![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Ada apa sayang?" Tanya salah seorang dari mereka menanggapi panggilan si cantik.
" Bibi Tania, Bibi Lilian, Bibi Clair dan kakak-kakak sekalian. Apa aku boleh tahu apa yang kalian inginkan?" Tanya Nana pada para bibi dan kakak perempuannya.
" Hm,tentu saja pakaian, perhiasan, dan pergi ke salon kecantikan!" Jawab salah seorang kakak perempuan Nana meggebu-gebu, pasalnya sejak seminggu ini inflasi juga mempengaruhi mereka. Bukan pada hal keuangan, bagi seorang Yuuki uang adalah hal yang bisa didapat dengan mudah. Tapi bagaimana cara mereka menghadapi inflasi ini menyebabkan para wanita di keluarga Yuuki juga mengatur keuangan mereka dengan baik.
" Paman! Kakak! Bukankah kak Sally sudah memberitahu kalian!" Ucap Nana dengan bangga, walau dia yakin tidak ada yang mengerti dengan maksud perkataannya.
" Kakak! Ayo pergi!" Ajak Arthur yang tiba-tiba menarik Nana
" Ah, tunggu sebentar ya, Arthur!" Ucap Nana mencoba membujuk Arthur, pasalnya dia lupa untuk menyantap sarapannya karena pembicaraan tadi.
" Aah, ayo! Ayo! Sebentar lagi taman bermainnya akan dibuka!" Arthur merengek sembari menarik-narik lengan Nana.
" Nana kamu pergilah dengan Arthur !" Ucap kakak Arthur meminta si cantik untuk pergi dengan sang adik.
" Hm, baiklah kak Zack ! Aku pergi dulu paman!" Ucap Nana yang kemudian berdiri dan beranjak pergi, merelakan sarapannya untuk dimakan di mobil dalam perjalanan mereka nanti.
" Eh, tunggu Nona!" Louis yang berada didepan pintu menghentikan Nana dan berniat protes, pasalnya hari ini jadwal atasannya benar-benar penuh, apalagi ada beberapa janji penting yang akan sulit dibatalkan dan bisa saja malah menyebabkan kerugian besar bagi K7.
" Hm? Louis apa yang kamu tunggu? Tuan muda Arthur sudah menunggu!" Ucap Nana yang masuk kedalam mobil dan menyantap sandwich-nya.
" Blwek?" Atrhur menjulurkan lidahnya mengejek Louis yang akhirnya kalah.
Louis akhirnya menyerah dan menjadi sopir untuk mereka, saat diperjalanan Nana menelfon Charlote dan memintanya untuk memesan seluruh taman bermain untuk hari itu, dan Nana juga meminta Charlote untuk membatalkan semua janjinya dan menggantikannnya dalam rapat yang diadakan hari ini. Sedangkan Nana menghabiskan seharian waktunya untuk bermain dan bersenang-senang dengan Arthur, Louis yang tadinya kesal juga ikut bersenang-senang dan menghabiskan sepanjang hari menemani mereka bermain.
saat mereka akan kembali Nana tidak sengaja bertemu dengan tunangannya. *Tristhan Rose * seorang pria tinggi, berparas tampan dengan *Red Ruby eye's dan Red Hair * kebanggaan keluarga Rose. mereka berjumpa disebuah Cafe kecil di Mall seberang taman bermain.
__ADS_1
"Ah, Nana! " Sapa Tristhan yang mendapati sang kekasih berada tidak jauh dari pandangannya.
" Thris ? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Nana, sangat jarang menemukan Tristhan ada ditempat seperti Mall atau taman bermain. Biasanya Tristhan menghabiskan waktunya untuk Traveling ke berbagai penjuru dunia. Jadi hal seperti ini sangat jarang, bahkan bisa dibilang hal yang langka menemukan seorang Tristhan Rose di Mall.
" Ah, aku sedang mencari hadiah untuk Bibi Lisa!" Jawab Tristhan semabari mendudukkan tubuhnya di kursi kosong.
" Hm, lalu bagaimana perjalanan terakhirmu?" Tanya Nana mengabaikan alasan mengapa tunangannya berada di sana.
" Aku baru kembali dari negara C, aku menghabiskan sepanjang hari menjelajah gurun yang ada disana!" Jelas Tristhan
" Aku beritahu kamu, disana sangat menyenangkan! aku yakin kamu pasti akan suka!" Seru Tristhan. walau bisa dibilang mereka ditunangkan secara paksa tapi, Nana dan Tristhan bisa menerima hal itu mereka berdua juga sangat dekat dan saling suka pada akhirnya. Walau jarang bertemu, tapi keduanya selalu berbagi kabar setiap harinya, memastikan kalau sang pasangan baik-baik saja.
" Wah, aku tidak sabar berpetualang denganmu!" Jawab Nana menanggapi cerita Tristhan, gadis itu sering berpegian dengan Trishtan jika memiliki waktu luang. Walau kadang di tengah-tengah perjalanan, si cantik harus kembali ke perusahaan karena ada masalah yang penting.
" Ayolah Nana! Ayo pergi bersamaku" Tristhan memohon, sudah lebih dari 1 tahun Nana habiskan waktu untuk mengurus perusahaan sejak keluar dari Queen's, dan tak pernah meluangkan waktunya untuk sang kekasih. Padahal dulu mereka sering menghabiskan waktu berpergian ke berbagai tempat guna mencari informasi tentang Raymond.
" Hahh, aku mengerti ! Oh ya, dimana Kuro?" Tanya Tristhan mengalihkan topik pembicaraan, tak ingin si cantik di depannya merasa bersalah karena permintaannya.
" Ah, kakak ada di Negara R! Dia ada rapat penting disana" Jawab Nana menanggapi pertanyaan Tristhan.
" Hahh, dasar! Dia selalu saja sibuk" keluh Tristhan, pasalnya kakak iparnya itu tidak pernah punya waktu luang. Bahkan bisa dibilang Kuro selalu sibuk di kantor, berbeda dengan Nana yang masih bisa menghabiskan waktu untuk bermain-main seperti saat ini.
" Hm, bukankah kak Yora juga sama saja?" Protes Nana tidak terima.
" Ya, kamu benar! Mereka sangat serasi. Yora baru saja pergi untuk rapat dikantor pusat! Oh ya, aku dengar kemarin kamu mengadakan rapat darurat dengan 5 keluarga besar?" Tanya Tristhan, walau tuan muda itu nampak tidak peduli dengan perusahaan dan tidak memiliki niat sedikitpun untuk menyumbangkan tenaga ataupun waktu. Tristhan tetap mempedulikan segala hal yang berhubungan dengan keluargannya, dan masalah ini membuat seisi Kediaman Rose kacau.
" Hm, Aku hanya sedikit mencari keuntungan dari masalah ini !" Seru Nana dengan smirk kecil terukir disudut bibirnya, membat Tristhan terkekeh pelan melihatnya.
__ADS_1
" Hah, ini memang kebiasaanmu!" Ujar Tristhan yang sudah hafal kebiasaan sang kekasih dari kecil, tak pernah satupun peluang ia lepaskan.
" hm!" Nana hanya tersenyum menanggapi ucapan Tristhan, pasalnya apa yang diucapkan memanglah benar.
" kakak ayo kita pergi!" Ujar Arthur menarik lengan Nana tiba-tiba, Nana terkejut bukan main begitu anak itu menariknya dengan terburu.
" Eh, pelan-pelan Arthur.." Pinta Nana takut anak itu jatuh karena menariknya paksa.
" Ayo kak!!!!" Rengek Arthur masih mencoba menarik gadis itu.
" Hah, iya-iya! maaf ya Tris, aku harus pergi!" Ucap Nana yang bangkit dari duduknya.
" Hm, bukan masalah ! Oh ya, dari mana saja kau bocah?" Tanya Tris menahan kerah belakang Arthur, membuat anak itu tidak bisa berlari.
" Aku membeli es krim dengan kak Louis " Jawab Arthur singkat.
" Eh, Louis ? DIMANA DIA?" Tanya Tristhan yang bersemangat, pasalnya Louis adalah teman sekaligus sahabat Thristan.
" Disana!" Jawab Arthur menunjuk Louis yang berdiri beberapa meter dari tempat mereka.
" LOOUUIISSSSS!!!!!!" teriak Tristhan begitu mendapati sosok yang ia cari-cari.
" Hah, sepertinya aku harus menyetir sendiri?" Keluh Nana yang mendapati Tristhan sudah membawa Louis pergi entah kemana.
" Ayo pulang, Arthur..." Ajak Nana pada Arthur yang kini sudah disibukkan dengan es krim ditangannya
" Ayo!"
__ADS_1