![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ck, kalian bahkan lebih buruk dari para gengster ini!?" Ucap Nana merendahkan.
.
.
.
" Bagaimana menurutmu, Ryu?" Tanya Nana yang baru saja keluar dari ruang ganti.
" Can..tik..!!!" Ucap semua orang terpana dengan kecantikan Nana.
" haha, ayo kita pergi Ryu!" Ucap Nana terkekeh melihat tingkan semua orang yang memandangnya dengan pandangan terkejut.
" Ah, Nona. Silahkan ikut saya kekasir" Ucap salah satu pelayan menunjukkan arah kasir.
"Eeh?" semua bodyguard Nana menoleh tidak percaya, baru pertama kali mereka mendengar orang mengajak
Nana ke kasir.
" Eh?, Kenapa aku harus membayar jika seluruh mall ini adalah milikku!" Ucap Nana berbalik dan menjulurkan
lidahnya, sementara Ryoma menunjukkan sertifikat tanah lebih tepatnya, sertifikat Mall yang tadi di titipkan Louis ke anak buahnya.
" Kalian!? Tutup mulut kalian!" Ucap manager toko itu pada para pekerjanya.
" Pak manager, siapa mereka?" Tanya salah satu pelayan toko setelah mendapati Nana benar-benar keluar dari toko itu.
" Dasar bodoh, dia adalah Nona Yuu, Nona muda dari K7 !" Manager itu menepuk jidatnya tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan oleh bawahannya terhadap tamu seperting itu.
" APAAAA!!!??!?!??!" semuanya terkejut tidak percaya, Kota R adalah salah satu properti milik K7 Corporation. Sepertinya mereka harus pergi dari kota ini dengan segera.
sementara itu disisi lain..
" Kita mau kemana lagi, Nona?" Tanya Ryu yang menatap Nana.
" Hm, terserah kamu mau kemana!" Ucap Nana masuk kedalam mobil dan kembali bermain dengan ponselnya.
" hahh.." Ryoma menghela nafas, dia benar-benar tidak mengerti dengan Nona kesayangannya itu.
Akhirnya Ryoma membawa Nana pergi ke gunung, dia menemukan sebuah danau yang dikelilingi oleh pohon sakura saat menjalankan misinya beberapa minggu yang lalu.
" Eh, mau kemana kita?" Tanya Nana yang menyadari kalau mereka baru saja keluar dari kota.
__ADS_1
" Gunung!" Jawab Ryoma datar, dia tidak mempedulikan Nana yang tengah menatapnya bingung.
" Eh?" Nana tidak mengerti kenapa Ryoma membawanya ke gunung, hari itu cukup dingin dan Ryoma mau
membawanya ke gunung, benar-benar aneh. Tapi Ryoma tidak mempedulikan tatapan penuh kebingungan dari nonanya, hingga mereka tiba.
" Jadi, apa nonaku ingin tetap duduk di mobil atau menikmati sakura yang ada?" Tanya Ryoma yang membuka
pintu untuk Nana.
" Cantik!" Itu kata pertama yang terucap dari mulut Nana begitu dia memperhatikan tempat itu, sebuah danau yang penuh akan bunga sakura yang mengelilingi tempat itu.
"Hm, apa kamu suka?" Tanya Ryoma menatap Nana dengan lembut.
" Ah!" Nana tidak mempedulikan Ryoma, dia melihat sesuatu yang sangat menganjal pikirannya. matanya menangkap objek itu dengan jelas, dia berjalan mendekati objek yang ada didepan matanya.
" Ini?" Nana menyentuh objek itu, dia melihat sebuah pohon wisteria yang ada di antara ribuan pohon sakura. Bukankah hal ini aneh, bagaimana bisa sebuah wisteria ada dikerumunan sakura? Hal ini terus terpikir dibenak Nana.
" Indah bukan?" Ucap Ryoma tiba-tiba saja berdiri disebelah Nana, dia memperhatikan pohon wisteria itu lamat.
" Hm, ini indah! Tapi....bagaimana bisa dia ada disini?" Tanya Nana sambil memandangi bunga-bunga yang mekar di setiap ranting pohonnya.
" Ini bukan salahnya, ada seseorang yang menanamnya disini, itu bukan keinginannya. Dia hanya mencoba bertahan hidup dan menjadi dirinya sendiri disini!" Ryoma memandangai sulur-sulur yang dipenuhi dengan bunga, begitu pula dengan Nana. Hingga gadis itu teringat akan seseorang begitu melihat pohon itu.
" Dia kah?" Tanya Ryoma memastikan bahwa ia sepemikiran dengan Nana, Nana hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
" hm, aku jadi ingat pada Robin ( pemilik Queen's sebelumnya). dulu dia pernah bilang padaku ...
~~
Robin: Nana, kamu tidak lahir ditempat yang salah, kamu tidak berada dalam situasi yang salah, kamu tidak berada diwaktu yang salah, kamu berada ditempatmu sendiri, dengan kemampuanmu sendiri, dengan kehendakmu sendiri, dan kamu ada disini untuk menjadi dirimu sendiri! Apa kamu tahu kamu terlihat seperti seekor singa yang ada ditengah kawanan Harimau, kamu tidak salah berada disana, kamu hanya harus bertahan dengan caramu sendiri!*
~~
.. Wisteria ini sama sepertiku.." Ucap Nana mengingat masa lalunya, sejenak kemudian air mata tampak berkilat di pelupuk matanya.
" Tenanglah, semuanya sudah berakhir sekarang!" Ucap Ryoma yang menghapus kilatan air mata itu sebelum benar-benar jatuh.
" Ryu, thanks for all! You'r my best brother!" Ucap Nana yang memeluk Ryoma dengan sangat erat.
" Hmm, aku tahu itu! " Balas Ryoma mengusap punggung Nana dengan lembut. Setelah cukup tenang Nana melepas pelukannya.
" Urgh, aku lapar!" Ucap Nana membuat Ryoma terheran.
__ADS_1
" Hahh, kamu ini benar-benar ya?" Ujar Ryoma memukul jidatnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Nana.
" Ayo pergi makan!" Ajak Nana menarik tangan Ryoma.
" Baiklah!" Jawab Ryoma hanya tersenyum melihat Nana kembali ceria.
Mereka kembali ke kota untuk makan, keduanya pergi ke salah satu restoran cepat saji yang ada di kota. Setelahnya Ryoma mengantar Nana kembali kerumah.
" NANA!" Kuro menyambut Nana dengan pelukan Hangat, walau dia tidak percaya kalau adiknya itu tidak memegang kata-katanya sendiri.
" Ada apa? Kenapa kamu sedih?" Tanya Nana bingung dan khawatir , dia tahu kalau Kuro tidak pernah menyambut kedatangannya dengan pelukan kecuali ada hal yang membuatnya sedih atau khawatir.
" .." Kuro hanya diam dan tetap memeluk sang adik dengan begitu erat, Nana menghela nafas kemudian memeluk balas Kuro dengan lembut.
" Hahhh..., ayo pergi keluar!" Ajak Nana menarik Kuro begitu saja masuk kedalam mobil yang terparkir di garasi, sepanjang jalan Kuro hanya diam dan Nana yang fokus dengan jalanan. Nana membawa Kuro pergi ke taman
bermain, sebelumnya dia sudah menghubungi Louis dan memintanya memesan taman bermain untuk malam ini.
.
.
.
Perjalanan berlalu cukup lama, kehinganan diantara keduanya dipecahkan oleh suara rem yang berdecit begitu mereka tiba di depan gerbang taman bermain.
" Ayo kita main!" Ajak Nana dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Kuro hanya mengikuti kemanapun Nana membawanya, dia tidak berucap sepatah kata ataupun membuka mulutnya barang sejenak.
" Apa kamu sudah baikan?" Tanya Kuro yang melihat sang adik yang sudah baikan, bahkan tidak ada aura kekesalan ataupun kesedihan sedikitpun darinya.
" Hm, Ryu membawaku melihat wisteria yang sangat indah!" Jawab Nana mengingat moment tadi siang, Nana membawa Kuro pergi ke rumah hantu, tempat dimana mereka biasa menenangkan diri mereka dikala sedih.
" Apa kamu tidak mau membaginya denganku?" Tanya Nana yang duduk dan menyandarkan dirinya kedinding, dia
memandangi langit-langit bangungan itu dengan tatapan kosong. Hiasan menakutkan yang terpajang di dinding tidak membuat keduanya merasa gentar, bahkan suara derit dari beberapa properti tak mengecoh keduanya sedikitpun.
" Hm, mereka lagi-lagi menyalahkan kita.." Ucap Kuro yang menundukkan kepalanya dan menyembunyikannya di
antara kedua lututnya yang ia peluk.
" Ah, biarkan saja! Kuberitahu, tadi siang aku melihat sebuah pohon wisteria yang tumbuh di antara ratusan pohon sakura!" Ucap Nana sembari memandang langit-langit gedung rumah hantu itu. Dia dan kuro sudah biasa bermain kerumah hantu saat kecil, dan tempat itu tidak lebih mengerikan dari pada Queen's
" Eh, bagaimana bisa?"
__ADS_1