![RE PUBLISH : MY CUTE BOY FRIEND [ REMAKE ]](https://asset.asean.biz.id/re-publish---my-cute-boy-friend---remake--.webp)
" Hm, semuanya sudah tau... Hiks.. Hiks... Mereka sudah melihatnya.... Huaaaa..... Hiks...Lou...is.." Ucap Nana terisak.
" Tidak apa, semuanya sudah berlalu. Sekarang... semuanya akan baik-baik saja!" Ucap Louis mengeratkan pelukkannya. Diusapnya punggung ringkih dan kasar itu dengan lembut.
" Hiks...Hiks...Ku..ro.." Isak Nana mencari kakak tersayangnya itu. Kini dia butuh kakaknya, Louis mencoba menelfon Kuro namun dia tidak menjawab. Louis semakin khawatir bukan main, Nana butuh ketenangan dan dia tidak bisa memberikan ketenangan dan rasa aman yang Nana inginkan.
" Ayo aku antar pulang!" Ajak Louis melepas jasnya, kali ini dia memakaikan jasnya pada nonanya itu. Louis membantu Nana berdiri, dia menghapus jejak air mata pada wajah cantik atasannya dan membawanya keluar. Mereka keluar melalui pintu utama, Mobil Louis terpaksa diparkir di depan karena Pers menghalangi jalannya saat mereka baru keluar dari perusahaan.
" SELAMAT DATANG, NONA!!!" Ucap seluruh anggota Ryu menyambutnya diluar, mereka menyambut kedatangan Nana dengan penuh kehormatan dan kebanggaan. Nampak diwajah mereka penuh kebahagiaan dan rasa bangga.
" Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Nana mencoba menetralkan emosinya. Gadis itu tidak mengerti kenapa anggota Ryu ada disana, seingatnya dia sudah meminta seluruh anggotanya untuk kembali ke markas pusat.
" Maaf, atas kelancangan kami menolak perintah anda!" Ucap James melangkah maju dan menghampiri nonanya, Ryu berjalan disamping James dengan tatapan bangga dimatanya. Nana semakin bingung dan tidak mengerti, sekarang dia harus menyembunyikan kelemahan dan perasannya.
" Maafkan atas kelancangan kami, kami tidak layak melihat luka Nona!" Teriak seluruh anggotanya secara bersamaan. Nana semakin terbelalak dan semakin tidak percaya dengan apa yang dia dengar, dari nada suara mereka jelas sekali mereka merasa bersedih dan menyesal. Tapi, untuk apa? atas luka yang ada dipunggungnya? bukankah itu berlebihan? bahkan kedua orang tuanya tidak peduli dengan luka itu.
" Saya membawakan pakaian baru untuk Nona!" Ucap Ryu memberikan sebuah bingkisan berisi pakaian pada Nana.
" Kalian..?" Nana terharu dengan apa yang dilakukan oleh anak buahnya. Terlihat jelas dari tatapan mereka, mereka bangga dan bersyukur bisa bekerja untuknya.
" Hahh, ayo kita kembali ke markas! "Ucap Nana berjalan dengan bangga menuju ke mobilnya, semua anggotanya
mengangguk dan memberikan hormat padanya. Sepertinya ia harus memendam perasaannya sedikit lebih lama, tapi rasa sakitnya tidak bisa menghalangi perasaan tulus dari bawahannya.
" AYO KITA BERPESTA!" Teriak Nana yang berjalan dikelilingi oleh bawahan terbaiknya dari Queen's. Hm, Louis, Ryoma, James, dan Alan. Alan adalah tangan kanan Nana di Queen's, dia yang bertugas mengatur dan mengawasi Queen's selama Nana tidak ada disana. Alan adalah pria tinggi berambut cokelat dengan mata hitam, dia adalah orang yang lembut dan penyayang. Namun, saat dia sudah menyentuh senjata atau mengepalkan tangannya, maka dia adalah monster pembunuh yang mengerikan.
" BAIKKK!!!" Jawab mereka dengan serempak, terdengar dari suara mereka penuh dengan keyakinan dan semangat. Nana meminta Ryu dan Alan untuk menyuplai beer dan anggur serta banyak daging untuk saat ini ke markas.
Ya, mereka semua bersenang-senang. Nana dan yang lain berpesta bersama seluruh anak buahnya di Markas utama. Mereka tidak berada di ruang terpisah dan tetap minum didepan anak buahnya. Nana tidak keberatan soal itu, disaat semuanya hampir tumbang Nana masih minum dan memainkan ponselnya.
" Hahhh, hari ini sangat melelahkan!" Ucapnya lelah
__ADS_1
" Ah, sudah pagi ya?" Gumamnya menatap jam di layar smarthphonenya. Nana menjatuhkan ponselnya dan
mencoba memejamkan kedua matanya. Ini sudah pukul 3 pagi dan Nana baru saja memejamkan matanya? Sebenarnya apa yang dilakukan olehnya?
.
.
.
Keesokan harinya Nana terbagun cukup siang, waktu masih menunjuk pukul 8 pagi, semua anak buahnya masih tidur. Nana melihat seluruh anak buahnya tidur karena lelah dan lebih banyak efek alkohol setelah berpesta semalaman. Gadis itu melihat kesamping, disana Louis, Alan, dan James yang tengah tidur.
" Kamu sudah bangun!" Ucap sebuah suara husky yang khas dengan nada lembut mengalihkan fokusnya.
" Ryu?" Nana menatap orang itu, Ryoma, pemuada itu nampak membawa sebuah selimut ditangannya. Bajunya sudah diganti, rambutnya masih basah dengan handuk yang ada diatas kepalanya. Sepertinya dia baru selesai mandi, lalu berniat menyelimuti Nana yang tadinya masih tertidur.
" Apa kamu lapar?" Tanya Ryoma meletakkan selimut diatas sofa, kemudian menghampiri Nana yang masih terduduk di tempatnya.
" Awas!" Ucap Ryoma menangkap tubuh nonanya yang hampir jatuh.
" Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ryoma mendekatkan dahinya pada wajah Nana. Kemudian menempelkannya guna memeriksa suhu tubuh sang nona.
" Hanya sedikit pusing" Ucap Nana terdengar lemah, suaranya terdengar serak. Membuat Ryoma semakin khawatir karena suhu tubuh Nana yang sedikit hangat.
" Ah\, kamu demam!" Ujar Ryoma yang segera menarik wajahnya kemudian menggendong Nana ala *bridal Style*
" Ah? Aku baik-baik saja Ryu!" Ucap Nana yang terkejut, gadis itu reflek melingkarkan tangannya ke tengkuk Ryoma. Nana mengeratkan pelukannya supaya tidak jatuh ke bawah, ya, Nana percaya Ryoma tidak akan melakukan hal bodoh seperti menjatuhkannya dengan sengaja. Tapi gadis itu tak ingin mengambil resiko.
DUAKK..
Ryoma menginjak perut Louis, Alan, dan James. Dia membangungkan mereka secara kasar, ketiga pria itu langsung terbangun dan mengeluh karena sakit dan keterkejutan yang tiba-tiba mereka rasakan.
__ADS_1
" ARGH!!" Teriak Louis mengeluh sakit, Pria itu refleks memegang perutnya yang tadi di injak oleh Ryoma.
" UARGH!!" James berteriak kesakitan.
" ARGH, SIALAN!" Teriak Alan yang terbangun seketika setelah Ryoma menginjak perutnya.
Teriakan ketiganya sangat kencang, hingga membuat telinga Nana sakit. Walau begitu semua anak buahnya tetap tidur dengan lelap, Nana tidak percaya sebenarnya seberapa mabuk mereka hingga tidak bisa mendengar suara yang hampir memecahkan gendang telinganya.
" Urgh.., Ryoma!!!" Teriak Louis yang terkejut mendapati Ryoma berada didepannya dengan posisi siap menginjak
perutnya untuk yang kedua kalinya. Louis langsung terduduk dan menjauhkan dirinya dari kaki Ryoma.
" Ryu, apa yang kamu lakukan? Ha?" Maki Alan yang kesal dengan apa yang dilakukan Ryoma padanya.Pemuda itu langsung terduduk dan mengelus perutnya. Sedangkan Ryoma terkekeh pelan melihat reaksi ketiganya.
" Ssttss, berisik! Kalian cepat bangun dan bantu aku!" Ujar Ryoma berniat untuk membangunkan James sekali
lagi, namun James sudah terbangun. Sedang yang lain bingung dengan maksudnya membantu.
"Hei, kenapa kamu menggendong Nana?" Tanya Louis mendekat kearah Nana dan melihat wajah Nana yang benar-benar merah. Louis masih memandangi wajah Nana dan berniat menempelkan telapak tangannya ke dahi Nana, akan tetapi Alan malah menghentikan aksinya.
" Eh, kenapa wajah Nona merah?" Tanya Alan yang berada didekat Louis.
" Ini semua karena kalian! Jika bukan karena kalian yang tidak menjaga nona dengan baik, dia tidak mungkin akan
terkena demam seperti ini!" Ucap Ryoma menatap mereka dengan tatapan membunuh, padahal ia juga sama saja seperti yang lain. Semalam pemuda itu mabuk dan menyusul yang lain ke alam mimpi, menyisakan James dan Nana yang masih meneguk gelas mereka.
" Hei, tunggu kawan. Apa maksudmu?" Protes Louis segera melepas cekalan tangan Alan dan menyentuh dahi Nana, Louis sangat terkejut begitu merasakan suhu tubuh Nana yang begitu tinggi.
" Ah, Nana terkena demam!" Ujar Louis langsung berteriak begitu saja dan membuat Nana semakin pusing.
" APA ?"
__ADS_1