
"Kau sudah bahagia Yang Mulia." kata Oliver yang ternyata melihat Kaisar Maximilian sedang tertawa bersama keluarganya dari jauh.
Oliver merupakan seorang anak Marquez dan teman masa kecil Kaisar Maximilian. Ia sudah mengetahui bagaimana kisah hidup Kaisar Maximilian yang di besarkan tanpa cinta. Awalnya ia cukup miris kepada Pangeran dan Puteri yang akan di besarkan tanpa cinta juga. Tapi semuanya tidak sesuai relalita sebab sekarang Kaisar Maximilian mendapatkan cinta dari Elizabeth dan bisa memberikan kasih sayang. Oliver berharap semoga Kaisar Maximilian selalu bahagia.
" Saya berharap anda akan bahagia selalu Yang Mulia." batin Oliver.
...****************...
" ARRGGH BAGAIMANA BISA WANITA ITU MELAWAN KU." teriak Victoria yang frustasi.
PYAR.....
PYAR......
Victoria melempar semua barang yang ada di kamarnya.
" Aku berjanji akan memisahkan kalian berdua. Aku tidak akan membiarkan Kaisar itu bahagia." kata Victoria sambil menyeringai
...****************...
__ADS_1
Setelah melakukan Barbeque saat ini mereka berlima sedang duduk melingkar di atas api unggun. Reina sudah di suruh kembali ke kamarnya jadi saat ini Leonardo sedang berada di pangkuan Kaisar Maximilian. Sebenarnya Elizabeth yang ingin melakukan tetapi sayangnya semuanya dilarang oleh Kaisar Maximilian dengan beralasan takut melukai janin yang dikandung Elizabeth.
" Mama Eve mengantuk." kata Everlyn sambil menggosok matanya.
Elizabeth yang mengerti dan langsung berdiri.
" Baiklah ayo kita masuk ke tenda, Mama akan membawa sebuah Cerita. Siapa yang mau dengar." kata Elizabeth dengan antusias.
" Eve/ acu." kata Everlyn dan Leonardo yang mengangkat tangannya secara bersamaan.
Kaisar Maximilian yang melihatnya tersenyum tipis sebelum melirik Axello yang terlihat malu.
" Ternyata kamu juga ingin dasar ego nya terlalu tinggi." batin Kaisar Maximilian yang melirik Axello dan tersenyum remeh.
" Bukan aku mirip dengan mu." batin Axello.
Setelah itu mereka masuk ke dalam tenda. ukuran tenda cukup besar bisa di masuki sekitar 10 orang. Elizabeth di sisi kanan, Kaisar Maximilian di sisi kiri sedangkan anak anak berada di tengah.
Elizabeth menghadap ke arah Anak Anaknya yang sedang memandangi nya dengan polos.
__ADS_1
" Wah....mereka lucu sekali." batin Elizabeth yang gemes.
Setelah itu Elizabeth langsung berdehem untuk mengusir pikiran yang ingin mencubit pipi anak anaknya.
" Baiklah Mama akan menceritakan kisah si kancil mencuri timun." kata Elizabeth sambil melihat ke arah anak anaknya yang tampak bingung tetapi ia hiraukan.
"Disebuah hutan belantara yang luas, tinggal beraneka ragam satwa. Salah satunya seekor kancil. Kancil yang satu ini dikenal memiliki kecerdikan yang luar biasa. Tak hanya cerdik, kancil pun dikenal sebagai satwa yang ramah akan sesama." kata Elizabeth yang mulai bercerita sedangkan Anak anak memperhatikannya begitu juga Kaisar Maximilian yang sedikit penasaran dengan cerita yang dibawakannya.
Sampai beberapa lama kemudian.....
"Setelah berkata seperti itu pada buaya, kancil langsung berlari kencang meninggalkan buaya yang marah karena perbuatannya. Kancil pun dengan bebas memakan buah-buahan yang ada di sebrang sungai untuk menghilangkan rasa laparnya. Tamat." kata Elizabeth yang sudah menyelesaikan ceritanya.
" Mama memangnya apa tidak apa apa kita menipu seseorang?" tanya Everlyn dengan raut wajah yang penasaran.
" Ibunda buaya itu sangat bodoh." kata Axello yang mengejek si buaya.
Elizabeth yang mendengarnya menjadi bingung Sendiri.
" Lebih baik kalian tidur saja, Leonardo sudah tidur." kata Elizabeth yang mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Baiklah." kata Everlyn dan Axello dengan pasrah.
Continue...