![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Silahkan Nona !" Ucap Luciffer memberikan sekotak parfum pada Nana
" Ah, D&G ya?" Ucap Nana terkejut mendapati jenis brand yang diberikan oleh sang pelayan
" Apa ada masalah Nona ?" Tanya Luciffer sedikit khawatir sang majikan tidak puas dengan pelayanan yang dia berikan.
" Tidak ada, tolong bungkus ini " Ucap Nana sembari melempar salah satu kotak parfum itu pada sang pelayan.
" Baik, Nona ! " Ucap Luciffer yang segera beranjak membungkus parfum itu kemudian memberikannya pada Nana.
" Apa anda ingin memberikan hadiah untuk Nona Milen ?" Tanya Luciffer pada Nana, Nana menoleh dan menatap Luciffer bingung.
" siapa Milen ?" Tanya Nana bingung, sedang kini Luciffer yang terkejut.
" Ahhh, dia putri dari Presdir Milen dari MS Grup ! " Jawab Luciffer tenang, sudah biasa dengan sikap sang nona yang sering melupakan nama klien-nya.
" Kenapa aku harus memberikannya hadiah ?" Tanya Nana bingung, hal ini justru membuat Luciffer mengukir senyumnya.
" Bukankah nanti malam Nona dan Tuan muda diundang ke pesta ulang tahun Nona Milen ?" Tanya Luciffer, sekaligus mengingatkan jadwal Nana.
" Oh, aku tidak akan datang !" Jawab Nana dengan santai, gadis itu kembali merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan memandang langit-langit kamarnya.
" Eh, lalu untuk siapa hadiah ini ?" Tanya Luciffer bingung.
Jika Nana tidak datang ke pesta ulang tahun Milen, maka untuk siapa hadiah itu diberikan? Pasal-nya jarang sekali Nana membuka koleksi pribadinya hanya untuk dijadikan hadiah untuk seseorang. Luciffer pikir karena MS Grup telah memberikan kontribusi dan membantu kedua tuan dan nonanya, maka dari itu Nana ingin memberikan rasa terimakasih pada Presdir Milen di ulang tahun putrinya.
" Untuk seekor kucing kecil ! " Jawab Nana dengan sebuah senyum manis diwajahnya, membuat Luciffer makin tidak mengerti dengan sikap sang nona.
" Ahhh, nona....kumohon hentikan kebiasaanmu inI !!" Pinta Luciffer sembari memukul jidatnya setelah mengetahui kemana arah pembicaraan ini, pria itu sudah lelah dengan kebiasaan buruk sang nona yang sering membuatnya kerepotan.
" Haha, maaf-maaf ! Tapi kali ini bukan aku yang mulai kok, dia duluan yang menarik perhatianku" Jawab Nana sembari terkekeh melihat Luciffer yang masih memijat keningnya.
" Hahhh, baiklah nona. Selamat bersenang-senang !" Sahut Luciffer lelah.
" Hm,dimana kak Ray ?" Tanya Nana tanpa menatap si pelayan.
" Oh itu..? Nyonya dan Tuan besar sedang menceramahi tuan muda Ray, via videocall" Jawab Luciffer yang membuat Nana merinding seketika, teringat bagaimana panjang dan menyebalkannya moment itu.
" Tidak jadi ! " Ketus Nana mengurungkan niatnya menemui Ray, dia tidak ingin mendapat bonus ceramah panjang dari orang tuanya.
" Ah, Nona ! Nanti malam Tuan besar dan Nyonya besar akan tiba di Negara Y ! " Ujar Luciffer yang baru teringat dengan informasi tersebut, Nana membolakan matanya terkejut.
" HEEE!!!!!!!!! Ada apa mereka kemari ?" Tanya Nana yang terkejut setengah mati, bahkan gadis itu langsung mendudukkan tubuhnya begitu saja.
" Tuan dan Nyonya ingin menemui tuan muda Ray !" Jawab Luciffer santai
__ADS_1
"Haahh ... ?" Nana kehilangan semangatnya, dia menghempaskan tubuhnya ke ranjangnya, lelah.
" Haha, Nona bersemangatlah sedikit ! Nyonya dan Tuan besar hanya ingin memastikan keadaan Tuan muda dan Nona " Jawab Luciffer memberikan semangat pada Nana.
" Hm, aku tahu !" Ujar Nana tersenyum pasi.
Tidak terasa waktu berlalu dan malam tiba dengan cepat, Nana menghabiskan waktunya dikamar seharian sedangkan Kuro sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. pemuda itu benar-benar kerepotan seharian ini karena harus mengurus banyak sekali pekerjaan di kantor, juga dirinya yang harus tetap pergi ke sekolah membuatnya semakin sibuk.
" Aku pulang.. " Ucap Kuro begitu tiba di rumah, pemuda itu berjalan sembari melonggaran dasinya dan melangkahkan kakinya menuju sofa.
" Selamat datang, Tuan muda ! " Sambut para pelayan menyambut kedatangannya, Kuro membalas dengan anggukan sebelum menghempaskan tubuhnya ke sofa.
" Hahhhhhh" Helaan nafas lelah terdengar dari celah bibir sang pemuda
" Eh,kenapa rumah ini sepi sekali ?" Tanya Kuro pada para pelayan, sedikit heran karena tidak ada suara kegaduhan apapun dari dalam rumah.
" Anu, Nona sedang tidur dan Tuan muda pergi Ray menjemput Tuan dan Nyonya besar di bandara ! " Jawab Hima sembari mengambil barang bawaan kuro yang diletakkan begitu saja di meja.
" EH ? PAPA DAN MAMA KEMARI ?" Ucap Kuro terkejut, dia berteriak disamping telinga Himawari dan membuat wanita itu berjengit mundur karena kaget bukan main.
" Be-benar tuan muda " Jawab Himawari ragu, dia menenangkan dirinya sendiri sebisa mungkin. telinganya tengah berdenyut sakit sekarang.
" Cih, gawat ! Hima cepat sembunyikan semua senjataku digudang !" Pinta Kuro pada himawari yang masih berdiri di sebelahnya sembari mengusap telinga kanannya.
" Semuanya sudah diatasi oleh Nona, Tuan muda tidak perlu khawatir!" Jawab Hima dengan sopan.
Kuro akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan bersih-bersih, hingga Raymond pulang bersama dengan kedua orang tua mereka dari bandara.
" Kita tiba, Ma ! Pa! " Ucap Ray dengan riang.
" Wah, hebat juga tempat ini ! " Ucap Lisa ( ibu mereka ), memuji keindahan mansion yang dibangun oleh kedua anaknya.
" Hm, kemampuan Nana memang hebat ! " Sahut Tony ( ayah mereka ) ikut memuji keindahan bangunan itu.
" Ayo masuk , pa! ma ! " Ajak Ray pada kedua orang tuanya.
" Selamat datang, Tuan besar! nyonya! " Sambut Luciffer dan Himawari menyambut kedatangan mereka bersama para pelayan lainnya.
" Luciffer ! Himawari ! Lama tidak bertemu, oh ya dimana Nana dan Kuro ?" Tanya Tony pada kedua pelayan kebanggaan sekaligus kesayangan putra dan putrinya itu.
" Nona muda sedang istirahat dikamarnya dan tuan muda sedang bersih-bersih dikamarnya ! " Jawab Luciffer sembari mempersilahkan Tuan besar dan Nyonya besar keluarga Yukki masuk.
" Oh begitu ya? Bisa panggilkan mereka !" Pinta Tony pada kedua kepala pelayan itu.
" Baik tuan besar ! " Jawab Luciffer sambil memberikan tanda pada pelayan yang ada disana.
__ADS_1
" Mari ikuti saya Tuan besar , Nyonya ! " Ajak Hima mengantar keduanya menuju ke kamar tamu.
" Hm, desain interiornya sangat bagus ! Apa Kuro yang memilihnya ?" Tanya Lisa yang masih mengedarkan pandanganya ke seluruh isi ruangan itu.
" Benar Nyonya ! Nona muda yang mendesain mansion ini , dan Tuan muda yang mengurus interior dan eksteriornya " Jawab Himawari menanggapi pertanyaan Nyonya besar Yuuki dengan sopan.
" Eh, sangat jarang mereka bisa sepakat soal desain ?" Ucap Lisa terkejut, mengingat kedua anaknya tidak pernah akur soal apapun.
" Ah, itu ..?" Himawari ragu saat menjawab, dia mengigat sesi debat panjang antara Kuro dan Nana saat mereka tengah menentukan desain interiornya dan bangunannya.
" Kita sudah sampai Tuan, Nyonya ! Silahkan beristirahat terlebih dahulu ! " Ucap Himawari yang beranjak pergi setelah mengantarkan keduanya.
" Hm,thankyou ! " Jawab Tony yang melangkah masuk ke dalam kamar sembari menarik lengan sang istri, barang mereka sudah dibawakan oleh para pelayan. Para pelayan juga yang akan merapikan barang-barang mereka.
Waktu berlalu dengan cepat, jam makan malam telah tiba dan semua orang berkumpul diruang makan untuk menyantap makan malam. Sang Mama dan Papa sudah duduk di meja makan, hanya si kembar dan sang kakak tertua yang belum beranjak turun dari kamar.
.
.
.
" Mama ! Papa ! " Teriak Nana yang baru turun dari kamarnya dan langsung memeluk kedua orang tuanya begitu tiba di ruang makan.
" Nana ?" Ucap Tony dan Lisa terkejut tiba-tiba mendapat pelukan dari putrinya. si cantik menerjang erat keduanya, bahkan Tony hampir saja terjungkal karena pelukan Nana.
" Kapan kalian tiba ?" Tanya Nana pada kedua orang tuanya, gadis itu berpura-pura tidak mengetahui kebenaran apapun soal kedatangan kedua orang tuanya.
" Hm, apa kamu rindu pada kami sayang ?" Tanya Lisa sembari mengusap puncak kepala putrinya, sorot mata lembut penuh kasih sayang begitu terpancar jelas di mata sang ibunda.
" Ehm, aku sangat rindu ! " Jawab Nana manja, gadis itu memeluk lengan Lisa begitu erat.
" Ouh, tuan putri ku ! Kami sangat merindukanmu " Ujar Tony mengangkat tubuh putrinya dan menggendongnya ala koala, Nana terperanjat kaget sebelum akhirnya tersenyum
" Aku juga rindu pada Papa ! " Jawab Nana yang langsung memeluk leher sang ayah agar dirinya tidak jatuh begitu saja.
" Oh ya, sayang kudengar kamu sakit ?" Tanya Tony khawatir, Pria itu menempelkan keningnya pada kening sang putri guna memeriksa suhu tubuh sang putri.
" tidak apa, hanya demam ringan ! " jawab Nana sambil tersenyum kecil, Tony mengulum senyum. Pria itu juga bisa merasakan kalau suhu tubuh putrinya cukup tinggi untuk dikatakan sebagai demam ringan.
" Ah, Papa dan Mama sudah tiba ya ?" Ucap Kuro menyela mereka, pemuda itu baru tiba di ruang makan dan mendapati drama keluarga bahagia di depan matanya.
" Kuro ! " Lisa dan Tony langsung melepas pelukan mereka dari Nana dan langsung memeluk Kuro, bahkan Tony melepas pegangannya pada tubuh Nana dan membuat tubuh kecil itu mendarat di lantai dengan tidak elitnya.
" Ouch, Pa ! Ma ! Lepaskan aku !" Ujar Kuro mencoba menghindari pelukan kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Aww, sakit ! " Ucap Nana yang terjatuh begitu Tony dan Lisa melepaskan pelukannya, membuat Kuro terkejut mendapati sang adik terduduk di lantai.
" Nana ! "