
Hari perayaan ulang tahun Kaisar Maximilian telah tiba, orang yang berada di istana sibuk mempersiapkan pesta perayaan nanti malam, kecuali Elizabeth yang masih tertidur lelap di atas ranjangnya sampai ketika Reina membuka pintu kamarnya.
BRAK....
" Yang Mulia bangun, anda harus mempersiapkan diri anda." kata Reina sambil menggoyangkan tubuh Elizabeth.
" Lima menit lagi." gumam Elizabeth yang masih menutup kedua matanya.
" Tapi anda harus bersiap kita tidak punya banyak waktu." kata Reina yang masih berusaha membangunkan Elizabeth.
Tetapi sayangnya Elizabeth hanya mengeram sambil membalikkan badannya ke arah sebaliknya, sampai Reina menarik selimut Elizabeth secara kasar dan menariknya menuju ke kamar mandi, Elizabeth tersadar ketika merasa tubuhnya basah, ketika Elizabeth membuka matanya dirinya terkejut berada di bak mandi bersama para pelayan.
" Apakah pewangi sudah di siapkan."
" Sudah."
" Yang Mulia anda jangan sampai tidur kembali."
Setelah itu Elizabeth terasa dengan para pelayan yang bolak balik di kamarnya, Elizabeth hanya pasrah, sampai matahari tenggelam akhirnya Elizabeth selesai.
" Wah Yang Mulia sangat cantik." kata Para pelayan yang melihat kecantikan dari sang Ratu.
__ADS_1
" Rasanya aku ingin sekali menangis."
" Hehehe." kata Elizabeth yang hanya terkekeh melihat reaksi dari para pelayan yang menghias dirinya.
Elizabeth hari ini menggunakan gaun berwarna ungu muda dengan rambut di gerai dengan kepangan ke samping, sambil menggunakan mahkota Ratu di atas kepalanya, Elizabeth mematukan dirinya di cermin ia terkejut melihat bayangan wajahnya di cermin.
" Wah aku emang cantik." batin Elizabeth yang mengagumi kecantikan wajahnya.
Ketika Elizabeth asik mengagumi kecantikan nya, ia tiba tiba merasakan sepasang tangan yang sedang memeluk pinggangnya dari belakang, Elizabeth yang mengetahui bahwa orang yang memeluk dirinya Kaisar Maximilian hanya bisa diam tanpa melakukan apapun, diam diam Elizabeth mengagumi ketampanan Kaisar Maximilian yang menggunakan setelan khas Raja dengan jubah merah yang tersampir di bahu kanannya, Elizabeth merasakan wajahnya memerah dengan segera tepis pikiran yang menganggu.
" Yang Mulia." kata Elizabeth dengan pelan.
Kaisar Maximilian hanya diam memeluk Elizabeth sambil kepalanya tersampir di bahu Elizabeth.
Mendengar pujian dari Kaisar Maximilian membuat wajah Elizabeth makin memerah malu, ia hanya bisa menunduk kepalanya berharap Kaisar Maximilian tidak melihatnya.
" Sejak kapan Kaisar ini bisa memuji, padahal yang di dalam novel Kaisar Maximilian sama sekali tidak pernah memuji seseorang selain Stella sang tokoh utama." batin Elizabeth bingung.
Kaisar Maximilian yang tidak menyadari Elizabeth yang malu terhadap nya hanya diam, sampai ketika Kaisar Maximilian membalikan badan Elizabeth sambil mengulurkan tangannya, Elizabeth hanya mengangkat sebelah alisnya bingung.
" Kamu akan pergi ke pesta dengan ku." kata Kaisar Maximilian yang seperti pernyataan.
__ADS_1
Elizabeth tidak menyadari wajah Kaisar Maximilian memerah ketika mengajak Elizabeth, Elizabeth yang tidak mau memusingkan hal itu hanya menerima uluran tangan dari Kaisar Maximilian, membuat Kaisar Maximilian tersenyum tipis.
Akhirnya mereka berjalan berdua menuju ke aula pesta, ketika sampai di depan pintu aula Elizabeth melihat ketiga anaknya yang sudah terlebih dahulu sampai.
Axello, Everlyn dan Reina langsung membungkuk hormat kepada Elizabeth dan Kaisar Maximilian.
" Salam Yang Mulia." kata mereka bertiga secara bersamaan.
Kaisar Maximilian hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sedangkan Elizabeth langsung memeluk kedua anaknya.
" Oh aku sangat merindukan kalian berdua." kata Elizabeth sambil memeluk mereka erat.
" Ibunda lepaskan kamu membuatku tidak bisa bernafas." kata Axello yang protes.
Elizabeth langsung melepaskan pelukannya dan melihat Kaisar Maximilian yang sudah mengendong Leonardo yang sebelumnya berada di Reina, Elizabeth juga memegang tangan Kaisar Maximilian, sedangkan Axello memegang tangan Everlyn.
" Apa kalian sudah siap?" tanya Kaisar Maximilian.
Mereka hanya mengangguk, setelah itu Kaisar Maximilian mengangkat sebelah tangannya menyuruh pintu untuk di buka.
***Ceklek...
__ADS_1
Continue***....