
Setelah melempar koin sekarang semua rakyat kekaisaran Brilian akan mengadakan festival tahunan. Banyak stan penjual makanan dan permainan.
Saat ini semua anggota kekaisaran sedang berkeliling melihat festival. Awalnya Kaisar Maximilian hanya ingin kembali ke istana. Tetapi sayangnya sang Ratu Elizabeth ingin sekali melihat festival.
Akhirnya mereka semua ikut melihat nya bahkan Kaisar Maximilian dan Pangeran Axello sejak tadi selalu memandang orang orang dengan tajam ketika mata para pria melihat ke arah Ratu Elizabeth.
Sedangkan Elizabeth hanya diam sambil memberikan senyumannya kepada para rakyat.
Membuat para rakyat merasa terpesona akan kecantikan dari sang Ratu.
Elizabeth yang melihat makanan yang berbentuk seperti sate matanya langsung berbinar sambil menggendong Leonardo.
" Max aku mau itu." kata Elizabeth sambil menunjuk stan makanan.
Kaisar Maximilian melihat sekilas stan makanan yang menurutnya itu merupakan makanan rakyat biasa. Awalnya dirinya ingin menolak keinginan Elizabeth. Tapi setelah melihat wajah Elizabeth yang berbinar.
Akhirnya dengan berat hati Kaisar Maximilian mengijinkannya. Dengan catatan jangan beli banyak. Elizabeth menurutinya dan membeli 5 tusuk sate.
Mereka berjalan menikmati atraksi atraksi sampai Elizabeth melihat seorang bermain piano. Elizabeth mengingat kejadian dulu saat masih kecil dirinya sangat suka bermain piano.
Elizabeth melirik Kaisar Maximilian dan anak anaknya yang masih fokus melihat pemain piano itu. Munculah ide di kepala Elizabeth.
Langsung saja Elizabeth berbisik ke telinga Kaisar Maximilian.
" Aku mau kebelakang sebentar. Tolong jaga anak anak sebentar." kata Elizabeth sambil menyerahkan Leonardo yang asik dengan mainannya.
Kaisar Maximilian mengangguk dan menggendong Leonardo. Leonardo yang melihatnya langsung tertawa senang sambil menggigit jempol dengan gemas.
Setelah beberapa lama Elizabeth belum juga kembali hal itu membuat Kaisar Maximilian khawatir takut terjadi sesuatu terhadap Elizabeth.
" Papa di mana mama?" tanya Everlyn setelah menyadari tidak ada Elizabeth di dekatnya.
__ADS_1
Sebelum Kaisar Maximilian menjawab ada suara piano. Membuat Kaisar Maximilian melihat ke arah depan dan melihat Elizabeth bermain piano. Menurutnya di kekaisaran Brilian jarang orang menyukai bermain piano apalagi di kalangan wanita bangsawan lebih senang bermain harpa daripada melatih piano.
Telah lama aku bertahan
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi.
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Dahulu kaulah segalanya
__ADS_1
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti
Tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi.
( Apalah hati menunggu feat Raisa).
Semua orang yang menyaksikan nya langsung bertepuk tangan dengan meriah. Mereka tidak menyangka ada seseorang yang beryyanyi dan bermain piano sebagus itu. Walaupun mereka tanpa mengetahui lagu apa yang dinyanyikan tapi mereka sudah cukup senang.
Elizabeth hanya memberikan sebuah senyuman.
Tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan nya dari belakang...
" Aku akan melenyapkan mu, tunggu saja Ratu."
__ADS_1
Continue....