
" Yang Mulia ini laporan dari desa bagian timur Brilian." kata Oliver sambil memberikan laporan kepada Kaisar Maximilian.
Sedangkan Kaisar Maximilian membaca laporan dari Oliver.
" Sepertinya ada yang aneh dengan laporan ini apa kau yakin ini di laporkan oleh Viscount?" tanya Kaisar Maximilian yang sedikit curiga.
" Benar Yang Mulia, tapi pendapatan dari laporan ini tidak sesuai dengan keuntungan yang di dapatkan." kata Oliver menjelaskan.
Kaisar Maximilian menyeringai sepertinya ada yang ingin main main dengan dirinya, sepertinya dia harus memberi pelajaran kepada Viscount yang telah berani mengambil uang rakyat untuk kepentingan nya.
" Oliver kau selidiki Viscount yang berada di daerah ini dan tangkap dia harus dieksekusi." kata Kaisar Maximilian dengan datar.
" Tapi...." kata Oliver langsung terpotong saat Kaisar Maximilian memandanginya dengan tajam.
Oliver langsung terdiam saat melihat tatapan tajam Kaisar Maximilian untuknya, Oliver berdehem sebentar sebelum melanjutkan membacakan laporan selanjutnya.
" Laporan kali ini berada di sekitar bagian barat Brilian tentang musim hujan yang mengakibatkan para penduduk desa kekurangan tanah longsor dan banjir." kata Oliver yang membacakan laporan.
Sedangkan Kaisar Maximilian berpikir untuk menemukan solusi tentang kejadian ini tetapi seketika pikiran nya ke Elizabeth yang sedang tersenyum sangat indah saat melihat Elizabeth ketika bermain dengan Pangeran dan Puteri.
Oliver melihat Kaisar Maximilian yang sedang senyum senyum sendiri.
__ADS_1
" Yang Mulia." kata Oliver pelan memanggil Kaisar Maximilian.
Lamunan Kaisar Maximilian buyar saat Oliver memanggil nya.
" Ratu ada di mana?" tanya Kaisar Maximilian tanpa basa basi.
Oliver terkejut saat Kaisar Maximilian menanyakan keberadaan Ratu biasanya Kaisar Maximilian sangat tidak suka saat orang membicarakan Ratu.
" Sepertinya Ratu sedang berada di taman bersama Pangeran Leonardo, Yang Mulia." jawab Oliver kepada Kaisar Maximilian.
Setelah mendengar jawaban dari Oliver langsung saja Kaisar Maximilian berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Oliver dengan setumpuk kertas pekerjaan.
" Oliver kau lanjutkan pekerjaan ku." kata Kaisar Maximilian santai dan berjalan tanpa mau mendengar penolakan dari Oliver sendiri.
...****************...
Saat Kaisar Maximilian sedang berjalan tanpa sengaja dia menemukan Elizabeth yang sedang menunggu seseorang sambil menggendong Leonardo, tidak beberapa lama sebuah kereta kuda berhenti di depan gerbang Istana turunlah Axello dan Everlyn, sang Kaisar Maximilian mengetahui ternyata Elizabeth menunggu Axello dan Everlyn pulang dari Akademi.
Kaisar Maximilian menghampiri mereka dengan perlahan sambil mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
" Apa hari ada kesulitan saat belajar tadi?" tanya Elizabeth kepada Axello dan Everlyn.
__ADS_1
" Tidak ada masalah kecuali...." jawab Axello dengan ragu ragu sambil melirik Everlyn yang sedang murung sedih.
Elizabeth yang mengerti apa yang di maksud Axello berjongkok menyamakan tubuhnya dengan Everlyn sambil menggendong Leonardo dengan hati hati.
" Eve ceritakan kepada Mama apa yang terjadi saat kamu di akademi tadi?" tanya Elizabeth dengan suara yang lembut kepada Everlyn.
Everlyn hanya menundukkan kepalanya sebelum menjawab.
" Tadi mereka mengatai Everlyn aib kekaisaran karena Everlyn tidak bisa menggunakan sihir hiks maafkan Everlyn Mama hiks..." jawab Everlyn sambil terisak.
Elizabeth hanya tersenyum sambil mengelus rambut Everlyn dengan lembut.
" Everlyn tidak perlu sedih Mama tidak marah sama Everlyn mungkin bagi orang Everlyn hanya aib tapi bagi Mama Everlyn adalah Puteri Mama yang paling berharga bisa saja Everlyn mempunyai bakat tersembunyi, jadi jangan patah semangat Everlyn." kata Elizabeth memberi Everlyn motivasi.
Everlyn langsung tersenyum mendengar kata kata motivasi dari Elizabeth.
" He'um." kata Everlyn sambil mengangguk kepalanya.
Elizabeth tersenyum saat melihat senyuman Everlyn lagi, Elizabeth memegang tangan Everlyn dan tiba tiba munculah bunga matahari, Axello dan Everlyn kagum melihat sihir yang di keluarkan Elizabeth.
Sedangkan diam diam Kaisar Maximilian tersenyum mendengar perkataan Elizabeth.
__ADS_1
" Kau sangat berubah Elizabeth." batin Kaisar Maximilian.
Continue...