![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
Setelah semua pelayan masuk, Nana dan Kuro ikut masuk dan duduk disalah satu meja yang telah disiapkan disana. Nana mengangkat segelas jus Jeruk kemudian diikuti yang lainnya untuk bersulang.
Pesta dilanjutkan dengan sangat meriah, mereka semua bersulang untuk kesembuhan Nana walau Nana sendiri tidak minum. Dia baru keluar dari rumah sakit, tentu saja Kuro juga tidak mau kalau adiknya itu masuk rumah sakit lagi.
" Ahh..., aku kenyang!" Ucap Nana menyantap habis makanan yang ada di depan matanya, kini seluruh piring yang ada di meja makan telah kosong. Jun dan Ken sangat senang karena Nona kesayangan mereka telah kembali lagi, jadi dia bisa memasak berbagai jenis makanan untuk nona tercintanya.
" Kamu pergilah istirahat!" Titah Kuro pada Nana, dan Nana hanya bisa mematuhinya.
Nana bergegas ke kamarnya dan pergi beristirahat, sedangkan Kuro memilih untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang telah menantinya. Nana terlelap sepanjang hari hingga saat tengah malam dia terbangun karena haus.
Nana berjalan menuju ke dapur, dan dia mendapati ruang belajar Kuro masih terbuka dan lampunya masih menyala. Nana yang penasaran memutuskan untuk mengetuk pintu itu dan mendapati Kuro menengok ke arah Nana.
" Apa kamu akan berkencan dengan berkas-berkas itu untuk malam ini, Presdir Kuro " Ledek Nana yang berjalan masuk dan memeluk Kuro dari belakang.
" Hahh, bukankah presdir yang sebenarnya tengah bercinta dengan selimut dan bantal?" Balas Kuro masih fokus dengan berkas-berkas yang ada didepannya, dia bahkan tidak menengok ke arah sang adik sedikitpun.
" Do you want a Coffee?" Tanya Nana yang langsung diangguki oleh Kuro. Nana yang mendapati balasan dari sang kakak segera berjalan keluar dan melanjutkan langkahnya menuju dapur.
Nana kembali dengan segelas kopi yang berada didalam mug berwarna hitam polos. Dan segera menuju ke ruang belajar untuk memberikan Coffee yang kopi inginkan.
TAK
Nana meletakkan mug hitam dimeja kemudian bergegas menuju ke kamarnya, berniat untuk kembali melanjutkan mimpinya. Akan tetapi saat dia akan pergi Kuro malah menahan lengannya dan menarik sang adik ke pangkuan Kuro.
" Ouch, apa yang?"Ketus Nana menggerang kesakitan. Sedangkan Kuro hanya diam dan menjatuhkan kepalanya diantara ceruk leher Nana. Dia memeluk Nana dengan sangat erat, Nana bahkan merasakan ada sesuatu yang membasahi bahunya.
" Hahh..." Helaan nafas terdengar pelan dari celah bibirnya sebelum Nana memutuskan untuk memeluk balas sang kakak, kemudian mengusap lembut surai kakaknya itu.
" Kumohon sebentar saja" Ucap Kuro mempererat pelukannya dan Nana hanya diam. Setelah dirasa cukup bagi Nana, dia mendorong tubuh kakaknya pelan.
" Sudah?"Tanya Nana menatap kesal pada Kuro, dia ingin tidur saja kenapa harus repot-repot seperti ini?
" Haha" Kekehan pelan terdengar dari yang lebih tua, Kuro tersenyum kemudian mencium pucuk kepala Nana.
__ADS_1
" Hmm.." Nana balas mencium pipi kanan Kuro dan kembali menuju ke kamarnya. Sedangkan Kuro kembali melanjutkan kencan-nya dengan tumpukan berkas dan laptop.
Keesokan harinya Nana terbangun sangat pagi, dia bangun pukul 6 pagi, dan keributan sudah terdengar jelas dari bawah. Jadi Nana memutuskan untuk memeriksa apa yang terjadi di bawah, tidak biasanya ia penasaran seperti ini hanya saja dia mendengar Kuro tengah berteriak. Jadia ia sedikit khawatir pada sang kakak.
Nana keluar dengan kemeja yang membalut tubuhnya. Dia berjalan kebawah dengan santai seperti biasa hingga ia mendapati pemandangan di lantai bawah dari tengah tangga.
BRAKK
Nana jatuh ke lantai, kakinya lemas ketika mendapati seluruh keluarga besar Yuuki, Amber dan Rose ada disana.
" Nana!" Teriak Kuro yang mendapati adiknya terjatuh langsung menghampirinya. Tubuh Nana gemetaran, matanya membelalak, ada sebelit ingatan yang tersirat dalam otaknya.
Kuro yang mengerti langsung menggendong Nana, kemudian meminta Luciffer mengurus sisanya.
Nana mencengkram erat kaos yang dikenakan oleh Kuro, Kuro bisa merasakannya, adiknya tengah gemetar ketakutan Kuro menggendong Nana ala bridal style menuju ke kamarnya, setibanya di kamar Kuro langsung mendudukkan Nana disisi tepian ranjang.
" Apa kamu baik-baik saja, Nana?" Tanya Kuro berjongkok didepan Nana agar dia bisa menatap wajah adiknya yang tengah gemetar itu.
"..." Diam, hanya tatapan kosong penuh ketakutan yang ia dapati dari sang adik.
"Hmm, aku.. tidak baik!" Ucap Nana mulai mengangkat suaranya, terdengar jelas dari nada suaranya Nana sangat ketakutan.
" Tidak apa, aku disini!" Ucap Kuro mencium dahi Nana dengan lembut, mencoba memberikan ketenangan dan rasa aman.
Nana menumpahkan tangisnya pada Kakak tercintanya itu, kini dirinya hanya ingin Kuro, dia hanya ingin rasa takut itu hilang.
Sedangkan itu, diluar... Ryoma, Alan, dan Louis sudah tiba disana. Mereka mencoba menenangkan anggota keluarga Yuuki, Amber dan Rose, dan meminta mereka untuk keluar secara baik-baik sebelum mereka kehilangan kesabaran.
Setelah mencoba berkali-kali, mereka masih saja gagal. Para tetua dari kedua keluarga ini tetap bersikukuh untuk bertemu dengan Nana dan Kuro lebih dulu.
" Ayo kita turun" Ucap Nana mengumpulkan semua tekadnya kemudian mengajak Kuro turun.
" Apa kamu yakin?" Tanya Kuro menatap Nana yang hanya mengenakan Kemeja putih dan tidak mengenakan apapun ditubuhnya.
__ADS_1
" Ah!" Nana yang sadar segera bergegas menuju ke kamar mandi dan menganti pakaiannya.
Setelah beberapa lama kemudian Nana dan Kuro turun untuk menemui keluarga Yuuki, Amber dan Rose yang kini tengah berdebat dengan Alan dan Louis.
" Ehm.." Kuro berdehem agar perdebatan panas itu berhenti sejenak.
" Bisa kita duduk lebih dulu?" Ucap Nana yang ada dibelakang Kuro mulai angkat bicara, semuanya mengangguki dan langsung duduk disofa yang disediakan.
Keheningan melanda ruang tamu di mansion milik si kembar, saat ini mereka bingung bagaimana memulai pembicaraan hingga...
" Nana ..Kuro.." Harry Yuuki membuka pembicaraan, semuanya langsung mengalihkan fokus padanya. Tidak lupa dengan Kuro dan yang lainnya juga langsung mengembalikan fokusnya.
" Tujuan kami kemari adalah, kami ingin meminta maaf dan berterimakasih. Selain itu kami ingin membicarakan prosesi pernikahan kalian dengan Tris dan Yora" Ucap kakek Yuuki menatap intens pada manik merah dan biru milik kedua anak yang duduk diseberangnya.
" Ah, maaf kakek... tapi aku tidak bisa!" Ucap Nana membantah usulan tersebut.
Ini adalah hari yang sangat buruk.- Nana berbisik dalam hatinya, dia pikir hari ini mungkin akan sangat menyebalkan.
Semua yang mendengarnya merasa terkejut dengan bantahan Nana, kini mereka hanya terdiam dan melihat tubuh Nana yang sedikit gemetar. Mereka pikir Nana sekarang sudah sangat marah akan tetapi ini adalah ketakutan yang tak pernah mereka duga.
" Na..na.." Panggil Lisa menatap sedih pada anak perempuan semata wayangnya. Dia menyesal karena telah memperlakukan Nana dan Kuro dengan sangat buruk.
" Maaf, bisakah kalian pergi" Pinta Nana menundukkan kepalanya, dia tidak ingin melihat mereka saat ini.
"NANA CUKUP, BERHENTILAH MENJADI EGOIS!!" Teriak Raymond yang sejak dulu hanya diam dan tidak mengerti, kali ini angkat bicara. Dia tidak mau kejadian 3 tahun lalu terjadi kembali.
" Ahhh!" Nana terkejut mendapati Kuro yang sudah berdiri didepannya, disampingnya ada Ryoma, Alan dan Louis yang siap melindunginya.
Aku tidak sendiri- kata-kata itu terngiang di dalam kepalanya, dan membuat ia kembali mendapat keberaniannya lagi.
" Aku tidak pernah egois" Sahut Nana mendorong pelan tubuh Kuro agar semua orang bisa melihatnya dengan sangat jelas.
" Aku tidak pernah egois, aku tidak pernah seenaknya sendiri, aku selalu berpikir, aku tidak berbuat seenak jidat seperti yang kalian lakukan."
__ADS_1
"Aku mengorbankan masa kecilku untuk belajar bisnis dan mengurus perusahaan, itu adalah keinginan keluarga Yuuki."