di renggut untuk saat ini.
Akhirnya mereka bertiga pergi ke cafe di dekat kantor untuk makan siang, setelahnya Nana menghabiskan harinya untuk menyelesiakan pekerjaannya hingga larut malam. Waktu berlalu dan malam menjemput, kini Louis mengantar Nana kembali ke rumah, sepanjang jalan Louis menggerutu karena dirinya harus lembur hanya karena menemani Nana menyelesaikan semua pekerjaannya. setibanya dikediaman utama keluarga Yukki, Nana disambut oleh para pelayan yang masih berjaga.
.
.
.
" Huahh..." Nana terbangun dipagi hari, sinar mentari masuk kekamarnya, jam weker berbunyi sejak setengah jam yang lalu, akan tetapi Nana baru bangun. Ini pukul 8 pagi, Nana menggosok matanya dan menutup kembali korden jendela kemudian kembali ke tidurnya. Beberapa saat setelah dia kembali tidur seorang anak lelaki berumur 9 tahun, dengan rambut perak dan mata biru Shaphire masuk ke kamarnya dengan paksa dan membangunkannya
" BANGUN TUKANG TIDUR!" Teriak anak itu menggema diseluruh kamar Nana.
" Urgh.." Nana mengerang pelan, akan tetapi mencoba menghiraukan sosok yang masih berteriak di kamarnya.
" BANGUN! AYO CEPAT BANGUN DASAR TUKANG TIDUR! " Teriak anak itu sambil terus melompat-lompat di ranjangnya, membuat Nana benar-benar terusik dengan tingkah anak itu.
" Iya-iya aku bangun" Erang Nana kesal, gadis itu mendudukkan tubuhnya denga kedua mata yang masih terpejam.
" Selamat Siang, kakak ke-4!" Ucap anak itu dengan riang.
" HUUAAAA!!!! Aku rindu pada kakak" Ucap anak itu tiba-tiba menangis dipelukan Nana, tentunya hal ini membuat si cantik langsung tersadar dari tidur nya.
" Eh?" Nana terkejut dan terbangun tiba-tiba karena Athur yang memeluknya dan menangis dengan keras
" Hm, kakak juga rindu pada Arthur!" Ucap Nana memeluk balas Arthur, gadis itu paham kalau si kecil yang berada di dekapannya benar-benar merindukannya. Bagaimanapun keduanya tumbuh di tempat yang sama, Nana menjadi saksi hidup bagaimana anak laki-laki itu tumbuh dan dekat dengannya. Jadi Nana tersenyum maklum dan memeluk balas yang lebih muda.
" Aku tidak peduli, hari ini kakak harus menemaniku seharian!" Ucap Arthur sambil mengusap air matanya.
" Hm, kalau begitu sekarang Arthur turun dan beritahu pada kak Louis, kalau hari ini Kak Nana adalah milik Arthur!" Ucap Nana sambil menyentuh ujung hidung anak laki-laki itu.
" Hm" Arthur mengangguk dan berlari turun . Anak laki-laki itu turun dan berdebat panjang dengan Louis, sementara Nana bersiap mandi kemudian turun untuk sarapan. Saat dia turun semua orang tengah berada diruang keluarga mereka tengah bermain dan berbincang. Kakek dan neneknya tengah bermain mahjong dan membaca koran, para bibi dan saudara perempuannya tengah melihat katalog Fashion sementara para paman dan saudara laki-lakinya tengah membahas masalah bisnis mereka tengah mencari cara mengatasi masalah inflasi yang tengah terjadi, (hm, mau bagaimanapun keluarga Yukki adalah keluarga pebisnis besar mereka memiliki banyak anak perusahaan di berbagai negara dan para laki-laki yang mengurus semua bisnis itu)
" Ah, Nana!" Salah seorang pamannya memanggil si cantik yang baru muncul.
" Ah, paman Ken! Ada apa?" Tanya Nana yang berjalan dari dapur dan membawa beberapa lembar roti
" Kemari duduklah, kapan kamu pulang?" Tanya Paman Ken begitu mendapati si cantik yang berada di kediaman utama.
__ADS_1
" Aku pulang tadi pagi" Ucap Nana yang membuat para pamannya terkekeh, benar-benar khas seoang Yuuki.
" Apa kau pulang untuk mengatasi inflasi disini?" Tanya salah seorang pamannya lagi.
Nana adalah satu-satunya wanita dikeluarga Yukki yang di ijinkan mengurus perusahaan dan memimpin Geng Ryu, karena Nana memang memiliki kemapuan dan kecerdasan yang layak untuk memimpin perusahaan, walau posisi Presdir K7 beratas namakan Kuro akan tetapi Nana lah yang 75% membangun dan mengurus perusahaan.
" Hahh, paman dan kakak menggangu waktuku sarapan " Gerutu Nana kesal, dia lupa untuk makan semalam dan sekarang ia benar-benar lapar.
" Haha, maaf-maaf ! Nanti paman akan membelikan kue kesukaanmu!" Jawab salah seorang lagi dari mereka.
" Baiklah, kalau paman John bohong aku tidak akan mau bicara dengan paman lagi!" Ketus Nana mengancam.
" Haha, baiklah! " Mereka semua tertawa melihat tingkah lucu Nana, gadis itu selalu bisa membawa kehangatan dalam rumah itu.
" Hah, Nathalia jangan marah ya sayang!" Ujar kakek Nana yang mendengar percakapan mereka, *Haryy Yukki *merupakan keturunan generasi ke-8 dari keluarga Yukki
" Ah, Kakek! Aku sayang pada kakek!" Ucap Nana sambil memberikan *Kiss Bye *pada kakeknya
" Hm, jadi bagaimana kita menangani inflasi ini, Nana?" Tanya salah seorang kakaknya.
" Hahh, Kak Ed! Kakak-kakak dan paman-paman kenapa mempermasalahkan hal ini? Bukankah, para bibi dan kakak perempuanku sudah memberikan solusi pada kita?" Celetuk Nana yang membuat semua orang semakin bingung.
" Eh? Nana apa maksudmu?" Tanya Edward bingung.
" Hm, ini masalah yang mudah jika kita berpikir di dalam kotak ! Jadi, dalam keluarga siapa yang memegang kendali penuh atas keuangan keluarga?" Tanya Nana to the point.
" Tentu saja para wanita!" Jawab John tanpa pikir panjang.
" Hm, ada masalah apa Johnathan?" Tanya salah seorang wanita yang masih bisa mendengar percakapan mereka.
" Ah, Lilian! Ini, kami hanya membahas inflasi ini" Ucap John ragu, takut wanita itu murka.
" Haha, paman masih saja takut dengan bibi" Ejek Nana mendapati sang paman yang gemetar.
" Hei, kenapa kamu membawa masalah untuk paman?" Gerutu Johnathan kesal, padahal itu salah mulutnya sendiri tapi ia malah menyalahkan si cantik.
" Eh,bukan aku ! Paman sendiri yang menjawabnya!" Ucap Nana tak mau mengalah
" Hah, bibi ! " Panggil Nana pelan, membuat semua wanita yang tengah duduk disofa seberang langsung mengangkat kepalanya dan menatap fokus ke Nana.
__ADS_1
" Ada apa sayang?"