
"Hai sayang." sapa seorang pria sambil tersenyum terhadapnya atau lebih tepatnya Clara.
Elizabeth mengepalkan tangannya melihat mantan suaminya.
" Aku membencimu Alvaro." kata Elizabeth sambil memandang benci kepada pria di hadapannya.
Sedangkan Clara langsung menghampiri Alvaro memeluknya dengan erat.
" Sayang kamu baru pulang, apa kamu ingin makan terlebih dahulu?" tanya Clara sambil tersenyum memandangi Alvaro suaminya.
Alvaro cuma mengangguk kepalanya sambil tersenyum tipis memang ia dikenal irit berbicara.
Elizabeth yang melihatnya bergidik ngeri bagaimana dia pernah bisa mencintai pria tersebut. Sedangkan sekarang suaminya lebih tampan.
" Max lebih tampan daripada pria brengsek itu." kata Elizabeth sambil memalingkan wajahnya tidak ingin melihat keharmonisan mereka yang membuatnya jijik.
Setelah itu Elizabeth berpindah lagi ketempat dimana ia mengetahui perselingkuhan Alvaro dan sekretaris nya. Mengingat itu membuat sekujur tubuhnya bergetar apalagi ia melihat Clara sudah berdiri mematung.
Clara berdiri mematung melihat suaminya sedang bercumbu dengan wanita lain. Perlahan air matanya menetes.
BRAK....
Kotak makanan yang dibawa Clara jatuh berceceran di lantai. Membuat Alvaro tersadar membalikan badannya ia terkejut melihat Clara sudah berdiri di depan pintu dengan air mata yang mengalir di wajahnya.
__ADS_1
" Sayang." gumam Alvaro memanggil Clara dengan sendu.
Clara yang tidak kuat melihat nya langsung berlari keluar dari kantor Alvaro. Tanpa mempedulikan bahwa Alvaro mengejarnya atau tidak. Ia memasuki mobilnya dan langsung mengendarai nya dengan kecepatan tinggi.
" KAMU JAHAT ALVARO. BERANINYA KAMU BERSELINGKUH DARIKU. PADAHAL AKU INGIN MEMBERITAHU BAHWA AKU SEDANG MENGANDUNG ANAKMU ARRGHHH...." teriak Clara sambil memukul setir mobil.
Clara tidak menyadari bahwa sebuah truk dengan kecepatan tinggi melaju menunju kearahnya sampai kecelakaan itu tidak bisa di hindari.
BRUK.....
BRAK....
Mobil Clara berguling-guling di jalanan. Sebelum kesadarannya menghilang Clara memeluk perutnya dengan erat.
" Bayiku....
Setelah itu Elizabeth berpindah lagi di sebuah rumah sakit ia melihat Alvaro sedang berlari dengan wajah cemas.
Alvaro baru saja di kabari bahwa Clara kecelakaan ia merasakan khawatir terhadap isterinya itu walaupun dirinya belum bisa mencintai nya.
Saat sampai di ruang UGD ia langsung menanyakan kepada Dokter yang kebetulan baru saja keluar.
" Bagaimana keadaan isteri saya?" tanya Alvaro kepada Dokter.
__ADS_1
Dokter tersebut memasang raut wajah sedih sebelum ia menggelengkan kepalanya.
" Maaf kami tidak bisa menyelamatkan nyawa bayi yang berada di kandungan nya." jawab Dokter.
Deg....
Alvaro yang mendengarnya langsung terkejut ia memegang bahu Dokter tersebut dan mencengkram nya dengan kuat.
" Apa maksudnya dari perkataan Dokter tadi? Apa Dokter baru saja mengatakan bahwa Clara keguguran? Jawab." tanya Alvaro secara beruntun.
" Memang saat Mrs Clara sedang mengandung 3 Minggu. Saat kecelakaan terjadi kondisinya sangat buruk dan mohon kami sangat menyesal karena harus mengangkat janin yang berada di tubuhnya. Janin tersebut sudah mati. Dan sangat terpaksa juga kami harus mengangkat rahimnya." jelas Dokter.
Elizabeth yang mendengarnya tidak kuat mengingat bahwa di kehidupan sebelumnya ia tidak bisa lagi memiliki anak.
Sedangkan Alvaro terjatuh di lantai sambil merantapi semua perasaan menyesalnya. Karena ulahnya ia harus kehilangan anaknya bersama dengan Clara.
" Maafkan aku. Mulai hari ini aku akan berusaha mencintai mu. Mohon maafkan aku hiks...." kata Alvaro sambil menangis.
Elizabeth yang melihatnya tidak ada sama sekali perasaan iba di dalam hatinya yang ada perasaan benci.
Setelah itu tubuh Elizabeth berada di sebuah taman bunga. Elizabeth yang melihatnya merasakan perasaan nyaman.
Sampai ia tidak sadar bahwa ada seseorang yang menarik gaunnya.
__ADS_1
" Mom....
Continue....