
" Hahahahaha sebentar lagi aku akan memiliki hati Sang Kaisar." kata seorang wanita yang ternyata Stella.
Saat ini Stella sedang berada di dapur. Stella sedang membuat secangkir teh untuk Kaisar Maximilian. Sambil memberikan sebuah serbuk ke dalam teh tersebut.
Selesai membuat teh Stella berjalan menuju ruang kerja Kaisar Maximilian sambil memegang secangkir teh yang telah di masukan sesuatu.
Ketika di perjalanan Stella tanpa sengaja bertemu dengan Oliver asisten pribadi Kaisar.
" Salam Tuan Oliver." kata Stella sambil mengangkat sedikit pakaian pelayannya dan sedikit membungkuk badannya.
Oliver hanya diam sambil berlalu pergi tanpa menghiraukan salam dari Stella. Sedangkan Stella sendiri kesal melihat Oliver tidak menghiraukan nya sama sekali. Tapi Stella hanya bisa menahan dirinya agar tidak menghajar Oliver.
" Sebentar lagi....aku akan mendapatkan Yang Mulia Kaisar." batin Stella sambil tersenyum licik.
...****************...
" Reina perasaan ku tidak enak." kata Elizabeth sambil berkata tentang apa yang di rasakan nya sekarang.
Sedangkan Reina yang sedang menyisir rambut Elizabeth di buat terkejut mendengar perkataan Elizabeth.
__ADS_1
" Tenang Yang Mulia. Mungkin ini hanya perasaan anda saja." kata Reina sambil mengatakan kata-kata penenang untuk Elizabeth.
Akhirnya Elizabeth mengangguk kepalanya untuk mengusir pikiran buruknya. Benar kata Reina bahwa ini cuma hanya perasaan nya saja.
...****************...
Di sisi lain Kaisar Maximilian sedang serius mengerjakan dokumen dokumen tentang Kekaisaran. Sampai ada seseorang yang mengetuk pintunya membuat Kaisar Maximilian kehilangan fokusnya.
Tok....Tok....
Orang itu langsung membuka pintunya tanpa meminta ijin dari Kaisar Maximilian terlebih dahulu.
Sedangkan Kaisar Maximilian sendiri hanya memperhatikan Stella yang sedang menyajikan teh untuknya. Wajah Stella merona melihat Kaisar Maximilian yang sedari tadi melihat nya dengan pandangan kagum. Sebenarnya Kaisar Maximilian memandang Stella dengan jijik menurutnya Stella seperti Wanita kebanyakan yang hanya ingin mendapatkan posisi sebagai Ratu.
Tapi sayangnya Kaisar Maximilian tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena menurutnya yang pantas menjadi Ratu hanya Elizabeth wanita yang telah melahirkan penerusnya.
Saat Kaisar Maximilian ingin meraih secangkir teh. Kaisar Maximilian melirik sekilas melihat raut wajah Stella yang menurutnya seakan menanti dirinya untuk meminum teh tersebut. Kaisar Maximilian yang curiga menghirup harum teh tersebut dan bau dari tehnya sedikit berbeda dari yang biasa dia minum. Munculah seringai dari bibir Kaisar Maximilian.
" Sepertinya kamu mau menjebak ku. apa yang dilakukan olehnya setelah aku meminum teh ini." batin Kaisar Maximilian yang melirik Stella lagi.
__ADS_1
Setelah itu Kaisar Maximilian meminum tehnya yang telah di kasih sesuatu oleh Stella. Tidak lama kemudian Kaisar Maximilian merasakan tubuhnya panas. Kaisar Maximilian langsung mengerti apa yang telah Stella berikan kepada minumannya, dan dirinya melihat bahwa Stella telah melepas pakaian menyisakan pakaian dalamnya saja. Stella mendekati Kaisar Maximilian dengan berjalan seksi.
Sedangkan Kaisar Maximilian melihat apa yang dilakukan Stella menurutnya sangat menjijikan. Tapi saat ini tubuhnya tidak bisa dia kendalikan apalagi sekarang Stella sudah duduk di pangkuan nya.
Saat Stella ingin mencium bibir Kaisar Maximilian. Tetapi sayangnya Kaisar Maximilian mendorong tubuh Stella hingga jatuh tersungkur.
Tanpa mempedulikan yang lain Kaisar Maximilian langsung berlari keluar ruang kerjanya dan mengunci pintunya. Sepertinya dia akan membuat wanita itu menyesal.
Kaisar Maximilian berjalan dengan sempoyongan sambil menahan hasratnya yang sudah dia tidak bisa kendalikan.
Sampai Kaisar Maximilian berada di kamar Elizabeth. Tanpa berpikir panjang dirinya membuka pintunya dengan keras.
Mengejutkan Elizabeth yang sedang membaca buku di ranjangnya. Saat Elizabeth ingin bertanya...
Tiba tiba....
Cup....
Continue....
__ADS_1