
Kaisar Maximilian menggelengkan kepalanya melihat Ibundanya yang tidak pernah berubah.
" Kamu memang seperti iblis ibunda." batin Kaisar Maximilian sambil tersenyum miris.
Tetapi tidak lama kemudian Kaisar Maximilian tertawa yang membuat Victoria bingung.
" Hahahaha....ibunda...ibunda." kata Kaisar Maximilian sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah itu Kaisar Maximilian mengangkat dagu Victoria agar menatap kepadanya ia memandangi dengan tatapan tajam yang membuat sekujur tubuh Victoria merinding.
" Memangnya anda kira saya akan percaya. jawaban nya adalah tidak saya juga tahu apa yang anda lakukan 10 tahun yang lalu ibunda." kata Kaisar Maximilian dengan pelan sambil bersmirk.
Victoria terkejut mengetahui bahwa Kaisar Maximilian mengetahui rahasianya.
" Apa maksudnya aku tidak menyembunyikan apapun." kata Victoria yang berusaha mengelak.
Melihat Victoria yang mengelak atas apa yang dia katakan membuat Kaisar Maximilian ingin mempermainkan sebentar.
" Benarkah, jam 12 malam di taman belakang istana anda bertemu dengan seseorang." kata Kaisar Maximilian yang seperti pernyataan.
__ADS_1
Victoria yang mendengar itu tidak bisa berkata-kata lagi. Melihat itu Kaisar Maximilian semakin senang membuat orang di depannya panik.
" Oh juga saya ingat bahwa sebelum kematian Kaisar sebelumnya karena meminum sebuah teh yang sudah di isi oleh racun bukan." kata Kaisar Maximilian lagi.
Mendengarnya lagi membuat Victoria semakin membuat tubuhnya bergemetar. Tetapi tidak lama kemudian Kaisar Maximilian malah mencambuknya lagi.
SPLASH...
ARRGGH....
Melihat kesakitan kepada Ibu kandung nya sama sekali tidak membuatnya tersentuh malah Kaisar Maximilian semakin ingin menghabisi nya yang telah menghancurkan keluarga nya itu.
Melihat tatapan tajam dari Victoria sama sekali tidak membuatnya takut malahan Kaisar Maximilian ingin segera memenggal kepalanya dengan pedangnya yang di sampirkan di pinggangnya.
" Saya juga baru tahu bahwa anda ingin meracuni saya seperti apa yang anda lakukan kepada Ayahanda benar bukan Ibunda." kata Kaisar Maximilian dengan tangan mengepal marah.
Victoria hanya diam sama sekali tidak ingin menjawabnya. Melihat ekspresi dari Ibundanya Kaisar Maximilian melanjutkan lagi perkataan nya.
" Tetapi sayangnya itu di cegah oleh Elizabeth. seandainya Elizabeth tidak mencegah hal tersebut mungkin saya akan mati dan anda bisa menguasai kekaisaran dengan membunuh semua keluarga saya." kata Kaisar Maximilian sambil meraih rahang Victoria di cengkram nya dengan kuat.
__ADS_1
Victoria hanya mampu meringis kesakitan ia sudah tidak mampu untuk sekedar berteriak.
Kaisar Maximilian yang sudah terlanjur dibawah amarahnya langsung saja mengambil pedangnya yang berada di pinggangnya.
" Sepertinya hari ini menjadi pertemuan kita yang terakhir karena sekarang saya ingin sekali mempersembahkan darah penghianat seperti mu kepada pedang saya. Ada kata terakhir Ibunda" kata Kaisar Maximilian yang seperti seorang tirani.
Victoria yang mendengarnya seketika tertawa seperti orang gila.
" Hahaha.....saya mengucapkan terima kasih karena ingin membunuh saya. Sebentar lagi saya akan bertemu dengan ibu saya, dan satu hal yang pasti anda bukan putera saya. Bagi saya anda cuma pion untuk menghabisi Kaisar tua itu." kata Victoria dengan raut wajah tidak menyesal.
Setelah mendengar perkataan itu Kaisar Maximilian langsung menebas kepala Victoria hingga bergelinding di tanah.
" Hah...hah..."
Pedang sudah berlumuran darah dan baju Kaisar Maximilian sudah di lumuri oleh darah ia memandangi mayat Victoria dengan datar.
Dalam hati semoga ini menjadi rintang yang terjadi pada keluarganya.
" Ini sudah berakhir...
__ADS_1
Continue....