
"Siapa dia." tanya Elizabeth pada dirinya sendiri.
Karena sifat penasarannya yang semakin besar akhirnya Elizabeth berjalan mengendap-endap supaya tidak ketahuan oleh mereka.
Sampai Elizabeth memutuskan untuk menyembunyikan tubuhnya dibalik pilar yang berada di sekitar lorong. Saat Elizabeth menengok siapa orang mencurigakan tersebut. ia terkejut saat mengenal orang tersebut.
" Tidak mungkin." kata Elizabeth sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya tidak percaya apa yang dilihatnya.
Sedangkan orang tersebut tidak menyadari akan keberadaan Elizabeth.
" Ini kamu kasih makan tersebut ke hidangan sang Kaisar." kata Seseorang sambil memberikan sebuah botol yang berisi racun.
Pelayan tersebut mengangguk sambil mengambil botol yang berisi racun itu.
" Baik saya akan melaksanakannya." kata Pelayan tersebut.
Setelah itu Elizabeth langsung pergi meninggalkan kedua orang tersebut. Sampai di depan kamarnya Elizabeth mengatur nafasnya karena mengingat perkataan orang tersebut.
" Bagaimana bisa ia setega itu, aku harus mencegahnya." kata Elizabeth dengan tekadnya.
Saat Elizabeth sedang asik melamun tanpa disadari olehnya ada seseorang yang baru memasuki kamarnya.
Ceklek...
Melihat Elizabeth yang sedang asik melamun akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri nya.
__ADS_1
Puk....
ARRGGHHHHH.....
Elizabeth berjengkit terkejut sampai berteriak keras. Membuat orang yang menepuk bahunya merasa khawatir.
" Sayang kamu baik baik saja kan?" tanyanya sambil memandang Elizabeth dengan cemas.
Setelah mengatur nafasnya kembali Elizabeth melihat bahwa orang yang menepuk bahunya adalah Kaisar Maximilian suami tampannya.
Langsung saja Elizabeth spontan mencubit pinggang nya dengan keras.
" Auuuh....itu sakit sayang." kata Kaisar Maximilian sambil meringis kesakitan.
Akhirnya Elizabeth melepaskan cubitan nya sambil menatap Kaisar Maximilian dengan tajam.
Melihat Isterinya yang sedang merajuk Kaisar Maximilian memegang dagu Elizabeth supaya melihat kearahnya.
" Maafkan aku jangan marah sayang." kata Kaisar Maximilian yang membujuk Elizabeth supaya tidak marah kepadanya.
Elizabeth yang melihat tatapan tulus dari Kaisar Maximilian mengangguk kepalanya. Melihat bahwa Elizabeth sudah memaafkan nya membuat nya senang dengan perlahan ia mendekati wajah Elizabeth dan mencium bibir nya dengan lembut. Elizabeth yang melihat Kaisar Maximilian menciumnya mulai membalasnya.
Mereka saling berciuman sampai beberapa menit sampai Kaisar Maximilian melepaskan nya karena melihat Elizabeth yang sudah kesusahan bernafas.
Setelah itu Kaisar Maximilian menarik tangan Elizabeth supaya berbaring tidur di sampingnya.
__ADS_1
" Tidurlah." kata Kaisar Maximilian yang menyuruh Elizabeth untuk tidur.
Elizabeth mengangguk kepalanya sebelum akhirnya ia menutup matanya dan tertidur pulas.
Melihat Elizabeth yang sudah tertidur di dekapan nya Kaisar Maximilian mencium keningnya.
" Aku harus kembali bekerja selamat tidur sayang." kata Kaisar Maximilian sebelum keluar dari kamarnya.
Meninggalkan Elizabeth yang sudah tertidur dikamar mereka.
...****************...
Di sore harinya saat Elizabeth terbangun ia tidak melihat keberadaan Kaisar Maximilian. Entah mengapa saat ini Elizabeth ingin sekali dekat dengan suami nya sejak kejadian siang tadi.
Akhirnya Elizabeth memutuskan untuk menemui Kaisar Maximilian di ruang kerjanya. Saat berjalan Elizabeth tidak sengaja melihat keberadaan Victoria timbullah rasa benci kepadanya. Tetapi Elizabeth memutuskan untuk bersikap tenang dan menghampirinya.
" Yang Mulia Victoria." kata Elizabeth sambil memberikan salam nya.
Victoria melihat keberadaan Elizabeth yang berada di sampingnya.
" HN, bagaimana kabar mu apa kamu akan diasingkan?" tanya Victoria dengan sinis.
Membuat Elizabeth memutar bola matanya dengan malas. Ia mendekat ke telinga Victoria sambil membisikkan sesuatu yang membuat Victoria kehilangan kendali sampai
BRUK.....
__ADS_1
Continue....