RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
She's The Real Violet Amber


__ADS_3

" Apa ini?" Tanya Lisa menatap layar ponsel yang dia pungut drngan penuh kebingungan.


" Putar videonya!" Ucap Nana memberi arahan dengan nada sarkas.


Lisa memutar Video itu seperti yang Nana minta, dan betapa terkejutnya ia mendapati di dalam Video itu terlihat sangat jelas bahwa Violet palsu itu melempar pisau dan memotong tali yang menopang lampu gantung.


Lisa sebelumnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat hingga, pasalnya Nana merupakan hacker handal. Jadi membuat bukti palsu bukan hal sulit untuknya, Nana terus saja memprovokasi wanita itu hingga pada akhirnya setelah melakukan percakapan yang tidak berguna, wanita itu akhirnya membongkar kedoknya.


Dia berusaha membunuh Nana, untung saja hal ini telah disadari oleh Nana dan Kuro, sehingga mereka telah melakukan persiapan lebih dulu.  Sedikit perkelahian dan pertumpahan darah terjadi, Nana membunuh wanita itu dengan sebuah pisau kecil yang telah diselipkan di rambutnya.


" KYAAA.." Teriak Lisa yang terkejut melihat Nana membunuh wanita itu dengan sangat cepat.


" Apa Nyonya Yukki ketakutan?" Tanya Nana meledek, ekpresi di wajah sang ibu nampak begitu kacau saat ini. Sedang dirinya malah dengan santai mendudukkan tubuhnya ke brangkar dan membersihkan noda darah di tubuhnya dengan tisu.


" Ah...?" Lisa masih membeku, dia hanya terdiam dan tidak bisa memproses apa yang tengah terjadi.


" Hm? Kalau ingin menemui Kak Violet dia ada diruang sebelah!" Ucap Nana yang mulai merebahkan tubuhnya begitu saja.


Lisa yang sebelumnya terpaku kini menyadari apa yang tengah terjadi. Untuk saat ini dia mencoba mempercayai kata-kata Nana, Lisa akhirnya pergi ke ruang sebelah dan lagi-lagi ia dikejutkan oleh si kembar.


" Vi..VIOLET!!" Lisa sangat terkejut, dia sangat senang melihat Violet, calon menantunya baik-baik saja.


" Ah? Bibi Lisa?" Ucap Violet mencoba mengingat sosok wanita yang ada dihadapannya.


" VIOLET!!" Lisa langsung berlari dan memeluk sosok itu. Kali ini tak lupa memeriksa lengan wanita itu, dan benar saja ia temukan lambang keluarga Amber disana, sebuah tato krisan yang harusnya ada dibahu anggota keluarga ia dapati, rambut pirang dan mata hazel yang menjadi ciri keluargapun terlihat begitu indah. kali ini Lisa percaya, dia benar-benar Violet Amber yang selama ini mereka cari.


" Sayang, apa yang terjadi?" Tanya Lisa mengusap wajah Violet dengab lembut.


" Aku tidak tahu, seingatku aku berada di Queen's , saat itu aku sedang bertarung dengan semua orang kemudian aku melihat Nana, dia sangat menyeramkan. Aku tidak tahu dengan jelas apa itu Nana atau bukan? Yang jelas setelah itu aku pingsan, dan saat aku bangun aku ada disini!" Ucap Violet mencoba mengingat apa yang terjadi padanya.


" Itu karena kakak mengalami koma dalam jangka waktu yang lama !" Sahut Kuro yang menyela pembicaraan mereka.


" Eh? siapa?" Tanya Violet mendapati sosok asing di ambang pintu.


" Lama tidak bertemu kak, aku Kuro!" Ucapnya membungkuk memberi salam.


" Ku-kuro? Astaga kau sudah besar sekarang!" Ucap Violef yang masih terpukau dengan pertumbuhan Kuro.

__ADS_1


" Hm..." Kuro balas dengan deheman singkat


" berapa lama aku koma, Kuro?" Sambung Violet bertanya.


" 3 tahun!" Jawab Nana yang muncul di belakang Kuro.


" Ah, kalian! Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Violet khawatir, dirinya tak percaya si kembar datang dengan tubuh penuh luka.


" Tidak perlu mengkhawatirkan kami, lebih baik kakak fokus dengan pemulihan kakak!" Itu kata-kata yang terucap dari mulut Nana, walau dalam benaknya rasa syukur dan kebahagiaan begitu melimpah, tapi rasa sakit dalam hatinya tak bisa dibantah.


" Oh ya kak, tugas kami sudah selesai! Mulai sekarang, biar Nyonya Yuuki yang menjagamu" Ucap Kuro yang beranjak pamit.


" Eh, apa maksud kalian?" Ucap Violet bingung, sejak awal ia bisa merasakan hawa aneh dari keluarga itu.


" Ah, NANA! KURO! TUNGGU!" Teriak Lisa memanggil mereka, namun Kuro dan Nana tidak berhenti, mereka hanya diam dan berjalan pergi, tidak menoleh atau menjawab. Lisa yang melihat kedua anaknya itu pergi merasa sangat hancur. Bahkan mereka tidak memanggil Lisa dengan sebutan Mama, mereka bahkan memangggilnya Nyonya. Nana dan Kuro kembali ke kediaman.


Pagi itu Nana meminta Ken dan Jun untuk menyiapkan pesta BBQ yang mereka tunda semalam. Para pelayan memarahi kedua tuannya itu karena khawatir dengan kondisi keduanya yang masih terluka, tetapi si kembar tetap kukuh memaksa, hingga pada akhirnya pesta tetap diadakan, semua orang bersenang-senang seharian. Nana menikmati pesta BBQ nya, sementa Kuro bermain-main dan bersaing dengan para pelayan yang lain.


" Hahhh, akhirnya! " Ucap Nana menjatuhkan dirinya ke kursi santai yang disiapkan disana


" Nona, lain kali bisakah kita berpesta seperti ini lagi?" Tanya salah seorang maid yang mengantarkan makanan Nana.


" Kyaa, senangnya!" Teriak para pelayan ,baik mereka yang sadar atau mereka yang telah mabuk.


" Silahkan dinikmati nona!" Ucap Jun yang memberikan Dessert pada nonanya itu


" Hm, kamu memang mengerti diriku, Jun!" Ucal Nana tersenyum manis begitu melihat  Dessert  yang telah dibawa oleh Jun.


" Hm, aku membuat cake cokelat spesial untuk nona!" Seru Jun menghidangkan Dessert yang dibawanya.


" Ah, nona! Silahkan mencoba hot cokelat yang aku buat ini!" Ucap Ken menyela, tak ingin kalah dengan Jun.


" Hm, Terimakasuh kalian berdua!" Ucap Nana yang memeluk kedua pelayannya itu.


Pesta dilanjutkan hingga senja datang, banyak pelayan yang sudah tumbang. Nana tidak minum karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan dirinya untuk minum. Kuro juga , dia nampak sangat bersenang-senang, akan tetapi kesenangan itu berakhir saat matahari terbenam.


" Urgh, aku mau mandi" Ucap Kuro berjalan ke arah Nana yang tengah bermain ponsel

__ADS_1


" Eh, kakak?" Nana menatap sang kakak yang tampaknya sudah sangat kelelahan itu


" Apa kamu sudah puas bermain-main?" Tanya Kuro lesu, seluruh energinya bagai diserap habis.


" Hm, ayo pergi!l mandi!" Ucap Nana mengangkat tubuhnya dari kursi dan beranjak pergi ke dalam mengikuti Kuro


Nana masuk ke kamarnya dan Mandi, selepas itu dia tidur. Sementara Kuro mencoba membangunkan Luciffer dan Himawari yang setengah mabuk, dan meminta mereka membersihkan semua kekacauan yang ada,


sementara Kuro pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih. beberapa minggu kemudian...


.


.


.


" Selamat pagi, nona!" UcapLuciffer membangunkan Nana


" Urgh..." Nana mengerang pelan sembari menggosok mata kirinya.


" Huaaahh..............., sekarang pukul berapa?" Tanya Nana malas, udara pagi ini membuatnya ingin kembali ke alam mimpi.


" Ini pukul 8 pagi!" Jawab Luciffer sembari menyibak selimut Nana dan merapikan ranjang.


" APA???" Teriak Nana yang terkejut, dia bergegas mandi kemudian bergegas bersiap untuk pergi ke sekolah, dia bahkan lupa dengan Kuro.


" AH, NONA, TUNGGU DULU! INI HARI MINGGU!!" Luciffer berteriak kala mendapatu Nana keluar dari walk in closet dengan seragam dan berlari pergi ke bawah.


" Eh?" Nana mengehentikan langkahnya dan melihat jam di ponselnya, hari ini benar hari minggu. Nana berdecih lalu menutup pintu mobilnya dan berjalan kembali ke dalam. Para pelayan nampak menggelengkan kepalanya melihat tingkah majikannya, sedang Kuro nampak tertawa dari balkon kamarnya.


Nana yang kelas langsung kembali ke kamarnya, mengganti pakaian kemudian menghabiskan waktunya untuk bersantai diatas kasur empuk dan nyaman. Sedangkan Luciffer dan Himawari mengkoordinir para pelayan yang lain untuk membersihkan rumah. Waktu menunjukkan pukul 9, dan Nana sudah merasa sangat bosan. Nana akhirnya memutuskan untuk pergi ke studio musik miliknya, begitu masuk Nana langsung disambut piano yang terletak di seberang jendela.


Gadis itu melangkahkan kakinya mendekati piano itu\, mendudukan tubuhnya dan jari-jemarinya mulai  menyentuh *tuts-tuts* piano. Membelainya setiap tuts dengan lembut\, memeriksa beberapa nada dan memperbaiki setelah kuncinya. Hingga akhirnya piano itu siap dimainkan\, Nana menggerakkan jarinya diatas tuts demi tuts\, memainkan *Moonlight Sonata by Beethoven*. Meciptakan alunan nada yang menghiasi ruangan\, membuatnya merasa sangat nyaman dan damai. Hingga gebrakan pintu mengalihkan perhatiannya.


BRAKK


" Nona!" Teriak Himawari yang masuk dengan tiba-tiba dan mengejutkan Nana, Nana mengelus pelan dadanya akibat keterkejutan.

__ADS_1


" Ada masalah apa?" Tanya Nana yang masih terkejut begitu Himawari langsung masuk ke Studio dan mengganggu kegiatannya.


" Anu..., anda kedatangan tamu penting!"


__ADS_2