![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Masuk.." Jawab kepala sekolah dari dalam memberikan izin.
" Excuse me.." Ucap kuro pelan.
" Hm, bisakah aku membantu kalian ?" Tanya kepala sekolah
" Ah, kami murid pertukaran" jawab Kuro to the point.
" Ah, jadi itu kalian ya!" ujar kepala sekolah bersemangat
" Kalau begitu ayo, akan ku ajak kalian berkeliling!" Ucap kepala sekolah langsung menyambut ke datangan mereka dan mengantar mereka berkeliling..
" Baik...." Sahut Nana mengikuti kepala sekolah dari belakang
Kepala sekolah membawa keduanya berkeliling seluruh penjuru sekolah, dan saat ini mereka sedang berada di gedung olahraga. Saat berada di gedung olaharaga, kepala sekolah terlalu sibuk menjelaskan hingga tidak sadar dengan situasi.
" Jadi, ini adalah gedung olahraga kami ! Disini biasanya ....." Kepala sekolah terus menjelaskan hingga dia tidak sadar-
SRATT.....
" BU KEPALA, AWAS !" Teriak beberapa siswa yang berada tidak jauh dari mereka.
" Eh..." Baru saja kepala sekolah menengok kebelakang dan-
DRAPP...
Nana bergegas menangkis Bola Voli yang mengarah ke kepala sekolah...
"HUAAA....!" Teriak kepala sekolah kaget.
" Apa anda baik-baik saja, kepala sekolah ?" Tanya Kuro tenang.
" T-terimakasih !" Ucap kepala sekolah terbata.
" Bukan masalah !" Jawab Nana santai.
" Ah, kepala sekolah ! Apa anda baik-baik saja ?" Tanya para murid yang datang menghampiri mereka.
" Aku baik, tapi siapa yang akan bertanggung jawab akan hal ini ?" Tanya kepala sekolah pada para murid.
" Hehh,maaf ya! Aku tidak sengaja kelepasan control saat bermain !" ujar seorang gadis sembar menjulurkan lidahnya.
" Hahhh..., Stevany Putri ! kamu lagi...." geram kepala sekolah itu menahan amarahnya
" Bibi, maaf! Akan ku bereskan nanti!!!" Ujar gadis itu sembari mengambil bola, kemudian berlari menghampiri teman-temannya.
" Cih, ...dasar anak itu ya!" rutuk kepala sekolah kelas mendapati sikap keponakannya yang tidak pernah ada habisnya.
"Oh ya, apa kamu baik-baik saja Nathaniel ?" Tanya kepala sekolah khawatir
" Tidak apa, seharusnya saya ibu pergi ke ruang kesehatan untuk memeriksa apa benar ibu tidak terluka" Ucap Nana dengan senyum manis di wajahnya, membuat atensi seluruh siswi terarah padanya.
" Kyaaa.....!" Teriak para gadis yang melihat senyumnya langsung histeris begitu saja.
" Hei kalian, cepat kembali berolahraga!" Titah kepala sekolah yang melihat gadis-gadis itu mengerumuni Nana dan Kuro
" Nah, sekarang saatnya menunjukkan kelas kalian!" Ujar kepala sekolah pada keduanya, Nana hanya mengangguk pelan.
" Ah, kelas kami ya?" Kuro mengukir senyum penuh misteri.
" Hm, ayo ikuti aku! Jangan sampai tertinggal ya " Ucap kepala sekolah memimpin jalan.
__ADS_1
Nana dan Kuro mengamati setiap penjuru lorong yang mereka lewati, dalam benak nya teringat bahwa mereka telah mekwati tempat itu tadi. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba dikelas, hanya 15 menit setelah
melewati gedung olahraga, kolam renang kemudian berjalan melalui lorong di lantai 2 dan kini mereka berada didepan kelas. Nana mengamati kondisi kelas yang berisik dan ramai, sedangkan itu didalam kelas...
" Hei, cepat duduk ! Nyonya tua datang!" Seru salah seorang murid yang berada didekat jendela.
" Ah,cepat duduk ! Ambil senapan kalian !" ujar ketua kelas memberi instruksi.
tidak lama kemudian pintu dibuka..
KRIIETT...
" Permisi ..." Ucap kepala sekolah melangkah masuk.
" Semuanya berdiri !" Titah ketua kelas
BRAKK...
DORR
DORR DORR
DORR DORR
Tiba-tiba suara tembakan langsung memenuhi kelas. Nana dan Kuro tentunya terkejut, baru saja keduanya datang dan mereka sudah disambut dengan suara senapan yang melengking. Si kembar yang sudah pasti tidak mengerti dengan situasi ini mengernyit heran, akan tetapi mereka lebih memilih untuk menyingkir dari sana. Kuro dan Nana langsung menyelinap dari samping, menghindar dari setiap tembakan peluru karet dan menyelinap kebelakang kelas tanpa disadari oleh semua orang.
sementara itu...
" Urgh...." Kepala sekolah mengepalkan tangannya dan menangkis setiap serangan yang mengarah padanya, satu demi satu peluru yang menghujam ke arah nya di lempar balik tak berarah.
DUAKK ...
" Urgh..., sakit..." Rintih seorang gadis yang terkena pukulan kepala sekolah, gadis itu memegang perutnya erat.
" Hahhh....., kalian ini merepotkan aku saja !" Ujar kepala sekolah geram, merapikan kembali kemeja dan rambutnya yang berantakan karena tingkah siswa-siswinya.
" Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya salah seorang dari mereka pada gadis tadi.
" Hm, untung aku sudah pakai rompi pelindung !" jawab gadis itu sembari memperlihatkan rompi pelindung di balik seragamnya, sedang yang lain hanya bisa mengukir senyum mereka. Bahkan beberapa dari mereka tertawa.
" Baiklah semuanya kembali ketempat duduk kalian !" Ucap kepala sekolah memberi perintah
" Baik..." Jawab mereka serempak, pistol kembali di simpan di laci meja. Seragam yang berantakan kembali di rapikan, seakan tidak terjadi apapun barusan mereka duduk dengan tenang.
" Jadi, hari ini aku kemari karena aku ingin memperkenalkan murid baru pada kalian !" Ucap kepala sekolah sembari menunjuk ke sebelah kanannya.
" Pfft...., Hahahha"
" Haha...Hahha.."
" Hahahaha...." Tiba-tiba semua murid langsung tertawa terbahak, tawa mereka pecah sampai memenuhi seluruh penjuru ruangan.
" Hei-hei, kenapa kalian tertawa ?" Tanya kepala sekolah kesal tanpa mengetahui alasan siswa-siswi nya tertawa.
" Haha..., bu kami tahu anda masih muda, tapi bagaimana ibu bisa memperkenalkan udara pada
kami ?" Tanya salah seorang murid sembari mengusap air mata di sudut matanya.
"EHHHH!!!!!???? ? " Kepala sekolah segera menoleh dan terkejut begitu mendapati Nana dan Kuro yang menghilang begitu saja.
" Eh,dimana mereka ? " ucap kepala sekolah kebingungan
__ADS_1
" Kami disini " Jawab nana pelan.
" Eh ? "
" EHHHH! " Semua orang terkejut mendapati sebuah suara yang asing, jadi mereka langsung menoleh kebelakang dan berteriak kaget mendapati 2 pemuda tampan tengah berdiri dibelakang kelas.
" Ba-bagaimana mereka bisa ada disana ?" Tanya semua orang kebingungan, pasalnya pintu belakang terkunci jadi, akses masuk hanya bisa melalui pintu depan. Sedang tadi mereka tengah berlomba dengan kepala sekolah.
" Nathaniel? Kurogane ? bagaimana kalian bisa ada disana ?" Tanya kepala sekolah menatap keduanya tak percaya
" Ah, itu ...tadi kami masuk saat kalian tengah sibuk bermain" Jawab Nana dengan santainya
" APAA ?" Semuaberteriak tidak percaya
" Hah.., baiklah kita simpan saja rasa penasarannya ! Kalian kemarilah " Panggil kepala sekolah, Nana dan Kuro langsung berjalan menuju ke depan.
" Baiklah akan ku perkenalkan pada kalian, mulai hari ini mereka berdua akan belajar bersama kalian !" Ucap kepala sekolah tegas.
" Perkenalkan, namaku Nathaniel Yuu !" Ucap Nana memperkenalkan dirinya sembari membungkuk hormat layaknya seorang pangeran.
" Kurogane Yuu ! " ujar Kuro memperkenalkan dirinya dengan dingin dan singkat, berbeda dengan sang adik yang membuat kehebohan. Kuro membuat suasan kelas, menjadi tegang walau dalam hati para gadis ingin berteriak.
" KYAA!!! mereka sangat tampan !" Ujar para gadis saling berbisik dan berteriak.
" Eh, nama marga kalian sama ? " Tanya salah seorang dari mereka yang mendapati sebuah kejanggalan..
" Hm, pertanyaan bagus ! Aku memberimu nilai + Akai !" Ucap kepala sekolah menunjuk Akai.
" Ya nama kami sama, karena kami kembar " jawab Nana santai.
" Wah, keren " Ujar beberapa anak laki-laki.
" Hm..., apa kita bisa mulai sekarang?" Tanya salah seorang gadis dikelas itu. Aura mendominasi nampak jelas di sekitar gadis itu, Nana dan Kuro yakin kalau gadis itu salah satu orang yang berpengaaruh di kelas ini. Tidak, bahkan mungkin di sekolah ini.
" Clair ! Apa tidak besok saja ?" Tanya ketua kelas menatap gadis yang dipanggil Clair dengan wajah kaget
" Hm..kalian bisa melakukannya hari ini ! Aku memberikan izin pada kalian !" Ucap kepala sekolah santai.
" T-tapi, bu kepala?!" Ketua kelas lagi-lagi terkejut tuk kedua kalinya.
" Hah....., ayo kita mulai !" Ucap Clair yang bangkit dari duduknya
Eh ?-
Apa-apaan ini ?-
Apa yang tejadi? -batin Kuro mengamati sekitar
" Hm..., ayo !" Ucap seluruh murid sebelum menarik Kuro dan Nana ke ruang ganti begitu saja.
" Eh.., apa yang ? apa yang kalian ingin lakukan ?" Tanya Nana bingung
Clair dan yang lainnya akhrinya sepakat membawa Nana dan Kuro menuju ke ruang ganti, setibanya diruang ganti...
" Ini..! segera ganti pakaian kalian !" Ucap Clair melempar 2 buah seragam pada Kuro dan Nana, kemudian pergi meninggalkan keduanya.
" Eh, aku tidak mengerti apa yang terjadi ?" Gumam Nana bingung dan kesal.
" Hm, cepat ganti pakaianmu. Aku tidak akan melihat !" Ucap Kuro sembari menghadapkan dirinya ke dinding membelakangi Nana. Walau keduanya merupakan saudara kembar, Kurogane sadar kalau adiknya adalah seorang perempuan. Nana segerara mengganti pakainnya dengan seragam yang telah di berikan oleh Clair, setelelah selesai Nana menatap wajahnya di cermin kecil yang selalu dia bawa kemanapun.
" Aku sudah selesai ! "
__ADS_1