Rebirth Of The Queen

Rebirth Of The Queen
S2 Kemurkaan Axello Kepada Victoria


__ADS_3

Kaisar Maximilian langsung murka ia berjalan keluar dari kamarnya menuju tempat dimana Victoria berada.


Sedangkan di sisi lain Victoria sedang terkurung di kamarnya dengan penjaga di depan pintunya.


" Bagaimana bisa aku melakukan hal itu, aku tidak sengaja tapi bukannya itu bagus karena Pangeran Axello tidak perlu membunuh saudaranya demi tahta." gumam Victoria yang sedang berbicara sendiri.


BRAK.....


" KAMU MELUKAI IBUNDA KU, RASAKAN INI." teriak Axello yang tiba-tiba datang dan melemparkan tubuh Victoria ke dinding.


BRUK....


" Uhuuk.....uhuuk..." Victoria yang terbatuk-batuk darah membuat gaunnya terkena noda darah.


Victoria mengangkat kepalanya melihat Axello yang sedang memandangi nya dengan murka.


" Pangeran Mahkota." gumam Victoria yang memanggil Axello.

__ADS_1


Sedangkan Axello menatap tajam Victoria sambil berjalan mendekat seisi ruangan terasa sesak karena Axello mengeluarkan aura gelapnya. Ia marah karena ibundanya terluka dan kehilangan adiknya.


" Kamu sungguh tidak berguna. Beraninya kamu melukai ibunda." kata Axello sambil menarik kerah gaun Victoria sampai tubuhnya sedikit ke atas.


Meskipun usianya masih 9 tahun tetapi kekuatan Pangeran Axello hampir setara dengan Kaisar Maximilian. Bahkan ia pernah memimpin perang dengan pemberontak saat berusia 7 tahun. Awalnya memang Axello tidak terlalu mementingkan ibundanya sama sekali. Tetapi setelah ibundanya datang dan mengundangnya untuk makan siang bersama membuat perasaan nya menjadi hangat. Ibundanya sekarang selalu memperhatikan nya ia mengingat kejutan ulang tahun yang dimana ibundanya membuatnya kue ulang tahun untuknya. Apalagi Ibundanya senang ketika dinyatakan hamil. Tetapi sekarang ibundanya harus kehilangan anaknya karena ulah wanita dihadapan nya.


Perasaan Axello lebih hancur lagi ketika ibundanya dinyatakan koma. Mendengar hal itu Axello langsung kembali ke istana dengan menggunakan sihirnya. Sekarang Axello ingin sekali membunuh wanita yang berada di hadapannya.


" Kamu harus mati." kata Axello sambil mengeluarkan sihir Apinya.


Victoria yang melihat Axello sedang mengeluarkan sihirnya langsung panik.


Mendengar perkataan dari Victoria membuat Axello semakin marah saat ia ingin mencelakakan nya. Tiba-tiba seseorang ada yang mencegah tangan nya. Axello mengalihkan pandangannya kebelakang.


" Apa yang Ayahanda lakukan, Ayah ingin mencegah ku untuk melukainya?" tanya Axello dengan datar.


Tetapi Kaisar Maximilian yang mengetahuinya bahwa saat ini Axello sedang marah. Kaisar Maximilian tidak ingin Axello berlaku gegabah.

__ADS_1


" Tidak Ayahanda ingin kamu jangan melukainya." jawab Kaisar Maximilian sambil melirik sekilas wajah Victoria yang tampak berbinar bahagia seolah Kaisar sedang berada di pihaknya.


Kaisar Maximilian yang melihat nya bersmirk menurutnya sampai sekarang Victoria tidak akan berubah menjadi lebih baik.


Sedangkan dalam hati Victoria sedang tertawa bahagia karena sekarang ini Kaisar Maximilian sedang tidak mempercayai Anaknya. Tetapi tidak senyuman itu luntur.


" Aku sendiri yang akan menghukumnya sesuai apa yang ia lakukan kepada Isteriku." kata Kaisar Maximilian yang melanjutkan kalimatnya dan jangan lupa dengan tatapan nya yang tajam.


...****************...


Sedangkan di sisi lain saat ini Elizabeth sedang berada di sebuah mansion mewah. Ia melihat bahwa tubuhnya melayang di udara yang pasti Elizabeth duga ini melupakan kenangan masa lalunya.


" Apa ini kenangan aku dimasa lalu. Saat masih menikah dengannya?" tanya Elizabeth pada dirinya sendiri.


Saat Elizabeth sedang berpikir tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal.


" Hai sayang.....

__ADS_1


Continue....


__ADS_2