![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Aku mau ganti baju, pakaian ini membuat ku gerah " Ujar Nana sembari melepas kancing paling atas dari seragamnya.
" Hehe..., tidak akan semudah itu !" Gumam Clair sembari menatap keduanya dengan maksud tertentu.
Nana dan Kuro segera menjauh dari sana dan berjalan menuju ke ruang ganti, sekiranya Nana dan Kuro mulai menjauh Clair dan yang lainnya terkekeh senang, karena mereka tengah disibukan dengan rencana tahap 2 yang sudah mereka antisipasi seandainya mereka gagal. ya, mereka tak akan menyerah tanpa perlawanan.
" Baiklah semuanya! Kita habisi mereka dikolam renang !" Seru Clair sembari mengangkat tinjunya ke udara, membakar semangat dan memberi komando pada teman-teman sekelasnya.
" BAIK !" Jawab semua serempak
" Yuhuu!! Saatnya bermain air !" Seru beberapa anak dengan riang, tak sabar ingin bersenang-senang.
Nana dan Kuro kini sudah berada di dekat kolam renang, mereka berjalan dengan santai hingga tiba-tiba saat melewati kolam renang....
" Serang ! " Titah Clair pada teman-temannya.
" Kyaa!!!!" Teriak para gadis bersemangat, ya mereka tidak sabar melihat dua pangeran baru di kelas mereka basah.
" Eh , apa-apaan ini ?" Tanya Kuro bingung ketika tiba-tiba mereka disergap dari segala arah, sepertinya dia sudah benar-benar lengah untuk sesaat.
" Bersiaplah untuk basah Nathaniel !" Ujar Rei yang bersiap mendorong tubuh Nana ke air.
"Eh ?" Saat Nana baru saja menoleh, tiba-tiba tubuhnya sudah oleng dan jatuh begitu saja ke kolam
BYURRR.....
" NANA!!!" Teriak Kuro yang terkejut mendapati sang adik yang terjatuh ke kolam, Kuro langsung melompat ke kolam dan menyelamatkan Nana
" Eh ? Ada apa ?" Tanya semua orang bingung, apalagi mendapati reaksi panik dari Kuro tadi membuat mereka semakin bertanya-tanya.
Disaat semua orang tengah panik dan bingung, Nana mencoba menahan nafasnya sekuat tenaga. Sedang Kuro tengah berusaha menggapai sang adik yang mulai tenggelam ke dasar kolam.
" Urgh.." Nana mencoba menahan nafasnya, akan tetapi sayang sekali dia tidak bisa bertahan cukup lama. Pandangannya mulai menghitam dan Nana kehilangan kesadarannya.
Sial, kenapa kolam ini sangat dalam? -batin Kuro kesal
" Eh, kenapa Nathan tidak segera muncul ?" Tanya Alex sedikit panik.
__ADS_1
"Ah! Mungkinkah, dia tidak bisa berenang ? " Gumam Clair menduga-duga, kini sejumlah pikiran negatif menyeruak dalam otaknya.
" Gawat! Kolam ini sangat dalam, bisa-bisa dia ..." Alex berhenti bicara ketika sadar kalau mulutnya hampir mengucap hal buruk.
" Tenanglah , Kurogane sudah turun dan menyelamatkannya !" Ujar Rei dengan tenang, berharap teman-temannya juga akan tenang dan berpikir dengan jernih.
Setelah menanti beberapa lama dengan penuh ke khawatiran tiba-tiba Kuro muncul ke permukaan ...
"HUAHH!!..." Kuro mucul ke permukaan, sembari membawa Nana yang nampak pingsan.
" Cepat bantu dia !" Seru Clair yang panik, Rei dan Alex langsung membantu mengangkat Nana keluar dari air, sedangkan para gadis mulai mengerumuni mereka.
" Apa kamu baik-baik saja Kurogane ?" Tanya beberapa gadis khawatir mendapati Kuro yang nampak kacau.
" Minggir !" Ucap Kuro dingin, membuat para gadis itu langsung menyingkir karena takut. Kuro langsung memberikan pertolongan pertama untuk Nana, dengan cepat dan tenang Kuro melakukan protokol pertolongan darurat, sedangkan batinnya tengah merana, takut adiknya kenapa-napa.
" Uhuk..Akh..." Nana yang sadar langsung terbatuk dan memuntahkan semua air yang dia telan.
" Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Kuro khawatir, sangat khawatir pada sang adik. Bahkan dia yakin kalau nyawa-nya hampir menghilang beberapa saat yang lalu.
" Hm.." Nana mengangguk padahal dirinya masih sangat ketakutan dan mengalami serangan panik saat ini, hampir sekujur rubuhnya gemetar takut. Sayangnya dia sadar dengan lokasi tempatnya berada saat ini, juga ego yang menahan dirinya. Membuat Nana menahan getaran itu sejadinya.
"...." Semua orang terdiam, Nana hanya menoleh masih dengan wajah pucatnya.
" Ma-maaf ! Aku tidak tahu jika kamu tidak bisa berenang... " Ucap Clair menyesal. Benar-benar menyeasal, gadis itu menunduk sembari mengigit bibir bawahnya. Tak kuasa menatap wajah nana saat ini.
" Hm.., Tidak masalah !" Ucap Nana dengan lembut
" Oh ya, lain kali jangan bercanda berlebihan" Sambung Nana sembari tersenyum membuat semua yang ada disana terpukau dengan senyumnya.
" Ah..." Bahkan Clair terpesona dengan senyum yang di buat Nana
Kuro dengan sigap langsung menggendong Nana ala bridal dan membuat semua orang terkejut dengan hal itu, terutama para gadis yang langsung berteriak tidak jelas melihat pemandangan dari keduanya yang begitu luar biasa.
" Ayo kita pulang !" Titah Kuro dingin, dia masih kesal dengan teman-teman sekelasnya terutama pada Clair yang membuat rencana ini, juga Rei yang mendorong Nana. Akan tetapi keadaan adiknya saat ini adalah prioritas bagi
Kuro.
__ADS_1
"Hm..." Nana hanya menjawab dengan deheman singkat dan mengangguk patuh. Tidak bisa melawan Kuro yang tengah berada dalam kendali emosi seperti saat ini.
Kuro langsung membawa Nana menuju ke parkiran, setibanya dimobil Kuro langsung mendudukkan tubuh Nana ke kursi, menyalakan mobil dan penghangat udara.
" Pakai ini agar tidak kedinginan !" Ucap Kuro memberikan jaket yang dia ambil dari dashborad, juga selimut tipis yang bisa sedikit menghangatkan tubuh Nana.
" Thanks... " Ucap Nana lemah.
Mendengar itu Kuro dengan cepat menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya menuju ke rumah, saat diperjalanan Kuro yang masih panik mencoba mengobrol dengan Nana, berharap adiknya tidak kembali pingsan.
" Apa kamu benar tidak apa ?" Tanya Kuro khawatir, pasalnya sang adik nampak lebih pucat saat ini.
" Urgh..." Nana mengeratkan kepalan tangannya, jujur saat ini Nana benar-benar ketakutan. Trauma masa lalu kembali terangkat dan tergambar jelas di otaknya. Membuat gadis itu menahan diri sekuat yang dia bisa agar tidak panik ataupun berteriak karena takut.
" Aku tidak apa..." Ucap Nana dengan sebuah senyum yang diukir diwajahnya, hal ini justru membuat Kuro semakin gelisah. Apalagi mendapati tangan kanan Nana yang gemetar bukan main, ditambah lagi bibirnya yang membiru dan pucat.
" Hahh...." Kuro hanya menghela nafas lelah, dan menambah laju kendaraanya.
Tidak lama terasa kini mereka tiba dirumah, Kuro dengan sigap membawa Nana masuk ke dalam dan membuat seisi rumah terkejut dengan kepulangan mereka
" Eh, tuan muda ! nona muda ! kalian sudah pulang ?" Tanya Lucifer yang mendapati keduanya masuk kedalam rumah. Terutama melihat Nana yang berada di gendongan Kuro?
" Hm..." Nana hanya tersenyum simpul, sedang Kuro mempercepat langkahnya masuk
" Ah, nona kenapa??" Tanya Luciffer khawatir mendapati Nana berada digendongan Kuro. Bukan karena Nana yang berada digendongan Kuro, melainkah kondisi Nana yang berada di gendongan Kuro sat ini benar-benar mengkhawatirkan.
" Siapkan air hangat untuknya , hubungi dokter setelah dia selesai mandi !" Titah kuro membawa Nana menaiki tangga menuju kamar sang adik.
" Tuan muda ! Kenapa anda bisa basah kuyup ?" Tanya Himawari yang baru tiba di ruangan, Himawari panik mendapati tuannya basah kuyup.
" Aku baik-baik saja ! " Ucap Kuro singkat, pemuda itu masih terus memburu langkahnya mencoba menghiraukan semua atensi dan pertanyaan yang diberikan padanya.
" Hima, buatkan bubur untuk Nana !" Perintah Kuro pada si pelayan.
" Baik tuan muda !" jawab Himawari sembari bergegas menuju dapur
" Terimakasih , Kuro !" Ucap Nana tersenyum lembut begitu mereka tiba di depan kamar Nana.
__ADS_1
" Hm, jangan sampai sakit ! " Ucap Kuro lembut
" Iya-iya, berisik"