![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ah, anak sialan!" Ucap Lisa kesal, Lisa memijat keningnya pelan.
" Hm, aku tahu itu! Sejak dulu kami bukan apa-apa, yang ada dimata kalian adalah Raymond! Raymond! Dan Raymond! Sejak dulu Mama memang tidak pernah menganggap keberadaan kami." Ketus Kuro. Jujur, dalam hatinya yang paling dalam ia ingin menangis dan berteriak. Rasanya sakit saat ibu mu sendiri mengataimu.
" Selain itu, dunia mengenal kami sebagai KUROGANE YUU DAN NATALIA YUU !" Tegas Kuro yang tak ingin menunjukkan kelemahannya pada siapapun kecuali sang adik.
Setelahnya Kuro pergi dan meninggalkan villa mereka, villa yang dia dan adiknya bangun dengan penuh perdebatan dan pertengkaran yang membuat kedua pelayannya menghela nafas. Kuro beranjak pergi, tak lupa meminta semua pelayannya untuk membereskan barang-barang mereka dan membawanya ke mansion yang di beli Nana ditengah kota. Tidak lama setelah mereka pindah kemari..
" Kalian semua segera bereskan barang-barang kalian! Dan jangan lupa bawa semua mobil ke mansion yanga da di kota. Aku sudah mengirim lokasinya!" Titah Kuro pada para pelayan yang berada di ruangan.
" Selamat datang, Tuan muda!" Sambut Luciffer begitu Kuro tiba di mansion.
" Hm, baiklah kalian semua! Sebelumnya aku berterimakasih pada kalian yang mau mengikutiku dan Nana! Aku juga minta maaf, tapi mulai sekarang kita akan tinggal disini!" Ucap Kuro sembari membungkuk. Kuro benar-benar menyesal atas apa yang telah terjadi.
" Ah, Tuan muda! " Semua pelayan terkejut mendapati Kuro membungkuk dan meminta maaf pada mereka, ini memang bukan hal besar ataupun yang pertama kalinya bagi mereka melihat Kuro atau Nana menundukkan kepalanya.
Bagimanapun mereka tahu bahwa Kuro dan Nana tidak akan segan membunuh siapapun yang menyentuh Keluarga dan anggotanya. karena itu tidak ada yang berani menghianati mereka, semua orang yang menjadi bawahannya adalah orang-orang yang telah jatuh hati pada mereka, seluruh hidup dan kesetiaan mereka hanya akan menjadi milik Kuro dan Nana. Akhirnya mereka berlutut dan memberi hormat pada Kuro.
" Kalian?" Kuro mengukir senyum kala mendapati mereka tetap setia padanya walau akan ada banyak bahaya yang mengikuti mereka.
" Hm, tuan tunggu sebentar ya! Kami akan membereskan tempat ini dalam 20 menit!" Ucap salah serorang pelayan dengan semangat.
" Hahh, baiklah! Lakukan sesuka kalian!!" Ucap Kuro pasrah.
Para pelayan kemudian menjelajahi seluruh rumah dan membersihkannya, menata ulang dan membuat rumah kosong itu menjadi sangat hidup, 20 menit berlalu semuanya telah selesai, pekerjaan hebat yang diselesaikan dalam 20 menit sungguh luar biasa.
" Wow, kerja bagus semuanya!" Seru Nana yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
" Hehe, ini bukan apa-apa nona!" Sahut salah satu pelayan.
" Hm, baiklah! Jun dan Ken, malam ini kita buat pesta BBQ!" Seru Kuro membuat para pelayan berteriak heboh.
" Wah, tuan muda sangat baik!" Ucap salah seorang maid berterimakasih.
__ADS_1
" Lucy, bawa beberapa orangmu ke villa dan ambil persediaan anggur kita!" Titah Kuro pada Luciffer
" Mereka sudah membawanya tuan muda!" Jawab Luciffer mengukir senyum sembari menunjuk beberapa puluh box berisikan persediaan anggur dari kediaman utama.
" Kerja bagus semuanya! Malam ini kita akan berpesta, jadi sekarang kalian siap-siap dulu saja! " Ucap Kuro menenangkan keriuhan itu.
" Apa tuan dan nona baik-baik saja?" Tanya Hima pada Luciffer yang nampak sama khawatirnya dengan dirinya.
" aku harap begitu" Jawab Luciffer yang mengepalkan tangannya erat, dia tidak terima kala nona-nya di tampar begitu kuat. Amarahnya memuncak kala mengingat kejadian tadi.
Semua orang menyiapkan perlengkapan untuk pesta BBQ nanti malam, selepas itu para maid mencari beberapa gaun santai milik mereka dan menyiapkannya. Sementara itu Nana dan Kuro pergi ke rumah sakit, mereka pergi menjenguk seseorang.
" Permisi " Ucap Nana membuka pintu ruang rawat itu.
" Ah, Nona muda Yuu! Senang melihat anda dan tuan muda berkunjung!" Ucap dokter yang menjaga sosok itu.
" Bagaimana keadaannya?" Tanya Kuro menatap sosok yang ada di brangkar dengan sendu.
" Seperti biasa, tidak ada perkembangan yang pasti!" Jawab dokter itu menyesal, merasa tak berguna dan tak becus dalam pekerjaannya.
" Dokter Aldirn, apa dia memang tidak bisa disembuhkan?" Tanya Nana menoleh pada sang dokter. Mengharap sang dokter mungkin memberikan beberapa opsi yang memuaskan.
" Ah, nona! Apa yang terjadi dengan wajahmu?" Tanya Dokter Aldrin yang terkejut mendapati wajah Nana yang membiru.
" Oh, kak Ray menamparku tadi" Jawab Nana dengan santai, seakan tidak terjadi apapun tadi.
" Apa? Ayo kemari, saya akan memeriksanya!" Ujar Dokter Aldrin yang menarik lengan Nana menuju ke ruang pemeriksaan. Sementara Nana tengah diobati, Kuro..
" Kak Violet, kapan kamu akan sadar? Saat ini kak Ray sedang membutuhkan keberadaanmu, kami menemukannya beberapa bulan yang lalu, tapi.... Siang ini dia menemukan seorang gadis yang mirip denganmu. Dia mengira itu dirimu, aku...Aku dan Nana tidak bisa menanganinya! Kami butuh bantuanmu, kak!" Ujar Kuro pada sosok yang kini terbaring di brangkar, sosok wanita cantik yang merupakan tunangan sekaligus pujaan hati dari kakaknya, Raymond. Violet Labrador, nama dari wanita yang kini terbaring lemah di atas brangkar.
Kuro teringat tadi pagi Charlote menghubunginya agar melakukan rapat via video, jadi dia bergegas memanggil Nana dan membawanya kembali. Mereka kemudian bergegas kembali ke rumah. Setibanya dirumah Kuro segera pergi ke ruang belajar dan segera melangsungkan rapat, sementara Nana pergi ke ruang bermain guna menenangkan pikirannya.
Beberapa lama kemudian, Kuro selesai dengan rapatnya. Saat itu Nana mengajak Kuro keluar, dia ingin pergi bermain untuk menghilangkan Stress yang dia alami, tapi hal tidak terduga, Luciffer tiiba-tiba memberi tahu bahwa ada yang mencari mereka. Hal ini membuat Nana dan Kuro sangat terkejut, mereka berpikir siapa yang bisa menemukan keberadaan mereka dalam waktu singkat. Akhirnya mereka turun dan memeriksa siapa orang itu.
__ADS_1
" Kalian?" Nana terkejut melihat Clair, Alex dan Rei tengah duduk di sofa ruang tamu mereka.
" Ah, NATHAANNNNN!!!!!!!!!!!!" Ray dan Alex langsung berlari dan memeluk Nana erat, membuat Nana syok. Nana bersyukur karena dia mengenakan pengikat dada dan pakaian santai yang longgar..
" Eh, apa yang?" Nana bingung dengan apa yang terjadi saat ini, kenapa dia di peluk? kenapa teman sekelasnya ada disini, dan bagaimana mereka menemukan tempat ini adalah pertanyaan besar baginya.
" Hahh, kalian tidak masuk selama 10 hari, itu membuat kami semua khawatir. Butuh waktu lama untuk menemukan alamat kalian, dan apa yang kami dapatkan? Sebuah rumah kosong, yang baru ditinggal oleh pemiliknya?" Ketus Clair kesal.
" Ah, kalian pergi ke villa?" Tanya Nana yang masih tak percaya.
" Hm, untung saja ada kakak pelayan yang memberitahu kami dimana kalian" Sahut Rei menyela.
" Eh?" Kuro teringat kalau dia meminta beberapa pelayan untuk mengambil beberapa barang yang tersisa di villa.
" Oh, kau mengecat rambutmu?" Tanya Alex mendapati rambut perak milik Nana, dan rambut merah milik Kuro.
" Ini warna asli rambutku!" Ketus Kuro yang beranjak pergi dan membiarkan Nana melayani tamu mereka. Mereka akhirnya bercanda gurau sepanjang hari, mereka membicarakan banyak hal. Mulai dari kepala sekolah yang
mencari mereka, festival musim semi yang akan datang, hari-hari tanpa Kuro dan Nathan. Hm ada banyak, hingga mentari telah berganti dengan rembulan.
" Ah, sudah petang!" Clair begitu terkejut mendapati jam telah menunjuk pukul 6 sore.
" Eh, kenapa?" Tanya Rei bingung.
" Apa kamu lupa? Hari ini tuan muda ke-2 mengadakan pesta kepulangannya!" Gerutu Clair mengingatkan Rei yang selalau melupakan hal-hal seperti ini.
" Ah, gawat! Aku benar-benar lupa!" Alex menepuk jidatnya.
" Kita harus cepat!" Alex menambahkan, membuat Nana yang melihatnya bingung.
" Hm, Nathan! Kami permisi dulu ya!" Ucap Clair yang terburu-buru mengendong tas nya dan menarik lengan
kedua temannya itu.
__ADS_1
" hm..."