
"Baiklah ini merupakan sebuah perpisahan Mommy. Lovely harap bisa terlahir sebagai anak Mommy lagi." kata Lovely sambil tersenyum lebar.
Tes....
Tes.....
Mendengar harapan dari Lovely membuat Elizabeth menitikkan air matanya sedih. Seandainya jika ia bisa lebih berhati-hati mungkin sekarang anaknya bisa hidup seperti anak kebanyakan.
Melihat raut wajah sedih Elizabeth langsung saja Lovely menghapus air matanya dengan jari mungilnya.
" Mommy tidak perlu sedih Lovely sudah bahagia di sini jadi sekarang Mommy tersenyum kembali, dan Lovely mohon Mommy untuk bahagia. Supaya Lovely bisa bahagia juga. Mommy juga harus memaafkan kesalahan Daddy meskipun Lovely tidak tahu bahwa Daddy menyanyangi Lovely atau tidak. Tetapi satu hal yang pasti Lovely menyanyangi kalian. Sampai jumpa Mommy." kata Lovely yang juga menitikkan air matanya.
Elizabeth yang mendengar penuturan anaknya terkejut tetapi ketika ia ingin bertanya ada sebuah cahaya yang menerangi tubuh anaknya.
Elizabeth melihat Lovely melambaikan tangannya seolah mengucapkan selamat tinggal.
" JANGAN TINGGALKAN MOMMY LOVELY." teriak Elizabeth yang sudah tidak bisa membendung kesedihannya.
...****************...
__ADS_1
" LOVELY." teriak Elizabeth yang bangun dengan keadaan menyedihkan.
Keringat dingin yang membasahi tubuhnya dan jejak air mata yang mengalir dari pelupuk matanya. Elizabeth yang tidak bisa menahan kesedihannya ia langsung menangis sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.
Ceklek....
Everlyn yang baru saja memasuki kamar Elizabeth dibuat terkejut melihat keadaan Mama nya yang sedang menangis.
" Mama." kata Everlyn yang berjalan mendekati Elizabeth.
Elizabeth membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya. Ia melihat kehadiran Everlyn yang sedang menatapnya dengan khawatir. Seketika wajah tersenyum Lovely mengingat di memorinya. Elizabeth langsung memeluk tubuh Everlyn dengan erat sambil mengucapkan syukur karena masih bisa melihat kehadiran salah satu anaknya.
Everlyn yang merasakan jika Elizabeth sedang menangis menepuk punggungnya dengan perlahan. Saat mereka berdua sibuk berpelukan Tiba-tiba Kaisar Maximilian yang baru saja memasuki kamarnya mematung melihat Elizabeth yang sudah sadar.
Mendengar suara dari Kaisar Maximilian. Elizabeth dengan perlahan melepaskan pelukannya.
" Max." kata Elizabeth yang kembali mengeluarkan air matanya.
Everlyn yang mengetahui bahwa Orang tuannya membutuhkan berdua langsung keluar dari kamar. Meninggalkan Kaisar Maximilian dan Elizabeth yang masih mematung.
__ADS_1
Tiba-tiba Elizabeth terkejut ketika merasakan pelukan dari Kaisar Maximilian. Ia merasakan ada sesuatu yang basah dari bahunya.
" Akhirnya kamu bangun hiks....aku kira kamu akan meninggalkan aku hiks...." kata Kaisar Maximilian di sela tangisannya.
Mendengar perkataan dari Kaisar Maximilian membuat suasana hati Elizabeth menjadi tenang ia membalas pelukan Kaisar Maximilian. Menurutnya keputusan untuk kembali kekaisaran merupakan bukan keputusan yang salah. Karena sekarang ia bisa mendapatkan pelukan dari orang yang mencintai nya dengan tulus.
Tiba-tiba Elizabeth mengingat sesuatu akhirnya ia memutuskan untuk bertanya.
" Bagaimana dengan keadaan kandungan ku Max?" tanya Elizabeth yang masih memeluk Kaisar Maximilian.
Mendengar pertanyaan dari Elizabeth seketika membuat tubuh Kaisar Maximilian berdiri kaku. Elizabeth yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres melepaskan pelukannya.
" Apa bayi kita baik-baik saja bukan?" tanya Elizabeth dengan panik.
Melihat raut wajah Elizabeth membuat Kaisar Maximilian tidak tega untuk memberitahukan. Tetapi tetap saja Elizabeth harus tahu karena ia adalah ibunya.
" Maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan nya...maafkan aku." jawab Kaisar Maximilian sambil menunduk sedih.
Deg....
__ADS_1
Elizabeth yang mendengarnya merasakan dunia....
Continue....