
Sejak kejadian itu yang berakhir dengan suara tangisan Leonardo mengelegar hampir seluruh istana. Akhirnya Leonardo tertidur nyenyak setelah lelah menangis dengan menampilkan wajah sembab bekas air mata.
Sedangkan Kaisar Maximilian sedang duduk di pojokan dengan wajah cemberut. Karena diri nya dilarang menyentuh Leonardo. Membuatnya ketar ketir.
Elizabeth yang melihat raut masam Kaisar Maximilian terkekeh pelan. Sebelum ia menyelimuti Leonardo dengan selimut. Elizabeth menghampiri Kaisar Maximilian dan memeluknya. Hal di lakukan Elizabeth sempat membuat Kaisar Maximilian tersentak sebelum membalas pelukan sambil tersenyum.
" Apa anda marah pada saya Yang Mulia?" tanya Elizabeth sambil mengelus rambut kecokelatan Kaisar Maximilian dengan lembut.
Kaisar Maximilian hanya terdiam sambil menikmati pelukan dan helusan Elizabeth pada rambutnya.
" Tidak." Jawab Kaisar Maximilian dengan cuek.
Sedangkan Elizabeth yang mendengar jawaban Kaisar Maximilian terkesan cuek hanya bisa terkekeh pelan. Menurutnya sekarang kemarahan Kaisar Maximilian sangat menggemaskan . Tidak seperti dulu ketika Elizabeth pertama kali bertemu Kaisar Maximilian. Saat itu Kaisar Maximilian menampilkan ekspresi datar dan menatap nya penuh benci.
" Ya sudah jika kamu sedang marah lebih baik aku tidur dikamar Axello saja." kata Elizabeth sambil menampilkan ekspresi pura pura merajuk.
Mendengar hal itu sukses membuat Kaisar Maximilian segera melepaskan pelukan Elizabeth secara paksa dan menampilkan ekspresi datar. Sayangnya Elizabeth sudah tidak terpengaruh lagi.
" Kamu tidak boleh tidur di kamar Axello, karena kamu harus bersama ku. Selamanya hanya milikku." kata Kaisar Maximilian sambil memeluk pinggang Elizabeth.
__ADS_1
Elizabeth tersenyum sambil melepaskan pelukan pada pinggangnya dan membaringkan tubuh agar kepala Kaisar Maximilian di terbaring di pahanya. Kaisar Maximilian hanya membiarkan apa yang akan dilakukan Elizabeth. Malah menurutnya ini sebuah keberuntungan karena sekarang dirinya bisa bermesraan bersama Ratunya tanpa di ganggu oleh siapapun. Memikirkan hal itu membuat Kaisar Maximilian tertawa di dalam hati.
Ketika Kaisar Maximilian sedang menikmati waktunya bersama Elizabeth. Tiba tiba ada yang membuka pintunya dengan keras.
BRAK....
" Yang Mulia, Pan....." kata Oliver sebelum melihat Kaisar Maximilian yang sedang bermesraan dengan Ratu Elizabeth.
Seketika tubuh Oliver menegang apalagi saat ini Kaisar Maximilian menatapnya tajam. Sedangkan Kaisar Maximilian marah karena waktu bermesraan dengan isterinya di ganggu.
Setelah ini dirinya berjanji akan memberikan hukuman yang terindah bagi Oliver pikir Kaisar Maximilian.
Akibat pintu di buka secara kasar Leonardo tersentak kaget dan terbangun. Seketika tangisan Leonardo pecah memenuhi seisi ruangan. Elizabeth yang mendengar tangisan Leonardo langsung menatap tajam Oliver.
" Habis ini aku akan mati oleh sepasang monster." batin Oliver sambil memandangi Kaisar Maximilian dan Ratu Elizabeth secara bergantian.
" Ada apa Oliver?" tanya Kaisar Maximilian dengan dinginnya.
Saat ini Kaisar Maximilian sudah berdiri di hadapan Oliver. Sedangkan Elizabeth sudah berada di samping Leonardo untuk menenangkannya. Oliver yang mendengar suara Kaisar nya terkesan dingin secara refleks memundurkan langkahnya.
__ADS_1
Hmm...
Oliver berdehem sebelum menjawab pertanyaan dari Kaisar Maximilian.
" Mereka sudah di sini." jawab Oliver dengan tenang sambil memperhatikan ekspresi Kaisar Maximilian yang sudah mengempalkan tangannya sambil mengeluarkan aura menyeramkan.
Sedangkan Elizabeth miringkan kepala nya menatap Kaisar Maximilian dengan bingung. Elizabeth memutuskan menghampiri Kaisar Maximilian dan menepuk bahunya dengan pelan. Membuat Kaisar Maximilian membalikan badannya dan melihat Elizabeth yang menatapnya dengan khawatir.
" Kamu tidak apa apa?" tanya Elizabeth sambil menatap Kaisar Maximilian dengan teduh.
Mendengar pertanyaan itu senyuman terbit di wajah Kaisar Maximilian. Oliver yang melihat nya terperangah.
" Apa cinta bisa membuat seseorang berubah?" batin Oliver yang bertanya pada dirinya sendiri.
" Aku baik baik saja, Sampai ketemu lagi di acara makan malam. Aku juga tidak mengijinkan kamu untuk masak Elizabeth." kata Kaisar Maximilian sambil berkata tidak mengijinkan Elizabeth untuk memasak.
Elizabeth hanya bisa menggangguk patuh menurut nya itu demi kebaikannya. Setelah itu Kaisar Maximilian mencium kening Elizabeth. Sebelum pergi bersama Oliver.
Sedangkan di sisi lain seorang wanita paruh baya sedang meminum tehnya dengan anggun.
__ADS_1
" Akhirnya kita bertemu lagi....
Continue....