
Elizabeth yang melihat kedatangan seseorang merasa senang senyumannya terbit di wajahnya.
" Ayolah Max jangan menggoda aku." kata Elizabeth sambil memalingkan wajahnya menyembunyikan wajahnya yang merona.
Melihat wajah malu dari isterinya membuat Kaisar Maximilian tertawa geli.
" Baiklah sayang aku tidak akan menggoda mu untuk hari ini tetapi tidak untuk besok." kata Kaisar Maximilian sambil menaikkan turunkan alisnya.
Bugh....
" MAX." teriak Elizabeth yang tidak bisa menyembunyikan rona merah pada wajahnya.
Sedangkan Everlyn dan Lovely yang melihat tingkah Orang tuannya tertawa kecuali Leonardo tampak sedikit cemburu.
" Jangan menganggu Mama, Papa." kata Leonardo yang tiba-tiba sudah berada di antara Kaisar Maximilian dan Elizabeth.
Kaisar Maximilian yang terganggu kepada Puteranya langsung melotot.
" Terserah Papa lagipula Mama mu milik ku." kata Kaisar Maximilian dengan bangga.
Leonardo mendengus melihat dengan bangganya Papa nya memiliki Mama nya.
" Tetapi aku anaknya jadi pantas saja kalau aku ingin manja dengan Mama." kata Leonardo dengan sombongnya apalagi Elizabeth yang mengelus kepalanya.
__ADS_1
Melihat Leonardo yang sombong kepadanya membuat Kaisar Maximilian marah tetapi tidak lama ia bersmirk seakan merencanakan sesuatu.
" Leonardo bukannya sekarang ada jam dengan guru Matematika sepertinya ia ingin bolos lagi Elizabeth." kata Kaisar Maximilian yang mencoba memprovokasi Elizabeth.
Mendengar perkataan dari Kaisar Maximilian. Elizabeth langsung menatap tajam Leonardo.
" Apakah itu benar Leo?" tanya Elizabeth.
Leonardo menundukkan kepalanya ia sangat takut jika saat Mama nya sudah dalam mode marah nya. Menurutnya kemarahan Papa nya tidak seberapa dengan kemarahan Mama nya.
" Hehe....Leo tidak membolos Mama tetapi." kata Leonardo yang tidak bisa menjawabnya.
Sedangkan Kaisar Maximilian sudah duduk dengan nyaman bersama Everlyn dan Lovely di pangkuannya.
Membuat Kaisar Maximilian dan Everlyn menahan tawanya.
" Benar." kata Kaisar Maximilian sambil menyeringai seakan senang melihat wajah ketakutan dari Leonardo.
Elizabeth yang melihat Leonardo tidak bisa menjawabnya sudah bisa menduga lagipula puteranya yang satu ini susah sekali di suruh belajar. Leonardo lebih senang bermain pedang dan berkuda tidak seperti Axello yang sangat senang membaca buku ia bahkan bisa seharian di perpustakaan.
Elizabeth menghela nafasnya sebelum berjongkok di hadapan Leonardo yang masih menundukkan kepalanya.
" Leo tatap Mama." perintah Elizabeth yang langsung di turuti Leonardo. Setelah itu ia menyentuh bahunya dengan lembut.
__ADS_1
" Mama tidak marah tetapi Leo janji tidak akan mengulanginya lagi." kata Elizabeth sambil menatap lembut ke Leonardo.
Leonardo langsung mengangguk kepalanya dengan semangat.
" Jadi Mama tidak marah?" tanya Leonardo dengan mata berbinar-binar.
Elizabeth menjawab dengan anggukan kepala.
" Tetapi sayangnya kamu akan di hukum yaitu kamu harus membaca buku yang pernah dikasih oleh Mama dan meringkasnya paham Leo." kata Elizabeth tersenyum.
Leonardo langsung menggangguk kepalanya lagi ia bisa melihat senyuman Mama nya yang seperti akan memakannya hidup-hidup jika berani menolaknya.
Kaisar Maximilian berdiri dari sofa sambil menggendong Lovely dan berjalan menghampiri Elizabeth.
" Jadi semuanya sudah selesai ini?" tanya Kaisar Maximilian sambil melirik Leonardo dengan tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.
" Sudah." bukan Elizabeth yang menjawabnya melainkan Leonardo dengan ketus.
Melihat wajah cemberut dari Leonardo membuat semua yang berada di ruangan tertawa geli.
Tidak berapa lama mereka menghentikan tawanya setelah mendengar pertanyaan dari Lovely.
" Kapan kakak Axel akan pulang...
__ADS_1
Continue....