![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ayo!" Jawab Arthur riang, membuat Nana terkekeh karena noda es krim yang bercecer di mulut adik sepupunya itu.
" Haha, ayo!" Ujarnya menarik Arthur pergi menuju ke tempat parkir.
Nana dan Arthur akhirnya kembali menuju ke kediaman tanpa Louis, Nana sendiri yang mengemudi. Sedagkan Arthur sudah terlelap di kursi penumpang, Nana terkekeh melihat anak iu yang nampak pulas. Mungkin kelelahan setelah bermain seharian.
Setibanya dikediaman Yukki, Nana menggendong Arthur dan membawa nya masuk. Baru saja masuk dan gadis itu sudah ditunggu oleh semua paman dan kakak laki-lakinya. Akhirnya Nana menghabiskan sisa harinya dengan membantu mereka memecahkan masalah perusahaan. Hingga malam tiba, Haryy kakek dari Nana, membawa Nana menuju ke ruang belajar.
" Ini, semua yang berhubungan dengan keluarga Yuuki. Kakek mempercayakannya padamu!" Ucap Haryy menyerahkan beberapa dokumen penting milik Yukki Grup, Haryy juga memberikan Nana kalung simbol keluarga Yukki, kalung itu telah diturunkan turun-temurun selama ratusan tahun. *The Silver Blood Moon *, kalung itu bisa dibilang sebagai simbol sekaligus tanda pewaris keluarga.
Keluarga Yukki memiliki 2 simbol pewaris, yang pertama adalah *TheSilver Blood Moon *dan yang ke dua adalah *The Hearts of Ocean*. simbol yang pertama adalah sebuah kalung dengan Red Rubby sebagai batu permatanya dan yang kedua adalah anting Blue Shappire. Nana terkejut bahwa kakeknya memberikan benda yang sangat berharga padanya, hingga membuat gadis itu tidak bisa berkata-kata.
" Kalung ini untukmu, dan anting itu... Berikan pada Kuro saat kau pulang.." Ujar Harry mengatakan bahwa simbol yang kedua akan diberikan pada Kuro, sehingga mereka berdua bisa memimpin dan melindungi keluarga Yukki.
" ..." Nana yang begitu terkejut hanya bisa terdiam dan tak bisa berkata-kata, mau bagaimanapun melindungi sebuah keluarga besar bukan hal yang mudah. Apalagi dirinya punya banyak musuh dan terlibat dalam dunia gelap, posisi pewaris tentu akan membahayakan keluarganya.
" Maaf, kakek..." Nana akhirnya menolak kalung itu dan meminta Haryy untuk menyimpannya, baginya ini masih terlalu awal. Dia merasa belum cukup kuat sebelum dia bisa menguasai dunia.
" kakek, jika kalung dan anting ini memilih kami...,maka simbol itu pasti akan jatuh ke tangan kami suatu hari nanti!" Jelas Nana saat mengembalikan harta itu pada sang kakek.
Haryy yang mendengar kata-kata Nana begitu terkejut, matanya terbelalak sejenak kemudian dia tersenyum dan mengusap kepala cucu kesayangannya itu, kemudian memeluknya, Nana memeluk balas Harry dengan pelukan yang erat dan tidak terlepas.
" Bagaimana dengan ulang tahun ibumu?" Tanya Harry mengenai ulang tahun Lisa.
" Ah, ulang tahun Mama!" Nana yang baru teringat langsung melepas pelukannya.
" Eh, ada apa sayang?" Tanya Haryy yang bingung dengan sikap cucu-nya.
__ADS_1
" Kakek aku harus segera kembali, mau bagaimanapun besok adalah ulang tahun Mama! perjalanan ke negara Y
butuh waktu 8 jam, aku harus cepat !" Ujar Nana menjelaskan situasi.
" Ah, aku pikir kenapa?" Jawab Haryy sambil terkekeh.
" Eh, apa kakek juga akan datang?" Tanya Nana bingung, pasalnya baru kali ini ulang tahun sang ibu tidak dilaksanakan di kediaman utama Yuuki.
" Hm, kita adalah keluarga! Tentu saja kami datang!" Ujar Haryy berjalan keluar dari ruang belajar. Nana mengikuti Haryy berjalan keluar, hingga dia tidak menyadari bahwa sang kakek membawanya ke area lepas landas.
" Kau bisa pulang dengan itu!" Ujar Haryy menunjuk sebuah pesawat dan mengatakan bahwa pesawat itu akan membawa Nana ke Negara Y, Nana yang mendengar hal itu langsung memeluk sang kakek sejenak. Kemudian berlari memasuki pesawat, Nana mengemudikan pesawat itu sendirian. Berada di Queen's membuatnya belajar banyak hal tentang senjata dan obat-obatan, dia juga mempelajari cara mengendarai berbagai macam armada tempur. Jadi, mengendarai pesawat jet pribadi bukan hal yang sulit bagi Nana.
Nana bergegas melakukan Take Off, pasalnya butuh 8 jam untuk tiba di Negara Y. Tentu akan jadi perjalanan yang sangat melelahkan, akan tetapi Nana tetap bersikeras pergi sendiri tanpa membawa Co-Pilot. Dan benar saja, dia mengemudikan pesawat itu semalaman hingga keesokan harinya dia tiba di Negara Y dengan selamat.
" Ahh, akhirnya aku tiba!" Ujar Nana yang merenggangkan tubuhnya.
.
.
TOK TOK
" Akhirnya kamu tiba" Ujar Nana membuka pintu dan menarik Luciffer masuk.
" Ini semua yang nona minta!" Ucap Luciffer mengeluarkan semua barang yang diminta Nana.
" Ah, Lucy! Bisakah kamu pergi membungkus gaun ini ?" Tanya Nana meminta sang pelayan membungkus gaun pilihannya.
__ADS_1
" Baik nona!" Jawab Luciffer mengambil gaun itu dan pergi, namun saat akan pergi Luciffer teringat akan suatu hal
" Ah, nona! " Panggil Luciffer membuat Nana menoleh sejenak dari kegiataannya.
" Ada apa?" Tanya Nana menatap bingung pada sang kepala pelayan.
" Anu, kenapa Nona tidak pulang?" Tanya Luciffer yang bingung dengan sikap nona-nya.
" Ah, soal itu? nanti malam aku ingin ( XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX). Apa kamu bisa?" Tanya Nana setelah membisikkan sesuatu pada Luciffer.
" Ah, baiklah nona ! Kalau begitu saya permisi dulu!" Ucap Luciffer yang bergegas pamit dari sana.
" Lucy! Suruh seseorang mengantar *Chi-ku ! *( salah satu koleksi mobil Nana, *Bugatti Chiron ) *" Pinta Nana saat Luciffer hendak menutup pintu.
" Baik, nona!" Jawab Luciffer yang kemudian menutup pintu dan beranjak pergi.
Luciffer pergi membungkus Hadiah yang diminta Kuro, Kemudian memberikannya kepada Nana. setelah Luciffer pergi, Nana bersiap-siap untuk istirahat. Setelah semalaman mengemudi dia merasa sangat lelah, Gadis itu mengistirahatkan tubuhnya di ranjang.
Baru 3 jam tertidur, dan Kuro tiba didepan kamar Nana dan meminta masuk. Nana merasa terganggu dengan ketukan pintu dan bel yang dibunyikan oleh Kuro, akhirnya terpaksa membukakan pintu untuknya. Kuro akhirnya menceramahi Nana selama 30 menit karena membuat Kuro menunggu diluar selama 20 menit.
Tidak terasa setelah Kuro menasihati Nana, dan sekarang jam sudah menunjuk pukul 5, Kuro menyuruh Nana untuk mandi dan bersiap. Setelah Nana selesai mandi, giliran Kuro pergi mandi. Sedang Nana berganti pakaian dan bersiap, tidak butuh waktu lama Kuro selesai mandi.
" Kamu belum selesai?" Tanya Kuro yang mendapati sang adik masih duduk di meja rias dengan handuk yang masih berada di kepalanya.
" Hm, aku tidak bisa mengeringkan rambutku!" keluh Nana yang kemudian menoleh dengan tatapan manja pada Kuro yang berdiri dibelakangnya dengan rambut yang basah, masih ada handuk di kepalanya, tubuhnya hanya dibalut dengan handuk mandi menampilkan dada yang terlihat bidang dan kekar.
" Hahh, baiklah! Sini kubantu!"
__ADS_1