RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]

RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]
Chill


__ADS_3

" A..APA?" Pekik Tris yang terkejut begitu otaknya selesai memproses kata-kata Nana, dia memeluk erat gadis yang ada didepannya itu dan terus mendekapnya dengan hangat.


" TIDAK! KAMU ADALAH MILIKKU, TIDAK ADA SIAPAPUN YANG BISA MENGAMBILMU DARIKU!!" Ucap Tris terus mengeratkan pelukannya, dia tidak ingin kehilangan gadis ini. Nana hanya terdiam, beberapa bulir mutiara turun dari matanya, kini pipinya mulai membentuk anak sungai yang indah.


" Maaf, aku tahu! aku juga tidak ingin melepaskan ikatan ini. tapi, kamu sudah mengetahui kondisiku saat ini dan aku tidak akan bisa bertahan dari musim dingin ini!" Nana melepas pelukan Tris, dia menatap intens menuju ke dalam iris merah itu. Tris sangat


mengerti maksud kata-kata Nana, dia hampir saja membeku mendengar hal ini.


" Tris?" Ucap Nana yang tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Tris, kini dia menempelkan jari telunjuknya dibibir Nana dan bermaksud membuatnya diam.


" Kalau begitu biar aku menemanimu hingga akhir musim dingin ini " Tris menampilkan senyumnya, gigi putih yang dia sembunyikan dibalik bibir tebalnya itu kini terlihat.


" Tris" Ucap Nana memeluk laki-laki itu, ingin sekali dirinya dibawa pergi dari kematian. Nana masih memiliki mimpi yang ingin dia raih, dan mimpi itu adalah bisa hidup bahagia dengan Tris.


Menikah, mengandung, dan melahirkan anak untuk pria yang kini tengah memeluknya erat. Nana ingin menyerahkan seluruh hidupnya dan mempersembahkan dirinya pada petualang bebas yang selalu bisa menangkap perhatiannya, yang selalu bisa memberikan atensi lebih padanya, dan selalu bisa membuatnya merasa istimewa.


" Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja" Ucap Tris mengeratkan pelukannya, dia tidak akan pernah membiarkan sosok dalam dekapannya hilang begitu saja. Dia akan melindunginya, dia bersumpah dalam hatinya pada tuhan. Bahwa ia akan selalu melindungi Nathalia Yuuki.


Maaf, Tris. semuanya sudah berakhir..-Batin Nana pilu.


" Nana!" Panggil Kuro dan yang lainnya masuk kedalam, mereka sedikit kaget dan menyesal kala mengganggu dua insan yang saling mencintai dengan teramat dalam.


" Hmm..." Nana melepas pelukannya, Ryoma membawa Tris pergi dan Nana mengistirahatkan dirinya.


.


.


.


Hari-hari terus berlalu, Nana habiskan hari-harinya dalam kamar dengan penghangat dan 5 pria yang selalu ada untuknya. Bahkan Tris menunda perjalannya untuk berpetualang dan memilih untuk menemani sang kekasih.


Kini musim dingin telah tiba, Nana menikmati harinya dengan hanya duduk didalam kamar dan menatap salju yang ada diluar. Dia sudah berulang kali meminta izin pada kakak


laki-lakinya untuk membiarkannya bermain diluar. Tapi, yang dia dapatkan adalah sebuah pukulan yang mendarat dikepalanya.

__ADS_1


" Hahh...aku bosan!" Gerutu Nana menarik laptop yang tidak jauh dari jangkauannya, dia memutuskan untuk memainkan game online, dan pilihannya jatuh pada salah satu game MOBA terbaru.


" Apa kamu mau terus bermain game?" Tanya Kuro yang tiba-tiba masuk entah dari mana dan membuat Nana terkejut.


" Hmm, Tris tidak bisa datang karena ada urusan. Jadi tidak ada yang memberikanku cerita yang bagus!" Ketus Nana mengingat hari ini sang kekasih tak bisa datang ke rumah.


" Hahhh, matikan PC-nya dan segera bersiap!" Titah Kuro yang membuat Nana bingung.


" Hmm, memangnya kita mau kemana?"


Tanya Nana menyunggingkan sebelah alisnya. Dia bingung dengan Kuro, beberapa jam yang


lalu Kuro melarangnya pergi bermain diluar dan kini dia memintanya untuk pergi dengannya keluar?


" Pondok yang ada dipuncak!!" Balas Kuro menunjukkan smirknya, dia tahu Nana sangat suka ketenangan digunung. Ya, walaupun dengan kondisinya yang seperti itu tapi Kuro yakin Nana pasti mau.


" TIDAK! LEBIH MENYENANGKAN BERMAIN GAME!!" Nana menolak mentah-mentah ajakan Kuro, dia tidak mau keluar dan merasakan dinginnya salju sekarang. Ia benar-benar sudah kehilangan mood-nya.


" A..apa? " Bingung Kuro yang sangat terkejut mendengar perkataan Nana. Bukankah adiknya ingin pergi keluar?


" Serius, ini baru pukul 7 PM " Ucap Kuro menunjuk jam dinding yang bertengger dengan tenag disudut kamar Nana.


" Hmm, aku serius!" Jawab Nana menarik selimut yang menghangatkan tubuhnya dan tidak akan membiarkan udara dingin menyakitinya.


" Hahh" Kuro berjalan pergi dari kamar Nana dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruangannya sendiri.


.


.


.


Nana kini tengah meringkuh dibawah selimut, setelah seharian mencoba tetap tenang didepan Kuro tanpa membiarkan kakak tercintanya mengetahui kalau tubuhnya sudah tidak bisa bertahan lagi. Nana hanya mendekap erat tubuhnya, dia bahkan bisa merasakan kalau lututnya telah menyentuh  dadanya, tubuhnya yang sangat dingin dan selimut tebal yang tidak bisa menghangatkannya.


Nana mencoba menutup kedua matanya namun gagal, sudah satu jam dan dia masih belum bisa tidur. Tubuhnya semakin dingin, dia bahkan tidak merasakan apapun lagi, Nana semakin mengeratkan pelukannya. Walau begitu rasa dingin tidak kunjung menghilang, jadi ia memutuskan untuk pergi ke kamar Kuro.

__ADS_1


Dia menangkat tubuhnya dari ranjang sambil tetap membalutkan selimut ketubuhnya, agar tubuhnha tidak semakin kedinginan. Nana melangkahkan kakinya menuju kamar Kuro, hingga tak terasa dia sudah ada didepan kamar Kuro.


Nana diam untuk beberapa saat, padahal hanya butuh sebuah ketukan dan  Kuro akan membuka pintu namun Nana tidak melakukannya. Dia berpikir jika dia tidur dengan Kuro, maka Kuro akan tahu dengan kondisinya. Nana terus berpikir dan akhirnya Nana memutuskan untuk mengetuk pintu, itu lebih baik dibanding dirinya tidak tidur.


TOK TOK


Pintu diketuk dengan perlahan, knop pintu mulai diputar. Kuro mendapati adiknya yang tengah terbalut selimut datang kedepan kamarnya.


" Nana?" Tanya Kuro bingung mengapa malam-malam Nana kemari, kenapa dia terlihat sangat pucat dan kenapa selimut membungkus tubuhnya.


" Apa aku boleh tidur denganmu, kak?" Tanya Nana berkata sambil malu-malu, dia kini tengah menggenggam erat ujung selimut itu. Kuro yang melihat tingkah lucu adiknya ini hanya tersenyum kecil, dia membiarkan Nana masuk. Padahal sejak kecil Nana tidak mau tidur dengan Kuro dan kini Nana sendiri yang meminta untuk tidur dengannya.


" Jadi, ada apa?" Tanya Kuro mencoba merapikan ranjangnya yang penuh dengan berkas.


" Hahh.." Nana melepas selimut yang membalut tubuhnya kemudian membantu Kuro agar dia bisa segera tidur.


" Aku tidak bisa tidur" Jawab Nana yang membuat Kuto terheran, setelah selesai beres-beres Nana menghempaskan tubuhnya ke


atas ranjang.


" Kenapa, apa kamu bermimpi tentang Queen lagi?" Tanya Kuro menaikkan tubuhnya ke atas ranjang, kini dia memiringkan tubuhnya dan menatap adik kesayangannya itu. Nana yang menggenakan piyama  berwarna biru dengan motif bunga mawar tengah menatap plafon putih


yang ada diatasnya. Kuro masih menyangga kepalanya agar dia bisa melihat wajah adik kecilnya itu.


" Lebih buruk" Ucap Nana menoleh kearah Kuro, dia menatap iris biru milik kakaknya itu.


" Ada apa?" Tanya Kuro semakin penasaran dengan adiknya itu, dia mulai menyentuh wajah adik perempuannya dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi kecantikan sang adik. Kuro sangat terkejut mendapati kulit Nana sangat dingin, jadi ia langsung saja memeluk tubuh adik kecilnya itu.


" Dingin.." Lirih Nana yang membuat Kuro makin mempererat pelukkannya, tubuh Nana benar-benar dingin sekarang. Beberapa kali


Kuro menaikkan suhu penghangat ruangan agar Nana tidak kedinginan.


Kini ruangan itu sudah berada disuhu maksimal, Kuro bahkan sudah sangat kegerahan dan menanggalkan kaus di tubuhnya. tapi, tubuh Nana masih sangat dingin. Dia menarik selimut yang tadi dibuang Nana dilantai dan menutupi tubuh gadis itu, namun dinginnya tidak kunjung berkurang. Hal ini membuat Kuro menjadi semakin khawatir.


" Bagaimana ini?"

__ADS_1


__ADS_2