
"Nanti Lovely akan tahu sendiri." kata Elizabeth sambil mengerlingkan matanya.
" Heh." Lovely sambil memiringkan kepalanya dengan ekspresi polos.
Melihat itu membuat Elizabeth merasa gemas terhadap Puteri kecilnya ini. Akhirnya ia sendiri yang mendandani Lovely. Karena Puterinya tidak pernah mau di dandani oleh orang lain pasti di rusak dalam sekejap olehnya.
1 jam berlalu akhirnya Elizabeth selesai mendandani Lovely seperti Puteri yang cantik dengan gaun berwarna kuning mirip seperti Puteri Bella di tokoh Disney. Elizabeth menatap puas melihat hasil karyanya tidak sia-sia sejak dulu sering mendandani dirinya seperti para tokoh Disney. Karena ia sangat menyukai dan berharap suatu hari nanti bisa mendandani anaknya sebagai seorang Puteri.
Sedangkan Lovely menatap takjub pada dirinya dari pantulan cermin di hadapannya.
" Mama Lovely suka." kata Lovely dengan mata berbinar senang.
" Syukurlah." kata Elizabeth sambil bernafas lega mengetahui anaknya menyukai hasil dandanan nya.
Setelah itu mereka berdua bersiap meninggalkan kamar saat membuka pintu terhadap Kaisar Maximilian yang sedang berdiri dengan menggunakan pakaian raja berwarna hitam dan jubah berwarna putih tersampir manis di bahunya.
" Papa." kata Lovely senang melihat kehadiran Kaisar Maximilian.
__ADS_1
Mendengar suara Puteri kecilnya membuat perasaan Kaisar Maximilian menghangat ia memandangi Lovely dengan lembut.
" Puteri Papa sangat cantik." puji Kaisar Maximilian yang sukses membuat pipi Lovely bersemu.
Melihat wajah Lovely yang terlihat malu-malu membuat kedua orang tuanya tertawa. Setelah itu mereka bertiga berjalan beriringan dengan Lovely yang memegang kedua tangan Papa dan Mama nya di sebelah kiri dan kanan.
Tiba-tiba Leonardo datang bersama Everlyn malam ini mereka berdua terlihat rapi. Leonardo yang menggunakan jas berwarna hitam dan kemeja putih hasil rancangan Elizabeth dan Everlyn yang menggunakan gaun berwarna hijau muda. Melihat kehadiran Lovely langsung saja Leonardo menggendong nya membuat Kaisar Maximilian menatapnya tajam.
" Hello gadis nakal." sapa Leonardo sambil tersenyum meledek.
Lovely langsung matanya berkaca-kaca dan tidak lama kemudian ia pun menangis.
Elizabeth menghela nafasnya sudah biasa baginya melihat Lovely yang hampir setiap hari menangis karena kejahilan Leonardo. Itulah yang menjadi alasan utama Lovely yang selalu menjahili Leonardo.
" Hentikan Leo." kata suara bariton seseorang yang membuat Leonardo meneguk ludahnya dengan kasar.
Mendengar suara seseorang yang mereka semua kenali. Akhirnya mereka membalikkan badannya dan melihat Axello yang sedang berjalan menghampirinya sambil menatap tajam Leonardo.
__ADS_1
" Akhirnya kamu kembali sayang." kata Elizabeth sambil memeluk Axello.
" Saya sudah kembali Ibunda." kata Axello kepada wanita yang sangat ia sayangi setelah kedua adik perempuannya.
Melihat adegan tersebut membuat Kaisar Maximilian merasa cemburu ia mengepalkan tangannya.
" Lepaskan pelukanmu dari Isteri ku Putera Mahkota." kata Kaisar Maximilian dengan datar sambil mengeluarkan aura intimidasi nya.
Sayangnya hal itu sama sekali tidak terpengaruh oleh Axello melainkan ia hanya menatap datar Ayahanda nya sambil memeluk Ibundanya lebih erat.
" Tidak akan ibunda milik saya." kata Axello sambil bersmirk.
Mendengar perkataan Axello membuat Leonardo melepaskan Lovely dari gendongannya.
" Lovely tolong tenangkan mereka berdua sebelum mereka berdua membuat kacau Istana seperti terakhir kalinya." kata Leonardo sambil kejadian yang dimana Kaisar Maximilian yang cemburu saat melihat Elizabeth menyuapi Axello yang berujung mereka berdua yang bertengkar membuat istana sedikit hancur akibat Pertarungan sihir keduanya.
Lovely dengan polos nya mengangguk kepalanya.
__ADS_1
" Baik Kakak Leo...
Continue....