RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
New Year


__ADS_3

" Bagaimana ini?" Panik Kuro semakin khawatir dengan kondisi Nana, jadi dia memutuskan untuk membawa Nana kembali ke kamarnya.


"Di...ngin...." Lirih Nana lagi. Kuro kini sudah berada dikamar Nana, dia sangat terkejut mendapati adiknya masih kedinginan. Tubuh Nana gemetar parah, bibirnya terlihat sangat pucat. Kamar Nana memiliki 4 penghangat ruangan yang sudah dinyalakan hingga batas maksimum, Kuro saja merasa kegerahan disana tapi, Nana masih sangat dingin.


" Lucy! Hima!" Panggil Kuro pada kedua pelayannya kala ia memutuskan untuk membawa Nana ke rumah sakit. Kuro langsung menggendong Nana dan berlari menuju ke garasi rumahnya.


" Ada apa, tuan?" Tanya Luciffer yang langsung pergi menuju ke arah suara Kuro begitu mendengar Kuro berteriak memanggilnya, Luciffer terkejut kala mendapati Nana yang saat ini tengah berada dalam gendongan Kuro.


" Cepat nyalakan mobilnya!" Titah Kuro langsung membawa masuk Nana kedalam mobil, Luciffer yang mengerti langsung masuk dan menginjak pedal gas.


" Apa yang terjadi, tuan muda?" Tanya Luciffer sesekali menengok ke belakang melalui kaca spion. Dia dapat melihat Kuro yang begitu khawatir dengan kondisi adiknya.


" Aku tidak tahu, cepatlah!" Titah Kuro mencari ponselnya kemudiam menelfon dokter Aldirn. Setibanya dirumah sakit, dokter dan suster langsung membawa Nana ke ruang perawatan. Kuro mencoba menghubungi Ryoma dan yang lain, pasalnya keamanan Nana nomer satu.


" Kuro!" Panggil Ryoma, Alan, dan Louis yang baru tiba di rumah sakit, mereka langsung menghampiri Kuro yang kini tengah terduduk didepan ruang perawatan. Soal pengamanan tidak perlu diragukan, Alan dan Ryoma langsung menurunkan bawahan mereka begitu mereka mendapati telfon dari Kuro.


" Semuanya akan baik-baik saja!" Ucap Louis mencoba menenangkan Kuro yang terlihat begitu khawatir. Saat ini mereka hanya bisa menatap Nana yang berada diruang perawatan. Rasa khawatir memenuhi angan mereka, takut hal buruk terjadi pada si cantik yang tengah terbaring dalam ruangan.


.


.


.


Sebulan telah berlalu, kondisi Nana masih sama saja. Setiap hari dokter dan suster bergantian masuk dan mengontrol keadaan Nana. Sedang ke-4 pemuda itu terus bergantian berjaga setiapa harinya, menanti dan mengharap si cantik yang mereka jaga akan terbangun dari tidur panjangnya.


Hari ini adalah malam tahun baru, suasana rumah sakit masih sama saja dengan hari-hari biasanya. Hari ini adalah tugas Alan untuk berjaga, pasalnya hanya ia yang tidak punya kepentingan saat ini. Louis dan Kuro tentu harus pergi ke pesta untuk merayakan kesuksesan mereka bersama para coleganya, sedangkan Ryoma harus pergi untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh anak buahnya. Jadi hanya Alan yang menjaga Nana untuk malam ini.


" Hahhh, padahal aku ingin pergi makan dan melihat kembang api!" Gerutu Alan yang kesal karena harus menghabiskan malam tahun barunya di rumah sakit.


" Haha, kenapa kau tidak memesan pizza dan sebotol wine kemari?" Ucap Nana yang terkekeh kala mendengar Alan menggerutu, pasalnya malam tahun baru selalu dilalui Alan dengan makanan yang lezat dan berpuluh-puluh botol wine yang selalu menemaninya.


" Huh, kalau bisa aku sudah menyelundupkan sebotol wine kemari!" Ketus Alan menjawab ucapan si cantik. Nana hanya terkekeh dan memandang Alan dengan tatapan malas, pasalnya pemuda di depannya itu sibuk menggerutu dari tadi.


" Ah, kakak!" Ucap Nana terkejut kala mendapati Kuro datang diwaktu seperti ini. Ya, biasanya mereka menghabiskan waktu dengan beberapa rekan bisnis mereka dan 5 keluarga bangsawan Negara X.


" Hm, kamu terkejut bukan?" Ucap Kuro mengangkat salah satu alisnya seakan menanyakan sesuatu yang tidak dia ketahui.


" Bukankah kamu tahu apa jawabannya?" Ketus Nana yang beranjak turun dari ranjang dan menghampiri kakak tersayangnya itu, akan tetapi saat dia baru turun Nana kehilangan keseimbangan dan jatuh.


" Ahh" Beruntung Kuro berhasil menangkap Nana sebelum tubuh kecilnya mendarat dilantai.


" Haish...kamu ini?" Kuro memapah Nana kemudian membantunya duduk di ranjang, setelah Nana duduk dengan benar dia langsung memberikan pelukan hangat pada Kuro.

__ADS_1


" Bagaimana keadaanmu, sayang?" Tanya Kuro membalas pelukan Nana, tubuhnya merasakan aura yang sangat dingin dari tubuh Nana. Sekejap raut wajahnya berubah, kekhawatiran dan kesedihan nampak diwajahnya.


" Kak, hari ini malam tahun baru bukan!" Ucap Nana menatap kakaknya itu dengan pandangan penuh harap, Kuro yang melihat pandangan itu benar-benar tidak tahan untuk mencubit wajah menggemaskan sang adik.


" So?" Tanya Kuro memiringkan kepalanya dan menahan ekspresinya. Dia benar-benar tidak tahan dengan wajah lugu dan polos milik adiknya itu. Dia bahkan lupa kalau dulu Nana sebenarnya sangat dingin, kejam, dan menyebalkan.


" Ayo kita melihat kembang api!" Ucap Nana kembali menunjukkan puppy eye's miliknya. Dia harap Kuro bisa membawanya melihat kembang api, pasalnya berada di rumah sakit membuatnya hampir gila.


" Hm.." Kuro hanya menangguk, dia tahu kalau adiknya bosan berasa dirumah sakit. Tapi Kuro masih menyimpan kejutan untuk Nana.


" Ah, benarkah?" Tanya Nana yang sangat terkejut mendengar jawaban dari Kuro. Dia bahkan hampir melompat karena tidak percaya akan apa yang dia dengar, Nana pikir Kuro akan marah atau menolaknya dengan tegas. Tapi ini adalah keajaiban yang tak akan pernah ia dapati untuk kedua kalinya.


" Hm, kita akan melihat kembang api dari sana!" Ucap Kuro menunjuk ke arah balkon yang tidak jauh dari sana, seketika raut wajah Nana berubah. Dia kesal mendengar kata-kata Kuro.


" Sial, aku mau melihat kembang api diluar!" Nana merengek pada Kuro, dia kesal dengan tingkah menyebalkan kakaknya itu.


" Tidak, diluar dingin! Tubuhmu saja sudah sangat dingin, bagaimana kalau kondisimu menburuk?" Ucap Kuro menatap tajam pada Nana, Nana jelas tidak mau kalah. Dia membalas tatapan itu dengan tatapan mebunuh.


" Urgh...aku mau keluar!" Nana semakin merengek, dia tidak mau menghabiskan waktunya diatas ranjang rumah sakit. Setidaknya dia bisa menikmati indahnya kembang api yang menghiasi langit malam.


" Hahh...baiklah tapi hanya sebentar! " Kuro mencubit wajah adik kecilnya itu, sudah sedari tadi dia menahan agar tidak mencubit wajah adiknya itu.


" Argh...sakit.." Nana berteriak kesakitan, dia menatap kesal ke arah kakaknya itu.


" Hmm, bisa kita pergi dengan Louis dan yang lainnya?"Tanya Nana menunjukan puppy eye's miliknya sekali lagi, Kuro hanya bisa menahan gemasnya tingkah adiknya itu.


" Hm, tentu saja!" Balas Kuro mengusap lembut surai perak milik adiknya itu.


.


.


.


Waktu terus berlalu dan sebentar lagi tengah malam. Kini Kuro tengah menggendong Nana menuju ke bukit yang tidak jauh dari rumah sakit, di ikuti dengan Louis dan yang lainnya.


" Ayo kak, cepat!" Ucap Nana menyemangati Kuro yang kini tengah menggendong Nana dipunggungnya.


" Hahhh, ini tidak mudah!" Kuro mengeluh pelan. Nana yang mendengarnya memutuskan untuk turun dan berlari dengan yang lainnya menuju ke puncak.


" NANA, JANGAN LARII!!" Teriak Kuro yang terkejut ketika Nana melompat begitu saja dari punggungnya, kini mereka semua berlari menuju ke puncak bukit. Lebih tepatnya mengejar Nana yang berlari ke bukit.


SRAKK SRAKK

__ADS_1


DRAP


DRAP DRAPP


Suara rerumputan yang dipijak, dedaunan yang bergesekan, dan langkah kaki yang barlari menghiasi perjalanan mereka hingga akhirnya mereka tiba dipuncak.


" Ah...hahh...hahhh....." Nana mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah. Rasanya seluruh tubuhnya hampir melayang.


" BODOH!" Maki Kuro memukul kepala Nana. Dia tidak percaya adiknya begitu keras kepala, bahkan ia memaksakan tubuhnya sendiri.


" Ouch" Erang Nana mengusap lembut kepalanya yang telah dipukul oleh Kuro. Sedangkan Ryoma dan yang lain hanya tertawa melihat tingkah kakak beradik itu


" Jangan pernah melakukan itu lagi!" Ketus Kuro yang memeluk erat Nana, membuat Nana terkejut.


" Hmm, aku janji! Aku tidak akan pernah melakukan itu lagi" Ucap Nana memeluk balas Kuro, terlihat senyuman yang memuaskan diwajahnya. Akan tetapi, dalam hati dia..


Aku tidak akan pernah seenaknya lagi, karena aku akan ....per...gi...-batinnya merana, sakit menjalar pada seluruh tubuhnya.


Nana menangis dalam hati, tiba-tiba suara kembang api memecah keheningan. Nana dan Kuro melepas pelukannya kemudian menikmati indahnya pemandangan malam. Langit gelap yang sebelumnya hanya dihiasi oleh cahaya rembulan kini menjadi penuh warna, bahkan keindahannya membuat sang bintang tak sanggup menampakkan sinarnya.


" Can...tik...." Semua menatap ke arah langit, bintang-bintang yang menghiasi gelapnya malam, warna kembang api yang bertebaran diatas cahaya putih sang rembulan.


" Ahhh..." Nana menghempaskan tubuhnya, cairan merah mulai mengalir dari hidungnya.


"Nana!" Raymond langsung menangkap tubuh Nana yang hampir jatuh ke tanah. Mendengar teriakan Raymond membuat Kuro, Alan dan Louis langsung menoleh ke arahnya.


" Kita kembali sekarang!" Ucap Kuro langsung memutuskan seenaknya, Nana menahan lengan baju Kuro.


" Aku ingin tetap disini" Ucap Nana tersenyum lembut, dia melihat wajah Kuro yang sangat khawatir.


" Tidak! Kita kembali sekarang!" Kukuh Kuro yang langsung mengangkat tubuh Nana, namun Nana lebih memilih menjatuhkan dirinya.


"Nana!" Pekik Louis terkejut melihat Nana yang begitu keras kepala. Nana hanya tersenyum menatap langit, darah masih terus mengalir dari hidungnya, pandangannya mulai memudar dia tidak bisa melihat degan jelas.


" Hei, hapus air mata kalian!"


Pandangannya mungkin kabur, tapi dia


tahu dari air mata Louis jatuh diatas wajah Nana. Nana hanya bisa tersenyum, Louis membaringkan kepala Nana diatas lututnya sambil terus terisak. Ryoma dan Alan menundukkan kepalanya, mereka berharap Nana tidak melihat air mata mereka.


" Kak" Panggil Nana menoleh ke arah Kuro, dia menatap lembut iris biru senada shappire disampingnya.


" Tolong beritahu Tris, kalau aku sangat mencintainya. Dan beritahu dia, aku tidak menyesal karena dia tidak ada disini, aku juga tidak marah karena dia melanggar janjinya."

__ADS_1


__ADS_2