
Setelah kejadian semalam saat ini mereka hanya duduk di sofa yang berada kamar mereka. Suasana canggung karena dari tadi tidak ada suatu pun yang mulai pembicaraan. Mereka sudah berpakaian rapi.
Elizabeth berdehem sebentar untuk menghilangkan suasana canggung.
" Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada mu semalam. Kenapa kamu seperti orang yang terkena hmmm.....obat perangsang?" tanya Elizabeth sambil memalingkan wajahnya menyembunyikan rona merahnya mengingat apa yang mereka berdua lakukan semalam.
" Jadi begini...... flashback di episode sebelumnya......." kata Kaisar Maximilian yang bercerita dengan rona merah di telinga nya tapi bisa di tutupi dengan wajah datarnya.
Mendengar hal itu membuat Elizabeth marah bisa bisa wanita ular itu menjebak suaminya. hei memangnya sejak kapan dia mengakui bahwa Kaisar Maximilian suaminya. Tapi emang benarkan bahwa dia suaminya sekarang. Tiba tiba Kaisar Maximilian berdiri dari sofa dan berjalan meninggalkan Elizabeth yang melihat nya dengan wajah kebingungan.
...****************...
BRAK.....
" OLIVER." teriak Kaisar Maximilian yang memanggil Oliver dengan keras.
Membuat Oliver langsung muncul setelah mendengar Kaisar Maximilian yang memanggilnya dengan keras.
" Salam Yang Mulia." kata Oliver sambil bersimpuh hormat kepada Kaisar Maximilian yang sedang duduk di kursi singasana nya dengan wajah marah sambil menampilkan mata merahnya.
Memang Kekaisaran Brilian di berikan anugerah dari dewa bahwa setiap keturunan kekaisaran akan memiliki mata berwarna merah terang jika anggota kekaisaran bisa mengaktifkan nya. Tetapi sayangnya hanya keturunan yang memiliki sihir kuat yang dapat mengaktifkan nya. Bahkan Kaisar sebelumnya tidak bisa mengaktifkan mata merah itu.
__ADS_1
Sedangkan Kaisar Maximilian sedang duduk di singgasana nya dengan menatap tajam Oliver. Dirinya masih mengingat kejadian saat wanita itu memberikannya obat perangsang kepada tehnya. Apalagi yang membuatnya marah saat wanita itu dengan beraninya menyentuh tubuhnya. Tapi untuk saja dirinya bisa menahan diri sampai menghabiskan malamnya bersama dengan Elizabeth isterinya.
" Bawakan pengasuh Pangeran Leonardo sekarang." kata Kaisar Maximilian yang memerintah Oliver.
Oliver itu menggangguk kepalanya sebelum berjalan pergi sambil mengumpat Kaisar di dalam hatinya. Oliver sampai di kamar Pangeran Leonardo. Ketika dirinya mau mengetuk pintunya Oliver mendengar suara teriakan dan tangisan anak kecil.
Hei kamu harus makan yang benar....
Dasar pangeran sialan.....
Huaaa.....mom....mom .....huaaaa....
Mendengar teriakan itu membuat Oliver membuka pintunya dengan kasar. Hal itu membuat Oliver terkejut adalah melihat Pangeran Leonardo yang menangis dan suara teriakan pengasuhnya yang bernama Stella.
" Hiks....mom....hiks..." kata Leonardo sambil nangis tersedu sedu.
" DASAR ANAK SIALAN." teriak Stella sambil mengangkat tangannya dengan tinggi untuk menampar pipi Leonardo.
Oliver langsung berusaha mencegatnya tapi sayangnya sudah terlebih dahulu ada seseorang yang memegang tangannya.
" Kamu melukai anak ku." kata Elizabeth sambil menatap Stella dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
Flashback on.....
Setelah membersihkan diri Elizabeth berniat untuk menemui pangeran kecilnya. Saat berada di ambang pintu pangeran Leonardo dia melihat Stella yang ingin menampar wajah anaknya yang sedang menangis keras.
Dengan cepat Elizabeth menahannya dengan tangannya dan mencengkram tangan Stella dengan kuat.
" Kamu melukai anak ku." kata Elizabeth....
Flashback off....
Stella yang melihat tangannya di tahan langsung saat ingin membalikkan badannya dirinya di buat terkejut ketika mengetahui bahwa orang itu ternyata Elizabeth.
" Sepertinya kamu ingin melawan ku Stella." kata Elizabeth membisikan sesuatu Stella.
Setelah itu Elizabeth membalikan tangan Stella ke belakang tubuhnya.
Hingga ...
Trak.....
Continue.....
__ADS_1